Klinik Patella adalah klinik spesialis nyeri lutut dan sendi yang berlokasi di Jakarta Selatan. Klinik ini berfokus menangani berbagai keluhan lutut dan kaki, mulai dari nyeri ringan hingga cedera yang lebih kompleks, dengan pendekatan medis yang terintegrasi.
Klinik Patella berdiri sejak tahun 2019 di Jakarta Selatan dan sejak saat itu terus mengembangkan layanan penanganan nyeri lutut dan sendi bagi masyarakat.
Klinik Patella merupakan salah satu klinik nyeri lutut terbaik bagian dari Lamina Group, yang juga menaungi Lamina, Lamina Hydrotherapy, Lamina Rehab, dan Saffron Regenerative.
Klinik Patella berlokasi di Jl. Hj. Tutty Alawiyah No.34B, RT.7/RW.5, Kalibata, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, DKI Jakarta – 12740.
Fokus utama Klinik Patella adalah menangani masalah nyeri lutut dan kaki secara menyeluruh, dengan mengutamakan metode yang minim risiko dan tidak selalu bergantung pada operasi besar.
Klinik Patella mengintegrasikan tiga disiplin ilmu kedokteran dalam satu atap, yaitu ortopedi, kedokteran fisik dan rehabilitasi, serta anestesi dan manajemen nyeri. Pendekatan ini memungkinkan penanganan yang tidak hanya meredakan gejala, tetapi juga menyasar akar masalah pasien.
Selain lutut, Klinik Patella juga menangani gangguan sendi patellofemoral serta nyeri pada kaki dan pergelangan kaki, sehingga cakupan layanannya cukup luas untuk berbagai keluhan sendi dan tulang di area tungkai bawah.
Klinik Patella dapat dihubungi melalui WhatsApp di nomor 0811-8124-2022 atau melalui telepon di 021-7919-6999 untuk konsultasi maupun pertanyaan seputar layanan.
Ya, Klinik Patella mengedepankan pendekatan konservatif terlebih dahulu, sehingga operasi baru direkomendasikan apabila memang diperlukan secara medis setelah metode lain tidak lagi memberikan hasil yang memadai.
Keunggulan utamanya terletak pada kolaborasi langsung antara dokter spesialis dari berbagai bidang dalam satu atap, sehingga pasien mendapat penilaian dan penanganan yang menyeluruh, bukan sekadar penanganan sebagian dari keluhannya.
Kondisi yang ditangani meliputi osteoarthritis lutut, cedera ligamen dan meniskus, rheumatoid arthritis, gout arthritis, bursitis dan tendinitis lutut, nyeri lutut akibat degenerasi, cedera lutut, hingga gangguan sendi patellofemoral.
Lutut bengkak umumnya disebabkan oleh peradangan pada area lutut dan sekitarnya, misalnya akibat osteoarthritis, rheumatoid arthritis, atau cedera. Pembengkakan ini bisa membuat gerak lutut menjadi tidak leluasa.
Nyeri lutut dapat muncul karena berbagai faktor, seperti penuaan yang mengubah struktur penyusun lutut, tumbuhnya taji tulang, kerusakan tulang rawan, atau robekan pada meniskus dan ligamen. Pekerjaan yang mengharuskan sering berlutut juga bisa memicu keluhan ini.
Kekakuan pada lutut bisa disebabkan oleh infeksi pada tendon atau tulang, cedera pada ligamen sekitar lutut, pengapuran sendi, atau adanya penumpukan cairan di dalam sendi lutut.
Bunyi pada lutut saat bergerak, yang dikenal dengan istilah krepitus, dapat dikaitkan dengan kemungkinan cedera atau robekan pada meniskus maupun ligamen anterior cruciate (ACL). Penyebab pastinya perlu dipastikan melalui pemeriksaan fisik dan radiologis oleh dokter.
Osteoarthritis lutut, atau yang sering disebut pengapuran sendi, adalah kondisi degeneratif ketika tulang rawan pelindung di dalam sendi lutut perlahan-lahan menipis dan aus, sehingga menimbulkan nyeri dan kekakuan, terutama saat bangun tidur atau setelah tidak bergerak dalam waktu lama.
Osteoarthritis adalah kondisi degeneratif akibat keausan sendi seiring bertambahnya usia, sedangkan rheumatoid arthritis adalah penyakit autoimun yang membuat sistem kekebalan tubuh menyerang persendian, biasanya menyerang kedua lutut sekaligus secara simetris dan dapat dialami pada usia yang lebih muda.
Cedera ACL adalah robekan pada ligamen anterior cruciate, yaitu ligamen yang menyilang di tengah lutut dan berperan menjaga stabilitasnya. Cedera ini sering terjadi akibat gerakan memutar tiba-tiba atau mendarat dari lompatan dengan posisi kaki yang kurang tepat, dan biasanya membuat lutut bengkak serta terasa tidak stabil.
