Osteoarthritis adalah salah satu penyakit sendi yang paling banyak ditemui, khususnya pada orang-orang yang sudah berusia lanjut.
Kondisi ini sering juga disebut sebagai penyakit sendi degeneratif karena sifatnya yang memburuk secara bertahap.
Berbeda dengan radang sendi biasa, osteoarthritis terjadi karena kerusakan pada bantalan sendi yang disebut tulang rawan (kartilago).
Ketika bantalan ini rusak, tulang-tulang di dalam sendi akan bergesekan langsung, menimbulkan rasa sakit dan berbagai keluhan lainnya yang bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.
Jika ingin berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri lutut dengan dokter ahli Klinik Patella dapat menghubungi melalui WhatsApp di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda bersama Klinik Patella!
Daftar Isi
- Apa Itu Osteoarthritis?
- Karakteristik Osteoarthritis Kronis
- Tanda dan Gejala Osteoarthritis
- 1. Nyeri Sendi
- 2. Kaku Sendi
- 3. Penurunan Fungsi Sendi
- 4. Pembengkakan Sendi
- 5. Bunyi “Krek-Krek” Saat Sendi Digerakkan
- Gejala Berdasarkan Lokasi Sendi yang Terkena
- 1. Osteoarthritis Lutut
- 2. Osteoarthritis Panggul
- 3. Osteoarthritis Tangan
- Penyebab Osteoarthritis
- Faktor Risiko Osteoarthritis
- 1. Bertambahnya Usia
- 2. Kelebihan Berat Badan
- 3. Riwayat Cedera atau Trauma
- 4. Pekerjaan dengan Gerakan Berulang
- 5. Faktor Keturunan
- 6. Kelainan Bentuk Tulang atau Sendi Sejak Lahir
- 7. Jenis Kelamin
- Cara Mendiagnosis Osteoarthritis
- 1. Pemeriksaan Fisik
- 2. Uji Pencitraan
- Foto Rontgen (X-ray)
- MRI (Magnetic Resonance Imaging)
- 3. Analisis Cairan Sendi
- Perbedaan Osteoarthritis dan Rheumatoid Arthritis
- Definisi
- Sendi yang terdampak
- Kekakuan sendi
- Penanganan Osteoarthritis Mandiri
- 1. Menjaga Berat Badan Ideal
- 2. Olahraga yang Tepat
- 3. Fisioterapi
- 4. Penggunaan Alat Bantu
- 5. Konsumsi Suplemen untuk Tulang Rawan
- Pengobatan Osteoarthritis
- 1. Pemberian Obat Anti Nyeri
- 2. Obat Oles
- 3. Suntikan Kortikosteroid
- 4. Injeksi Viskosuplemen
- 5. Injeksi Platelet-Rich Plasma (PRP)
- 6. Injeksi Stem Cell dan Injeksi Secretome
- 7. Endoskopi Richard Wolf
- 8. Radiofrekuensi Ablasi
- 9. Osteotomi
- 10. Penggantian Sendi Total (Artroplasti)
- Pencegahan Osteoarthritis
- Komplikasi Osteoarthritis
- Perjalanan Penyakit dan Penanganan Jangka Panjang
- Kesimpulan tentang Osteoarthritis
- Pertanyaan Seputar Osteoarthritis
Apa Itu Osteoarthritis?
Osteoarthritis adalah penyakit yang menyerang sendi, di mana lapisan pelindung tulang yang bernama tulang rawan mengalami kerusakan secara perlahan.
Istilah medis lain untuk kondisi ini adalah arthrosis, yang menggambarkan peradangan sendi ringan kronis dengan kerusakan yang terus berlanjut.
Yang perlu dipahami adalah bahwa osteoarthritis tidak hanya merusak tulang rawan saja, tetapi juga mempengaruhi tulang di bawahnya, cairan sendi, ligamen, dan otot-otot di sekitar sendi.
Dalam keadaan normal, tulang rawan berfungsi seperti bantalan yang membuat gerakan sendi menjadi halus dan mengurangi benturan.
Jaringan ini tidak memiliki pembuluh darah, sehingga nutrisinya bergantung pada cairan sinovial yang ada di dalam sendi.
Pada penderita osteoarthritis, keseimbangan antara pembentukan dan kerusakan tulang rawan terganggu, sehingga terjadi penipisan bantalan pelindung ini.
