Artikel Terkait

lutut sakit saat berdiri
lutut sakit saat berdiri

Lutut Sakit Saat Berdiri: Ini Penyebab dan Cara Mengobatinya

lutut berbunyi
lutut berbunyi

Lutut Berbunyi: Cara Mengobati dan Mencegahnya

sakit dengkul
sakit dengkul

Sakit Dengkul pada Wanita: Ini Penyebab yang Perlu Diketahui

pencegahan nyeri lutut
pencegahan nyeri lutut

Pencegahan Nyeri Lutut dengan Vitamin dan Makanan Sehat

penyebab lutut berbunyi
penyebab lutut berbunyi

Penyebab Lutut Berbunyi pada Anak: Apa Saja Sih?

penyebab nyeri bahu
penyebab nyeri bahu

Penyebab Nyeri Bahu pada Anak dan Cara Mengobatinya

terapi lutut sakit
terapi lutut sakit

Terapi Lutut Sakit Modern Adalah Terapi Regeneratif: Apa Itu?

penyebab lutut sakit
penyebab lutut sakit

Penyebab Lutut Sakit dan Cara Mengobatinya

lutut berbunyi di usia muda
lutut berbunyi di usia muda

Lutut Berbunyi di Usia Muda: Apa Penyebabnya?

penyebab lutut sakit di usia muda
penyebab lutut sakit di usia muda

Penyebab Lutut Sakit di Usia Muda dan Cara Mengobatinya

penyakit lutut
penyakit lutut

Penyakit Lutut pada Lansia dan Cara Mengobatinya!

keseleo
keseleo

Penyakit Lutut Keseleo: Inilah Penyebab dan Cara Mengobatinya!

Cari Artikel Lainnya

Lutut Berbunyi Tapi Tidak Sakit: Apa Penyebabnya?

Oktober 20, 2025

lutut berbunyi tapi tidak sakit

Banyak orang mengalami kondisi lutut berbunyi tapi tidak sakit, dan kabar baiknya, ini umumnya bukan masalah serius.

Pernahkah Anda mendengar bunyi “krek-krek” atau “gemeretak” dari lutut saat berjongkok, naik tangga, atau sekadar menekuk kaki? Jangan khawatir, Anda tidak sendirian! 

Artikel ini akan menjelaskan tentang mengapa lutut bisa berbunyi, apakah kondisi ini berbahaya, dan bagaimana cara mengatasinya.

Jika ingin berkonsultasi tentang nyeri lutut dan sendi dengan dokter ahli Klinik Patella dapat menghubungi melalui WhatsApp di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda bersama Klinik Patella!

Banner Zaskia dekstop

Apa Itu Bunyi di Lutut?

Dalam istilah medis, bunyi yang keluar dari lutut disebut crepitus. Bunyi ini bisa berupa bunyi krek di lutut tapi tidak sakit, bunyi gemeretak, bunyi letupan, bunyi popping, bunyi clicking, atau bunyi cracking.

Yang penting untuk diingat adalah membedakan bunyi sendi yang normal vs abnormal. Selama tidak ada rasa sakit, pembengkakan, atau lutut terasa kaku, biasanya ini adalah hal yang wajar.

Kenali Bagian-Bagian Lutut Anda

Sebelum membahas penyebab lutut berbunyi tapi tidak sakit, mari kita kenali dulu bagian-bagian lutut.

Memahami anatomi dan fisiologi lutut akan membantu Anda mengerti kenapa lutut bisa berbunyi.

Lutut adalah sendi yang cukup rumit. Di dalamnya terdapat:

  • Tulang-tulang: Ada femur (tulang paha), tibia (tulang kering), fibula, dan patella (tempurung lutut). Tulang-tulang ini saling bertemu dan membentuk sendi.
  • Bantalan pelindung: Di antara tulang paha dan tulang kering ada bantalan yang disebut meniskus medial dan meniskus lateral. Bantalan ini berfungsi seperti bantal yang melindungi tulang agar tidak saling bergesekan langsung.
  • Pengikat dan penghubung: Ada ligamen cruciatum anterior (ACL), ligamen cruciatum posterior (PCL), ligamen kolateral medial (MCL), dan ligamen kolateral lateral (LCL) yang mengikat tulang agar tetap stabil. Juga ada tendon patella yang menghubungkan otot ke tulang.
  • Lapisan pelindung: Permukaan tulang dilapisi oleh kartilago artikular atau tulang rawan yang halus dan licin. Ada juga bursa lutut, yaitu kantong kecil berisi cairan yang membantu mengurangi gesekan.
  • Cairan pelumas: Di dalam sendi ada cairan sinovial yang berfungsi seperti oli pada mesin. Cairan sinovial dan fungsinya sangat penting untuk membuat gerakan lutut menjadi lancar dan tidak kasar.

