Artikel Terkait

cara mengobati nyeri lutut
cara mengobati nyeri lutut

Cara Mengobati Nyeri Lutut dengan Fisioterapi

penyebab lutut terasa panas
penyebab lutut terasa panas

Penyebab Lutut Terasa Panas dan Cara Mencegahnya

cuka apel
cuka apel

Cuka Apel: Manfaatnya untuk Penyakit Asam Urat

manfaat daun salam
manfaat daun salam

Manfaat Daun Salam untuk Nyeri Sendi: Apa Saja?

obat sakit lutut untuk lansia
obat sakit lutut untuk lansia

Obat Sakit Lutut untuk Lansia: Pilih yang Aman!

penyebab radang sendi
penyebab radang sendi

Penyebab Radang Sendi pada Anak: Panduan untuk Orang Tua

obat nyeri sendi lutut
obat nyeri sendi lutut

Obat Nyeri Sendi Lutut yang Bisa Direkomendasikan Dokter

olahraga untuk lutut berbunyi
olahraga untuk lutut berbunyi

Olahraga untuk Lutut Berbunyi: Apa Saja Gerakannya?

nyeri sendi lutut
nyeri sendi lutut

Nyeri Sendi Lutut: Inilah Beberapa Cara Mengobatinya!

asam urat
asam urat

Asam Urat: Penyebab, dan Hubungannya dengan Nyeri Lutut

asam urat di lutut
asam urat di lutut

Asam Urat di Lutut: Ini Cara Mengobati dan Mencegahnya

dengkul bengkak
dengkul bengkak

Dengkul Bengkak pada Anak: Penyebab dan Cara Mengobatinya

Cari Artikel Lainnya

MRI Adalah Pemeriksaan Penunjang Medis: Ini Cara Kerjanya!

November 5, 2025

mri adalah

Pernahkah Anda mengenal teknologi pemeriksaan MRI ketika berkonsultasi dengan dokter? Dalam dunia medis modern, MRI adalah salah satu alat pemeriksaan yang sangat penting.

Sebagai teknologi pencitraan medis modern, MRI membantu dokter melihat kondisi di dalam tubuh kita tanpa harus melakukan operasi atau tindakan yang menyakitkan.

MRI adalah alat pemeriksaan canggih yang menggunakan medan magnet dalam kedokteran untuk menghasilkan gambar detail dari bagian dalam tubuh kita.

Bedanya dengan pemeriksaan lain, teknologi ini sangat baik dalam menampilkan visualisasi jaringan lunak tubuh seperti otak, otot, dan organ-organ penting lainnya.

Sebagai pemeriksaan penunjang medis, MRI membantu dokter dalam deteksi dini penyakit dengan akurat.

Jika ingin berkonsultasi tentang nyeri lutut atau nyeri tulang dan sendi dengan dokter ahli Klinik Patella dapat menghubungi melalui WhatsApp di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda bersama Klinik Patella!

Banner Zaskia dekstop
Banner Zaskia mobile

Apa Itu MRI Sebenarnya?

MRI adalah pemeriksaan untuk melihat kondisi jaringan dan organ dalam tubuh menggunakan teknologi yang disebut magnetic resonance imaging.

Sederhananya, tindakan MRI adalah proses pemindaian yang memanfaatkan kekuatan magnet dan gelombang radio—bukan sinar-X seperti yang banyak orang kira. Inilah yang membuat MRI lebih aman karena merupakan prosedur medis tanpa radiasi.

Apa Itu MRI dan Bagaimana Cara Kerjanya

Mungkin Anda bertanya-tanya, apa itu MRI dan bagaimana cara kerjanya? Mari kita bahas dengan bahasa yang lebih sederhana.

Bayangkan tubuh kita terdiri dari miliaran atom kecil, dan di dalamnya ada atom hidrogen yang tersebar di seluruh tubuh.

Mesin MRI menggunakan magnet super kuat—berkekuatan 1.5 hingga 3 tesla (kekuatan magnet). Untuk gambaran, ini jauh lebih kuat dari magnet kulkas biasa.

