Pernahkah Anda merasakan nyeri di sisi dalam siku yang tidak kunjung hilang? Bisa jadi itu adalah golfer’s elbow atau siku pegolf. Apa saja penyebab dan cara mengobatinya?
Banyak orang mengira kondisi ini hanya dialami oleh pemain golf, padahal siapa pun bisa terkena — termasuk karyawan kantoran, tukang, atlet, hingga ibu rumah tangga yang sering melakukan pekerjaan tangan secara berulang.
Artikel ini menjelaskan secara lengkap apa penyebab golfer’s elbow atau siku pegolf, siapa saja yang berisiko, bagaimana cara mengenalinya, dan apa yang bisa dilakukan untuk mengobatinya.
Jika ingin berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri lutut dengan dokter ahli Klinik Patella dapat menghubungi melalui WhatsApp di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda bersama Klinik Patella!
Daftar Isi
- Apa Itu Golfer’s Elbow atau Siku Pegolf?
- Kenapa Siku Bagian Dalam Bisa Terasa Sakit?
- Siapa Saja yang Bisa Terkena Golfer’s Elbow atau Siku Pegolf?
- 1. Atlet dan Pegolf
- 2. Pekerja Kantoran
- 3. Pekerja Fisik
- Faktor Lain yang Meningkatkan Risiko
- Apa Bedanya Golfer’s Elbow dengan Tennis Elbow?
- Gejala Golfer’s Elbow atau Siku Pegolf
- Diagnosis Golfer’s Elbow atau Siku Pegolf?
- Cara Mengobati Golfer’s Elbow atau Siku Pegolf
- 1. Istirahat dan Ubah Kebiasaan
- 2. Terapi Fisik
- 3. Obat Pereda Nyeri dan Anti-Radang
- 4. Penyangga Siku (Brace)
- 5. Suntikan Kortikosteroid
- 6. Terapi Gelombang Kejut (ESWT)
- 7. Operasi
- Mencegah Golfer’s Elbow atau Siku Pegolf
- Kesimpulan tentang Penyebab Golfer’s Elbow atau Siku Pegolf
- Pertanyaan Seputar Penyebab Golfer’s Elbow atau Siku Pegolf
Apa Itu Golfer’s Elbow atau Siku Pegolf?

Golfer’s elbow adalah kondisi di mana bagian dalam siku terasa nyeri dan meradang.
Rasa sakit ini muncul karena tendon — jaringan penghubung antara otot dan tulang — mengalami kerusakan kecil akibat terlalu sering digunakan.
Dalam dunia medis, kondisi ini disebut medial epicondylitis. Penyebab medial epicondylitis pada dasarnya sama dengan golfer’s elbow atau siku pegolf, yaitu penggunaan berlebihan pada otot dan tendon di sisi dalam siku.
Untuk lebih mudah memahaminya, mari kenali sekilas anatomi siku yang terlibat. Di sisi dalam siku terdapat tonjolan tulang kecil yang disebut medial epicondyle humerus.
Di sinilah tendon fleksor melekat, yaitu tendon yang menghubungkan otot-otot lengan bawah ke tulang lengan atas.
Otot-otot ini — termasuk otot pronator teres dan otot flexor carpi radialis — bekerja setiap kali Anda menekuk pergelangan tangan, menggenggam sesuatu, atau memutar lengan.
Ketika gerakan-gerakan tersebut dilakukan terlalu sering tanpa jeda yang cukup, terjadilah tarikan berlebihan pada otot lengan bawah yang membuat tendon bisa mengalami robekan kecil-kecil yang disebut mikrotrauma tendon.
Lama-kelamaan, robekan kecil ini memicu peradangan tendon, dan itulah yang menimbulkan nyeri siku bagian dalam yang khas pada golfer’s elbow atau siku pegolf.
Kenapa Siku Bagian Dalam Bisa Terasa Sakit?
Pertanyaan paling umum yang muncul adalah: kenapa siku bagian dalam terasa sakit, padahal rasanya tidak pernah cedera?
Jawabannya ada pada mekanisme cedera akibat overuse, yaitu cedera yang terjadi bukan karena satu benturan keras, melainkan karena gerakan kecil yang dilakukan berulang-ulang dalam jangka waktu lama.
Ini disebut juga repetitif strain injury. Tendon yang terus dibebani tanpa cukup waktu untuk pulih akan semakin lemah dan mudah meradang. Inilah penyebab nyeri siku bagian dalam yang paling sering terjadi.
