Artikel Terkait

obat ampuh sakit pergelangan tangan
obat ampuh sakit pergelangan tangan

Obat Ampuh Sakit Pergelangan Tangan: Cek Disini!

perbedaan sprain dan strain
perbedaan sprain dan strain

Perbedaan Sprain dan Strain serta Cara Mengobatinya

acl kaki
acl kaki

ACL Kaki: Apa Fungsi Pentingnya?

stadium osteoarthritis
stadium osteoarthritis

4 Stadium Osteoarthritis dan Cara Mengobatinya

belakang lutut sakit saat ditekuk dan diluruskan
belakang lutut sakit saat ditekuk dan diluruskan

Belakang Lutut Sakit Saat Ditekuk dan Diluruskan: Ini Penyebabnya!

cara mengatasi lutut kopong
cara mengatasi lutut kopong

Cara Mengatasi Lutut Kopong dan Cara Mencegahnya

dengkul kopong
dengkul kopong

Makanan untuk Penderita Dengkul Kopong: Ini Makanannya!

makanan penyebab nyeri sendi
makanan penyebab nyeri sendi

Makanan Penyebab Nyeri Sendi yang Harus Dihindari

manfaat jahe
manfaat jahe

Manfaat Jahe untuk Atasi Sakit Lutut: Mitos Atau Fakta?

perban elastis untuk lutut
perban elastis untuk lutut

Perban Elastis untuk Lutut: Ini Tips Memakainya!

lutut bunyi krek tapi tidak sakit
lutut bunyi krek tapi tidak sakit

Lutut Bunyi Krek Tapi Tidak Sakit: Apa Penyebabnya?

cara mengatasi lutut sakit saat ditekuk dan diluruskan
cara mengatasi lutut sakit saat ditekuk dan diluruskan

Cara Mengatasi Lutut Sakit Saat Ditekuk dan Diluruskan: Cek Disini!

Cari Artikel Lainnya

Penyebab Nyeri Bahu pada Anak dan Cara Mengobatinya

Februari 19, 2026

penyebab nyeri bahu

Penyebab nyeri bahu pada anak tidak selalu sama dengan orang dewasa. Tulang anak masih dalam tahap tumbuh, sehingga jenis cedera maupun penanganannya pun berbeda. 

Nyeri bahu pada anak sering kali membuat orang tua cemas. Wajar saja, karena anak yang biasanya aktif bergerak tiba-tiba mengeluh kesakitan dan sulit menggerakkan lengannya. 

Artikel ini akan membantu orang tua memahami apa yang sebenarnya terjadi pada bahu anak dan apa yang perlu dilakukan.

Jika ingin berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri lutut dengan dokter ahli Klinik Patella dapat menghubungi melalui WhatsApp di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda bersama Klinik Patella!

Banner Zaskia dekstop

Mengenal Struktur Bahu Anak

Ilustrasi sendi bahu

Bahu bukan sekadar tempat lengan menempel ke tubuh. Di baliknya, ada susunan tulang, otot, dan jaringan lain yang bekerja bersama agar lengan bisa bergerak bebas ke segala arah.

Bagian-bagian utama bahu anak meliputi tulang selangka (clavicula), yaitu tulang yang terbentang dari leher menuju bahu dan sering terasa saat diraba.

Ada juga tulang lengan atas (humerus) yang terhubung ke bahu melalui sendi glenohumeral, yaitu sendi utama bahu yang berbentuk seperti bola dan mangkuk.

Di sekitar sendi ini terdapat rotator cuff, yaitu kumpulan otot dan tendon yang bertugas menjaga bahu tetap stabil saat bergerak.

Yang membedakan bahu anak dari orang dewasa adalah adanya growth plate atau lempeng pertumbuhan. Ini adalah area di ujung tulang yang masih berupa tulang rawan dan belum mengeras sepenuhnya.

Area inilah yang membuat tulang anak terus tumbuh, namun sekaligus lebih mudah cedera dibandingkan tulang orang dewasa yang sudah keras dan matang.

Penyebab Nyeri Bahu pada Anak yang Mendadak

Banyak orang tua bertanya kenapa bahu anak sakit tiba-tiba, padahal tidak terlihat ada kejadian yang jelas sebelumnya. Ada beberapa kemungkinan penyebabnya.

Penyebab paling umum adalah jatuh atau benturan langsung pada bahu. Kejadian ini bisa menyebabkan dislokasi bahu, yaitu kondisi di mana tulang humerus terlepas dari posisi normalnya di dalam sendi.

