Artikel Terkait

dr ronald henry tendean
dr ronald henry tendean

Profil Dokter Klinik Patella: dr. Ronald Henry Tendean, Sp.OT

pengapuran lutut lansia
pengapuran lutut lansia

Pengapuran Lutut Lansia, Bagaimana Mengatasinya?

dr. windi martika
dr. windi martika

Profil Dokter Klinik Patella: dr. Windi Martika, Sp.OT

nyeri lutut kronis
nyeri lutut kronis

Nyeri Lutut Kronis Bisa Diatasi dengan Arthroscopy Richard Wolf

pengobatan radang sendi
pengobatan radang sendi

Pengobatan Radang Sendi: Ini Jenis-Jenisnya!

smash voli
smash voli

Bahaya Jumping Smash Voli: Ini Risiko Cederanya!

dr. yulia hafni
dr. yulia hafni

Profil Dokter Klinik Patella: dr. Yulia Hafni, Sp.An-TI, FIP, CIPS

terapi aaprp
terapi aaprp

Terapi AAPRP untuk Jaga Kesehatan Lutut: Tanpa Operasi

faq klinik patella
faq klinik patella

FAQ Klinik Patella

lutut nyeri saat naik tangga
lutut nyeri saat naik tangga

Lutut Nyeri Saat Naik Tangga. Apa Penyebabnya?

penyebab radang sendi pada usia muda
penyebab radang sendi pada usia muda

Penyebab Radang Sendi pada Usia Muda: Ini Faktanya!

penyembuhan cedera lutut tanpa operasi
penyembuhan cedera lutut tanpa operasi

Penyembuhan Cedera Lutut Tanpa Operasi: Bisakah?

Cari Artikel Lainnya

Lutut Nyeri Saat Naik Tangga. Apa Penyebabnya?

Juli 3, 2026

lutut nyeri saat naik tangga

Pernah merasa lutut nyeri saat naik tangga, padahal saat berjalan biasa terasa baik-baik saja? Keluhan ini sangat umum terjadi dan dialami banyak orang, baik yang masih muda maupun yang sudah berusia lanjut.

Sakit lutut jenis ini biasanya muncul saat melakukan aktivitas sehari-hari tertentu, seperti menaiki tangga, jongkok, atau berdiri terlalu lama.

Uniknya, banyak yang mengalami lutut sakit saat naik tangga tapi normal saat berjalan di jalan datar. Kondisi ini bukan kebetulan. Artikel ini akan mengupas penyebab lutut nyeri saat naik turun tangga.

Jika ingin berkonsultasi tentang cedera kaki dan sendi dengan dokter ahli Klinik Patella dapat menghubungi melalui WhatsApp di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda bersama Klinik Patella!

Kenapa Naik Tangga Terasa Lebih Berat untuk Lutut?

Sebelum masuk ke penyebabnya, mari kenali dulu bagaimana lutut bekerja. Sederhananya, lutut adalah “engsel” yang menghubungkan tiga tulang: tulang paha (femur), tulang kering (tibia), dan tempurung lutut (patella).

Fungsi sendi lutut adalah membuat kaki bisa menekuk dan lurus kembali, seperti saat kita jalan, jongkok, atau naik tangga.

Pemahaman soal mekanisme gerakan lutut dan biomekanik lutut ini penting supaya kita bisa mengerti kenapa satu aktivitas bisa terasa jauh lebih berat dibanding aktivitas lain.

Di dalam lutut ada beberapa bagian penting yang perlu Anda kenal:

  • Tulang rawan lutut (cartilage): semacam bantalan licin di ujung tulang yang mencegah tulang saling bergesekan langsung.
  • Meniskus: dua bantalan berbentuk seperti huruf C yang berfungsi sebagai “peredam kejut” di dalam lutut.
  • Sendi patellofemoral: bagian di mana tempurung lutut bertemu dengan tulang paha. Bagian ini paling banyak menahan tekanan saat lutut ditekuk.
  • Ligamen lutut, seperti Ligamen ACL, Ligamen PCL, dan Ligamen MCL: semacam “tali” kuat yang menjaga lutut tetap stabil dan tidak goyang.
  • Tendon patella: jaringan yang menyambungkan tempurung lutut ke tulang kering.
  • Bursa: kantong kecil berisi cairan yang membuat gerakan di sekitar lutut lebih licin dan tidak saling bergesekan.

