Gout arthritis adalah salah satu penyakit sendi yang cukup sering dialami, namun masih banyak disalahpahami. Tidak sedikit orang yang mengira kondisi ini sama persis dengan asam urat, padahal keduanya memiliki penjelasan yang berbeda.
Melalui panduan lengkap ini, Anda akan memahami penyakit ini secara menyeluruh, mulai dari pengertian, gejala yang muncul, penyebab, cara mendiagnosis, hingga pilihan pengobatan yang tepat, disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami siapa saja.
Konsultasikan nyeri lutut dan gangguan sendi Anda dengan dokter ahli Klinik Patella dengan menghubungi melalui WhatsApp di 0811-8124-2022. Yuk, atasi radang lutut dan radang sendi Anda bersama Klinik Patella!
Apa Itu Gout Arthritis?
Jika ada yang bertanya apa itu gout arthritis, jawaban paling sederhananya adalah penyakit radang sendi yang terjadi karena ada penumpukan kristal asam urat di dalam sendi.
Kristal ini terbentuk ketika kadar asam urat dalam darah terlalu tinggi dalam waktu lama. Istilah medisnya disebut hiperurisemia.
Jadi, sebenarnya penyakit ini termasuk kategori apa? Singkatnya, ini adalah jenis artritis atau radang sendi yang penyebabnya bukan karena benturan atau penuaan sendi, melainkan karena kristal tajam yang mengendap di sendi dan membuat tubuh bereaksi dengan peradangan. Reaksi inilah yang membuat sendi terasa sangat nyeri.
Sederhananya, gout arthritis artinya radang sendi akibat kristal asam urat yang menumpuk. Pemahaman semacam ini penting karena banyak orang menganggapnya hanya sekadar “nyeri sendi biasa”, padahal penyebabnya sangat spesifik dan berbeda dari nyeri sendi lainnya.
Lalu, apa bedanya gout arthritis dan asam urat? Agar lebih mudah dibayangkan, anggap asam urat sebagai “bahan”-nya, sedangkan gout arthritis adalah “penyakit” yang muncul ketika bahan tersebut menumpuk terlalu banyak dan membentuk kristal di sendi.
Jadi, apakah keduanya sama? Tidak persis sama, tetapi saling berkaitan erat dan sulit dipisahkan ketika membahas kondisi ini secara keseluruhan.
Penyakit ini juga dikenal punya dua tahap, yaitu:
- Gout akut yang muncul tiba-tiba dan sangat nyeri.
- Gout kronis yang terjadi ketika kondisi ini dibiarkan berulang dalam jangka panjang tanpa penanganan yang baik.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Gejalanya biasanya datang secara tiba-tiba, sering kali muncul di malam hari atau saat bangun tidur.
Ciri-ciri yang paling mudah dikenali adalah rasa nyeri yang sangat hebat pada satu sendi, disertai bengkak, kemerahan, dan rasa panas di area tersebut. Bahkan, sentuhan ringan seperti selimut saja bisa terasa sangat menyakitkan.
Gejala asam urat pada sendi umumnya muncul dengan pola yang mirip, yaitu sendi bengkak, warnanya memerah, dan terasa hangat jika disentuh. Kombinasi sendi merah dan panas inilah yang menjadi tanda khas yang membedakan gout dari nyeri sendi biasa.
Sendi yang paling sering terkena adalah jempol kaki, sehingga gejala gout arthritis pada jempol kaki sering dianggap sebagai “ciri klasik” penyakit ini.
Namun, gejala pada lutut juga cukup sering ditemukan, begitu pula pada pergelangan kaki, pergelangan tangan, siku, dan jari tangan. Karena itu, kondisi ini bisa menimbulkan nyeri sendi di berbagai bagian tubuh, tidak hanya di kaki.
Saat penyakit ini kambuh, gejalanya biasanya terasa lebih parah dan berlangsung lebih lama dibanding biasanya, bisa dari beberapa hari sampai lebih dari seminggu jika tidak segera ditangani.
Penyebab dan Faktor Risiko Gout Arthritis
Untuk memahami penyebab gout arthritis, ada baiknya mengenal dulu bagaimana asam urat terbentuk di dalam tubuh.