Ketika Anda berbaring di dalam mesin MRI, magnet ini akan membuat atom-atom hidrogen dalam tubuh Anda bergerak sejajar mengikuti arah magnet.

Kemudian, mesin mengirimkan gelombang radio yang membuat atom-atom ini “bergoyang”. Saat gelombang radio dimatikan, atom-atom tersebut kembali ke posisi semula sambil melepaskan energi.

Nah, energi inilah yang ditangkap oleh mesin dan diolah oleh komputer menjadi gambar yang sangat jelas. Proses inilah yang disebut resonansi magnetik.

Hasil pemindaian MRI berupa gambar tomografi atau irisan-irisan gambar yang sangat detail, memungkinkan dokter melihat kondisi jaringan lunak, organ dalam, ligamen, tendon, dan kartilago dengan jelas.

Jenis-Jenis Mesin MRI

Tidak semua mesin MRI sama. Ada beberapa jenis yang perlu Anda ketahui:

  • MRI 1.5 Tesla adalah jenis yang paling umum digunakan di rumah sakit. Kekuatan magnetnya cukup baik untuk sebagian besar keperluan pemeriksaan.
  • MRI 3 Tesla memiliki magnet dua kali lebih kuat, sehingga menghasilkan gambar yang lebih tajam dan waktu pemeriksaan lebih cepat—meskipun biayanya lebih mahal.

Dari bentuknya, ada dua tipe:

  • Closed MRI berbentuk seperti terowongan tertutup. Mesin ini menghasilkan gambar terbaik, tapi beberapa orang merasa sesak atau takut karena ruangnya sempit—kondisi ini disebut claustrophobia.
  • Open MRI dirancang lebih terbuka dan luas, sehingga lebih nyaman bagi yang takut ruang sempit, meskipun kualitas gambarnya sedikit lebih rendah.

MRI dengan kontras adalah pemeriksaan yang menggunakan cairan khusus bernama kontras gadolinium, seperti Gadovist atau Magnevist.

Cairan ini disuntikkan ke pembuluh darah untuk membuat gambar lebih jelas, terutama untuk melihat tumor, kanker, atau masalah pembuluh darah.

MRI adalah Pemeriksaan untuk Apa Saja?

Pertanyaan penting: MRI untuk mendeteksi penyakit apa saja? Ternyata, MRI bisa digunakan untuk banyak hal. Sebagai alternatif pemeriksaan radiologi, MRI sangat berguna untuk berbagai kondisi kesehatan.

  • MRI otak dipakai untuk melihat masalah seperti stroke iskemik, tumor otak, multiple sclerosis, atau cedera otak. Dokter bisa melihat detail struktur otak yang tidak terlihat dengan pemeriksaan biasa.
  • MRI tulang belakang adalah pemeriksaan penting untuk mengetahui apakah ada saraf terjepit (hernia nukleus pulposus atau HNP), penyempitan tulang belakang, atau masalah saraf lainnya. Ini sangat membantu bagi Anda yang sering mengalami sakit pinggang atau kesemutan.
  • MRI lutut adalah cara terbaik untuk melihat robekan ligamen (seperti cedera ACL atau Anterior Cruciate Ligament), cedera meniskus, atau osteoarthritis. Atlet yang mengalami cedera lutut biasanya akan menjalani pemeriksaan ini untuk mengetahui tingkat keparahan cedera.
  • Selain itu, ada juga MRI perut, MRI panggul, MRI jantung, dan MRI payudara yang digunakan sesuai kebutuhan untuk memeriksa organ-organ tersebut.

Perbedaan MRI dan CT Scan

Banyak yang bingung membedakan MRI dengan CT scan. Padahal, perbedaan MRI dan CT scan cukup mendasar:

  • CT scan menggunakan sinar-X (radiasi) untuk membuat gambar, sedangkan scan MRI menggunakan magnet dan gelombang radio—tanpa radiasi sama sekali.
  • MRI lebih unggul untuk melihat jaringan lunak seperti otak, otot, dan organ dalam. Sementara CT scan lebih baik untuk melihat tulang atau jaringan yang mengeras.
  • Dari segi keamanan prosedur medis, MRI lebih aman untuk pemeriksaan berulang karena tidak ada paparan radiasi seperti X-ray atau CT scan.