Nah, saat naik tangga, otot paha depan (quadriceps) dan otot belakang paha (hamstring) harus bekerja jauh lebih keras untuk mengangkat seluruh berat tubuh ke anak tangga berikutnya.

Ini membuat tekanan pada tempurung lutut dan sendi patellofemoral melonjak jauh lebih besar dibanding saat sekadar berjalan di permukaan rata. 

Itulah sebabnya banyak orang merasa lutut sakit saat naik tangga tapi normal saat berjalan, karena beban yang diterima lutut memang jauh berbeda antara dua aktivitas ini.

Apa Saja Penyebab Lutut Nyeri Saat Naik Tangga?

1. Radang Sendi Lutut (Osteoarthritis)

Osteoarthritis lutut atau radang sendi lutut adalah penyebab paling sering ditemukan.

Peradangan sendi ini membuat tulang rawan pelindung sendi rusak sedikit demi sedikit, sehingga tulang-tulang di dalam lutut akhirnya saling bergesekan langsung.

Proses degenerasi tulang rawan ini biasanya berjalan pelan-pelan dan menimbulkan rasa nyeri, kaku, serta pembengkakan pada lutut akibat inflamasi yang terjadi di dalam sendi. Saat naik tangga, gesekan antar tulang ini makin terasa karena tekanan yang meningkat.

Selain osteoarthritis, ada juga jenis arthritis lain seperti Rheumatoid Arthritis, yaitu radang sendi yang dipicu oleh gangguan sistem imun tubuh sendiri, bukan sekadar faktor penuaan.

Meski penyebabnya berbeda, gejalanya bisa mirip: nyeri, kaku, dan bengkak pada sendi lutut.

2. Chondromalacia Patella

Istilah ini terdengar rumit, tapi sebenarnya sederhana: chondromalacia patella artinya tulang rawan di balik tempurung lutut melunak dan mulai rusak.

Permukaan yang tadinya licin jadi kasar, sehingga saat lutut ditekuk, seperti saat naik atau turun tangga, muncul gesekan yang menimbulkan nyeri.

Kondisi ini sering disebut “runner’s knee” dan lebih banyak dialami orang muda yang aktif bergerak atau berolahraga.

3. Patellofemoral Pain Syndrome (PFPS)

PFPS adalah nyeri pada tempurung lutut yang muncul di sekitar atau di bawah tempurung lutut akibat tekanan berlebihan pada area tersebut.

Biasanya ini terjadi karena otot paha depan dan otot hamstring tidak seimbang kekuatannya, sehingga tempurung lutut bergerak tidak pada jalurnya yang normal.

Gerakan menekuk lutut berulang, termasuk naik tangga dan jongkok, bisa memperparah rasa nyeri ini.

4. Cedera Meniskus

Cedera meniskus terjadi saat bantalan tulang rawan berbentuk C ini robek, biasanya karena gerakan memutar lutut secara mendadak.

Akibatnya, lutut bisa terasa nyeri tajam, bengkak, atau bahkan terasa “goyang” saat digerakkan. Naik turun tangga bisa membuat nyeri ini makin terasa karena lutut menahan beban sambil bergerak.

5. Cedera Ligamen Lutut

Kondisi cedera pada ligamen ACL atau PCL bisa membuat lutut terasa nyeri saat digunakan, termasuk saat naik turun tangga.

Cedera ini biasanya terjadi akibat gerakan tiba-tiba, misalnya saat berolahraga. Ketika ligamen robek atau meregang, lutut kehilangan kestabilannya, sehingga terasa mau “lepas” saat menahan berat badan.

6. Tendinitis Patella (Jumper’s Knee)

Tendinitis patella adalah peradangan pada tendon yang menghubungkan tempurung lutut ke tulang kering.

Sering disebut “jumper’s knee” karena banyak dialami orang yang sering melompat, seperti atlet basket atau voli.