Ketika tulang rawan sudah sangat tipis atau bahkan hilang, tulang yang sebelumnya terlindungi akan mulai bersentuhan langsung.
Gesekan tulang ini memicu peradangan, pembentukan tonjolan tulang (osteofit), perubahan bentuk sendi, dan penurunan kualitas cairan sinovial.
Semua perubahan ini menyebabkan sendi tidak berfungsi dengan baik dan menimbulkan gejala-gejala yang mengganggu mobilitas dan kualitas hidup.
Karakteristik Osteoarthritis Kronis
Osteoarthritis kronis adalah kondisi yang berkembang dalam waktu bertahun-tahun.
Sifatnya yang progresif berarti kerusakan struktural cenderung semakin parah seiring waktu, meskipun kecepatan perkembangannya berbeda-beda pada setiap orang.
Ada yang mengalami perkembangan lambat dengan keluhan minimal selama puluhan tahun, tetapi ada juga yang mengalami kerusakan lebih cepat sehingga memerlukan penanganan medis yang lebih intensif.
Tanda dan Gejala Osteoarthritis
Apa gejala osteoarthritis yang umum terjadi? Gejala osteoarthritis biasanya muncul secara perlahan dan bertahap.
Pada osteoarthritis stadium awal, keluhan mungkin hanya berupa rasa tidak nyaman ringan yang muncul setelah beraktivitas cukup lama.
Namun seiring waktu, keluhan ini akan semakin sering muncul dan bisa mengganggu bahkan saat sedang istirahat.
1. Nyeri Sendi
Nyeri sendi adalah keluhan utama yang paling sering dirasakan penderita osteoarthritis.
Rasa nyeri ini biasanya bersifat mekanis, artinya akan semakin terasa saat sendi digunakan untuk beraktivitas dan akan berkurang saat istirahat.
Nyeri biasanya terpusat pada sendi yang bermasalah dan intensitasnya bisa berubah-ubah sepanjang hari.
Pada tahap lanjut, nyeri bisa menjadi konstan dan mengganggu tidur malam, yang menandakan kerusakan sudah meluas ke jaringan sekitar sendi atau tulang di bawahnya.
2. Kaku Sendi
Kekakuan adalah gejala khas lainnya, terutama dirasakan setelah tidak bergerak dalam waktu lama.
Kaku sendi pada osteoarthritis biasanya berlangsung kurang dari 30 menit dan akan membaik dengan gerakan ringan.
Hal ini berbeda dengan kekakuan pada penyakit radang sendi lainnya yang cenderung berlangsung lebih lama.
Kekakuan di pagi hari atau setelah duduk lama menunjukkan adanya penumpukan zat-zat peradangan di ruang sendi dan berkurangnya pelumasan cairan sendi untuk sementara waktu.
3. Penurunan Fungsi Sendi
Kerusakan sendi menyebabkan keterbatasan dalam menggerakkan sendi. Penderita akan kesulitan melakukan gerakan yang sebelumnya mudah dilakukan, seperti jongkok, membungkuk, atau mengangkat barang.
Keterbatasan gerak ini tidak hanya disebabkan oleh rasa nyeri, tetapi juga karena perubahan bentuk fisik sendi seperti terbentuknya tonjolan tulang, penebalan selaput sendi, dan melemahnya otot-otot di sekitar sendi.
4. Pembengkakan Sendi
Pembengkakan sendi bisa terjadi karena penumpukan cairan di dalam sendi atau penebalan jaringan di sekitar sendi.
Area yang terkena akan terlihat membesar dan terasa hangat saat disentuh, menandakan adanya peradangan.
Pembengkakan ini bisa berubah-ubah tergantung aktivitas dan respons terhadap pengobatan.
5. Bunyi “Krek-Krek” Saat Sendi Digerakkan
Fenomena bunyi “krek-krek” atau sensasi berderak saat menggerakkan sendi adalah ciri khas osteoarthritis.
Suara ini muncul karena gesekan antara permukaan tulang yang sudah tidak terlindungi tulang rawan dengan baik, atau karena tonjolan tulang yang mengganggu gerakan normal sendi.
Meskipun tidak selalu disertai rasa sakit, bunyi ini menandakan sudah terjadi perubahan struktur yang cukup berarti pada sendi.