Bursitis adalah peradangan pada bursa, yaitu kantung kecil berisi cairan di sekitar sendi yang berfungsi mengurangi gesekan antarjaringan. Ketika meradang, kondisi ini dapat menyebabkan pembengkakan, rasa hangat, dan nyeri, terutama saat lutut ditekuk atau diluruskan.
Lama penyembuhan bergantung pada tingkat keparahan cedera. Cedera ringan umumnya membaik dalam beberapa minggu, cedera sedang seperti robekan parsial ligamen atau meniskus membutuhkan sekitar 8 hingga 12 minggu, sedangkan cedera berat yang memerlukan operasi, seperti robekan ACL total, bisa membutuhkan waktu 6 hingga 12 bulan sebelum bisa kembali berolahraga dengan intensitas penuh.
Layanan unggulan Klinik Patella meliputi Artroskopi Richard Wolf, Radiofrekuensi Ablasi, Platelet-Rich Plasma (PRP), Stem Cell, Secretome, dan Viskosuplemen, di samping fisioterapi dan program rehabilitasi lutut.
Artroskopi Richard Wolf adalah prosedur minimal invasif yang digunakan untuk mendiagnosis dan mengobati berbagai masalah pada sendi. Dengan bantuan kamera kecil, dokter dapat melihat dan memperbaiki kondisi di dalam sendi lutut tanpa perlu membuat sayatan besar.
Prosedur ini bermanfaat untuk mengatasi nyeri lutut dan ketidakstabilan sendi, menangani cedera ligamen, kartilago, dan tendon seperti robekan ACL atau meniskus, serta biasanya dianjurkan bagi pasien yang kondisinya tidak membaik meski sudah menjalani terapi fisik atau obat-obatan.
Radiofrekuensi Ablasi atau RFA adalah prosedur non-bedah yang menggunakan gelombang radiofrekuensi untuk mengurangi atau menghentikan transmisi sinyal nyeri ke otak, sehingga efektif untuk meredakan nyeri kronis pada sendi tanpa memerlukan rawat inap.
RFA cocok digunakan untuk nyeri lutut yang disebabkan oleh saraf genikular serta nyeri kronis pada sendi yang tidak lagi merespons terapi konvensional. Prosedur ini juga membantu mengurangi ketergantungan pada obat pereda nyeri dalam jangka panjang.
Platelet-Rich Plasma (PRP) adalah terapi regeneratif yang memanfaatkan konsentrasi tinggi trombosit dari darah pasien sendiri untuk merangsang penyembuhan alami tubuh, karena trombosit mengandung faktor pertumbuhan yang berperan penting dalam regenerasi jaringan.
Prosedur PRP diawali dengan pengambilan sampel darah pasien, kemudian darah diproses menggunakan mesin sentrifugal untuk memisahkan dan mengonsentrasikan trombosit. Konsentrat ini selanjutnya disuntikkan ke area yang bermasalah dengan panduan ultrasound, dan seluruh proses biasanya berlangsung sekitar 30 hingga 45 menit.
Terapi Stem Cell adalah pengobatan regeneratif yang menggunakan sel punca, seperti sel punca dari sumsum tulang atau jaringan lemak, untuk membantu memperbaiki kerusakan struktural pada jaringan lutut dan mengurangi nyeri secara signifikan.
Terapi Stem Cell dapat membantu menangani osteoarthritis lutut, cedera akibat olahraga, kerusakan meniskus, serta keluhan lutut pada lansia yang mengalami degenerasi alami akibat usia.
Terapi Secretome adalah prosedur medis yang menggunakan faktor pertumbuhan dan protein bioaktif yang dihasilkan oleh sel punca untuk merangsang perbaikan jaringan sendi, terutama pada kasus osteoarthritis, cedera kartilago, dan degenerasi sendi.
Stem Cell bekerja dengan mengubah dirinya menjadi sel-sel baru yang dibutuhkan tubuh, sementara Secretome berfokus pada zat-zat bioaktif yang dihasilkan sel punca untuk memberi sinyal perbaikan pada jaringan di sekitarnya. Pemilihan terapi yang tepat sebaiknya didiskusikan bersama dokter spesialis berdasarkan kondisi masing-masing pasien.
Injeksi Viskosuplemen adalah terapi yang menggunakan asam hialuronat untuk mengembalikan kualitas cairan sendi, sehingga membantu melumasi sendi dan mengurangi nyeri, terutama pada pasien osteoarthritis.
Ya, fisioterapi tersedia sebagai salah satu layanan di Klinik Patella dan sering menjadi bagian penting dari program pemulihan, baik sebagai penanganan mandiri untuk keluhan ringan maupun sebagai pendamping setelah prosedur medis lainnya.
Fisioterapi bermanfaat untuk memperkuat otot-otot pendukung lutut, terutama otot paha, meningkatkan kelenturan sendi, memperbaiki pola gerakan yang salah, dan mengurangi beban pada sendi lutut. Program fisioterapi yang dijalani secara konsisten dapat mempercepat pemulihan serta mencegah kekambuhan masalah lutut di masa depan.