Penggunaan tendon ini secara berlebihan bisa menimbulkan iritasi, sehingga nyeri muncul terutama saat lutut menahan beban seperti pada aktivitas menaiki tangga.

7. Bursitis Lutut

Bursitis lutut terjadi saat kantong cairan kecil (bursa) di sekitar lutut meradang, biasanya akibat gerakan berulang atau tekanan lama, misalnya sering berlutut atau jongkok.

Bursa yang meradang akan membengkak dan terasa nyeri setiap kali lutut ditekuk atau diluruskan, termasuk saat naik maupun turun tangga.

8. Berat Badan Berlebih dan Otot yang Lemah

Kelebihan berat badan memberi tekanan ekstra pada sendi lutut, apalagi saat beraktivitas seperti berjalan, naik tangga, atau berdiri lama. Tekanan yang terus-menerus ini bisa mempercepat ausnya tulang rawan.

Selain itu, otot quadriceps yang lemah membuat beban pada lutut makin besar, sehingga nyeri lebih mudah muncul saat melakukan aktivitas berat seperti menuruni tangga.

Penyebab Lutut Berbunyi dan Sakit Saat Naik Tangga

Selain nyeri, banyak orang juga mengeluhkan lutut berbunyi saat naik tangga, entah itu bunyi “krek” atau semacam letupan.

Bunyi ini biasanya muncul karena gesekan antara tulang, tulang rawan, atau jaringan lunak di dalam lutut saat sendi digerakkan, dan sebagian juga terkait dengan proses penuaan sendi yang umumnya tidak berbahaya.

Namun, jika bunyi ini disertai nyeri, bengkak, kaku, atau kemerahan, bisa jadi ini pertanda awal osteoarthritis, jadi sebaiknya jangan diabaikan begitu saja.

Bedanya Penyebab pada Usia Muda dan Lansia

Penyebab lutut sakit saat naik tangga pada lansia biasanya berkaitan dengan proses penuaan alami, terutama osteoarthritis akibat tulang rawan yang makin menipis seiring bertambahnya usia, ditambah otot penyangga lutut yang mulai melemah.

Penyebab lutut sakit saat naik tangga pada usia muda lebih sering berkaitan dengan aktivitas lutut berlebihan atau cedera saat berolahraga, seperti:

  • Chondromalacia patella
  • Patellofemoral pain syndrome (PFPS)
  • Cedera ligamen
  • Tendinitis patella akibat aktivitas fisik yang intens.

Kenapa Bisa Beda antara Lutut Kiri dan Kanan?

Penyebab lutut kiri sakit saat naik tangga dan penyebab lutut kanan sakit saat naik tangga sebenarnya sama saja secara medis.

Yang membedakan biasanya adalah kebiasaan menumpu beban lebih berat di salah satu kaki, riwayat cedera lama di sisi tersebut, atau otot yang tidak seimbang antara kaki kiri dan kanan sehingga salah satu sisi bekerja lebih keras.

Apakah Lutut Sakit Saat Naik Tangga Berbahaya?

Banyak yang bertanya, apakah lutut sakit saat naik tangga berbahaya? Jawabannya tergantung tingkat keparahannya.

Kalau nyerinya ringan dan mereda setelah istirahat, biasanya bukan sesuatu yang mengkhawatirkan. Tapi kalau disertai gejala-gejala tertentu, sebaiknya segera diperiksakan.

Kapan Harus ke Dokter Jika Lutut Sakit Saat Naik Tangga?

Sebaiknya segera periksa ke dokter spesialis jika mengalami:

  • Nyeri yang tidak kunjung membaik meski sudah istirahat beberapa hari
  • Lutut bengkak, terasa hangat, atau memerah
  • Lutut terasa kaku sampai susah ditekuk atau diluruskan
  • Muncul bunyi “krek” keras disertai sensasi sendi terkunci
  • Lutut terasa mau “lepas” atau tidak kuat menahan berat badan

Untuk mengetahui penyebab pastinya, pemeriksaan ortopedi biasanya diawali dengan pemeriksaan fisik terlebih dahulu.