Semua komponen ini bekerja sama untuk memungkinkan mekanisme pergerakan lutut yang lancar, mulai dari menekuk lutut hingga meluruskan lutut.

Penyebab Lutut Berbunyi Tapi Tidak Sakit

Ada beberapa penyebab lutut berbunyi tapi tidak sakit. Berikut penjelasannya dengan bahasa yang mudah dipahami:

1. Gelembung Udara dalam Cairan Sendi

Penyebab paling umum lutut berbunyi seperti retak tapi tidak sakit adalah karena adanya gelembung udara di dalam cairan sendi. Fenomena ini disebut kavitasi sendi.

Bayangkan saat Anda membuka tutup botol minuman berkarbonasi dan mendengar bunyi “psst”. Nah, yang terjadi di lutut mirip seperti itu.

Ketika Anda menggerakkan lutut, tekanan dalam cairan sinovial berubah. Perubahan tekanan ini membuat gelembung udara di cairan sendi (terutama gelembung nitrogen atau gas dalam sendi) terbentuk, lalu pecah. Itulah yang menghasilkan bunyi krek krek.

Proses ini sangat alami dan merupakan bagian normal dari fungsi sendi sinovial. Jadi, lutut bunyi krek krek tapi tidak sakit karena kavitasi adalah hal yang wajar dan tidak merusak sendi Anda.

2. Ligamen atau Tendon yang Bergeser

Lutut Anda punya banyak tali pengikat (ligamen dan tendon lutut) yang menempel pada tulang.

Kadang-kadang, saat Anda bergerak, tali-tali ini bergeser melewati tonjolan tulang dan menghasilkan bunyi.

Misalnya, saat lutut berbunyi saat ditekuk tapi tidak sakit atau lutut berbunyi saat berdiri tapi tidak sakit, ini biasanya karena ligamen sedang menyesuaikan posisinya.

Selama fleksibilitas sendi baik dan tidak ada peregangan otot yang berlebihan, bunyi ini normal saja.

3. Tulang Rawan yang Mulai Menipis

Seiring bertambahnya usia, tulang rawan (kartilago) di lutut bisa sedikit menipis. Ini adalah bagian dari kondisi degeneratif sendi yang alami.

Ketika permukaan tulang rawan tidak sehalus dulu, bisa muncul sedikit gesekan sendi saat bergerak.

Kondisi osteoarthritis ringan bisa menyebabkan lutut berbunyi saat naik tangga tapi tidak sakit karena ada sedikit ketidakrataan di permukaan tulang rawan.

Tapi selama tidak ada nyeri lutut, ini masih dalam batas wajar dan tidak perlu terlalu dikhawatirkan.

4. Tempurung Lutut yang Kurang Stabil

Ada persendian khusus antara tempurung lutut (patella) dan tulang paha yang disebut patellofemoral joint.

Kadang-kadang, tempurung lutut tidak bergerak dengan sempurna di jalurnya, sehingga menghasilkan bunyi gemeretak di lutut tapi tidak sakit.

Kondisi seperti chondromalacia patella (pelunakan tulang rawan di bawah tempurung lutut), sindrom plica (lipatan jaringan yang menebal), patellofemoral pain syndrome, atau bursitis bisa membuat tempurung lutut sedikit tidak stabil.

Tapi jika tidak sakit, biasanya tidak perlu penanganan khusus.

Bunyi Lutut Saat Melakukan Aktivitas Tertentu

Saat Jongkok

Lutut berbunyi saat jongkok tapi tidak sakit adalah hal yang sangat umum. Mengapa? Karena saat jongkok, range of motion (rentang gerak) lutut Anda sangat besar.