Gejala Berdasarkan Lokasi Sendi yang Terkena
1. Osteoarthritis Lutut
Osteoarthritis lutut atau yang sering disebut OA Knee adalah jenis yang paling sering terjadi karena sendi lutut menanggung beban tubuh yang sangat besar saat berdiri dan berjalan.
- Nyeri lutut pada kondisi ini terutama dirasakan di bagian depan atau dalam sendi lutut. Nyeri lutut akan semakin terasa saat naik tangga, berjalan di permukaan yang tidak rata, atau bangkit dari posisi duduk.
- Sendi lutut bengkak dan terasa hangat, terutama setelah beraktivitas cukup lama.
- Kaki bengkok. Pada tahap lanjut, bisa terjadi perubahan bentuk kaki menjadi bengkok ke dalam (berbentuk huruf O) atau ke luar (berbentuk huruf X), yang akan semakin memperparah distribusi beban pada sendi.
2. Osteoarthritis Panggul
Osteoarthritis panggul menyerang persendian antara tulang paha dan tulang panggul
- Rasa nyeri khasnya terasa di selangkangan, paha bagian depan, atau bisa menjalar ke bokong dan lutut. Aktivitas seperti berjalan, naik tangga, atau memutar kaki akan membuat nyeri semakin terasa.
- Sendi panggul yang terkena akan mengalami keterbatasan gerak yang mengganggu aktivitas dasar seperti mengenakan sepatu, naik kendaraan, atau bangkit dari kursi yang rendah.
3. Osteoarthritis Tangan
Osteoarthritis tangan sering menyerang sendi-sendi di ujung jari dan di tengah jari, serta sendi pangkal ibu jari. Kondisi ini menghasilkan:
- Benjolan keras yang dikenal sebagai nodus Heberden (pada sendi ujung jari) dan nodus Bouchard (pada sendi tengah jari)
- Nyeri, kaku, bengkak, dan perubahan bentuk jari-jari tangan secara bertahap
- Fungsi tangan untuk melakukan gerakan halus seperti menggenggam, menulis, atau membuka tutup botol menjadi terganggu, yang berdampak cukup besar pada aktivitas sehari-hari.
Penyebab Osteoarthritis
Penyebab osteoarthritis sebenarnya cukup kompleks dan melibatkan berbagai faktor yang saling berkaitan.
Meskipun proses penuaan dan sendi memang berhubungan erat, osteoarthritis tidak bisa dianggap sebagai hal yang pasti terjadi pada semua orang tua.
Penyakit ini terjadi karena gangguan pada proses metabolisme sel-sel tulang rawan, kerusakan struktur tulang rawan yang berlebihan, peradangan ringan yang berlangsung lama, dan perubahan mekanis yang mempercepat keausan sendi.
Faktor Risiko Osteoarthritis
1. Bertambahnya Usia
Proses penuaan dan sendi memang berkaitan erat dengan terjadinya osteoarthritis pada lansia.
Seiring bertambahnya usia, kemampuan tubuh untuk memperbaiki kerusakan tulang rawan semakin menurun, kerusakan-kerusakan kecil semakin menumpuk, dan komposisi tulang rawan berubah sehingga menjadi kurang elastis dan kuat.
Angka kejadian osteoarthritis meningkat drastis setelah usia 50 tahun, dan sebagian besar orang berusia di atas 65 tahun menunjukkan tanda-tanda penyakit ini pada foto rontgen meskipun tidak semuanya merasakan keluhan.
2. Kelebihan Berat Badan
Berat badan berlebih memberikan beban yang sangat berat pada sendi, khususnya pada sendi lutut dan sendi panggul yang harus menopang tubuh.
Setiap kilogram kelebihan berat badan akan menghasilkan tekanan berlipat ganda pada sendi saat berjalan atau berlari.
Selain efek beban fisik, obesitas juga berkaitan dengan peradangan ringan di seluruh tubuh akibat zat-zat yang dilepaskan oleh jaringan lemak, yang turut mempercepat kerusakan tulang rawan.
3. Riwayat Cedera atau Trauma
Riwayat cedera pada sendi seperti patah tulang di area sendi, putusnya ligamen, atau robeknya bantalan lutut (meniskus) meningkatkan risiko osteoarthritis di kemudian hari.
