Dengan memahami stadium osteoarthritis secara tepat, pengobatan bisa dimulai lebih awal dan kerusakan sendi bisa diperlambat.
Pernahkah Anda merasakan lutut yang sering nyeri, kaku saat bangun pagi, atau berbunyi saat digerakkan?
Bisa jadi itu adalah tanda awal osteoarthritis (OA) — penyakit pengapuran sendi yang paling umum terjadi, terutama pada usia di atas 50 tahun.
Osteoarthritis (OA) adalah kondisi di mana lapisan pelindung tulang di dalam sendi — yang disebut tulang rawan atau kartilago artikular — perlahan-lahan aus dan menipis.
Bayangkan tulang rawan seperti bantalan karet di antara dua tulang: selama bantalan itu ada, tulang dapat bergerak dengan mulus.
Saat bantalan menipis, tulang mulai bergesekan satu sama lain, dan di situlah rasa nyeri, kaku sendi, dan pembengkakan sendi mulai muncul.
Menurut WHO (World Health Organization), sekitar 528 juta orang di seluruh dunia hidup dengan OA pada tahun 2019. Mayoritas penderitanya berusia di atas 55 tahun, dan lebih banyak dialami oleh perempuan.
Faktor risiko utamanya meliputi pertambahan usia, kelebihan berat badan, cedera sendi yang berulang, serta aktivitas fisik berlebihan dalam jangka panjang.
Hubungan usia dan degenerasi sendi memang sangat erat — semakin tua, kemampuan sendi untuk memulihkan diri semakin menurun.
Sendi lutut (knee joint) adalah salah satu bagian yang paling sering terkena karena setiap hari menopang hampir seluruh berat badan kita.
OA bukan penyakit autoimun, tetapi peran inflamasi ringan pada OA tetap ada — jaringan sendi yang rusak melepaskan zat-zat peradangan yang memperparah kerusakan dari waktu ke waktu.
Jika ingin berkonsultasi tentang nyeri lutut dan sendi dengan dokter ahli Klinik Patella dapat menghubungi melalui WhatsApp di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda bersama Klinik Patella!
Daftar Isi
- Tanda-Tanda Awal yang Perlu Diwaspadai
- 4 Stadium Osteoarthritis Lutut
- Stadium Osteoarthritis 1: Ringan (Hampir Tidak Terasa)
- Stadium Osteoarthritis 2: (Mulai Terasa Nyeri)
- Stadium Osteoarthritis 3: Nyeri Saat Aktivitas Sehari-hari
- Stadium Osteoarthritis 4: Tulang Bergesekan Langsung
- Stadium Osteoarthritis dari Skala Kellgren-Lawrence
- Bagaimana OA Didiagnosis?
- Bedanya OA dengan Rematik (Rheumatoid Arthritis)
- Cara Mengobati Osteoarthritis Sesuai Stadiumnya
- Stadium Osteoarthritis 1–2: Terapi Konservatif
- Stadium Osteoarthritis 3: Terapi Gabungan
- Stadium Osteoarthritis 4: Operasi Penggantian Sendi
- Perawatan Jangka Panjang: Kunci Hidup Nyaman dengan OA
- Kesimpulan tentang Stadium Osteoarthritis
- Pertanyaan Seputar Stadium Osteoarthritis
Tanda-Tanda Awal yang Perlu Diwaspadai
Sebelum membahas lebih jauh soal tahapan osteoarthritis dari awal sampai parah, penting untuk mengenali gejala osteoarthritis tiap stadium secara umum.
Berikut tanda-tanda yang paling sering muncul pada penderita osteoarthritis lutut:
- Nyeri sendi kronis: nyeri di lutut yang muncul saat ditekuk, menahan berat badan, atau setelah beraktivitas. Lama-kelamaan nyeri bisa terasa bahkan saat istirahat.
- Kaku sendi: lutut terasa berat dan susah digerakkan, terutama saat baru bangun tidur atau setelah duduk lama.
- Pembengkakan sendi: lutut tampak atau terasa lebih besar dari biasanya karena peradangan di dalam sendi.
- Bunyi ‘krek’ atau ‘geretak’: sendi berbunyi saat digerakkan karena permukaan tulang tidak lagi halus.
- Osteofit atau taji tulang: pertumbuhan tulang baru di tepi sendi yang makin memperparah gesekan antar tulang.
- Lutut tampak bengkok (deformitas sendi): pada tahap lanjut, bentuk lutut bisa berubah karena kerusakan struktur tulang sudah parah.
Gejala-gejala ini biasanya datang perlahan. Di awal, keluhan mungkin hanya terasa seperti pegal biasa setelah olahraga.
