Di antara berbagai jenis kanker tulang, osteosarcoma termasuk yang paling sering terjadi pada usia muda. Mengetahui gejala osteosarcoma sangat penting agar bisa segera ditangani dengan baik.
Kanker tulang adalah penyakit yang perlu mendapat perhatian serius, apalagi jika menyerang anak-anak dan remaja.
Jika ingin berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri lutut dengan dokter ahli Klinik Patella dapat menghubungi melalui WhatsApp di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda bersama Klinik Patella!
Daftar Isi
- Apa Itu Osteosarcoma?
- Gejala Osteosarcoma
- 1. Nyeri tulang
- 2. Nyeri di malam hari adalah gejala osteosarcoma
- 3. Pembengkakan
- Gejala Osteosarcoma pada Anak dan Remaja
- 1. Nyeri lutut dan betis
- 2. Gangguan fungsi gerak tubuh
- 3. Patah tulang
- Bedanya Gejala Osteosarcoma dengan Nyeri Biasa
- Perkembangan Penyakit dan Dampaknya
- Diagnosis Osteosarcoma
- 1. Uji pencitraan
- X-ray
- MRI dan CT scan
- 2. Biopsi tulang
- Bisakah Osteosarcoma Dicegah?
- Kesimpulan tentang Gejala Osteosarcoma
- Pertanyaan Seputar Gejala Osteosarcoma
Apa Itu Osteosarcoma?
Osteosarcoma adalah jenis kanker tulang primer yang muncul dari sel-sel pembentuk tulang. Artinya, tumor tulang ini tumbuh langsung di tulang, bukan berasal dari organ lain yang menyebar ke tulang.
Yang membuat kondisi ini berbahaya adalah pertumbuhan sel tulang abnormal yang terjadi sangat cepat dan agresif.
Tumor tulang ganas ini biasanya menyerang tulang-tulang panjang di tubuh, seperti tulang paha (femur) dan tulang kering (tibia) di area lutut, juga tulang lengan atas (humerus).
Osteosarcoma paling banyak ditemukan pada anak-anak dan remaja yang sedang dalam masa pertumbuhan pesat, sehingga kanker tulang pada usia muda menjadi hal yang harus diwaspadai oleh para orang tua.
Gejala Osteosarcoma
Masalah utama dalam mengenali gejala osteosarcoma adalah tanda-tandanya yang mirip dengan keluhan biasa seperti cedera olahraga atau nyeri akibat pertumbuhan.
Karena itulah, sering terjadi keterlambatan diagnosis kanker tulang karena gejala awal osteosarcoma yang tidak terlalu mencolok.
1. Nyeri tulang
Keluhan paling umum adalah nyeri tulang gejala osteosarcoma. Di awal, rasa nyeri mungkin tidak terlalu kuat, kadang terasa kadang tidak, dan biasanya bertambah sakit saat bergerak atau beraktivitas.
Namun lama-kelamaan, nyeri ini akan menjadi lebih sering muncul dan intensitasnya semakin kuat.
2. Nyeri di malam hari adalah gejala osteosarcoma
Salah satu ciri khas yang perlu diperhatikan adalah nyeri malam hari.
Berbeda dengan nyeri otot biasa yang membaik saat istirahat, nyeri tulang progresif akibat osteosarcoma justru terasa lebih sakit di malam hari meskipun tubuh sedang beristirahat.
Ini menjadi salah satu tanda penting yang membedakannya dengan nyeri biasa.
3. Pembengkakan
Seiring berkembangnya penyakit, akan muncul pembengkakan tulang atau pembengkakan jaringan sekitar tulang di area yang sakit.
Benjolan ini biasanya terasa hangat saat disentuh dan menimbulkan rasa tidak nyaman. Banyak orang yang bertanya-tanya, “benjolan pada tulang apakah osteosarcoma?”
Jika benjolan disertai nyeri yang terus-menerus dan tidak membaik, sebaiknya segera periksakan ke dokter.
Gejala Osteosarcoma pada Anak dan Remaja
Karena osteosarcoma paling sering menyerang usia 10-30 tahun, penting bagi orang tua untuk mengenali gejala osteosarcoma pada anak dan gejala osteosarcoma pada remaja.
Berikut adalah ciri ciri kanker tulang osteosarcoma yang perlu diperhatikan:
1. Nyeri lutut dan betis
Tanda osteosarcoma di kaki sering berupa keluhan nyeri di area lutut atau betis yang tidak kunjung sembuh meskipun sudah beristirahat.