Kelebihan Pemeriksaan MRI

Mengapa MRI menjadi pilihan? Berikut beberapa keunggulannya:

  • MRI tidak menggunakan radiasi, jadi lebih aman—terutama jika Anda perlu pemeriksaan berkali-kali.
  • Gambar yang dihasilkan sangat detail dan jelas, jauh lebih baik dibanding ultrasound (USG) atau X-ray biasa dalam melihat jaringan lunak.
  • Radiographer (teknisi yang mengoperasikan mesin) bisa mengambil gambar dari berbagai sudut tanpa Anda perlu bergerak atau berganti posisi.
  • Teknologi kesehatan digital terus berkembang, membuat pemeriksaan semakin cepat dan nyaman.
  • Dengan menggunakan cairan kontras, dokter bisa mendapat informasi lebih lengkap tentang aliran darah dan aktivitas organ yang diperiksa.

Semua ini berkontribusi pada akurasi diagnosis medis yang tinggi, sehingga dokter bisa menentukan pengobatan yang tepat.

Kekurangan dan Risiko MRI

Meski banyak keunggulan, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang efek samping MRI dan keterbatasannya.

  • Bagi orang yang takut ruang sempit, mesin MRI tertutup bisa jadi sangat tidak nyaman dan menimbulkan rasa cemas.
  • Berapa lama waktu pemeriksaan MRI? Biasanya 30-60 menit per area tubuh. Bagi yang sedang kesakitan atau sulit diam, ini bisa terasa lama.
  • Apakah MRI aman untuk ibu hamil? Ini pertanyaan yang sering ditanyakan. MRI tanpa kontras umumnya aman dilakukan setelah tiga bulan pertama kehamilan. Namun, MRI dengan kontras gadolinium biasanya tidak disarankan untuk ibu hamil karena khawatir berpengaruh pada janin.
  • Jika Anda memiliki alat pacu jantung, perangkat medis implan, atau logam dalam tubuh (seperti pen di tulang), Anda mungkin tidak bisa menjalani MRI. Ini karena magnet yang sangat kuat bisa membuat logam tersebut bergerak atau panas.
  • Kontras gadolinium yang digunakan dalam MRI dengan kontras juga bisa menimbulkan reaksi alergi pada sebagian kecil orang. Bagi yang memiliki masalah ginjal berat, penggunaan kontras ini bisa berisiko.

Persiapan Sebelum MRI

Persiapan sebelum MRI sebenarnya tidak sulit:

  • Anda harus melepas semua benda logam seperti perhiasan, jam tangan, jepit rambut, dan gigi palsu.
  • Pakaian yang memiliki kancing atau resleting logam juga harus diganti dengan baju khusus yang disediakan rumah sakit.
  • Jika Anda akan menjalani MRI dengan kontras, mungkin diminta untuk tidak makan beberapa jam sebelumnya.
  • Dokter juga akan bertanya apakah Anda punya alergi, masalah ginjal, atau ada logam dalam tubuh.

Saat pemeriksaan radiologi berlangsung, Anda akan berbaring di atas meja yang akan masuk ke dalam mesin.

Radiographer akan mengoperasikan mesin dari ruangan sebelah sambil berkomunikasi lewat speaker. Anda akan mendengar suara ketukan keras selama pemindaian—ini normal dan tidak perlu khawatir.

Kapan Harus Melakukan MRI dan Biayanya

Kapan harus melakukan MRI? Biasanya dokter akan merekomendasikan MRI kalau pemeriksaan lain seperti USG atau X-ray tidak memberikan informasi yang cukup jelas.

MRI sering digunakan untuk masalah saraf, tulang belakang, sendi, atau organ dalam yang butuh gambaran detail.

Pertanyaan penting lainnya: berapa biaya MRI di Indonesia? Biayanya bervariasi tergantung jenis mesin dan bagian tubuh yang diperiksa.

