Artikel Terkait

tempurung lutut pecah
tempurung lutut pecah

Tempurung Lutut Pecah: Ini Gejala dan Cara Mengobatinya

nyeri sendi
nyeri sendi

Nyeri Sendi: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya

klinik patella
klinik patella

Klinik Patella: Ini Alasan Penderita Nyeri Lutut Harus Kesini!

golfer's elbow
golfer's elbow

Golfer’s Elbow atau Siku Pegolf: Cek Penyebabnya Di Sini!

ibadah bulan ramadhan
ibadah bulan ramadhan

Ibadah Bulan Ramadhan Terganggu karena Osteoarthritis: Kenapa?

tips puasa sehat
tips puasa sehat

Tips Puasa Sehat untuk Penderita Osteoarthritis: Ini Panduannya!

manfaat jahe untuk nyeri lutut
manfaat jahe untuk nyeri lutut

Manfaat Jahe untuk Nyeri Lutut dan Resep Minuman Jahe!

lutut sering sakit
lutut sering sakit

Lutut Sering Sakit? Begini Cara Dokter Memeriksanya!

obat sakit lutut terbaik
obat sakit lutut terbaik

Obat Sakit Lutut Terbaik: Apa Saja?

artroskopi bahu
artroskopi bahu

Artroskopi Bahu Atau Endoskopi Richard Wolf: Ini Prosedurnya!

lutut sakit saat sujud
lutut sakit saat sujud

Lutut Sakit Saat Sujud: Cek Penyebab, dan Cara Mengobatinya!

lutut sakit saat berdiri
lutut sakit saat berdiri

Lutut Sakit Saat Berdiri: Ini Penyebab dan Cara Mengobatinya

Cari Artikel Lainnya

Dislokasi Patella: Bagaimana Cara Mengatasinya?

Agustus 18, 2025

dislokasi patella

Apa itu dislokasi patella? Dislokasi patella adalah kondisi ketika patella (tempurung lutut) keluar dari tempatnya yang seharusnya.

Bayangkan tempurung lutut seperti tutup yang menutupi bagian depan lutut Anda. Ketika terjadi dislokasi, “tutup” ini bergeser ke samping dan tidak lagi berada di posisi yang benar.

Tempurung lutut bergeser ini berbeda dengan subluksasi patella, yaitu kondisi ketika tempurung lutut hanya bergeser sedikit tapi tidak sampai lepas total.

Patella (tempurung lutut) normalnya berada di celah patellofemoral – yaitu ruang antara femur (tulang paha) dan tibia (tulang kering).

Fungsi tempurung lutut sebenarnya sangat penting. Ia bekerja seperti katrol yang membantu otot paha (otot quadriceps) untuk meluruskan kaki dengan lebih kuat.

Ketika tempurung lutut bergeser, fungsi ini terganggu dan menyebabkan masalah pada lutut.

Jika ingin berkonsultasi tentang sakit lutut dan sendi dengan dokter spesialis di Klinik Patella, Anda dapat reservasi melalui chat WhatsApp di 0811-8124-2022. Yuk atasi sakit lutut dan sendi Anda bersama Klinik Patella!

Banner Zaskia dekstop

Gejala Dislokasi Patella yang Mudah Dikenali

Berikut ini adalah gejala dislokasi patella yang biasanya sangat jelas dan mudah dirasakan:

  • Nyeri yang sangat tajam adalah tanda pertama yang paling kentara. Nyeri lutut setelah dislokasi patella ini terasa seperti ditusuk-tusuk, terutama di bagian depan lutut. Rasa sakit ini bisa berlangsung lama bahkan setelah tempurung lutut dikembalikan ke tempatnya.
  • Bengkak lutut terjadi karena ada cairan atau darah yang terkumpul di sekitar lutut. Bagian lutut akan terlihat membesar dan terasa hangat saat disentuh.
  • Tidak bisa meluruskan kaki menjadi masalah utama karena tempurung lutut yang bergeser menghalangi gerakan normal. Penderita biasanya akan menekuk lutut terus-menerus karena sakit saat mencoba meluruskannya.
  • Bunyi aneh dari lutut seperti suara “klik” atau gesekan (krepitasi di lutut) saat mencoba menggerakkan kaki. Ini pertanda ada yang tidak beres dengan mekanisme lutut.
  • Bentuk lutut yang tidak normal bisa terlihat jelas. Lutut yang mengalami dislokasi akan tampak berbeda dibanding lutut yang sehat.