Tubuh manusia memproduksi asam urat dari pemecahan zat bernama purin yang secara alami ada di dalam tubuh maupun makanan tertentu.
Normalnya, asam urat ini akan dibuang lewat ginjal bersama urine. Namun, masalah muncul ketika produksi asam urat terlalu banyak, atau ekskresinya melalui ginjal tidak berjalan lancar, sehingga asam urat menumpuk di dalam darah.
Penyebabnya sebenarnya tidak tunggal, melainkan gabungan dari beberapa hal. Faktor risikonya mencakup:
- Pola makan tinggi purin.
- Kebiasaan minum alkohol.
- Kelebihan berat badan.
- Kurang minum air putih.
- Gangguan fungsi ginjal.
- Riwayat keluarga yang juga mengidap gout dan sindrom metabolik.
- Efek samping obat tertentu seperti obat diuretik.
Jadi, kalau ditanya kenapa asam urat bisa tinggi, jawabannya memang jarang karena satu sebab saja, melainkan gabungan beberapa faktor sekaligus.
Soal makanan, makanan penyebab gout arthritis atau makanan yang menyebabkan asam urat yang paling sering disebut adalah daging merah, jeroan, beberapa jenis makanan laut seperti kerang, minuman beralkohol, dan minuman dengan kadar gula tinggi.
Selain itu, hubungan obesitas dengan kondisi ini juga cukup kuat, karena berat badan berlebih membuat tubuh memproduksi lebih banyak asam urat sekaligus membuat ginjal lebih sulit membuangnya.
Meski begitu, penting diketahui bahwa gout arthritis karena kadar asam urat tinggi tidak selalu disebabkan oleh makanan saja. Ada orang yang pola makannya sudah cukup terjaga, tetapi tetap mengalaminya karena faktor genetik atau gangguan ginjal.
Jadi, penyebab asam urat tinggi memang perlu dilihat secara menyeluruh, bukan hanya dari sisi makanan.
Cara Mendiagnosis Kondisi Ini
Diagnosisnya biasanya dimulai dari pemeriksaan gejala, pemeriksaan fisik pada sendi yang bermasalah, serta menanyakan riwayat kesehatan pasien.
Cara paling akurat untuk memastikannya adalah dengan mengambil sedikit cairan dari sendi yang bengkak melalui prosedur bernama aspirasi sendi, lalu memeriksanya dengan mikroskop untuk melihat apakah ada kristal asam urat.
Pemeriksaan cairan sendi ini dianggap sebagai cara paling pasti untuk memastikan seseorang benar-benar mengalami gout.
Selain itu, pemeriksaan juga bisa dilakukan dengan tes asam urat melalui pemeriksaan darah. Namun perlu diketahui, hasil pemeriksaan kadar asam urat kadang bisa saja normal meskipun sedang terjadi serangan, sehingga dokter tidak bisa hanya mengandalkan satu jenis pemeriksaan saja.
Terkadang, gejalanya bisa mirip dengan penyakit sendi lain, sehingga dokter perlu mempertimbangkan diagnosis banding, misalnya membandingkannya dengan osteoarthritis, rheumatoid arthritis, atau bahkan infeksi pada sendi.
Untuk membantu memastikan diagnosis, terkadang dibutuhkan pemeriksaan tambahan, seperti X-ray, USG muskuloskeletal, atau dual-energy CT (DECT), terutama jika kondisinya sudah berlangsung lama atau dicurigai sudah menjadi gout kronis.
Pengobatan Gout Arthritis
Pengobatannya pada dasarnya punya dua tujuan, yaitu meredakan nyeri saat serangan sedang terjadi dan mencegah serangan itu muncul kembali di kemudian hari.
Untuk pengobatan serangan gout yang sedang berlangsung, dokter biasanya memberikan obat seperti NSAID (obat antiradang), colchicine, atau kortikosteroid, tergantung kondisi kesehatan masing-masing orang.
Obat-obatan ini bekerja untuk meredakan bengkak dan nyeri secepat mungkin. Namun, penggunaannya tetap harus hati-hati, terutama bagi orang dengan gangguan lambung, ginjal, atau penyakit tertentu lainnya, karena beberapa obat ini punya efek samping yang perlu diperhatikan.