Trauma mengubah cara kerja normal sendi, menghasilkan distribusi beban yang tidak merata sehingga mempercepat keausan.
Cedera juga bisa memicu proses peradangan yang berlangsung lama, yang memulai proses kerusakan yang terus berlanjut bertahun-tahun setelah cedera awal sembuh.
4. Pekerjaan dengan Gerakan Berulang
Pekerjaan yang melibatkan gerakan berulang-ulang, posisi jongkok dalam waktu lama, atau mengangkat beban berat secara terus-menerus meningkatkan risiko osteoarthritis.
Tekanan mekanis yang berulang pada sendi tertentu menghasilkan penumpukan kerusakan-kerusakan kecil yang melampaui kemampuan tubuh untuk memperbaikinya, sehingga mempercepat proses kerusakan sendi.
5. Faktor Keturunan
Komponen genetik berperan cukup besar, terutama pada osteoarthritis tangan dan osteoarthritis yang menyerang banyak sendi sekaligus.
Variasi genetik yang mempengaruhi struktur kolagen (protein penyusun tulang rawan), metabolisme tulang rawan, atau respons peradangan dapat meningkatkan kerentanan seseorang terhadap penyakit ini.
Riwayat keluarga yang memiliki osteoarthritis meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami kondisi yang sama.
6. Kelainan Bentuk Tulang atau Sendi Sejak Lahir
Kelainan bentuk sendi yang sudah ada sejak lahir atau berkembang sejak masa pertumbuhan menyebabkan distribusi beban pada sendi tidak merata.
Kondisi seperti kaki bengkok, panggul yang tidak berkembang sempurna, atau kelainan bentuk lainnya menghasilkan konsentrasi tekanan pada area tertentu dari tulang rawan, mempercepat kerusakan lokal yang akhirnya meluas ke seluruh permukaan sendi.
7. Jenis Kelamin
Perempuan, khususnya setelah menopause, menunjukkan angka kejadian osteoarthritis yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki.
Perubahan hormon, terutama penurunan hormon estrogen, diduga berperan dalam proses metabolisme tulang rawan dan pengaturan respons peradangan, meskipun mekanisme pastinya masih terus diteliti.
Cara Mendiagnosis Osteoarthritis
1. Pemeriksaan Fisik
Diagnosis dimulai dengan wawancara pasien untuk mengetahui:
- Karakteristik nyeri
- Berapa lama gejala sudah dirasakan
- Faktor apa yang membuat keluhan bertambah atau berkurang
- Bagaimana dampaknya terhadap aktivitas sehari-hari
Dokter ortopedi akan melakukan pemeriksaan fisik yang meliputi melihat ada tidaknya perubahan bentuk atau pengecilan otot, meraba untuk mendeteksi nyeri tekan atau pembengkakan, dan mengevaluasi seberapa jauh sendi bisa digerakkan.
Tes-tes khusus juga bisa dilakukan untuk menilai kestabilan ligamen dan kondisi struktur di sekitar sendi.
2. Uji Pencitraan
Foto Rontgen (X-ray)
Pemeriksaan rontgen adalah langkah awal yang paling umum untuk memastikan diagnosis. X-ray bisa menunjukkan:
- Penyempitan celah sendi (yang mencerminkan hilangnya tulang rawan)
- Pembentukan tonjolan tulang di pinggir sendi
- Pengerasan tulang di bawah tulang rawan, dan terbentuknya rongga-rongga kecil di dalam tulang.
Meskipun tidak bisa melihat tulang rawan secara langsung, perubahan-perubahan sekunder ini sangat khas untuk osteoarthritis.
MRI (Magnetic Resonance Imaging)
MRI memberikan gambaran yang jauh lebih detail tentang jaringan lunak, termasuk tulang rawan, bantalan lutut, ligamen, tendon, dan selaput sendi.
Pemeriksaan ini sangat berguna untuk:
- Mendeteksi osteoarthritis stadium awal ketika perubahan pada rontgen belum terlihat
- Mengevaluasi kompleksitas kerusakan
- Merencanakan tindakan operasi
MRI dapat mengidentifikasi pembengkakan tulang, kerusakan tulang rawan di area tertentu, dan kelainan jaringan lunak lainnya yang tidak terlihat pada rontgen biasa.