Tidak. Banyak keluhan lutut, mulai dari cedera ringan hingga sedang, dapat ditangani melalui pendekatan konservatif seperti fisioterapi, obat-obatan, atau prosedur minimal invasif. Operasi umumnya baru dipertimbangkan apabila kondisi pasien tidak membaik dengan penanganan non-bedah atau kerusakan sendi sudah cukup parah.
Tim dokter Klinik Patella terdiri dari dr. Windi Martika, Sp.OT; Prof. Dr. dr. Darto Satoto, SpAn, TI. Subs. An. Reg.; dr. Yulia Hafni, Sp.An-TI, FIP, CIPS; dr. Nelfidayani, Sp.KFR, M.S.(K), FIPM (USG); serta dr. Rifalisanto, Sp.KFR, FIPM (USG), yang bersama-sama menangani pasien dengan pendekatan lintas disiplin.
Windi Martika, Sp.OT adalah dokter spesialis bedah tulang yang menyelesaikan pendidikan Orthopedi dan Traumatologi di Universitas Indonesia, dan menjadi salah satu dokter yang menangani masalah tulang serta sendi di Klinik Patella.
Prof. Dr. dr. Darto Satoto, SpAn, TI. Subs. An. Reg. adalah dokter spesialis anestesi di Klinik Patella yang berperan dalam manajemen nyeri, termasuk pada prosedur-prosedur minimal invasif yang membutuhkan penanganan nyeri secara khusus.
Yulia Hafni, Sp.An-TI, FIP, CIPS adalah dokter spesialis anestesi di Klinik Patella yang turut mendukung berbagai prosedur penanganan nyeri lutut dan sendi.
Nelfidayani, Sp.KFR, M.S.(K), FIPM (USG) adalah dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi di Klinik Patella yang berfokus pada pemulihan fungsi gerak pasien, termasuk melalui program fisioterapi dan rehabilitasi.
Rifalisanto, Sp.KFR, FIPM (USG) adalah dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi lain di Klinik Patella yang turut menangani program pemulihan dan rehabilitasi pasien dengan keluhan lutut dan sendi.
Pelibatan tim dokter lintas spesialisasi, yaitu ortopedi, kedokteran fisik dan rehabilitasi, serta anestesi, bertujuan agar pasien mendapatkan penilaian dan penanganan yang menyeluruh, bukan hanya dari satu sudut pandang. Hal ini terutama penting bagi pasien lansia atau yang memiliki kondisi kesehatan lain yang perlu dipertimbangkan sebelum menentukan jenis pengobatan.
Klinik Patella menyediakan opsi konsultasi awal melalui WhatsApp, sehingga pasien dapat menyampaikan keluhan lebih dulu sebelum menentukan jadwal kunjungan langsung ke klinik.
Ya, Klinik Patella bekerja sama dengan berbagai perusahaan asuransi dan penyedia layanan kesehatan untuk memudahkan proses pembayaran pasien.
Beberapa mitra asuransi dan layanan kesehatan Klinik Patella antara lain Tirta Medical, Astra Life, Fullerton, AdMedika, Asuransi Ramayana, Avrist, BCA Life, BNI Life, Car Asuransi, Equity Life, FWD, Garda Medika, Jasindo, Mandiri InHealth, Prudential, Sompo Insurance, Pacific Cross, Sunday Insurance, hingga Yakes Pertamina VVIP, di antara mitra lainnya.
Jika perusahaan asuransi yang dimiliki tidak ditemukan dalam daftar mitra, pasien disarankan menghubungi Klinik Patella secara langsung melalui WhatsApp di 0811-8124-2022 untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.
Janji konsultasi dapat dibuat dengan menghubungi Klinik Patella melalui WhatsApp di 0811-8124-2022 atau telepon di 021-7919-6999, kemudian tim klinik akan membantu mengarahkan jadwal dan dokter yang sesuai dengan keluhan.
Sebaiknya pasien menyiapkan riwayat keluhan, seperti sejak kapan nyeri dirasakan, aktivitas yang memicu atau memperberat gejala, riwayat cedera sebelumnya, serta hasil pemeriksaan penunjang jika sudah pernah dilakukan, agar dokter dapat melakukan penilaian secara lebih akurat.
Pemeriksaan ke dokter sebaiknya segera dilakukan apabila nyeri lutut sangat hebat dan tiba-tiba, disertai pembengkakan signifikan, lutut terasa tidak stabil, tidak mampu menahan beban tubuh, disertai demam atau kemerahan, atau apabila nyeri tidak kunjung membaik setelah beberapa hari perawatan mandiri di rumah.
Klinik Patella menawarkan penanganan lutut dan sendi yang lengkap dalam satu atap, mulai dari fisioterapi hingga prosedur minimal invasif, didukung tim dokter spesialis lintas disiplin serta kerja sama dengan berbagai asuransi, sehingga pasien dapat memperoleh diagnosis dan solusi yang sesuai dengan kondisinya.