Sementara itu, untuk mencegah gout muncul berulang kali, terutama pada kasus gout arthritis kronis, dokter biasanya meresepkan obat penurun asam urat seperti allopurinol dan febuxostat.
Obat jenis ini bertugas menurunkan kadar asam urat dalam darah secara bertahap, sehingga kristal baru tidak mudah terbentuk lagi di sendi.
Yang perlu digarisbawahi, cara mengobati kondisi ini umumnya tidak memerlukan tindakan operasi. Penanganan tanpa operasi menjadi pilihan utama, kecuali pada kasus tertentu di mana sudah terjadi kerusakan sendi yang parah atau muncul tophi besar yang sangat mengganggu.
Diet dan Gaya Hidup untuk Penderita Asam Urat
Selain minum obat, pola makan juga sangat berpengaruh dalam menjaga kadar asam urat tetap stabil.
Makanan yang harus dihindari penderita gout biasanya adalah makanan tinggi purin seperti jeroan, daging merah berlebihan, beberapa jenis seafood, serta minuman beralkohol.
Sebaliknya, makanan yang boleh dimakan penderita gout adalah makanan dengan kandungan purin lebih rendah dan pola makan yang lebih seimbang secara umum.
Pantangannya bukan hanya soal makanan tertentu, tetapi juga kebiasaan sehari-hari seperti jarang minum air putih, sering mengonsumsi alkohol, atau membiarkan berat badan naik tanpa kontrol.
Karena itu, pola makan penderita asam urat sebaiknya diatur agar lebih teratur dan tidak berlebihan, bukan sekadar menghindari beberapa jenis makanan saja.
Cara menurunkan asam urat yang paling masuk akal adalah dengan menggabungkan beberapa langkah sekaligus, yaitu menjaga pola makan, menurunkan berat badan jika diperlukan, memperbanyak minum air putih, serta rutin minum obat jika sudah diresepkan dokter.
Gaya hidup untuk penderita gout juga sebaiknya mencakup olahraga ringan yang aman untuk sendi, karena tubuh yang aktif dan sehat secara keseluruhan membantu menjaga kadar asam urat tetap terkendali.
Bahaya Jika Dibiarkan Tanpa Penanganan
Kalau tidak ditangani dengan baik, komplikasinya bisa berkembang menjadi masalah yang lebih serius.
Serangan yang terus berulang bisa membuat kondisi berkembang menjadi gout kronis, di mana peradangan pada sendi menjadi lebih sulit dikendalikan dan bisa berlangsung terus-menerus.
Salah satu akibat yang paling dikenal adalah munculnya benjolan tophi, yaitu tumpukan kristal asam urat yang mengeras di bawah kulit sekitar sendi. Jika dibiarkan, tophi ini bisa menyebabkan kerusakan sendi, membuat sendi menjadi kaku, berubah bentuk, atau bahkan sulit digerakkan secara normal.
Selain berdampak ke sendi, bahayanya juga bisa merambat ke organ lain. Salah satu contohnya adalah hubungan antara gout dan batu ginjal, di mana kadar asam urat yang terus tinggi dalam jangka panjang bisa meningkatkan risiko terbentuknya batu di saluran kemih, sekaligus perlahan menurunkan fungsi ginjal.
Jangan biarkan nyeri lutut mengganggu aktivitas harian Anda. Hubungi Klinik Patella di 0811-8124-2022 untuk mendapatkan penanganan yang sesuai dengan kondisi lutut Anda.
Klinik Patella: Klinik Spesialis Nyeri Lutut dan Sendi Terbaik
“Deteksi dini nyeri lutut adalah langkah terpenting untuk mencegah kerusakan permanen lutut, dan memastikan penyebab nyeri hilang,” ujar salah satu dokter spesialis Klinik Patella, dr. Windi Martika, Sp.OT.
Bagi yang sedang mencari rekomendasi dokter nyeri lutut terbaik di Jakarta, Klinik Patella hadir sebagai klinik nyeri lutut dan sendi terbaik dengan layanan yang lengkap dalam satu atap.
