Artikel Terkait

obat ampuh sakit pergelangan tangan
obat ampuh sakit pergelangan tangan

Obat Ampuh Sakit Pergelangan Tangan: Cek Disini!

perbedaan sprain dan strain
perbedaan sprain dan strain

Perbedaan Sprain dan Strain serta Cara Mengobatinya

acl kaki
acl kaki

ACL Kaki: Apa Fungsi Pentingnya?

stadium osteoarthritis
stadium osteoarthritis

4 Stadium Osteoarthritis dan Cara Mengobatinya

belakang lutut sakit saat ditekuk dan diluruskan
belakang lutut sakit saat ditekuk dan diluruskan

Belakang Lutut Sakit Saat Ditekuk dan Diluruskan: Ini Penyebabnya!

cara mengatasi lutut kopong
cara mengatasi lutut kopong

Cara Mengatasi Lutut Kopong dan Cara Mencegahnya

dengkul kopong
dengkul kopong

Makanan untuk Penderita Dengkul Kopong: Ini Makanannya!

makanan penyebab nyeri sendi
makanan penyebab nyeri sendi

Makanan Penyebab Nyeri Sendi yang Harus Dihindari

manfaat jahe
manfaat jahe

Manfaat Jahe untuk Atasi Sakit Lutut: Mitos Atau Fakta?

perban elastis untuk lutut
perban elastis untuk lutut

Perban Elastis untuk Lutut: Ini Tips Memakainya!

lutut bunyi krek tapi tidak sakit
lutut bunyi krek tapi tidak sakit

Lutut Bunyi Krek Tapi Tidak Sakit: Apa Penyebabnya?

cara mengatasi lutut sakit saat ditekuk dan diluruskan
cara mengatasi lutut sakit saat ditekuk dan diluruskan

Cara Mengatasi Lutut Sakit Saat Ditekuk dan Diluruskan: Cek Disini!

Cari Artikel Lainnya

5 Penyebab Spinal Stenosis dan Hubungannya dengan Nyeri Lutut

Desember 18, 2024

Spinal stenosis

Jika Anda pernah mendengar istilah saraf kejepit, maka itu berkaitan erat dengan spinal stenosis atau penyempitan tulang belakang.

Secara umum, Spinal stenosis menyebabkan saraf tulang belakang ataupun saraf lainnya mendapatkan tekanan berlebih sehingga mengganggu fungsinya.

Apabila tidak segera diobati, penyakit ini dapat menjalar pada bagian tubuh lainnya termasuk nyeri yang hebat pada lutut Anda. Yuk cari tahu penjelasannya di artikel berikut ini!

Segera periksakan nyeri lutut dan kaki Anda dengan dokter spesialis kami. Anda dapat menghubungi Klinik Patella melalui WhatsApp di nomor 0811-8124-2022.

Banner Zaskia dekstop

Apa Itu Spinal Stenosis?

Spinal stenosis atau stenosis spinal adalah kondisi terjadinya kanal tulang belakang menyempit sehingga menekan sumsum tulang belakang dan saraf di sekitarnya.

Umumnya penyakit ini terjadi pada leher (cervical spinal stenosis) dan di area punggung bawah (lumbar spinal stenosis/ lumbar spine).

Tekanan pada tulang dan saraf tersebut berpotensi menimbulkan gangguan saraf seperti skiatika yang menimbulkan rasa nyeri tubuh dari punggung bawah hingga kaki.

Kondisi medis tertentu seperti radang sendi, skiatika, atau stenosis tulang belakang dapat menyebabkan osteoarthritis dan nyeri lutut kronis. 

Oleh karena itu, jika nyeri berlanjut atau bertambah parah, maka harus segera berkonsultasi dengan dokter atau tenaga medis profesional untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Penyebab Spinal Stenosis

Ada banyak faktor penyebab seseorang mengalami penyempitan tulang belakang, terlebih hingga turut merasakan nyeri lutut arena adanya kompresi saraf yang mempengaruhi tungkai bawah. berikut diantaranya:

1. Usia

Umumnya penyempitan tulang belakang terjadi akibat proses penuaan. Seiring dengan bertambahnya usia, tubuh akan mengalami perubahan struktur seperti menebalnya ligamen dan tulang punggung menjadi lebih besar.