Karena itu, ciri ciri osteoarthritis stadium awal sering kali diabaikan — padahal justru inilah saat yang paling tepat untuk bertindak.
4 Stadium Osteoarthritis Lutut

Dokter mengelompokkan tahapan osteoarthritis lutut ke dalam empat tingkatan berdasarkan seberapa parah kerusakan tulang rawan dan perubahan struktur sendi lutut yang terjadi.
Perbedaan stadium osteoarthritis ini dapat dilihat dari gejala klinis maupun hasil pemeriksaan rontgen. Inilah yang disebut osteoarthritis stadium 1 2 3 4.
Stadium Osteoarthritis 1: Ringan (Hampir Tidak Terasa)
Pada stadium 1, kerusakan tulang rawan masih sangat kecil.
Banyak penderita di tahap ini bahkan belum menyadari bahwa mereka sudah mengidap OA karena gejalanya hampir tidak terasa, paling hanya rasa pegal setelah aktivitas berat yang cepat hilang.
Jika dilakukan foto rontgen (radiografi lutut), hasilnya pun hampir normal. Mungkin tampak tonjolan tulang kecil (osteofit) di tepi sendi, tapi celah sendi masih relatif normal.
Karena itulah, ciri-ciri osteoarthritis stadium awal ini sangat mudah terlewatkan.
Padahal, ini adalah waktu terbaik untuk memulai perubahan gaya hidup agar penyakit tidak berkembang lebih jauh.
Stadium Osteoarthritis 2: (Mulai Terasa Nyeri)
Di stadium 2, kerusakan tulang rawan mulai lebih nyata. Penderita sudah mulai merasakan nyeri setelah beraktivitas, misalnya setelah jalan kaki cukup jauh atau naik tangga.
Kaku sendi di pagi hari juga lebih terasa, dan lutut kadang terasa hangat atau sedikit bengkak.
Pada foto rontgen, sudah terlihat osteofit yang lebih jelas dan celah antar tulang yang mulai menyempit.
Meski belum parah, stadium ini adalah sinyal bahwa tubuh sedang mengirimkan peringatan. Dokter ortopedi biasanya mulai menyarankan terapi aktif pada tahap ini.
Stadium Osteoarthritis 3: Nyeri Saat Aktivitas Sehari-hari
Memasuki stadium 3, kerusakan tulang rawan aus sudah cukup serius.
Nyeri tidak lagi hanya muncul setelah aktivitas berat, berjalan biasa, naik turun tangga, atau bahkan menekuk lutut saat duduk pun sudah bisa terasa sakit. Kaku sendi makin berat, terutama setelah beristirahat.
Pada foto rontgen, celah sendi menyempit jelas, osteofit makin banyak, dan tulang di bawah tulang rawan mulai mengeras sebagai bentuk respons tubuh terhadap tekanan berlebih.
Pembengkakan sendi sering terlihat dari luar. Perubahan struktur sendi lutut pada stadium ini sudah berdampak nyata pada aktivitas harian dan kualitas hidup pasien osteoarthritis.
Stadium Osteoarthritis 4: Tulang Bergesekan Langsung
Stadium 4 adalah kondisi paling parah. Tulang rawan sudah hampir habis sama sekali.
Hal tersebut membuat dua tulang di dalam sendi lutut bergesekan langsung satu sama lain setiap kali bergerak, kondisi yang disebut bone-on-bone.
Nyeri terasa hebat bahkan saat sedang tidak bergerak, sendi menjadi kaku permanen, dan bentuk lutut bisa tampak bengkok.
Banyak yang bertanya: osteoarthritis stadium akhir apakah bisa sembuh? Secara jujur, tulang rawan yang sudah habis tidak bisa tumbuh kembali secara alami.
Namun, bukan berarti kondisi ini tidak bisa ditangani. Tindakan medis, termasuk operasi, dapat secara signifikan menghilangkan nyeri dan mengembalikan kemampuan beraktivitas.
Stadium Osteoarthritis dari Skala Kellgren-Lawrence
Selain berdasarkan gejala, dokter juga menentukan diagnosis osteoarthritis stadium berapa menggunakan sistem penilaian pada foto rontgen yang disebut Kellgren-Lawrence Grading System (skala Kellgren-Lawrence).
Sistem ini menilai gambaran X-ray lutut untuk melihat seberapa parah kerusakan sendi.
Berikut penjelasan stadium osteoarthritis berdasarkan Kellgren-Lawrence dalam bahasa yang mudah dipahami:
- Grade 0: Tidak ada tanda OA. Sendi terlihat normal di foto rontgen.
- Grade 1 (Meragukan): Ada perubahan sangat kecil yang belum pasti. Celah sendi hampir normal, mungkin ada tonjolan tulang yang sangat kecil.