Kondisi ini sangat menyakitkan dan biasanya langsung terlihat karena bentuk bahu tampak tidak normal.

Selain itu, patah tulang pada clavicula atau humerus juga bisa terjadi, terutama setelah jatuh keras.

Bahu akan tampak membengkak, memar, dan anak kesulitan menggerakkan lengannya sama sekali.

Yang lebih mengejutkan, nyeri mendadak juga bisa muncul akibat infeksi. Infeksi pada sendi yang disebut septic arthritis atau infeksi pada tulang yang disebut osteomyelitis bisa menyebabkan nyeri akut yang tiba-tiba meski anak tidak jatuh atau terbentur sebelumnya.

Penyebab Nyeri Bahu pada Anak Tanpa Cedera

Nyeri bahu pada anak tanpa cedera memang membingungkan. Tidak ada jatuh, tidak ada benturan, tapi anak mengeluh bahu terasa sakit.

Kondisi ini bisa disebabkan oleh peradangan yang berkembang perlahan di dalam sendi atau jaringan sekitarnya.

Dua jenis peradangan yang umum terjadi adalah bursitis dan tendinitis. Bursitis adalah peradangan pada kantung kecil berisi cairan yang berfungsi sebagai bantalan di sekitar sendi.

Sementara itu, tendinitis atau radang tendon adalah peradangan pada tendon, yaitu jaringan yang menghubungkan otot ke tulang.

Keduanya bisa muncul tanpa riwayat cedera yang jelas, terutama pada anak yang banyak beraktivitas fisik secara berulang.

Kondisi autoimun tertentu juga bisa memicu peradangan sendi pada anak. Dalam kondisi ini, sistem kekebalan tubuh justru menyerang jaringan sendi sendiri, sehingga menimbulkan nyeri dan pembengkakan bahu.

Penyebab Nyeri Bahu pada Anak Saat Bahu Diangkat

Jika anak hanya mengeluh sakit ketika mengangkat lengan ke atas, kemungkinan besar ada masalah pada rotator cuff atau kantung bursa di sekitar sendi bahu.

Penyebab bahu anak sakit saat diangkat yang paling sering ditemukan adalah overuse injury pada anak aktif, yaitu cedera akibat gerakan yang terlalu sering diulang tanpa waktu istirahat yang cukup.

Anak yang rutin berlatih olahraga seperti renang, bola voli, tenis, atau baseball sangat rentan mengalami kondisi ini karena gerakan mengayun lengan ke atas terus-menerus memberikan tekanan pada jaringan di sekitar sendi bahu.

Jika dibiarkan, cedera olahraga pada anak yang awalnya hanya nyeri ringan bisa berkembang menjadi nyeri kronis yang sulit diatasi.

Penyebab Nyeri Bahu pada Anak Setelah Jatuh

Nyeri bahu pada anak setelah jatuh tidak boleh dianggap remeh. Meskipun anak tampak baik-baik saja setelah kejadian, bukan berarti tidak ada cedera di dalam.

Trauma pada anak yang melibatkan bahu bisa merusak growth plate (lempeng pertumbuhan) yang masih aktif.

Jika kerusakan ini tidak terdeteksi dan tidak ditangani, pertumbuhan tulang anak bisa terganggu dalam jangka panjang.

Patah tulang pada clavicula merupakan salah satu cedera yang paling sering terjadi setelah anak jatuh, terutama saat anak refleks menahan tubuhnya dengan tangan.

Setelah kejadian seperti ini, pemeriksaan rontgen sangat dianjurkan untuk memastikan kondisi tulang anak, meskipun anak tidak menangis kesakitan sekalipun.

Nyeri Bahu pada Anak Saat Tidur, Pertanda Apa?

Nyeri bahu pada anak saat tidur atau bahkan membangunkan anak di malam hari adalah tanda yang perlu diwaspadai.

Pada umumnya, nyeri akibat kelelahan otot atau cedera ringan akan mereda saat tubuh beristirahat.

Namun jika nyeri justru terasa lebih parah di malam hari, ini bisa menjadi tanda adanya infeksi atau peradangan aktif yang serius.

Septic arthritis, misalnya, dikenal kerap menimbulkan nyeri yang memburuk pada malam hari.

Kondisi ini biasanya juga disertai demam, pembengkakan bahu yang terasa hangat saat disentuh, dan anak tampak lemas.

Nyeri kronis yang terus-menerus mengganggu tidur anak bukan sesuatu yang bisa ditunggu sembuh sendiri.