Akibatnya saraf tulang belakang dan saraf-saraf di sekitarnya termasuk lutut akan mendapatkan tekanan berlebih.

Selain itu, usia juga menyebabkan terjadinya degenerasi tulang belakang terkait penyempitan tulang belakang sehingga penting untuk melakukan pemeriksaan rutin setiap tahunnya.

2. Pertumbuhan Tulang Belakang yang Tidak Normal

Pertumbuhan tulang belakang yang tidak normal seperti taji tulang (osteofit) dan penyakit paget menyebabkan tulang belakang membesar dan mempersempit ruas tulang belakang sehingga menekan saraf tulang belakang.

3. Munculnya Tonjolan pada Diskus

Diskus atau dikenal sebagai cakram tulang belakang merupakan bantalan antar ruas tulang belakang yang berfungsi untuk meredam guncangan.

Bantalan yang menipis seiring bertambahnya usia menyebabkan cakram tulang menipis dan rusak.

Akibatnya, bagian dalam diskus menonjol keluar dan mempersempit ruang antar tulang sehingga saraf-saraf di sekitar tulang belakang mengalami tekanan.

4. Tumor

Tumor atau pertumbuhan abnormal sel dapat terjadi pada bagian tubuh manapun, termasuk tulang belakang.

Adanya tumor dalam kanal tulang belakang yang semakin membesar dapat memberikan tekanan pada saraf tulang belakang sehingga menyebabkan spinal stenosis.

5. Kecelakaan atau Trauma

Kecelakaan yang mengakibatkan pergeseran tulang (spondylolisthesis), tulang retak, patah tulang atau pembengkakan jaringan di tulang belakang dapat membuat struktur tulang berubah dan menekan saraf tulang belakang.

Hal ini juga menjadi penyebab terjadinya spinal stenosis yang wajib diwaspadai.

Gejala Spinal Stenosis

Spinal stenosis umumnya sulit dideteksi karena tidak memiliki gejala atau ciri yang signifikan.

Namun seiring memburuknya penyempitan pada tulang belakang, beberapa gejala dapat dicirikan mengarah pada penyempitan tulang belakang. 

Gejala yang timbul pun berbeda-beda tergantung dari ruas yang mengalami penyempitan, beberapa diantaranya adalah:

1. Cervical Spinal Stenosis (Penyempitan pada Ruas Leher)

Berikut adalah gejala yang mungkin muncul pada cervical spinal stenosis:

  • Mengalami mati rasa di bagian leher.
  • Kesemutan di kaki, lengan, atau tangan.
  • Sulit menjaga meseimbangan bahkan sulit berjalan.
  • Timbul rasa nyeri leher.

2. Lumbar Spinal Stenosis/ Stenosis Lumbal (Penyempitan pada Punggung Bawah)

Sementara itu ciri-ciri berikut ini merujuk pada adanya penyempitan ruas tulang belakang di area punggung bawah atau stenosis lumbal:

  • Timbul nyeri di area punggung bawah.
  • Mati rasa atau kesemutan di area panggul atau kaki.
  • Kram yang intens pada  kaki yang dapat memburuk saat berjalan atau berdiri terlalu lama.
  • Posisi membungkuk atau duduk dapat meredakan nyeri dan kram.

Hubungan Antara Spinal Stenosis dan Nyeri Lutut

Gejala spinal stenosis dapat menjalar pada bagian tubuh lainnya jika tidak segera ditangani.

Kondisi penyempitan tulang belakang pun kerap dihubungkan dengan nyeri lutut karena punggung bawah terhubung ke lutut melalui panggul dan saraf sciatic.

Nyeri lutut kerap dialami oleh para pengidap stenosis karena adanya tekanan ataupun kompresi saraf yang mempengaruhi tungkai bawah.

Tak hanya rasa nyeri yang hebat, terganggunya saraf tersebut dapat membuat otot tungkai melemah sehingga penderita penyempitan tulang belakang kerap mengalami kesulitan dalam berjalan.

Pengobatan Spinal Stenosis

Pengobatan spinal stenosis akan disesuaikan dengan jenis dan tingkat keparahan dari gejala yang muncul.