Gejala Dislokasi Patella pada Anak

Beberapa gejala dislokasi patella pada anak sedikit berbeda karena mereka belum bisa menjelaskan rasa sakit dengan jelas. Yang perlu diperhatikan orangtua:

  • Anak tiba-tiba menolak menggunakan salah satu kakinya
  • Sering terjatuh tanpa sebab yang jelas
  • Cara berjalan berubah menjadi tidak normal
  • Menangis atau rewel saat diminta berlari atau melompat

Penyebab Dislokasi Patella

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan tempurung lutut bergeser:

1. Cedera atau Kecelakaan

  • Kecelakaan motor adalah penyebab utama nyeri lutut akibat benturan keras. Ketika lutut terbentur dashboard mobil atau aspal saat jatuh dari motor, tempurung lutut bisa terdorong keluar dari tempatnya.
  • Olahraga kontak tinggi seperti sepak bola, basket, atau bela diri juga berisiko tinggi. Gerakan memutar kaki secara tiba-tiba atau mendarat dengan cara yang salah bisa memicu dislokasi patella.

2. Masalah Bawaan pada Lutut

Beberapa orang memang terlahir dengan kelainan lutut meningkatkan risiko dislokasi:

  • Sudut Q (Quadriceps Angle) lutut yang tinggi adalah kondisi dimana sudut antara tulang femur dan tulang tibia terlalu besar. Bayangkan seperti tali yang menarik tempurung lutut ke arah yang salah.
  • Pronasi kaki yang berlebihan, yaitu kondisi kaki yang terlalu “menganga” ke dalam saat berjalan. Ini mempengaruhi cara kerja seluruh kaki dan lutut.
  • Celah patellofemoral yang dangkal membuat tempurung lutut tidak memiliki “rumah” yang cukup dalam, sehingga mudah keluar.

3. Penyebab Dislokasi Patella pada Atlet

Penyebab dislokasi patella pada atlet biasanya karena:

  • Kelemahan otot VMO (vastus medialis obliquus) – ini adalah otot yang bertugas menjaga tempurung lutut tetap di tempatnya
  • Kurang pemanasan sebelum olahraga
  • Latihan yang terlalu berat tanpa persiapan yang cukup
  • Ketidakseimbangan kekuatan otot-otot di sekitar lutut
Gambaran dislokasi patella
Gambaran dislokasi patella

Bagian-Bagian Penting yang Menjaga Lutut

Untuk memahami dislokasi patella, kita perlu tahu bagian-bagian yang menjaga tempurung lutut tetap di tempatnya:

  • Ligamen medial patella (MPFL) adalah seperti tali yang menahan tempurung lutut agar tidak bergeser ke samping. Jika ligamen ini robek, tempurung lutut mudah bergeser.
  • Ligamen lateral patella (retinaculum lateral) bekerja dari sisi yang berlawanan. Ligamen retinaculum lateral yang terlalu ketat bisa menarik tempurung lutut ke arah yang salah.
  • Peran otot quadriceps, terutama bagian vastus medialis obliquus (VMO), sangat penting. Otot ini seperti bodyguard yang menjaga tempurung lutut tetap stabil. Tendon patella yang menghubungkan otot dengan tempurung lutut juga berperan dalam menjaga posisi yang tepat.
  • Ligamen penyangga patella secara keseluruhan membentuk sistem keamanan berlapis. Jika satu bagian rusak, yang lain harus bekerja lebih keras.