Kesimpulan tentang MRI

MRI adalah salah satu inovasi alat kesehatan paling penting dalam dunia medis modern.

Sebagai teknologi pencitraan medis modern dan diagnostik radiologi non-invasif, MRI memberikan kemampuan luar biasa kepada dokter untuk melihat kondisi di dalam tubuh kita dengan sangat detail tanpa perlu operasi atau radiasi.

Meskipun biayanya relatif mahal dan ada beberapa kondisi yang tidak memungkinkan untuk menjalani MRI, manfaatnya sangat besar—terutama untuk deteksi dini penyakit dan akurasi diagnosis medis.

Dengan pemahaman yang benar tentang apa itu MRI, bagaimana cara kerjanya, dan apa saja yang perlu dipersiapkan, Anda bisa menjalani pemeriksaan ini dengan lebih tenang.

Yang terpenting, keputusan untuk melakukan pemeriksaan ini harus selalu dikonsultasikan dengan dokter Anda. Dokter yang memahami kondisi kesehatan Anda secara lengkap akan tahu kapan MRI diperlukan dan bagaimana hasilnya akan membantu proses pengobatan Anda.

Jangan ragu untuk bertanya kepada dokter atau radiographer jika ada hal yang ingin Anda ketahui sebelum menjalani pemeriksaan MRI.

Jika ingin berkonsultasi tentang nyeri lutut atau nyeri tulang dan sendi dengan dokter ahli Klinik Patella dapat menghubungi melalui WhatsApp di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda bersama Klinik Patella!

Pertanyaan Seputar MRI

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang muncul seputar topik MRI.

Apakah pemeriksaan MRI menimbulkan rasa sakit?

Tidak, pemeriksaan MRI sama sekali tidak menyakitkan. Anda hanya perlu berbaring diam selama pemeriksaan berlangsung. Yang mungkin terasa tidak nyaman adalah suara keras dari mesin dan keharusan untuk tetap diam dalam waktu 30-60 menit.

Bagi yang merasa cemas, dokter dapat memberikan obat penenang ringan untuk membantu Anda lebih rileks.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk pemeriksaan MRI?

Waktu pemeriksaan MRI biasanya berkisar antara 30-60 menit untuk satu area tubuh. Durasi ini bisa lebih lama jika pemeriksaan dilakukan pada beberapa area sekaligus atau jika menggunakan kontras.

Lamanya waktu ini diperlukan agar mesin dapat menghasilkan gambar yang sangat detail untuk membantu diagnosis dokter.

Apakah MRI aman untuk ibu hamil?

MRI tanpa kontras umumnya dianggap aman untuk ibu hamil, terutama setelah melewati trimester pertama kehamilan.

Namun, MRI dengan kontras gadolinium biasanya tidak direkomendasikan selama kehamilan karena potensi risiko pada janin. Selalu konsultasikan dengan dokter kandungan Anda sebelum menjalani pemeriksaan MRI saat hamil.

Apa perbedaan utama antara MRI dan CT scan?

Perbedaan utama terletak pada teknologi yang digunakan. MRI menggunakan medan magnet dan gelombang radio tanpa radiasi, sedangkan CT scan menggunakan sinar-X yang mengandung radiasi.

MRI lebih unggul untuk melihat jaringan lunak seperti otak, otot, dan organ dalam, sementara CT scan lebih baik untuk melihat tulang dan struktur yang mengandung kalsium.

Dari segi keamanan, MRI lebih aman untuk pemeriksaan berulang karena tidak ada paparan radiasi.

Artikel Lainnya

nyeri sendi bahu - Klinik Patella

Kenali Berbagai Faktor Penyebab Nyeri Sendi Bahu

Cara Efektif Mengatasi Nyeri Lutut dengan Viskosuplementasi - Patella

Cara Efektif Mengatasi Nyeri Lutut dengan Viskosuplementasi

dexamethasone untuk radang sendi

Dexamethasone untuk Radang Sendi: Efektivitas dan Efek Sampingnya

lutut terasa nyeri saat udara dingin

Lutut Terasa Nyeri Saat Udara Dingin, Ternyata Sering Menyerang Para Lansia