Tindakan utama yang dilakukan adalah untuk meringankan gejala dan mengurangi tekanan pada saraf sehingga penderita stenosis dapat tetap beraktivitas.

Alternatif pengobatan penyempitan tulang belakang yang mungkin ditawarkan oleh tenaga medis diantaranya adalah:

1. Terapi obat-obatan

Terapi non-invasif untuk tulang belakang menggunakan obat merupakan cara pertama yang bisa dilakukan mengatasi rasa sakit dan mengurangi tekanan pada saraf belakang.

Umumnya dokter dapat memberikan obat-obat berikut ini:

  • Obat anti inflamasi nonsteroid (OAINS),untuk mengurangi nyeri di tulang belakang.
  • Obat antidepresan trisiklik jika mengalami nyeri kronis.
  • Obat anti kejang untuk mengatasi nyeri akibat kerusakan di saraf.
  • Pereda nyeri golongan opioid untuk mengurangi nyeri jangka pendek
  • Obat kortikosteroid injeksi untuk mengatasi peradangan dan nyeri.

2. Fisioterapi

Selain pengobatan serta operasi, penderita stenosis perlu melakukan fisioterapi untuk pemulihan spinal stenosis.

Fisioterapi dapat segera dilakukan setelah gejala mereda dengan tujuan untuk memperkuat otot punggung, perut, meningkatkan kekuatan tulang belakang sekaligus membuatnya lentur kembali.

Diharapkan dari terapi fisik yang dijalankan dapat mengembalikan fungsi gerak dan keseimbangan tubuh yang berkurang akibat stenosis spinal.

3. Operasi

Prosedur operasi perlu dilakukan jika metode pengobatan dengan terapi obat maupun terapi fisik tidak mampu mengatasi stenosis spinal. Berikut prosedur operasi yang bisa dilakukan untuk mengatasi stenosis spinal:

  • Prosedur operasi laminektomi dilakukan untuk mengangkat seluruh bagian ruas tulang belakang (lamina) yang menekan saraf.
  • Laminotomi tindakan bedah untuk mengangkat sebagian dari ruas tulang belakang yang menekan saraf.
  • Foraminotomi tindakan yang bertujuan untuk memperlebar foramen dengan cara mengikis tulang di sekitar bagian tersebut..
  • Fusi tulang belakang yakni prosedur menggabungkan dua ruas tulang belakang secara permanen untuk mengurangi rasa sakit dan gejala yang terkait dengan saraf disekitarnya.

Cara Mencegah Spinal Stenosis

Sebagai penyakit degeneratif, spinal stenosis dapat terjadi pada siapa saja saat berusia senja.

Untuk meminimalisir risiko terjadinya penyempitan tulang belakang saat lansia maupun anak muda, Anda dapat melakukan beberapa hal berikut ini:

1. Konsumsi Kalsium dan Vitamin D

Dalam rangka mengantisipasi stenosis Anda dapat mengkonsumsi makanan sehat yang yang mengandung kalsium dan vitamin D yang bermanfaat bagi kesehatan tulang.

2. Hindari Rokok

Kandungan rokok dan asap rokok dapat menyebabkan degenarasi tulang belakang sehingga menurunkan fungsi cakram tulang belakang dan memperburuk kesehatan tulang secara menyeluruh.

3. Olahraga Teratur

Kegiatan olahraga dapat memperkuat tulang serta mampu menjaga stabilitas tulang belakang sehingga dapat mengurangi tekanan pada cakram dan sendi tulang belakang.

4. Ketahui Cara Mengangkat Beban yang Tepat

Saat mengangkat beban, hindari posisi membungkuk yang berisiko bagi tulang punggung Anda.

Aturlah posisi tubuh dengan cara menekuk lutut dan menjaga punggung tetap lurus agar tulang punggung tidak mendapatkan tekanan berlebihan.

Dapatkan Pengobatan nyeri lutut dan kaki di Klinik Patella

Spinal stenosis atau penyempitan tulang belakang umumnya terjadi pada lansia yang berusia 50 tahun atau lebih, namun tidak menutup kemungkinan terjadi juga pada usia muda. 