Klinik Patella memiliki tindakan modern untuk nyeri lutut yaitu Artroskopi Richard Wolf sebagai solusi minimal invasif.
Prosedur ini menggunakan kamera serat optik kecil (arthroscope) yang dimasukkan melalui sayatan kecil, sehingga dokter dapat melihat langsung kondisi di dalam sendi lutut sekaligus menanganinya tanpa perlu sayatan besar.
Tindakan Artroskopi Richard Wolf ini umumnya berlangsung sekitar satu jam dan dilakukan secara rawat jalan, artinya pasien bisa pulang di hari yang sama dan menjalani pemulihan dengan metode RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation) di rumah.
Sebagai penyedia Artroskopi Richard Wolf, Klinik Patella juga menyediakan berbagai pilihan pengobatan lainnya seperti:
- Fisioterapi
- Hidroterapi
- Injeksi Viskosuplemen
- Injeksi PRP (Platelet Rich Plasma)
- Terapi Secretome
- Terapi Stem Cell
- Radiofrekuensi Ablasi
- Total Knee Replacement
Tim dokter Klinik Patella adalah:
- dr. Nelfidayani, Sp.KFR, M.S.(K), FIPM (USG)
- dr. Windi Martika, Sp.OT
- dr. Sri Wahyuni, Sp.KFR
- dr. Rifalisanto, Sp.KFR, FIPM (USG)
- Prof. Dr. dr. Darto Satoto, SpAn,TI.Subs.An.Reg.
- dr. Yulia Hafni, Sp.An-TI, FIP, CIPS
Yang membuat Klinik Patella berbeda adalah pendekatan tim yang melibatkan Dokter Spesialis Ortopedi, Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi, dan Dokter Spesialis Anestesiologi yang bekerja bersama-sama.
Jadi, pasien mendapatkan penanganan yang menyeluruh, bukan hanya dari satu sudut pandang. Ini sangat penting, terutama bagi pasien lansia atau mereka yang memiliki kondisi kesehatan lain yang perlu dipertimbangkan sebelum menentukan jenis pengobatan.
FAQ Seputar Gout Arthritis
Apa itu gout arthritis?
Gout arthritis adalah penyakit radang sendi yang terjadi akibat penumpukan kristal monosodium urat di dalam atau sekitar sendi. Kondisi ini muncul ketika kadar asam urat dalam darah terlalu tinggi dalam jangka waktu tertentu, atau disebut hiperurisemia.
Apa bedanya kondisi ini dengan asam urat?
Asam urat adalah zat yang dihasilkan tubuh dari pemecahan purin, sedangkan gout arthritis adalah penyakit yang muncul ketika kadar asam urat tersebut terlalu tinggi dan membentuk kristal di sendi. Jadi, asam urat merujuk pada zatnya, sementara penyakit ini merujuk pada kondisinya.
Apa saja gejala yang perlu diwaspadai?
Gejalanya biasanya muncul mendadak, ditandai dengan nyeri hebat pada satu sendi, disertai bengkak, kemerahan, dan rasa panas. Sendi yang paling sering terkena adalah jempol kaki, meskipun lutut, pergelangan kaki, siku, dan pergelangan tangan juga bisa mengalami gejala serupa.
Apa penyebab utamanya?
Penyebabnya adalah penumpukan kristal asam urat akibat kadar asam urat yang tinggi dalam darah. Hal ini bisa dipicu oleh pola makan tinggi purin, konsumsi alkohol, obesitas, dehidrasi, gangguan fungsi ginjal, riwayat keluarga, sindrom metabolik, hingga penggunaan obat tertentu.
Apakah bisa disembuhkan tanpa operasi?
Ya, pengobatannya pada umumnya tidak memerlukan operasi. Penanganan biasanya berupa kombinasi obat pereda nyeri, obat penurun asam urat, serta perubahan pola makan dan gaya hidup, kecuali pada kasus tertentu dengan kerusakan sendi berat.
Apa yang terjadi jika dibiarkan tanpa penanganan?
Jika tidak ditangani, kondisinya dapat berkembang menjadi gout kronis, munculnya tophi atau benjolan kristal urat, kerusakan sendi permanen, hingga meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal.
