3. Analisis Cairan Sendi
Pada kasus tertentu dengan pembengkakan sendi yang cukup besar atau kecurigaan adanya kondisi peradangan lain, dokter mungkin akan melakukan pengambilan cairan sendi menggunakan jarum.
Analisis cairan sendi membantu membedakan osteoarthritis dari jenis radang sendi lainnya. Pada osteoarthritis:
- Cairan sendi biasanya berwarna kuning jernih dengan kekentalan yang masih baik
- Jumlah sel darah putih rendah
- Tidak ditemukan kristal-kristal abnormal
Perbedaan Osteoarthritis dan Rheumatoid Arthritis
Perbedaan osteoarthritis dan rheumatoid arthritis sangat mendasar dalam hal penyebab, pola penyebaran, dan gejala klinisnya.
Definisi
- Rheumatoid arthritis adalah penyakit autoimun di mana sistem kekebalan tubuh keliru menyerang selaput sendi sendiri, menghasilkan peradangan hebat yang bisa merusak tulang dan tulang rawan.
- Sebaliknya, osteoarthritis adalah penyakit muskuloskeletal yang terjadi karena kerusakan mekanis dengan peradangan ringan sebagai efek sekunder.
Sendi yang terdampak
Distribusi sendi yang terkena juga berbeda secara khas:
- Osteoarthritis lebih sering menyerang sendi-sendi yang menanggung beban tubuh (lutut, panggul) dan sendi yang sering digunakan (tangan, tulang belakang), biasanya dengan pola tidak simetris.
- Rheumatoid arthritis cenderung menyerang sendi-sendi kecil di tangan dan kaki secara simetris di kedua sisi tubuh, sering mengenai sendi pangkal dan tengah jari, sambil menghindari sendi ujung jari yang justru sering terkena pada osteoarthritis.
Kekakuan sendi
- Kekakuan pagi pada osteoarthritis berlangsung singkat (kurang dari 30 menit) dan membaik dengan aktivitas ringan.
- Pada rheumatoid arthritis, kekakuan pagi bisa berlangsung satu jam atau lebih dan disertai gejala lain seperti kelelahan, demam ringan, dan rasa tidak enak badan.
Pemeriksaan laboratorium menunjukkan tanda peradangan yang jauh lebih tinggi pada rheumatoid arthritis, serta adanya antibodi khusus yang tidak ditemukan pada osteoarthritis.
Penanganan Osteoarthritis Mandiri
Penanganan osteoarthritis bertujuan untuk mengendalikan rasa nyeri, mempertahankan atau meningkatkan fungsi sendi, memperlambat perkembangan penyakit, dan memperbaiki kualitas hidup.
Sebagian besar kasus dapat ditangani secara efektifi melalui kombinasi berbagai strategi perubahan gaya hidup, fisioterapi, dan konsumsi suplemen tulang berikut:
1. Menjaga Berat Badan Ideal
Menurunkan berat badan adalah langkah paling penting untuk mengurangi beban pada sendi, khususnya untuk osteoarthritis lutut dan panggul.
Penurunan berat badan 5-10% dari berat badan awal terbukti memberikan perbaikan yang signifikan dalam mengurangi nyeri dan meningkatkan fungsi sendi.
Caranya adalah dengan mengatur pola makan dengan mengurangi kalori secara seimbang dan meningkatkan aktivitas fisik yang sesuai dengan kondisi.
2. Olahraga yang Tepat
Terapi latihan adalah bagian penting dalam terapi untuk penderita osteoarthritis.
Program olahraga yang terstruktur akan memperkuat otot-otot di sekitar sendi, meningkatkan kestabilan sendi, memperbaiki keseimbangan tubuh, dan mempertahankan kemampuan gerak sendi.
Olahraga yang dianjurkan adalah yang berdampak ringan pada sendi seperti berenang, bersepeda statis, atau jalan kaki di permukaan yang rata karena memberikan manfaat untuk jantung dan otot tanpa memberikan tekanan berlebihan pada sendi yang bermasalah.