Seringkali, penyakit ini juga menyebabkan efek samping berupa nyeri lutut sehingga harus segera ditangani agar efeknya tidak semakin parah.

Jika Anda mulai memiliki keluhan tersebut, Klinik Patella hadir sebagai solusi untuk merawat nyeri lutut yang diakibatkan oleh kompresi saraf spinal stenosis. 

Klinik Patella sendiri merupakan fasilitas kesehatan yang memiliki fokus untuk mengatasi masalah nyeri lutut, tulang, otot dan sendi dengan dokter spesialis yang berpengalaman, Jadi dapat membantu untuk memberikan perawatan terbaik kepada pasien kami.

Untuk membuat janji konsultasi dengan dokter, Anda dapat menghubungi kami melalui WhatsApp di nomor 0811-8124-2022.

Selain itu, Anda juga dapat mengunjungi klinik kami yang berlokasi di Jalan Hj. Tutty Alawiyah No. 34B, Kalibata, Pancoran – Jakarta Selatan.

FAQ tentang Spinal Stenosis

Apa yang dimaksud dengan spinal stenosis?

Spinal stenosis adalah kondisi penyempitan kanal tulang belakang yang menyebabkan tekanan pada sumsum tulang belakang atau saraf di sekitarnya.

Akibatnya, penderita dapat mengalami nyeri di punggung bawah atau leher, serta kesemutan yang menjalar ke lengan atau kaki.

Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat mengganggu mobilitas dan keseimbangan tubuh.

Apa saja penyebab spinal stenosis?

Spinal stenosis dapat terjadi karena berbagai faktor, seperti:

  • Penuaan dan degenerasi tulang yang menyebabkan ligamen menebal dan tulang bertambah besar.
  • Cedera atau trauma pada tulang belakang, seperti patah tulang atau pergeseran ruas tulang.
  • Tumor atau pertumbuhan jaringan abnormal di dalam kanal tulang belakang.
  • Cakram tulang belakang yang menonjol keluar (herniated disc), yang menekan saraf di sekitarnya.
  • Penyakit bawaan atau kelainan struktur tulang sejak lahir, seperti skoliosis atau spondilolistesis.
Apakah spinal stenosis bisa sembuh?

Spinal stenosis bisa dikendalikan, tetapi jarang bisa sembuh total.

Dengan penanganan yang tepat, seperti terapi fisik, obat antiinflamasi, hingga teknik minimal invasif seperti Biportal Endoscopic Spinal Surgery (BESS), penderita bisa mendapatkan perbaikan gejala dan peningkatan kualitas hidup tanpa perlu operasi besar.

Apa efek samping dari penyempitan akar saraf di tulang leher?

Penyempitan akar saraf di tulang leher (cervical spinal stenosis) dapat menyebabkan gejala seperti:

  • Nyeri dan kaku di leher.
  • Kesemutan atau mati rasa pada lengan, tangan, atau jari.
  • Lemahnya otot di bahu, lengan, dan tangan.
  • Gangguan keseimbangan atau sulit berjalan jika kondisi semakin memburuk.

Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa berdampak pada kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari dan meningkatkan risiko jatuh.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk sembuh dari saraf kejepit di leher?

Pada kasus ringan, nyeri akibat saraf kejepit bisa membaik dalam beberapa hari dan sembuh total dalam waktu 4 hingga 6 minggu dengan pengobatan konservatif seperti fisioterapi dan obat pereda nyeri.

Namun, jika kondisi lebih parah, penderita mungkin membutuhkan tindakan medis lebih lanjut, seperti injeksi kortikosteroid atau prosedur bedah minimal invasif untuk mengurangi tekanan pada saraf.

Artikel Lainnya

klinik nyeri lutut terbaik - Patella

Rekomendasi Klinik Nyeri Lutut Terbaik di Jakarta

nyeri lutut sebelah kiri

Ini Cara Pengobatan Alami Redakan Nyeri Lutut Sebelah Kiri

rheumatoid arthritis

Rheumatoid Arthritis: Inilah Gejala dan Cara Mengobatinya!

testimoni pasien tuan fikri

Kisah Tuan Fikri Iskandar Kembali Aktif dengan Injeksi PRP