Semakin besar gerakan, semakin banyak komponen di dalam lutut yang berinteraksi, sehingga kemungkinan munculnya bunyi juga lebih besar.

Posisi jongkok membuat tekanan pada meniskus, kartilago, dan komponen lainnya meningkat. Jadi wajar jika ada bunyi. Yang penting, selama tidak ada nyeri, ini bukan masalah.

Saat Naik atau Turun Tangga

Naik tangga dan turun tangga membuat lutut harus bekerja lebih keras. Lutut berbunyi saat naik tangga tapi tidak sakit terjadi karena ada tekanan tambahan saat Anda mendorong tubuh ke atas.

Gerakan lutut saat naik turun tangga melibatkan banyak otot dan ligamen, jadi bunyi bisa muncul.

Selama kesehatan muskuloskeletal Anda baik dan tidak ada keluhan lain, bunyi ini tidak perlu dikhawatirkan.

Bunyi Hanya di Satu Sisi

Beberapa orang mengalami lutut kiri berbunyi tapi tidak sakit, sementara yang lain mengalami lutut kanan berbunyi tapi tidak sakit. Ini bisa terjadi karena:

  • Salah satu kaki lebih sering digunakan (misalnya kaki dominan)
  • Kekuatan otot di kedua kaki tidak sama
  • Sedikit perbedaan struktur atau kebiasaan gerakan

Selama tidak ada gejala lain seperti nyeri atau bengkak, perbedaan ini tidak menandakan masalah serius.

Apakah Lutut Berbunyi Tapi Tidak Sakit Berbahaya?

Ini pertanyaan yang paling sering ditanyakan: apakah lutut berbunyi tapi tidak sakit berbahaya?

Jawabannya: umumnya tidak berbahaya. Penelitian menunjukkan bahwa crepitus lutut (bunyi gesekan di lutut) tanpa disertai rasa sakit adalah hal yang normal dan tidak perlu ditakuti.

Ini bukan tanda bahwa lutut Anda rusak atau akan bermasalah di kemudian hari.

Yang perlu Anda perhatikan adalah tanda-tanda peringatan masalah lutut berikut:

  • Bunyi disertai nyeri lutut yang semakin parah
  • Ada pembengkakan atau kemerahan di sekitar lutut
  • Lutut terasa tidak stabil, seperti mau “copot”
  • Lutut tiba-tiba “terkunci” dan sulit digerakkan
  • Gerakan lutut menjadi terbatas

Jika tidak ada gejala-gejala tersebut, Anda tidak perlu khawatir. Ini hanya cara normal lutut Anda bekerja.

Cara Mengatasi Lutut Berbunyi Tapi Tidak Sakit

Meskipun tidak berbahaya, beberapa orang tetap ingin mengurangi bunyi di lutut. Berikut cara mengatasi lutut berbunyi tapi tidak sakit yang bisa Anda lakukan:

1. Jaga Berat Badan Tetap Ideal

Semakin berat tubuh Anda, semakin besar beban yang ditanggung lutut. Kelebihan berat badan membuat tulang rawan lebih cepat aus.

Dengan menjaga berat badan ideal, Anda mengurangi tekanan pada lutut dan membantu menjaga kesehatan sendi lutut.

2. Lakukan Pemanasan Sebelum Beraktivitas

Jangan langsung berolahraga atau melakukan aktivitas berat tanpa pemanasan. Pemanasan membuat aliran darah ke otot dan sendi meningkat, sehingga cairan sinovial siap bekerja dengan baik.

Hal tersebut membantu mengurangi gesekan saat bergerak dan membuat aktivitas fisik dan kesehatan lutut Anda lebih terjaga.

3. Perkuat Otot di Sekitar Lutut

Otot paha yang kuat (quadriceps dan hamstring) sangat penting untuk menjaga stabilitas lutut. Semakin kuat otot, semakin baik lutut dilindungi. Lakukan latihan penguatan otot secara rutin.

Selain itu, jangan lupa melakukan peregangan otot. Peregangan membuat fleksibilitas sendi meningkat dan mengurangi ketegangan pada ligamen dan tendon. Otot yang lentur membantu lutut bergerak lebih lancar.