3. Fisioterapi
Rehabilitasi dan terapi fisik merupakan pilar utama dalam penanganan tanpa operasi. Fisioterapis akan merancang program latihan individual yang mencakup latihan:
- Penguatan untuk otot paha depan (pada osteoarthritis lutut) atau otot bokong (pada osteoarthritis panggul)
- Peregangan untuk menjaga kelenturan
- Latihan aerobik ringan
- Terapi tambahan seperti kompres hangat atau dingin, terapi ultrasound, atau stimulasi listrik (TENS) dapat ditambahkan untuk mengurangi rasa nyeri.
4. Penggunaan Alat Bantu
Penggunaan alat bantu seperti tongkat, walker, atau penyangga lutut dapat mengurangi beban pada sendi yang bermasalah dan meningkatkan stabilitas.
Sepatu dengan sol yang bisa meredam guncangan atau alas kaki khusus bisa memperbaiki cara kerja sendi dan mengurangi nyeri pada osteoarthritis lutut atau panggul.
5. Konsumsi Suplemen untuk Tulang Rawan
Glukosamin dan kondroitin sulfat, meskipun masih kontroversial, digunakan oleh sebagian dokter dengan harapan bisa menyediakan bahan dasar untuk pembentukan tulang rawan.
Bukti ilmiah mengenai efektivitas jangka panjangnya masih beragam, dan respons setiap orang sangat bervariasi.
Pengobatan Osteoarthritis
Pertanyaan “apakah osteoarthritis bisa sembuh” sering ditanyakan, dan jawabannya adalah bahwa saat ini belum ada cara untuk mengembalikan tulang rawan yang sudah rusak menjadi seperti semula.
Namun, dengan penanganan yang tepat dan menyeluruh, gejala bisa dikendalikan dengan sangat baik dan penderita dapat tetap menjalani hidup yang aktif dengan kualitas yang baik.
Sedangkan tindakan operasi dipertimbangkan ketika pengobatan tanpa operasi gagal memberikan kontrol gejala yang memadai dan terjadi penurunan fungsi sendi yang signifikan mengganggu aktivitas penting sehari-hari.
1. Pemberian Obat Anti Nyeri
Obat pereda nyeri sederhana seperti parasetamol bisa digunakan untuk nyeri ringan hingga sedang.
Untuk nyeri sendi yang lebih berat, obat NSAID (obat antiinflamasi nonsteroid) seperti ibuprofen, naproxen, atau diklofenak memberikan efek pereda nyeri sekaligus antiradang.
Penggunaan NSAID harus sesuai dengan resep dokter karena potensi efek samping pada lambung, jantung, dan ginjal, terutama pada penggunaan jangka panjang atau pada orang lanjut usia.
2. Obat Oles
Obat NSAID dalam bentuk gel, krim, atau koyo bisa memberikan kelegaan lokal dengan penyerapan ke seluruh tubuh yang minimal, sehingga mengurangi risiko efek samping.
Krim capsaicin yang bekerja dengan menguras zat nyeri pada ujung saraf juga bisa dipertimbangkan untuk nyeri yang menetap.
3. Suntikan Kortikosteroid
Suntikan kortikosteroid langsung ke dalam rongga sendi memberikan efek antiradang yang kuat dan bisa meredakan nyeri dan pembengkakan sendi secara cepat.
Namun, efeknya bersifat sementara (beberapa minggu hingga bulan) dan suntikan berulang harus dibatasi karena potensi efek negatif pada tulang rawan dengan penggunaan yang terlalu sering.
4. Injeksi Viskosuplemen
Injeksi viskosuplemen berupa asam hialuronat bertujuan untuk menggantikan atau melengkapi cairan sinovial yang sudah berubah kualitasnya pada osteoarthritis.
Cara kerjanya meliputi peningkatan kekentalan dan elastisitas cairan sendi, efek antiradang, dan merangsang produksi asam hialuronat alami tubuh.
Efektivitas paling jelas terlihat untuk osteoarthritis lutut, dengan efek yang bisa bertahan beberapa bulan.
5. Injeksi Platelet-Rich Plasma (PRP)
Injeksi platelet-rich plasma mengandung konsentrasi tinggi faktor pertumbuhan dan zat-zat biologis yang bisa merangsang proses perbaikan.
6. Injeksi Stem Cell dan Injeksi Secretome
Terapi berbasis sel punca (injeksi stem cell) atau produk yang dihasilkannya (injeksi secretome) merupakan perkembangan terkini dalam pengobatan regeneratif.