Untuk melihat kondisi tulang, tulang rawan, ligamen, dan jaringan lunak lainnya secara lebih detail, dokter bisa meminta pasien menjalani uji pencitraan:

  • Foto Rontgen
  • MRI Lutut
  • USG Muskuloskeletal
  • CT Scan 

Cara Mengatasi Lutut Sakit Saat Naik Tangga

Sebagai langkah awal di rumah, Anda bisa mencoba metode RICE:

  • Rest: istirahatkan lutut, kurangi aktivitas naik turun tangga dulu
  • Ice: kompres dengan es dibungkus handuk untuk mengurangi bengkak
  • Compression: balut dengan perban elastis agar bengkak tidak makin parah
  • Elevation: posisikan lutut lebih tinggi saat duduk atau berbaring

Jika nyeri masih berlanjut atau makin parah, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter ortopedi. Beberapa pilihan pengobatan nyeri lutut saat naik tangga yang biasa direkomendasikan meliputi:

  • Obat antiinflamasi, untuk meredakan nyeri dan peradangan
  • Fisioterapi, untuk memperkuat otot quadriceps dan hamstring sekaligus memperbaiki keseimbangan otot penopang lutut
  • Terapi latihan dan penguatan otot quadriceps, yaitu latihan untuk nyeri lutut yang berfokus menguatkan otot paha depan, sebagai bagian penting dari rehabilitasi lutut
  • Terapi PRP dan Radiofrekuensi Ablasi, untuk kasus dengan peradangan atau kerusakan jaringan yang lebih signifikan
  • Richard Wolf, yaitu prosedur medis minim sayatan untuk memperbaiki kerusakan di dalam sendi pada kasus yang lebih berat

Dokter akan memilih penanganan yang paling sesuai tergantung penyebab nyeri lutut Anda.

Menguatkan otot penopang lutut secara rutin, dikombinasikan dengan perubahan gaya hidup seperti menjaga berat badan ideal, bisa membantu meredakan keluhan secara bertahap.

Kesimpulan tentang Lutut Nyeri Saat Naik Tangga

Lutut nyeri saat naik tangga bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari radang sendi (osteoarthritis) dan chondromalacia patella, PFPS, cedera meniskus, cedera ligamen lutut, tendinitis patella, sampai bursitis lutut.

Faktor usia, berat badan, kekuatan otot, dan riwayat cedera olahraga ikut menentukan penyebab mana yang paling mungkin dialami seseorang.

Mengenali gejalanya sejak awal adalah langkah penting supaya kerusakan sendi tidak makin parah.

Jika lutut Anda terasa ngilu, kaku, bengkak, atau berbunyi saat naik tangga dan tidak kunjung membaik, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis ortopedi di klinik nyeri lutut dan sendi seperti Klinik Patella agar bisa mendapat pemeriksaan dan penanganan yang tepat sesuai penyebabnya.

Jika ingin berkonsultasi tentang cedera kaki dan sendi dengan dokter ahli Klinik Patella dapat menghubungi melalui WhatsApp di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda bersama Klinik Patella!

Klinik Patella: Klinik Spesialis Nyeri Lutut dan Sendi Terbaik

“Deteksi dini nyeri lutut adalah langkah terpenting untuk mencegah kerusakan permanen lutut, dan memastikan penyebab nyeri hilang,” ujar salah satu dokter spesialis Klinik Patella, dr. Windi Martika, Sp.OT.

Bagi yang sedang mencari rekomendasi dokter nyeri lutut terbaik di Jakarta, Klinik Patella hadir sebagai klinik nyeri lutut dan sendi terbaik dengan layanan yang lengkap dalam satu atap.

Klinik Patella memiliki tindakan modern untuk nyeri lutut yaitu Arthroscopy Richard Wolf sebagai solusi minimal invasif.

Prosedur ini menggunakan kamera serat optik kecil (arthroscope) yang dimasukkan melalui sayatan kecil, sehingga dokter dapat melihat langsung kondisi di dalam sendi lutut sekaligus menanganinya tanpa perlu sayatan besar.

Tindakan Arthroscopy Richard Wolf ini umumnya berlangsung sekitar satu jam dan dilakukan secara rawat jalan, artinya pasien bisa pulang di hari yang sama dan menjalani pemulihan dengan metode RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation) di rumah.