4. Hindari Aktivitas yang Terlalu Membebani Lutut

Jika Anda suka berlari atau melompat, coba kurangi frekuensinya atau ganti dengan olahraga yang lebih ramah untuk lutut.

Olahraga high-impact seperti lari di aspal keras atau melompat-lompat bisa membebani lutut.

Coba ganti dengan bersepeda atau berenang. Kedua olahraga ini tetap membuat tubuh aktif tapi lebih ringan untuk lutut.

Anda juga bisa mengurangi durasi jongkok yang terlalu lama atau menghindari naik tangga terlalu sering jika terasa berat.

5. Gunakan Pelindung Lutut Saat Berolahraga

Jika Anda tetap ingin melakukan olahraga yang cukup intens, gunakan pelindung lutut (knee support atau knee brace).

Alat ini membantu memberikan stabilitas tambahan pada patellofemoral joint dan mengurangi risiko cedera.

6. Konsumsi Makanan yang Baik untuk Sendi

Makan makanan yang mengandung kolagen dapat membantu menjaga kesehatan tulang rawan.

Kolagen adalah protein yang menjadi bahan pembentuk kartilago. Makanan seperti kaldu tulang, ikan, ayam, dan telur kaya akan kolagen.

Vitamin C juga penting karena membantu tubuh memproduksi kolagen. Jadi, jangan lupa makan buah dan sayur.

Kapan Harus ke Dokter?

Meski lutut berbunyi tapi tidak sakit umumnya tidak masalah, Anda perlu segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalami hal-hal berikut:

  • Bunyi disertai nyeri lutut yang semakin lama semakin parah
  • Lutut bengkak, merah, atau terasa hangat
  • Lutut terasa sangat tidak stabil saat berdiri atau berjalan
  • Lutut tiba-tiba “terkunci” dan tidak bisa ditekuk atau diluruskan
  • Range of motion (rentang gerak) lutut menjadi terbatas
  • Kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari seperti naik tangga atau turun tangga

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik lutut untuk mengecek kondisi meniskus, ligamen, tendon, dan komponen lainnya.

Jika diperlukan, dokter mungkin akan menyarankan tes McMurray (tes untuk mendeteksi masalah meniskus), X-ray lutut, MRI lutut, atau USG muskuloskeletal.

Pemeriksaan ini penting untuk memastikan tidak ada masalah serius seperti meniskus robek, kerusakan ligamen cruciatum anterior (ACL), ligamen cruciatum posterior (PCL), ligamen kolateral medial (MCL), ligamen kolateral lateral (LCL), atau kondisi lain yang membutuhkan penanganan khusus.

Tips Mencegah Masalah Lutut di Kemudian Hari

Pencegahan cedera lutut lebih baik daripada mengobati. Berikut tips yang bisa Anda lakukan:

  • Kombinasikan berbagai jenis latihan: Jangan hanya fokus pada satu jenis olahraga. Gabungkan latihan kekuatan, fleksibilitas, dan kardio untuk kesehatan muskuloskeletal yang seimbang.
  • Perhatikan teknik bergerak: Saat naik tangga, turun tangga, berlari, atau melompat, pastikan Anda menggunakan teknik yang benar. Teknik yang salah bisa membebani lutut secara tidak perlu.
  • Gunakan alas kaki yang tepat: Sepatu yang baik dapat menyerap benturan dan mengurangi tekanan pada lutut. Hindari sepatu yang terlalu datar atau terlalu tinggi untuk aktivitas sehari-hari.
  • Jangan jongkok terlalu lama: Posisi jongkok memberi tekanan besar pada lutut. Jika pekerjaan Anda mengharuskan jongkok, sesekali berdiri dan regangkan kaki.
  • Dengarkan tubuh Anda: Jika lutut mulai terasa tidak nyaman, istirahatkan. Jangan memaksakan diri melakukan aktivitas yang membuat lutut terasa berat.

Kesimpulan tentang Lutut Berbunyi Tapi Tidak Sakit

Lutut berbunyi tapi tidak sakit adalah kondisi yang sangat umum dan biasanya tidak berbahaya.