Dasarnya adalah kemampuan sel punca untuk berubah menjadi sel tulang rawan atau mengubah peradangan melalui efek biologisnya.
7. Endoskopi Richard Wolf
Prosedur minimal invasif ini melibatkan pemasukan kamera kecil dan instrumen ke dalam sendi untuk:
- Membersihkan serpihan tulang rawan yang lepas
- Menghaluskan permukaan tulang rawan yang tidak rata
- Membuang jaringan selaput sendi yang menebal
Tindakan ini terbatas pada kasus-kasus tertentu dengan gejala mekanis seperti sendi yang tiba-tiba terkunci atau bunyi tertentu saat digerakkan.
8. Radiofrekuensi Ablasi
Untuk nyeri sendi yang tidak kunjung membaik atau nyeri yang terutama berasal dari saraf sendi, radiofrekuensi ablasi bisa dipertimbangkan.
Teknik ini menggunakan energi panas untuk merusak serabut saraf sensorik yang mengirim sinyal nyeri dari sendi, sehingga memutus jalur transmisi nyeri.
Efeknya bisa bertahan beberapa bulan hingga tahun, dan prosedur bisa diulang bila diperlukan.
9. Osteotomi
Prosedur ini melibatkan pemotongan dan penataan ulang tulang untuk mengalihkan beban dari bagian sendi yang rusak ke area yang lebih sehat.
Osteotomi tulang kering atau tulang paha bisa dipertimbangkan pada penderita yang masih muda dengan kerusakan hanya di satu sisi lutut dan kelainan bentuk kaki yang cukup jelas, sebagai cara mempertahankan sendi asli dan menunda kebutuhan penggantian sendi.
10. Penggantian Sendi Total (Artroplasti)
Penggantian sendi total merupakan pilihan terbaik untuk osteoarthritis stadium akhir yang tidak membaik dengan pengobatan konservatif.
Prosedur ini melibatkan pengangkatan permukaan sendi yang rusak dan menggantinya dengan komponen buatan berbahan logam, keramik, atau plastik khusus.
Penggantian sendi lutut total dan penggantian sendi panggul total menunjukkan tingkat keberhasilan yang tinggi dalam menghilangkan nyeri dan mengembalikan fungsi, dengan ketahanan sendi buatan modern mencapai 15-20 tahun atau lebih.
Pencegahan Osteoarthritis
Meskipun faktor risiko seperti usia dan keturunan tidak bisa diubah, pencegahan osteoarthritis atau perlambatan munculnya penyakit bisa dilakukan melalui:
- Menjaga berat badan ideal sepanjang hidup
- Berolahraga secara teratur dengan teknik yang benar
- Mencegah cedera sendi dengan menggunakan pelindung saat berolahraga
- Mengatur posisi kerja yang baik untuk menghindari tekanan berulang
- Deteksi dan koreksi dini kelainan bentuk tulang atau sendi
- Mengonsumsi makanan bergizi dengan asupan antioksidan dan nutrisi yang mendukung kesehatan tulang dan sendi
Komplikasi Osteoarthritis
Tanpa penanganan yang tepat, osteoarthritis bisa berkembang menjadi:
- Nyeri kronis yang tidak membaik dengan pengobatan biasa
- Kehilangan fungsi sendi yang parah hingga ketidakmampuan permanen
- Perubahan bentuk sendi yang progresif mengganggu postur dan cara kerja sendi
- Gangguan psikologis seperti depresi atau kecemasan akibat nyeri terus-menerus dan keterbatasan aktivitas
- Penurunan kualitas hidup secara menyeluruh dengan dampak pada aspek fisik, sosial, dan pekerjaan
- Penurunan kondisi fisik dan munculnya penyakit lain akibat kurang bergerak dalam waktu lama
Perjalanan Penyakit dan Penanganan Jangka Panjang
Osteoarthritis adalah kondisi kronis yang memerlukan pendekatan penanganan jangka panjang secara konsisten.
Perkembangan penyakit sangat bervariasi, dengan beberapa orang mengalami kondisi yang relatif stabil selama bertahun-tahun, sementara yang lain mengalami kerusakan lebih cepat.