Cara Mengatasi Dislokasi Patella

Penanganan dislokasi patella harus dilakukan dengan urutan yang benar:

1. Pertolongan Pertama dengan Terapi PRICE

Terapi PRICE adalah langkah awal yang bisa dilakukan:

  • Protection (Perlindungan): Jangan gerakkan lutut dulu, lindungi dari benturan
  • Rest (Istirahat): Jangan berjalan atau memberi beban pada lutut
  • Ice (Es): Kompres dengan es batu yang dibungkus handuk selama 15-20 menit
  • Compression (Tekan): Balut dengan perban elastis, tapi jangan terlalu kencang
  • Elevation (Tinggikan): Angkat kaki lebih tinggi dari jantung saat berbaring

2. Penanganan oleh Dokter

  • Reduksi patella harus dilakukan oleh dokter ortopedi. Ini adalah proses mengembalikan tempurung lutut ke tempatnya yang benar. Jangan pernah mencoba melakukannya sendiri karena bisa memperparah cedera.
  • Imobilisasi lutut dilakukan setelah tempurung lutut dikembalikan ke posisinya. Dokter akan memasang gips atau alat penyangga khusus selama 1-2 minggu agar lutut tidak bergerak dulu.

3. Terapi untuk Lutut Bergeser (Dislokasi Patella)

  • Fisioterapi lutut adalah bagian penting dari penyembuhan. Fisioterapis akan mengajarkan latihan-latihan khusus untuk menguatkan otot dan mengembalikan gerakan lutut secara bertahap.
  • Operasi artroskopi lutut kadang diperlukan jika dislokasi sering berulang atau ada kerusakan serius pada ligamen. Operasi ini dilakukan dengan alat kecil yang dimasukkan melalui lubang kecil di lutut.

Berapa Lama Waktu Penyembuhan?

Pemulihan pasca dislokasi patella tergantung seberapa parah cederanya:

  • Cedera ringan: Berapa lama sembuh dari dislokasi patella biasanya 6-8 minggu jika diimbangi dengan fisioterapi yang rajin.
  • Cedera berat atau setelah operasi: Bisa memakan waktu 3-6 bulan untuk pulih total.

Latihan Penguatan Setelah Dislokasi Patella

Program latihan keseimbangan dan kekuatan sangat penting:

  • Latihan VMO: Duduk di kursi, luruskan kaki dan tahan selama 5-10 detik. Ulangi 10-15 kali setiap hari.
  • Squat dangkal: Berdiri dengan kaki selebar bahu, turun sedikit seperti mau duduk, tapi jangan terlalu dalam. Ini menguatkan otot paha tanpa membebani lutut berlebihan.
  • Latihan keseimbangan: Berdiri dengan satu kaki selama 30 detik untuk melatih stabilitas lutut.

Program penguatan otot sebagai upaya mencegah kekambuhan dislokasi harus dilakukan secara konsisten dan di bawah pengawasan ahli.

Bahaya Jika Tidak Ditangani dengan Benar

Komplikasi dislokasi patella bisa terjadi jika tidak ditangani dengan tepat:

  1. Nyeri lutut kronis setelah dislokasi bisa berkembang karena tulang rawan rusak atau ligamen tidak pulih sempurna. Ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari dalam jangka panjang.
  2. Efek jangka panjang dislokasi patella meliputi lutut yang mudah bergeser lagi (instabilitas lutut), nyeri yang muncul-hilang terus-menerus, kesulitan melakukan aktivitas yang melibatkan lutut.
  3. Patellofemoral pain syndrome (nyeri tempurung lutut) adalah kondisi nyeri kronis di sekitar tempurung lutut yang bisa berkembang sebagai komplikasi.

Tips Mencegah Cedera Ulang

Tips mencegah cedera ulang sangat penting untuk diketahui:

  1. Konsep latihan fisik yang benar: Selalu lakukan pemanasan sebelum olahraga, perkuat otot-otot di sekitar lutut secara seimbang, jangan langsung melakukan aktivitas berat setelah cedera
  2. Gunakan sepatu yang tepat dengan bantalan yang baik untuk mengurangi tekanan pada lutut saat berjalan atau berlari.
  3. Hindari gerakan berisiko seperti melompat dari ketinggian atau berputar tiba-tiba tanpa persiapan.
  4. Jaga berat badan ideal karena berat badan berlebih memberikan tekanan ekstra pada lutut.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera ke dokter spesialis atau UGD jika mengalami:

  • Tidak bisa meluruskan lutut sama sekali setelah terjatuh atau terbentur
  • Nyeri lutut yang sangat hebat dan tidak berkurang setelah 2 hari
  • Bengkak lutut yang semakin parah
  • Ada perasaan lutut “goyang” atau tidak stabil
  • Mendengar bunyi “pop” saat cedera terjadi
  • Tulang lutut terlepas atau lutut terkilir yang dicurigai dislokasi

Kesimpulan tentang Dislokasi Patella

Dislokasi patella memang terdengar menakutkan, tapi dengan penanganan yang tepat dan cepat, kondisi ini bisa pulih dengan baik.