- Grade 2 (Ringan): Tonjolan tulang sudah jelas terlihat dan celah sendi mulai menyempit. Ini setara dengan OA stadium ringan.
- Grade 3 (Sedang): Celah sendi menyempit cukup signifikan, banyak tonjolan tulang, dan tulang di bawahnya mulai mengeras. Setara dengan stadium 3.
- Grade 4 (Berat): Celah sendi hampir hilang total, tonjolan tulang besar-besar, dan tulang tampak sudah berubah bentuk. Di titik ini, operasi sering menjadi satu-satunya jalan.
Yang perlu diketahui: hasil foto rontgen tidak selalu sejalan dengan keluhan pasien. Ada orang dengan foto rontgen yang terlihat parah tapi nyerinya belum terlalu mengganggu.
Karena itu, dokter ortopedi selalu mempertimbangkan kondisi keseluruhan pasien, bukan hanya gambar rontgen.
Bagaimana OA Didiagnosis?
Untuk mengetahui diagnosis osteoarthritis stadium berapa yang sedang dialami, dokter akan melakukan beberapa langkah pemeriksaan.
- Pertama, dokter akan mendengarkan keluhan pasien: sudah berapa lama nyeri terasa, bagaimana pola nyerinya, apakah ada riwayat cedera sebelumnya.
- Lalu dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik, dokter memeriksa gerakan lutut, ada tidaknya pembengkakan, dan kestabilan sendi.
- Pemeriksaan utama yang paling sering dilakukan adalah foto rontgen (radiografi lutut) sambil berdiri atau menahan beban. Dari sini bisa terlihat celah sendi menyempit, osteofit, serta perubahan pada tulang.
- Untuk kasus yang lebih awal atau memerlukan gambaran lebih detail, dokter bisa merekomendasikan MRI (Magnetic Resonance Imaging).
Bedanya OA dengan Rematik (Rheumatoid Arthritis)
Banyak orang menyamakan osteoarthritis dengan rematik. Padahal keduanya berbeda. Perbedaan OA vs rheumatoid arthritis (RA) terletak pada penyebab dasarnya.
Osteoarthritis terjadi karena keausan mekanis, tulang rawan aus akibat pemakaian sendi bertahun-tahun.
Sementara rheumatoid arthritis (RA) adalah penyakit autoimun, artinya sistem imun tubuh sendiri yang menyerang lapisan dalam sendi secara keliru.
OA umumnya muncul pada usia tua dan menyerang sendi yang menopang beban seperti lutut.
RA bisa terjadi di usia lebih muda, menyerang banyak sendi sekaligus secara simetris (kanan-kiri sama), dan sering disertai gejala lain seperti demam atau badan lemas.
Cara Mengobati Osteoarthritis Sesuai Stadiumnya
Pengobatan osteoarthritis berdasarkan stadium berbeda-beda, karena kebutuhan setiap penderita bergantung pada seberapa parah kondisi sendinya.
Berikut penjelasannya:
Stadium Osteoarthritis 1–2: Terapi Konservatif
Pada stadium awal, pengobatan bertujuan menghambat kerusakan, mengurangi nyeri, dan menjaga fungsi sendi, tanpa perlu tindakan bedah.
Langkah-langkahnya meliputi:
- Fisioterapi dan olahraga ringan: latihan khusus untuk memperkuat otot di sekitar lutut agar beban pada sendi berkurang. Berenang dan jalan santai adalah pilihan yang baik.
- Penurunan berat badan: setiap kilogram berat badan yang berkurang dapat mengurangi tekanan pada sendi lutut secara bermakna.
- Obat pereda nyeri: parasetamol atau obat antiinflamasi (NSAID) dalam bentuk salep maupun tablet, sesuai anjuran dokter.
- Injeksi viskosuplemen: cairan asam hialuronat yang disuntikkan langsung ke dalam sendi untuk mengembalikan ‘pelumas’ alami yang berkurang.
- Platelet-rich plasma (PRP): terapi menggunakan komponen darah pasien sendiri yang diproses khusus, lalu disuntikkan ke sendi untuk merangsang perbaikan jaringan.
- Terapi stem cell dan terapi secretome adalah terapi regeneratif yang bertujuan memperbaiki jaringan sendi dari dalam.
Stadium Osteoarthritis 3: Terapi Gabungan
Pada stadium 3, terapi konservatif tetap dilanjutkan, tetapi ditambah dengan pendekatan yang lebih intensif.
- Injeksi kortikosteroid ke dalam sendi dapat membantu meredakan peradangan dan nyeri dalam jangka pendek.