Faktor yang mempengaruhi perjalanan penyakit meliputi:
- Tingkat kerusakan awal
- Lokasi sendi yang terkena
- Kepatuhan terhadap program terapi osteoarthritis
- Pengelolaan faktor risiko yang bisa Anda ubah
- Respons terhadap pengobatan.
Kunci keberhasilan terletak pada pendekatan menyeluruh yang mengintegrasikan:
- Perubahan gaya hidup
- Latihan fisik teratur
- Penggunaan obat yang bijak
- Pemantauan berkala oleh tim medis.
Dengan strategi komprehensif ini, sebagian besar penderita dapat mempertahankan mobilitas dan kualitas hidup yang memuaskan, meminimalkan dampak nyeri sendi akibat usia dan degenerasi sendi terhadap fungsi sehari-hari mereka.
Kesimpulan tentang Osteoarthritis
Osteoarthritis adalah penyakit sendi degeneratif yang kompleks dengan kerusakan tulang rawan sebagai masalah utamanya, dengan perubahan pada struktur tulang dan jaringan lunak di sekitar sendi.
Meskipun nyeri sendi akibat usia merupakan faktor risiko utama, berbagai faktor lain seperti obesitas, cedera, dan keturunan juga berperan dalam terjadinya penyakit ini.
Gejala khasnya meliputi nyeri, kekakuan, pembengkakan, dan penurunan fungsi yang dapat sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Dokter melakukan diagnosis melalui pemeriksaan dokter dan pemeriksaan penunjang seperti rontgen atau MRI.
Penanganan melibatkan berbagai pilihan mulai dari perubahan gaya hidup, fisioterapi, obat-obatan, suntikan ke dalam sendi, hingga operasi untuk kasus yang parah.
Meskipun belum ada obat yang bisa menyembuhkan total, pendekatan pengobatan modern memungkinkan kontrol gejala yang efektif dan pemeliharaan fungsi dalam jangka panjang.
Pemahaman yang baik mengenai osteoarthritis memberdayakan setiap orang untuk mengambil langkah pencegahan dan, jika sudah terdiagnosis, bekerja sama dengan tim medis untuk merancang strategi pengobatan yang paling sesuai.
Dengan penanganan yang tepat dan konsisten, penderita osteoarthritis tetap bisa menjalani kehidupan yang aktif dan produktif dengan dampak minimal terhadap mobilitas dan kualitas hidup.
Jika ingin berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri lutut dengan dokter ahli Klinik Patella dapat menghubungi melalui WhatsApp di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda bersama Klinik Patella!
Pertanyaan Seputar Osteoarthritis
Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang muncul seputar topik osteoarthritis.
Apa perbedaan osteoarthritis dengan rheumatoid arthritis?
Osteoarthritis adalah penyakit degeneratif akibat kerusakan mekanis tulang rawan sendi, sedangkan rheumatoid arthritis adalah penyakit autoimun di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sendi sendiri.
Osteoarthritis biasanya menyerang sendi yang menanggung beban (lutut, panggul) secara tidak simetris, sementara rheumatoid arthritis cenderung menyerang sendi kecil tangan dan kaki secara simetris di kedua sisi tubuh.
Apakah osteoarthritis bisa sembuh total?
Saat ini belum ada pengobatan yang dapat mengembalikan tulang rawan yang sudah rusak menjadi seperti semula.
Namun, dengan penanganan yang tepat melalui kombinasi perubahan gaya hidup, fisioterapi, obat-obatan, dan terapi lainnya, gejala dapat Anda kendalikan dengan sangat baik sehingga penderita tetap dapat menjalani hidup yang aktif dan berkualitas.
Bagaimana cara mencegah osteoarthritis?
Anda bisa mencegah osteoarthritis dengan:
- Menjaga berat badan ideal
- Berolahraga secara teratur dengan teknik yang benar
- Menghindari cedera sendi
- Mengatur posisi kerja yang ergonomis untuk mencegah tekanan berulang pada sendi
- Mengonsumsi makanan bergizi yang mendukung kesehatan tulang dan sendi.
Apa saja pilihan penanganan osteoarthritis non-medis?
Penanganan osteoarthritis non-medis meliputi:
- Menjaga Berat Badan Ideal
- Olahraga yang Tepat
- Fisioterapi
- Penggunaan Alat Bantu
- Konsumsi Suplemen untuk Tulang Rawan