Entah itu lutut berbunyi saat ditekuk tapi tidak sakit, lutut berbunyi saat jongkok tapi tidak sakit, atau bunyi gemeretak di lutut tapi tidak sakit, selama tidak ada nyeri atau pembengkakan, Anda tidak perlu khawatir berlebihan.

Penyebab lutut berbunyi tapi tidak sakit bisa karena gelembung udara di cairan sendi, pergeseran ligamen atau tendon, penipisan tulang rawan, atau ketidakstabilan tempurung lutut.

Semua ini adalah bagian normal dari cara kerja lutut, terutama seiring bertambahnya usia.

Jika Anda ingin mengurangi bunyi, cara mengatasi lutut berbunyi tapi tidak sakit cukup sederhana: jaga berat badan, rutin berolahraga dengan teknik yang benar, perkuat otot paha, dan konsumsi makanan yang baik untuk sendi.

Yang terpenting, Anda sekarang sudah tahu bahwa apakah lutut berbunyi tapi tidak sakit berbahaya? Jawabannya adalah tidak, selama tidak ada gejala lain.

Namun, jika muncul tanda-tanda peringatan masalah lutut seperti nyeri, bengkak, atau keterbatasan gerak, segera konsultasikan dengan dokter.

Dengan memahami kesehatan sendi lutut dan menerapkan gaya hidup yang tepat, Anda bisa menjaga lutut tetap sehat dan berfungsi dengan baik sepanjang hidup. Jadi, mulai sekarang jangan takut lagi dengan bunyi “krek-krek” di lutut Anda!

Jika ingin berkonsultasi tentang nyeri lutut dan sendi dengan dokter ahli Klinik Patella dapat menghubungi melalui WhatsApp di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda bersama Klinik Patella!

Pertanyaan Seputar Lutut Berbunyi Tapi Tidak Sakit

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan seputar topik dengkul berbunyi tapi tidak sakit.

Apa penyebab paling umum lutut berbunyi tapi tidak sakit?

Penyebab paling umum adalah kavitasi sendi, yaitu terbentuknya gelembung udara (nitrogen) dalam cairan sinovial yang kemudian pecah saat lutut digerakkan.

Proses ini alami dan tidak berbahaya. Selain itu, bunyi juga bisa disebabkan oleh pergeseran ligamen atau tendon, penipisan tulang rawan seiring usia, atau ketidakstabilan tempurung lutut.

Apakah lutut berbunyi tapi tidak sakit berbahaya?

Tidak, umumnya tidak berbahaya. Selama bunyi tidak disertai nyeri, pembengkakan, kemerahan, atau keterbatasan gerak, kondisi ini adalah hal yang normal.

Namun, Anda perlu waspada jika bunyi disertai nyeri yang semakin parah, lutut bengkak, terasa tidak stabil, atau tiba-tiba “terkunci” karena bisa jadi ada masalah yang memerlukan pemeriksaan dokter.

Bagaimana cara mengatasi lutut yang sering berbunyi?

Beberapa cara yang bisa dilakukan:

  • Jaga berat badan ideal untuk mengurangi beban pada lutut
  • Lakukan pemanasan sebelum beraktivitas
  • Perkuat otot paha dengan latihan rutin
  • Lakukan peregangan untuk meningkatkan fleksibilitas sendi
  • Hindari olahraga yang terlalu membebani lutut seperti lari di permukaan keras
  • Konsumsi makanan kaya kolagen untuk menjaga kesehatan tulang rawan.

Kapan harus ke dokter jika lutut berbunyi?

Segera konsultasi ke dokter jika bunyi lutut disertai dengan:

  • Nyeri yang semakin memburuk
  • Pembengkakan atau kemerahan di sekitar lutut
  • Lutut terasa sangat tidak stabil saat berdiri atau berjalan
  • Lutut tiba-tiba “terkunci” dan sulit digerakkan
  • Rentang gerak lutut menjadi terbatas sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Artikel Lainnya

prp vs stem cell

PRP vs Stem Cell: Kenali Dua Terapi Nyeri Sendi dan Lutut Ini

terapi prp rambut

Terapi PRP, Solusi Tepat Atasi Kerontokan Rambut

kram betis

Kram Betis: Penyebab dan Cara Mengatasinya

pseudogout

Pseudogout: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya