Artikel Terkait

cedera-ligamen-lutut-patella.id
cedera-ligamen-lutut-patella.id

Cedera Ligamen Lutut: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

ligamen lutut - patella.id
ligamen lutut - patella.id

Ligamen Lutut: Jenis, Fungsi, Letak, dan Peran Stabilitas

nyeri-lutut-patella.id
nyeri-lutut-patella.id

Nyeri Lutut: Penyebab, Gejala, dan Kapan Harus ke Dokter

sendi-lutut-patella.id
sendi-lutut-patella.id

Sendi Lutut: Anatomi, Fungsi, Struktur, dan Perawatan

cedera-acl-patella.id
cedera-acl-patella.id

Cedera ACL: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

apa-itu-acl-patella.id
apa-itu-acl-patella.id

Apa Itu ACL? Pengertian, Letak, dan Fungsinya pada Lutut

osteopenia-patella.id
osteopenia-patella.id

Osteopenia: Pengertian, Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi

pseudogout-patella.id
pseudogout-patella.id

Pahami Pseudogout: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Lutut sakit setelah lari? Kenali penyebab, gejala, cara mengatasi, hingga kapan harus ke dokter agar cedera lutut tidak semakin parah.
Lutut sakit setelah lari? Kenali penyebab, gejala, cara mengatasi, hingga kapan harus ke dokter agar cedera lutut tidak semakin parah.

Lutut Terasa Sakit Setelah Lari? Ini Penjelasannya

cedera-pcl-patella.id
cedera-pcl-patella.id

Cedera PCL: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Penanganan

Belakang Lutut Sakit: Penyebab dan Cara Mengatasinya
Belakang Lutut Sakit: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Belakang Lutut Sakit: Penyebab dan Cara Mengatasinya

gout-arthritis-patella.id
gout-arthritis-patella.id

Gout Arthritis: Panduan Lengkap Gejala sampai Pengobatan

Cari Artikel Lainnya

Cedera PCL: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Penanganan

September 8, 2026

cedera-pcl-patella.id

Nyeri di bagian belakang lutut setelah terjatuh, terbentur, atau mengalami kecelakaan sering kali bukan sekadar keseleo biasa. Salah satu kemungkinan yang perlu dipertimbangkan adalah cedera PCL, yaitu gangguan pada salah satu ligamen utama yang menopang sendi lutut. 

Karena letaknya di dalam sendi dan gejalanya tidak selalu mencolok, banyak orang baru menyadari adanya cedera ini setelah aktivitas hariannya mulai terganggu.

Konsultasikan nyeri lutut dan gangguan sendi Anda dengan dokter ahli Klinik Patella dengan menghubungi melalui WhatsApp di 0811-8124-2022. Yuk, atasi radang lutut dan radang sendi Anda bersama Klinik Patella!

Apa Itu Cedera PCL?

Cedera PCL adalah kondisi ketika posterior cruciate ligament, salah satu ligamen penghubung antara tulang paha (femur) dan tulang kering (tibia), mengalami peregangan berlebih atau robekan. 

Pengertian cedera PCL secara medis termasuk dalam kelompok cedera ligamen lutut, karena ligamen inilah yang menjaga agar tibia tidak bergeser terlalu jauh ke arah belakang saat lutut bergerak.

Pertanyaan mengenai PCL lutut adalah apa sering muncul karena posisinya yang berada jauh di dalam sendi, sehingga sulit diraba atau dilihat dari luar. 

Berbeda dengan cedera pada kulit atau otot permukaan, cedera ligamen PCL baru bisa dipastikan lewat pemeriksaan medis yang lebih menyeluruh.

Secara sederhana, ligamen PCL adalah salah satu dari dua ligamen silang (cruciate) utama di lutut, selain anterior cruciate ligament atau ACL. 

Keduanya bekerja bersama otot, meniskus, serta ligamen lain seperti medial collateral ligament (MCL) dan lateral collateral ligament (LCL) untuk menjaga sendi lutut tetap kokoh saat digunakan untuk bergerak.

Anatomi Lutut dan Fungsi PCL

Sendi lutut merupakan pertemuan antara tiga tulang utama, yaitu femur, tibia, dan tempurung lutut atau patella. Ketiganya disatukan oleh jaringan ligamen lutut dan dilapisi oleh meniskus, bantalan tulang rawan yang berfungsi meredam benturan saat berjalan, berlari, atau melompat.

Fungsi PCL pada lutut adalah menahan agar tibia tidak bergeser terlalu jauh ke belakang terhadap femur, terutama ketika lutut menekuk. 

Bersama ACL yang menahan pergeseran ke arah depan, serta MCL dan LCL yang menjaga stabilitas dari sisi dalam dan luar, PCL berperan besar dalam menjaga sendi lutut tetap stabil selama aktivitas sehari-hari maupun olahraga.

Karena perannya yang cukup vital, gangguan pada ligamen ini dapat membuat lutut terasa goyah, terutama saat menahan beban tubuh, menuruni tangga, atau melakukan perubahan arah secara mendadak.

Apa Penyebab Cedera PCL?

Penyebab cedera PCL umumnya berkaitan dengan trauma langsung pada lutut atau gerakan yang memaksa tibia bergeser ke belakang secara tiba-tiba. Beberapa situasi yang sering dikaitkan dengan penyebab cedera PCL pada lutut antara lain:

  • Benturan keras pada bagian depan tulang kering saat lutut dalam posisi menekuk, misalnya saat lutut membentur dasbor mobil dalam kecelakaan kendaraan.
  • Terjatuh dengan posisi lutut tertekuk dan menahan seluruh berat tubuh.
  • Gerakan memutar atau berhenti mendadak saat berolahraga, khususnya pada olahraga yang melibatkan kontak fisik atau perubahan arah cepat seperti sepak bola, basket, dan futsal.
  • Hiperekstensi lutut, yaitu kondisi lutut yang tertekuk berlebihan ke arah yang tidak wajar.

PCL robek karena benturan juga dapat terjadi bersamaan dengan cedera ligamen lain, sehingga penyebab ligamen PCL robek tidak selalu berdiri sendiri. 

Pada banyak kasus, cedera PCL karena olahraga terjadi bersamaan dengan cedera meniskus atau cedera ACL, terutama pada aktivitas olahraga berintensitas tinggi. 

Sementara itu, cedera PCL akibat kecelakaan lebih sering melibatkan benturan langsung dengan gaya besar dalam waktu singkat, sehingga berisiko menimbulkan robekan yang lebih luas dibandingkan cedera akibat olahraga ringan.

Gejala Cedera PCL yang Perlu Diwaspadai

Gejala cedera PCL dapat bervariasi tergantung tingkat keparahannya, mulai dari ligamen yang hanya meregang hingga robekan total. Beberapa ciri-ciri cedera PCL yang umum dikeluhkan antara lain:

  • Nyeri di bagian belakang lutut, terutama saat lutut digerakkan atau menahan beban.
  • Lutut bengkak karena cedera PCL, meski pada sebagian kasus pembengkakan tidak selalu terlihat berat.
  • Rasa tidak stabil atau goyah pada lutut, terutama saat menaiki atau menuruni tangga.
  • Kesulitan menekuk lutut secara penuh.
  • Kekakuan pada sendi lutut setelah beraktivitas.

Tanda PCL robek yang lebih jelas biasanya muncul ketika lutut terasa “mau ambruk” saat menopang berat badan. Gejala PCL lutut semacam ini sering membuat penderitanya ragu untuk bertumpu penuh pada kaki yang cedera. 

Mengenai apakah penderita cedera PCL bisa berjalan, jawabannya bergantung pada derajat robekan; pada cedera ringan, berjalan pelan masih memungkinkan, sementara pada robekan yang lebih berat, aktivitas ini biasanya terasa nyeri dan tidak nyaman. 

Karena lutut sakit setelah cedera PCL tidak selalu disertai gejala yang mencolok, banyak orang menunda pemeriksaan padahal keterlambatan penanganan dapat memperburuk instabilitas lutut dalam jangka panjang.

Diagnosis Cedera PCL

Diagnosis cedera PCL diawali dengan wawancara medis mengenai mekanisme cedera, diikuti pemeriksaan fisik untuk menilai pembengkakan, nyeri tekan, dan rentang gerak lutut. 

Pemeriksaan cedera PCL pada tahap ini bertujuan menyingkirkan kemungkinan cedera lain, seperti:

Salah satu tes cedera PCL yang paling umum dilakukan adalah posterior drawer test. Pada pemeriksaan ini, dokter menekuk lutut pasien pada sudut tertentu, kemudian mendorong tulang kering ke arah belakang untuk melihat seberapa jauh pergeserannya dibandingkan sisi yang sehat. Hasil tes ini membantu menilai derajat instabilitas sendi lutut akibat kerusakan ligamen.

Untuk memastikan cara mengetahui PCL robek secara lebih akurat, dokter biasanya merujuk pasien untuk menjalani MRI. 

MRI cedera PCL memberikan gambaran jaringan lunak secara rinci, sehingga dapat memperlihatkan lokasi dan luas robekan ligamen maupun kemungkinan cedera penyerta pada meniskus. 

Pemeriksaan X-ray juga kerap dilakukan untuk memastikan tidak ada patah tulang yang menyertai cedera. 

Secara keseluruhan, pemeriksaan ligamen PCL yang tepat mengombinasikan riwayat kejadian, pemeriksaan fisik, posterior drawer test, dan pencitraan seperti MRI atau X-ray agar diagnosis yang dihasilkan lebih akurat.

Pengobatan dan Penanganan Cedera PCL

Pengobatan cedera PCL disesuaikan dengan tingkat robekan, ada atau tidaknya cedera penyerta, serta kebutuhan aktivitas masing-masing pasien. Pada cedera ringan hingga sedang, penanganan cedera PCL sering kali dapat dilakukan tanpa tindakan bedah.

Cara mengobati cedera PCL pada tahap awal umumnya mengikuti prinsip istirahat, kompres es, elevasi tungkai, serta penggunaan brace lutut untuk membatasi gerakan yang berisiko memperparah robekan. 

Tongkat bantu jalan juga bisa disarankan sementara waktu untuk mengurangi beban pada lutut yang cedera. 

Setelah fase akut mereda, terapi cedera PCL biasanya dilanjutkan dengan fisioterapi cedera PCL secara bertahap, mencakup latihan rentang gerak lutut dan penguatan otot penyangga sendi.

Pertanyaan seputar apakah cedera PCL harus operasi umumnya dijawab berdasarkan derajat robekan dan tingkat instabilitas lutut. 

Cedera PCL tanpa operasi masih memungkinkan pada robekan sebagian dengan lutut yang relatif stabil, asalkan pasien disiplin menjalani rehabilitasi. 

Sebaliknya, operasi cedera PCL atau operasi rekonstruksi PCL lebih dipertimbangkan pada kasus robekan total, cedera ganda pada beberapa ligamen sekaligus, atau ketika penanganan nonoperatif tidak berhasil mengembalikan stabilitas lutut secara memadai.

Periksakan Gangguan Lutut Anda di Klinik Patella

Untuk kondisi yang memerlukan pemeriksaan dan penanganan lebih mendalam, layanan spesialis nyeri lutut seperti yang tersedia di Klinik Patella dapat menjadi pilihan utama. 

Klinik ini berfokus pada penanganan gangguan sendi lutut, termasuk cedera ligamen seperti PCL, ACL, MCL, maupun LCL, dengan didukung fasilitas pemeriksaan.

Klinik Patella  menawarkan pemeriksaan dengan MRI lutut serta pilihan penanganan mulai dari fisioterapi hingga prosedur minim invasif seperti arthroscopy bagi kasus yang membutuhkan evaluasi lebih rinci sebelum menentukan langkah operasi.

Pendekatan semacam ini umumnya cocok untuk pasien yang sudah mengalami gejala berkepanjangan, ketidakstabilan lutut yang mengganggu aktivitas, atau yang ingin memastikan diagnosis sebelum memutuskan jenis penanganan lebih lanjut. 

Salah satu dokter spesialis ortopedi yang menangani kasus cedera ligamen lutut di Klinik Patella adalah dr. Windi Martika, Sp.OT sebagai dokter spesialis gangguan tulang dan sendi, termasuk cedera pada ligamen lutut.

Proses Pemulihan dan Rehabilitasi

Pemulihan cedera PCL tidak berlangsung dengan durasi yang sama pada setiap orang. Berapa lama cedera PCL sembuh dipengaruhi oleh derajat robekan, usia, kondisi otot sebelum cedera, serta kepatuhan menjalani program rehabilitasi. 

Pada umumnya, lama pemulihan cedera PCL untuk robekan ringan berkisar beberapa minggu, sementara robekan yang lebih berat bisa membutuhkan waktu beberapa bulan.

Pada kasus yang memerlukan tindakan bedah, waktu pemulihan setelah operasi PCL cenderung lebih panjang karena lutut membutuhkan fase penyembuhan jaringan terlebih dahulu sebelum memasuki tahap penguatan otot. 

Latihan setelah cedera PCL biasanya dimulai dari gerakan pasif untuk menjaga rentang gerak lutut, lalu berlanjut ke latihan penguatan otot paha dan betis guna menopang stabilitas sendi.

Rehabilitasi cedera PCL yang dijalankan secara bertahap dan konsisten bertujuan mengembalikan kekuatan otot, stabilitas lutut, serta kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari tanpa rasa nyeri berlebihan. 

Dalam program rehabilitasi pascaoperasi, evaluasi rutin diperlukan untuk memantau perkembangan pemulihan. 

Adapun kapan bisa olahraga setelah cedera PCL sepenuhnya bergantung pada hasil evaluasi medis, termasuk kekuatan otot dan stabilitas lutut saat menahan beban maupun gerakan dinamis.

Cedera PCL vs ACL: Apa Bedanya?

Cedera PCL vs ACL kerap dibandingkan karena keduanya berada di tengah sendi lutut dan sama-sama berperan menjaga stabilitas gerak. Namun jika ditanya PCL dan ACL apakah sama, jawabannya berbeda. 

Perbedaan cedera PCL dan ACL terletak pada arah pergeseran tulang kering yang dicegah oleh masing-masing ligamen. ACL berfungsi mencegah tibia bergeser ke depan, sedangkan PCL mencegah tibia bergeser ke belakang.

Perbedaan ini turut memengaruhi mekanisme cedera keduanya. Cedera ACL lebih sering terjadi akibat gerakan memutar mendadak atau perubahan arah cepat, sedangkan cedera PCL lebih banyak dipicu oleh benturan langsung pada lutut yang tertekuk. 

Soal cedera PCL lebih parah dari ACL, tidak ada jawaban yang berlaku untuk semua kasus, karena tingkat keparahan sebenarnya lebih ditentukan oleh derajat robekan, ada tidaknya cedera ligamen lain yang menyertai, serta seberapa besar gangguan terhadap fungsi lutut sehari-hari.

Jangan biarkan nyeri lutut mengganggu aktivitas harian Anda. Hubungi Klinik Patella melalui Watsapp di 0811-8124-2022 untuk mendapatkan penanganan yang sesuai dengan kondisi lutut Anda.

Klinik Patella: Klinik Spesialis Nyeri Lutut dan Sendi Terbaik

“Deteksi dini nyeri lutut adalah langkah terpenting untuk mencegah kerusakan permanen lutut, dan memastikan penyebab nyeri hilang,” ujar salah satu dokter spesialis Klinik Patella, dr. Windi Martika, Sp.OT.

Bagi yang sedang mencari rekomendasi dokter nyeri lutut terbaik di Jakarta, Klinik Patella hadir sebagai klinik nyeri lutut dan sendi terbaik dengan layanan yang lengkap dalam satu atap.

Klinik Patella memiliki tindakan modern untuk nyeri lutut yaitu Artroskopi Richard Wolf sebagai solusi minimal invasif.

Prosedur ini menggunakan kamera serat optik kecil (arthroscope) yang dimasukkan melalui sayatan kecil, sehingga dokter dapat melihat langsung kondisi di dalam sendi lutut sekaligus menanganinya tanpa perlu sayatan besar.

Tindakan Artroskopi Richard Wolf ini umumnya berlangsung sekitar satu jam dan dilakukan secara rawat jalan, artinya pasien bisa pulang di hari yang sama dan menjalani pemulihan dengan metode RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation) di rumah.

Sebagai Artroskopi Richard Wolf, Klinik Patella juga menyediakan berbagai pilihan pengobatan lainnya seperti:

  • Fisioterapi
  • Hidroterapi
  • Injeksi Viskosuplemen
  • Injeksi PRP (Platelet Rich Plasma)
  • Terapi Secretome
  • Terapi Stem Cell
  • Radiofrekuensi Ablasi
  • Total Knee Replacement

Tim dokter Klinik Patella adalah:

  • dr. Nelfidayani, Sp.KFR, M.S.(K), FIPM (USG)
  • dr. Windi Martika, Sp.OT
  • dr. Sri Wahyuni, Sp.KFR
  • dr. Rifalisanto, Sp.KFR, FIPM (USG)
  • Prof. Dr. dr. Darto Satoto, SpAn,TI.Subs.An.Reg.
  • dr. Yulia Hafni, Sp.An-TI, FIP, CIPS

Yang membuat Klinik Patella berbeda adalah pendekatan tim yang melibatkan Dokter Spesialis Ortopedi, Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi, dan Dokter Spesialis Anestesiologi yang bekerja bersama-sama.

Jadi, pasien mendapatkan penanganan yang menyeluruh, bukan hanya dari satu sudut pandang.

Ini sangat penting, terutama bagi pasien lansia atau mereka yang memiliki kondisi kesehatan lain yang perlu dipertimbangkan sebelum menentukan jenis pengobatan.

FAQ Seputar Cedera PCL

Apa itu cedera PCL?

Cedera PCL adalah kondisi ketika ligamen posterior cruciate (PCL) di bagian belakang lutut meregang, robek sebagian, atau robek total akibat trauma atau benturan.

Apa fungsi PCL pada lutut?

Fungsi PCL pada lutut adalah mencegah tulang kering (tibia) bergeser terlalu jauh ke belakang terhadap tulang paha (femur), sehingga sendi lutut tetap stabil saat bergerak.

Apa penyebab utama cedera PCL?

Penyebab cedera PCL umumnya adalah benturan langsung pada lutut yang tertekuk, terjatuh dengan lutut menahan beban, kecelakaan kendaraan, atau gerakan mendadak saat berolahraga.

Bagaimana cara mendiagnosis cedera PCL?

Diagnosis cedera PCL dilakukan melalui pemeriksaan fisik, posterior drawer test, dan pencitraan seperti MRI atau X-ray untuk memastikan lokasi dan tingkat robekan.

Apakah cedera PCL harus dioperasi?

Tidak selalu. Robekan ringan hingga sedang sering dapat ditangani tanpa operasi melalui istirahat, brace lutut, dan fisioterapi. Operasi rekonstruksi PCL biasanya dipertimbangkan untuk robekan total atau cedera ligamen ganda.

Berapa lama cedera PCL sembuh?

Lama pemulihan cedera PCL bervariasi, mulai dari beberapa minggu untuk cedera ringan hingga beberapa bulan untuk cedera berat atau kasus pascaoperasi.

Artikel Lainnya