- Penggunaan penyangga lutut (knee brace) juga bisa membantu menstabilkan sendi dan mengurangi tekanan saat berjalan. Program fisioterapi tetap dijalankan secara rutin.
- Endoskopi Richard Wolf: prosedur pembersihan sendi menggunakan kamera kecil
Stadium Osteoarthritis 4: Operasi Penggantian Sendi
Jika sudah mencapai stadium 4 dan berbagai terapi sebelumnya tidak lagi membantu, operasi menjadi pilihan utama.
Prosedur yang paling umum adalah Total Knee Replacement (TKR) atau operasi penggantian sendi lutut total.
Yaitu mengganti seluruh bagian lutut yang rusak dengan implan dari bahan logam dan plastik medis khusus.
TKR terbukti mampu menghilangkan nyeri secara signifikan dan memulihkan kemampuan berjalan.
Untuk pasien yang lebih muda dengan kerusakan yang belum menyeluruh, dokter mungkin mempertimbangkan prosedur lain dulu seperti osteotomi, sebelum akhirnya dilakukan operasi penggantian sendi.
Jadi meski jawaban dari pertanyaan ‘osteoarthritis stadium akhir apakah bisa sembuh?’ adalah tidak secara total, namun dengan operasi penggantian sendi, penderita bisa kembali bebas nyeri dan beraktivitas normal.
Perawatan Jangka Panjang: Kunci Hidup Nyaman dengan OA
Karena OA adalah penyakit kronis yang tidak bisa sembuh tuntas, manajemen jangka panjang penyakit kronis ini menjadi sangat penting.
Kualitas hidup pasien osteoarthritis sangat ditentukan oleh konsistensi dalam menjalani gaya hidup sehat dan mengikuti program perawatan yang direkomendasikan dokter.
WHO menekankan pentingnya rehabilitasi berkelanjutan, menjaga berat badan ideal, dan olahraga rutin sebagai strategi utama untuk memperlambat progresivitas penyakit sendi degeneratif.
Program perawatan yang melibatkan dokter ortopedi, fisioterapis, dan ahli gizi terbukti memberikan hasil yang lebih baik.
Pemeriksaan rutin juga penting dilakukan agar penanganan bisa disesuaikan dengan perkembangan kondisi sendi.
Dengan pendekatan yang tepat di setiap tahapan osteoarthritis, penderita OA tetap bisa menjalani kehidupan yang aktif dan berkualitas.
Kesimpulan tentang Stadium Osteoarthritis
Osteoarthritis adalah penyakit sendi yang berjalan perlahan, dari yang hampir tidak terasa di stadium 1 hingga menjadi sangat menyakitkan di stadium 4.
Memahami stadium osteoarthritis lutut sejak dini adalah langkah terpenting untuk mendapatkan penanganan yang tepat waktu, sebelum kerusakan semakin meluas.
Jika Anda atau orang terdekat mengalami nyeri sendi kronis, kaku sendi, atau lutut yang sering berbunyi saat digerakkan, jangan tunda untuk memeriksakan diri ke dokter ortopedi.
Semakin awal OA terdeteksi, semakin banyak pilihan pengobatan yang tersedia, dan semakin besar peluang untuk mempertahankan fungsi sendi dalam jangka panjang.
Pertanyaan Seputar Stadium Osteoarthritis
Osteoarthritis (OA) atau pengapuran sendi adalah kondisi di mana terjadi kerusakan pada tulang rawan sendi akibat keausan atau penggunaan berlebihan.
Kondisi ini sering menyerang sendi-sendi penopang berat badan seperti lutut, pinggul, dan tangan.
Pada stadium sedang (stadium 2), osteoarthritis ditandai dengan munculnya taji tulang (bone spur) yang terlihat melalui pemeriksaan radiologis.
Gejalanya meliputi nyeri yang lebih sering, kekakuan sendi, dan keterbatasan gerak.
Tulang rawan mulai menipis, meskipun ruang antar tulang masih terlihat normal.
Osteoarthritis adalah kerusakan pada tulang rawan sendi, terutama di area yang menopang berat badan seperti lutut dan pinggul.
Sementara osteoporosis adalah kondisi pengeroposan tulang, terutama di tulang belakang dan panggul, yang menyebabkan tulang menjadi rapuh dan mudah patah.
Osteoarthritis tidak dapat disembuhkan sepenuhnya karena merupakan kondisi degeneratif.
Namun, gejalanya dapat dikelola melalui pengobatan, terapi fisik, perubahan gaya hidup, atau prosedur medis seperti injeksi PRP (Platelet-Rich Plasma) untuk mengurangi nyeri dan meningkatkan fungsi sendi.


