Anak atau remaja mungkin mengeluh sulit saat berlari, melompat, atau naik tangga. Keluhan seperti ini kadang dianggap wajar karena dianggap akibat aktivitas bermain yang terlalu aktif.
2. Gangguan fungsi gerak tubuh
Gangguan fungsi anggota gerak mulai terlihat ketika rasa sakit dan pembengkakan tulang semakin parah. Anak bisa terlihat pincang saat berjalan atau kesulitan menggerakkan bagian tubuh yang sakit.
Pertanyaan “osteosarcoma sakit atau tidak” sering muncul, dan jawabannya adalah ya—hampir semua pasien merasakan sakit sebagai gejala utama.
3. Patah tulang
Yang lebih mengkhawatirkan adalah terjadinya fraktur patologis atau patah tulang tanpa sebab yang jelas.
Tulang yang sudah digerogoti tumor menjadi sangat rapuh dan mudah patah, bahkan hanya karena benturan ringan atau kadang tanpa benturan sama sekali.
Ini menandakan tulang sudah mengalami kerusakan yang cukup parah.
Bedanya Gejala Osteosarcoma dengan Nyeri Biasa
Salah satu gejala osteosarcoma yang sering diabaikan adalah nyeri yang tidak kunjung hilang tanpa penyebab yang jelas.
Perbedaan nyeri osteosarcoma dan nyeri biasa terletak pada bagaimana nyeri tersebut merespons pengobatan sederhana.
- Nyeri akibat cedera olahraga atau kelelahan biasanya akan membaik setelah istirahat, dikompres, dan diberi obat pereda nyeri.
- Sebaliknya, nyeri tulang kronis karena tumor justru semakin parah meskipun sudah diobati dengan cara biasa.
Penting juga memahami perbedaan kanker tulang dan radang sendi. Osteoarthritis atau pengapuran sendi biasanya terjadi pada orang lanjut usia dan menyerang sendi atau persendian.
Sementara osteosarcoma menyerang tulang itu sendiri dan justru lebih sering terjadi pada anak-anak dan remaja yang masih dalam masa pertumbuhan.
Perkembangan Penyakit dan Dampaknya
Pada tahap awal, osteosarcoma stadium awal gejala yang muncul mungkin sangat ringan dan mudah diabaikan. Namun jika tidak segera ditangani, penyakit ini berkembang dengan cepat.
Dampak osteosarcoma terhadap aktivitas sehari-hari bisa sangat mengganggu, mulai dari tidak bisa berolahraga, kesulitan berjalan, hingga tidak mampu melakukan aktivitas sederhana seperti mengangkat barang.
Gejala kanker tulang ganas osteosarcoma yang sudah lebih lanjut bisa termasuk berat badan turun tanpa alasan jelas, mudah lelah, dan demam ringan yang datang dan pergi.
Jika sudah terjadi metastasis kanker tulang, artinya sel kanker sudah menyebar ke organ lain, terutama paru-paru.
Diagnosis Osteosarcoma
Diagnosis osteosarcoma memerlukan beberapa pemeriksaan medis. Langkah pertama biasanya berkonsultasi dengan dokter ortopedi atau dokter onkologi untuk pemeriksaan awal.
1. Uji pencitraan
X-ray
Pemeriksaan rontgen tulang atau X-ray adalah cara pertama yang paling umum dilakukan. Dari hasil rontgen, dokter bisa melihat apakah ada kelainan pada struktur tulang atau pertumbuhan yang tidak normal.
MRI dan CT scan
Untuk mendapat gambaran lebih detail tentang ukuran tumor dan apakah sudah menyebar ke jaringan sekitarnya, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan seperti MRI dan CT Scan.
Kedua pemeriksaan ini memberikan gambaran yang jauh lebih jelas dan detail.
2. Biopsi tulang
Biopsi tulang adalah prosedur paling pasti untuk memastikan diagnosis. Dokter akan mengambil sedikit sampel jaringan dari area yang dicurigai untuk diperiksa di laboratorium.
Dari hasil pemeriksaan ini, bisa dipastikan apakah benar ada sel kanker dan termasuk jenis osteosarcoma.
Bisakah Osteosarcoma Dicegah?