Yang paling penting adalah jangan panik, segera cari pertolongan medis, dan ikuti program rehabilitasi dengan konsisten.

Ingat bahwa setiap orang memiliki waktu penyembuhan yang berbeda. Yang terpenting adalah bersabar dengan proses penyembuhan dan tidak terburu-buru kembali beraktivitas berat sebelum lutut benar-benar siap.

Dengan pemahaman yang baik tentang gejala, penyebab, dan cara penanganannya, kita bisa lebih waspada dan tahu apa yang harus dilakukan jika mengalami masalah pada lutut.

Konsultasi rutin dengan dokter dan fisioterapis juga sangat membantu dalam proses pemulihan yang optimal.

Jika ingin berkonsultasi tentang sakit lutut dan sendi dengan dokter spesialis di Klinik Patella, Anda dapat reservasi melalui chat WhatsApp di 0811-8124-2022. Yuk atasi sakit lutut dan sendi Anda bersama Klinik Patella!

Pertanyaan Seputar Dislokasi Patella

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan seputar topik dislokasi patella.

Apa perbedaan dislokasi patella dengan cedera lutut biasa?

Dislokasi patella adalah kondisi dimana tempurung lutut benar-benar keluar dari tempatnya, biasanya bergeser ke samping.

Berbeda dengan cedera lutut biasa seperti keseleo, dislokasi patella menyebabkan nyeri yang sangat hebat, lutut tidak bisa diluruskan sama sekali, dan bentuk lutut terlihat jelas tidak normal.

Penderita juga akan merasakan tempurung lutut “hilang” dari posisi normalnya.

Berapa lama waktu penyembuhan dislokasi patella dan apakah bisa kambuh lagi?

Waktu penyembuhan dislokasi patella bervariasi tergantung tingkat keparahan. Untuk cedera ringan, pemulihan membutuhkan 6-8 minggu dengan fisioterapi rutin.

Cedera berat atau pasca operasi bisa memakan waktu 3-6 bulan. Sayangnya, dislokasi patella memang bisa kambuh lagi, terutama jika otot VMO masih lemah atau ligamen penyangga patella belum pulih sempurna.

Apakah dislokasi patella selalu memerlukan operasi?

Tidak selalu. Sebagian besar kasus dislokasi patella pertama kali bisa ditangani tanpa operasi, cukup dengan reduksi (mengembalikan tempurung lutut ke posisinya) oleh dokter, imobilisasi, dan fisioterapi.

Operasi artroskopi lutut baru diperlukan jika dislokasi sering berulang, ada kerusakan serius pada ligamen medial patella (MPFL), atau komplikasi lainnya.

Apa yang harus dilakukan jika anak saya mengalami dislokasi patella?

Segera bawa ke dokter ortopedi atau UGD tanpa mencoba memperbaiki sendiri.

Sambil menunggu pertolongan medis, lakukan terapi PRICE: lindungi lutut dari gerakan, istirahatkan kaki, kompres dengan es, balut dengan perban (tidak terlalu kencang), dan tinggikan kaki.

Jangan panik dan tenangkan anak karena kondisi ini bisa ditangani dengan baik jika mendapat penanganan medis yang tepat.

Artikel Lainnya

Pengapuran Lutut Lansia - Patella

Pengapuran Lutut Pada Lansia, Bagaimana Mengatasinya?

perawatan non bedah cedera tendon - Klinik Patella

Pilihan Perawatan Non-Bedah untuk Cedera Tendon dan Ligamen

orang tua perlu waspada dengan osteoarthritis

Mengapa Orang Tua Perlu Waspada dengan Gejala Osteoarthritis?

lutut sakit nyeri

Lutut Sakit Nyeri: Bagaimana Cara Mengatasinya?