Sebagai Arthroscopy Richard Wolf, Klinik Patella juga menyediakan berbagai pilihan pengobatan lainnya seperti:

  • Fisioterapi
  • Hidroterapi
  • Injeksi Viskosuplemen
  • Injeksi PRP (Platelet Rich Plasma)
  • Terapi Secretome
  • Terapi Stem Cell
  • Radiofrekuensi Ablasi
  • Total Knee Replacement

Tim dokter Klinik Patella adalah:

  • dr. Nelfidayani, Sp.KFR, M.S.(K), FIPM (USG)
  • dr. Windi Martika, Sp.OT
  • dr. Sri Wahyuni, Sp.KFR
  • dr. Rifalisanto, Sp.KFR, FIPM (USG)
  • Prof. Dr. dr. Darto Satoto, SpAn,TI.Subs.An.Reg.
  • dr. Yulia Hafni, Sp.An-TI, FIP, CIPS

Yang membuat Klinik Patella berbeda adalah pendekatan tim yang melibatkan Dokter Spesialis Ortopedi, Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi, dan Dokter Spesialis Anestesiologi yang bekerja bersama-sama.

Jadi, pasien mendapatkan penanganan yang menyeluruh, bukan hanya dari satu sudut pandang.

Ini sangat penting, terutama bagi pasien lansia atau mereka yang memiliki kondisi kesehatan lain yang perlu dipertimbangkan sebelum menentukan jenis pengobatan.

Pertanyaan Seputar Lutut Nyeri Saat Naik Tangga

Kenapa lutut sakit saat naik tangga tapi normal saat berjalan?

Ini terjadi karena naik tangga memberikan tekanan jauh lebih besar pada tempurung lutut dan sendi patellofemoral dibandingkan berjalan di permukaan datar.

Saat menaiki tangga, otot paha depan (quadriceps) dan otot hamstring harus bekerja lebih keras untuk mengangkat seluruh berat tubuh, sehingga gesekan dan tekanan pada tulang rawan lutut meningkat signifikan.

Itulah sebabnya keluhan nyeri sering hanya muncul saat naik atau turun tangga, bukan saat berjalan biasa.

Apa perbedaan penyebab lutut sakit saat naik tangga pada usia muda dan lansia?

Pada usia muda, penyebab lutut sakit saat naik tangga umumnya terkait cedera olahraga atau pemakaian berlebihan, seperti chondromalacia patella, patellofemoral pain syndrome (PFPS), cedera ligamen, atau tendinitis patella.

Sementara pada lansia, penyebab yang paling umum adalah osteoarthritis lutut akibat degenerasi tulang rawan yang terjadi secara alami seiring bertambahnya usia, ditambah otot penyangga lutut yang melemah.

Apakah lutut berbunyi saat naik tangga selalu berbahaya?

Tidak selalu. Bunyi “krek” atau letupan pada lutut saat naik tangga sering kali hanya disebabkan oleh gesekan normal antara tulang, tulang rawan, atau jaringan lunak di dalam sendi, dan bisa juga terkait proses penuaan sendi yang wajar.

Namun, jika bunyi ini disertai nyeri, bengkak, kaku, atau kemerahan, kondisi ini bisa jadi pertanda awal osteoarthritis dan sebaiknya diperiksakan ke dokter ortopedi.

Bagaimana cara mengatasi lutut sakit saat naik tangga di rumah sebelum ke dokter?

Langkah awal yang bisa dilakukan di rumah adalah metode RICE, yaitu Rest (istirahatkan lutut), Ice (kompres es untuk mengurangi bengkak), Compression (balut dengan perban elastis), dan Elevation (posisikan lutut lebih tinggi saat berbaring).

Jika nyeri tidak membaik dalam beberapa hari atau disertai gejala seperti bengkak hebat dan lutut terasa mau lepas, sebaiknya segera konsultasi ke dokter spesialis ortopedi untuk penanganan lebih lanjut, seperti fisioterapi atau terapi lain sesuai penyebabnya.

Artikel Lainnya