Penyebab Nyeri Bahu pada Anak Usia Sekolah

Nyeri bahu pada anak usia sekolah memiliki pola tersendiri. Salah satu penyebab yang sering diabaikan adalah postur tubuh dan beban tas sekolah yang berlebihan.

Tas yang terlalu berat, apalagi dipakai hanya di satu bahu, memberikan tekanan tidak seimbang pada otot dan sendi bahu setiap hari.

Para ahli menyarankan agar berat tas tidak melebihi 10 sampai 15 persen dari berat badan anak, dan sebaiknya selalu menggunakan dua tali bahu.

Selain itu, anak usia sekolah yang mengikuti banyak kegiatan olahraga berisiko mengalami overuse injury pada anak aktif.

Ketika latihan terlalu sering dan terlalu intens tanpa jeda yang cukup, jaringan sekitar sendi bahu tidak punya waktu untuk pulih dan akhirnya mengalami peradangan.

Nyeri Bahu pada Anak, Apakah Berbahaya?

Pertanyaan nyeri bahu pada anak apakah berbahaya tidak bisa dijawab dengan ya atau tidak secara langsung. Tergantung penyebabnya.

Banyak kasus nyeri bahu anak yang ringan dan bisa sembuh dengan istirahat dan perawatan sederhana. Namun ada juga kondisi yang serius dan membutuhkan penanganan medis segera.

Orang tua perlu waspada terhadap gejala nyeri bahu berikut ini:

  • Nyeri tidak membaik setelah beberapa hari
  • Ada pembengkakan bahu yang jelas atau disertai kemerahan
  • Anak mengalami demam bersamaan dengan nyeri bahu
  • Lengan anak tidak bisa digerakkan sama sekali
  • Nyeri membangunkan anak dari tidur
  • Nyeri sudah berlangsung lebih dari beberapa minggu

Jika salah satu atau lebih tanda di atas muncul, jangan tunggu lebih lama untuk membawa anak ke dokter.

Kapan Nyeri Bahu Anak Harus ke Dokter?

Memahami kapan nyeri bahu anak harus ke dokter sangat penting agar tidak terlambat dalam penanganan.

Segera konsultasikan ke dokter ortopedi anak apabila nyeri berlangsung lebih dari satu minggu, anak sama sekali tidak bisa menggerakkan lengannya, ada perubahan bentuk yang terlihat pada bahu, atau nyeri muncul bersamaan dengan demam dan gejala lainnya.

Dokter ortopedi anak adalah dokter spesialis yang memang menangani masalah tulang dan sendi pada anak.

Jangan ragu untuk berkonsultasi lebih awal karena penanganan yang cepat akan memberikan hasil yang jauh lebih baik.

Pemeriksaan yang Biasanya Dilakukan Dokter

Saat membawa anak ke dokter, ada beberapa pemeriksaan medis pada anak yang mungkin akan dilakukan.

  • Pemeriksaan rontgen biasanya menjadi langkah pertama untuk melihat kondisi tulang secara umum dan mendeteksi patah tulang atau dislokasi bahu.
  • Jika diperlukan gambaran yang lebih detail, dokter bisa meminta USG muskuloskeletal untuk melihat kondisi jaringan lunak seperti tendon dan ligamen.
  • MRI (Magnetic Resonance Imaging) digunakan ketika dokter membutuhkan informasi yang lebih lengkap tentang seluruh struktur di dalam sendi, termasuk rotator cuff dan growth plate.
  • Pada kasus tertentu, Endoskopi Richard Wolf bahu bisa dilakukan, yaitu tindakan dengan kamera kecil yang dimasukkan ke dalam sendi untuk melihat kondisi di dalamnya sekaligus melakukan perbaikan jika diperlukan.

Cara Mengatasi Nyeri Bahu pada Anak

Cara mengatasi nyeri bahu pada anak disesuaikan dengan penyebabnya.

  • Fisioterapi. Untuk kasus ringan hingga sedang, dokter biasanya akan merekomendasikan fisioterapi untuk melatih kembali gerakan bahu dan memperkuat otot-otot di sekitarnya.
  • Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti ibuprofen bisa diberikan untuk meredakan peradangan dan nyeri, namun harus sesuai anjuran dokter karena tidak semua obat aman untuk semua usia anak.
  • Istirahat dari aktivitas yang memicu nyeri, juga merupakan bagian penting dari proses penyembuhan, terutama untuk anak yang mengalami overuse injury.