Sayangnya, sampai saat ini belum ada cara yang terbukti bisa mencegah osteosarcoma secara khusus.
Penyebab pasti kanker tulang primer ini masih belum sepenuhnya diketahui, meskipun ada dugaan terkait faktor keturunan dan riwayat paparan radiasi tingkat tinggi.
Meski tidak bisa dicegah secara langsung, ada beberapa hal penting yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terlambat terdeteksi:
- Perhatikan perubahan pada tubuh. Jangan abaikan keluhan nyeri tulang yang terus-menerus dan tidak membaik dengan istirahat atau obat biasa. Apalagi jika disertai pembengkakan atau kesulitan bergerak.
- Lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Meskipun tidak ada tes khusus untuk menyaring osteosarcoma, pemeriksaan kesehatan berkala bisa membantu dokter menemukan kelainan lebih awal.
- Segera periksa ke dokter jika menemukan tanda mencurigakan. Keterlambatan beberapa minggu atau bulan bisa membuat perbedaan besar dalam hasil pengobatan. Semakin cepat diketahui, semakin baik peluang untuk sembuh.
Organisasi kesehatan dunia seperti WHO terus menekankan pentingnya mengedukasi masyarakat tentang gejala kanker tulang agar lebih banyak orang yang sadar dan bisa terdeteksi lebih dini.
Kesimpulan tentang Gejala Osteosarcoma
Mengenali gejala osteosarcoma adalah langkah pertama yang sangat penting dalam menghadapi penyakit ini.
Mulai dari nyeri tulang yang tidak kunjung sembuh hingga munculnya benjolan yang tidak wajar, semua tanda harus ditanggapi dengan serius.
Meskipun belum ada cara pencegahan khusus, dengan memahami ciri ciri kanker tulang osteosarcoma dan cepat mencari pertolongan medis, peluang untuk pengobatan yang lebih baik akan jauh lebih besar.
Jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter ortopedi atau dokter onkologi jika Anda atau anak Anda mengalami gejala-gejala yang telah dijelaskan di atas.
Jika ingin berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri lutut dengan dokter ahli Klinik Patella dapat menghubungi melalui WhatsApp di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda bersama Klinik Patella!
Pertanyaan Seputar Gejala Osteosarcoma
Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang muncul seputar topik gejala osteosarcoma.
Apa gejala paling umum dari osteosarcoma?
Gejala paling umum adalah nyeri tulang yang terus-menerus dan semakin memburuk seiring waktu, terutama di malam hari. Nyeri ini tidak membaik meski sudah beristirahat atau minum obat pereda nyeri biasa.
Gejala lain yang sering muncul adalah pembengkakan atau benjolan di area tulang yang sakit, kesulitan bergerak, dan dalam kasus yang lebih parah, tulang bisa patah tanpa sebab yang jelas.
Bagaimana cara membedakan nyeri osteosarcoma dengan nyeri biasa akibat cedera?
Nyeri akibat cedera olahraga atau kelelahan biasanya membaik setelah beberapa hari istirahat dan pemberian obat pereda nyeri.
Sebaliknya, nyeri osteosarcoma justru semakin parah meskipun sudah diobati, terutama terasa lebih sakit di malam hari saat beristirahat.
Nyeri ini juga disertai pembengkakan yang tidak hilang dan bisa mengganggu aktivitas sehari-hari secara berkepanjangan.
Apakah osteosarcoma bisa dicegah?
Sayangnya, sampai saat ini belum ada cara khusus untuk mencegah osteosarcoma karena penyebab pastinya masih belum sepenuhnya diketahui.
Yang bisa dilakukan adalah deteksi dini dengan cara:
Waspada terhadap gejala-gejala yang mencurigakan, melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, dan segera memeriksakan diri ke dokter jika menemukan keluhan nyeri tulang yang tidak kunjung sembuh atau benjolan yang mencurigakan.
Siapa saja yang berisiko terkena osteosarcoma?
Osteosarcoma paling sering menyerang anak-anak dan remaja usia 10-30 tahun, terutama mereka yang sedang dalam masa pertumbuhan pesat. Penyakit ini lebih banyak terjadi pada laki-laki dibanding perempuan.
Meskipun demikian, osteosarcoma juga bisa terjadi pada orang dewasa yang lebih tua, terutama mereka yang memiliki riwayat paparan radiasi tinggi atau kondisi genetik tertentu.