Untuk kasus yang lebih berat atau tidak membaik dengan perawatan standar, ada beberapa pilihan penanganan lanjutan yang tersedia:

  • Injeksi viskosuplemen dapat membantu melumasi sendi yang bermasalah
  • Platelet rich plasma menggunakan komponen dari darah pasien sendiri untuk merangsang penyembuhan jaringan.
  • Terapi stem cell dan terapi secretome merupakan pendekatan yang lebih baru dan terus berkembang untuk memperbaiki kerusakan jaringan muskuloskeletal
  • Radiofrekuensi ablasi bisa dipertimbangkan untuk mengelola nyeri kronis yang tidak merespons perawatan lain.
  • Konsumsi antibiotik. Untuk kondisi infeksi seperti septic arthritis dan osteomyelitis, penanganan dengan antibiotik adalah prioritas utama dan mungkin perlu dikombinasikan dengan tindakan bedah.
  • Gips dan brace. Sementara patah tulang pada clavicula atau humerus ditangani dengan gips, brace, atau operasi tergantung seberapa parah kondisinya.

Kesimpulan

Penyebab nyeri bahu pada anak sangat beragam dan tidak selalu mudah dikenali hanya dari penampilan luar.

Mulai dari cedera olahraga, dislokasi bahu, patah tulang, infeksi tulang, hingga peradangan seperti tendinitis dan bursitis, semua bisa menjadi sumber masalah.

Keberadaan growth plate (lempeng pertumbuhan) yang masih aktif membuat penanganan pada anak harus lebih teliti dan tidak bisa disamakan begitu saja dengan orang dewasa.

Sebagai orang tua, hal terpenting adalah mengenali red flag gejala nyeri bahu sejak dini dan tidak menunda konsultasi ke dokter ortopedi anak ketika kondisi anak tidak membaik.

Semakin cepat penyebab diketahui, semakin besar peluang anak untuk pulih sepenuhnya dan kembali beraktivitas seperti sedia kala.

Jika ingin berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri lutut dengan dokter ahli Klinik Patella dapat menghubungi melalui WhatsApp di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda bersama Klinik Patella!

Pertanyaan (FAQ)

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang muncul seputar topik penyebab nyeri bahu pada anak.

Apa penyebab nyeri bahu pada anak yang paling umum?

Penyebab nyeri bahu pada anak yang paling umum meliputi:

  • Cedera akibat jatuh atau benturan
  • Overuse injury akibat olahraga berulang
  • Peradangan seperti tendinitis dan bursitis
  • Infeksi sendi seperti septic arthritis.

Pada anak usia sekolah, beban tas yang terlalu berat juga menjadi salah satu faktor yang sering diabaikan.

Apakah nyeri bahu pada anak berbahaya?

Tidak semua nyeri bahu pada anak berbahaya. Banyak kasus yang bersifat ringan dan bisa sembuh dengan istirahat.

Namun, kondisi ini perlu diwaspadai jika disertai demam, pembengkakan bahu, keterbatasan gerak yang parah, atau nyeri yang membangunkan anak dari tidur.

Jika tanda-tanda tersebut muncul, segera konsultasikan ke dokter ortopedi anak.

Kapan nyeri bahu anak harus dibawa ke dokter?

Nyeri bahu anak harus segera dibawa ke dokter apabila:

  • Nyeri berlangsung lebih dari satu minggu
  • Anak tidak bisa menggerakkan lengannya sama sekali
  • Terdapat perubahan bentuk pada bahu
  • Nyeri disertai demam dan gejala lainnya

Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang anak untuk pulih sepenuhnya.

Bagaimana cara mengatasi nyeri bahu pada anak?

Cara mengatasi nyeri bahu pada anak disesuaikan dengan penyebabnya. Untuk kasus ringan, fisioterapi dan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) biasanya sudah cukup membantu.

Untuk kasus yang lebih serius, dokter dapat merekomendasikan penanganan lanjutan seperti platelet rich plasma, terapi stem cell, injeksi viskosuplemen, atau bahkan tindakan bedah tergantung kondisi anak.

Artikel Lainnya

lutut bunyi saat diluruskan

Lutut Bunyi Saat Diluruskan: Ini Penyebab dan Cara Mengobatinya

terapi radang sendi

Terapi Radang Sendi: Ini Jenis-Jenisnya

sakit lutut

Sakit Lutut: Cek dan Pahami Info Lengkapnya Disini!

metode rice

Metode RICE: Cara Mudah Menangani Kaki Keseleo