Penyebab tendon siku meradang ini tidak selalu terasa dari awal.
Banyak penderita yang baru menyadari ada masalah ketika rasa nyeri sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti:
- Nyeri saat menggenggam tas
- Nyeri saat menekuk pergelangan tangan
- Nyeri saat berjabat tangan.
Siapa Saja yang Bisa Terkena Golfer’s Elbow atau Siku Pegolf?
Penyebab golfer’s elbow atau siku pegolf akibat gerakan berulang bisa datang dari berbagai jenis aktivitas. Berikut kelompok yang paling sering mengalaminya:
1. Atlet dan Pegolf
Penyebab cedera siku pada pegolf umumnya adalah teknik ayunan yang kurang tepat, khususnya ketika stik menyentuh tanah secara keras.
Melakukan pukulan ratusan kali dengan pegangan yang salah memberikan tekanan besar pada tendon di sisi dalam siku.
Namun, penyebab cedera siku pada atlet tidak terbatas pada golf saja. Penyebab sakit siku karena olahraga juga kerap ditemukan pada pemain tenis, badminton, dan baseball.
Cedera olahraga raket seperti tenis dan badminton dipicu oleh gerakan servis dan smash yang dilakukan berulang. Baseball pun berisiko melalui gerakan melempar yang terus-menerus.
Begitu pula angkat beban, yang bila dilakukan dengan teknik yang keliru, dapat membebani tendon fleksor secara berlebihan.
2. Pekerja Kantoran
Penyebab golfer’s elbow atau siku pegolf pada pekerja kantoran sering kali tidak disadari.
Mengetik berjam-jam dengan posisi pergelangan tangan yang tidak pas, ditambah penggunaan mouse secara terus-menerus, ternyata cukup untuk memicu gangguan muskuloskeletal pada siku.
Aktivitas yang terkesan ringan ini, bila dilakukan setiap hari tanpa jeda yang cukup, bisa menjadi sumber cedera akibat pekerjaan (occupational injury) yang nyata.
3. Pekerja Fisik
Tukang, pekerja konstruksi, dan montir termasuk kelompok yang paling rentan.
Aktivitas berulang yang melibatkan pergelangan tangan seperti mengencangkan baut, mengangkat material berat, dan menggunakan peralatan tangan secara rutin memberikan beban kerja otot lengan bawah yang tinggi.
Tanpa waktu istirahat yang memadai, tendinitis siku bisa berkembang secara perlahan namun pasti.
Faktor Lain yang Meningkatkan Risiko
Selain jenis aktivitas, ada beberapa faktor biomekanik dan kondisi kesehatan yang dapat memperbesar kemungkinan seseorang terkena golfer’s elbow atau siku pegolf.
Risiko degeneratif tendon meningkat seiring bertambahnya usia — pada usia di atas 40 tahun, tendon mulai kehilangan kelenturan dan suplai darahnya berkurang, sehingga proses penyembuhan pun melambat.
Faktor risiko lain yang perlu diwaspadai:
- Merokok — menghambat sirkulasi darah ke jaringan tendon
- Kelebihan berat badan — menambah beban pada sendi dan tendon
- Diabetes — memengaruhi kualitas jaringan ikat secara keseluruhan
- Pekerjaan dengan tuntutan fisik tinggi setiap harinya
- Melakukan gerakan berulang lebih dari dua jam per hari tanpa jeda istirahat yang cukup
Apa Bedanya Golfer’s Elbow dengan Tennis Elbow?
Dua kondisi ini sering tertukar karena gejalanya mirip. Perbedaan golfer’s elbow dan tennis elbow yang paling mudah diingat adalah lokasi rasa sakitnya.
Kalau golfer’s elbow atau siku pegolf, nyeri terasa di sisi dalam siku (medial epicondyle). Kalau tennis elbow, nyeri terasa di sisi luar siku (lateral epicondyle).
Perbedaan penyebab golfer’s elbow dan tennis elbow juga terletak pada kelompok otot yang terlibat.
Golfer’s elbow atau siku pegolf terjadi karena otot-otot yang berfungsi menekuk pergelangan tangan (wrist flexor) terlalu sering digunakan.
Sementara tennis elbow terjadi karena otot-otot yang berfungsi meluruskan pergelangan tangan (wrist extensor) yang mengalami overuse.
Meskipun keduanya adalah bentuk peradangan tendon, penanganannya berbeda karena otot yang bermasalah pun berbeda.
Gejala Golfer’s Elbow atau Siku Pegolf
Gejala golfer’s elbow atau siku pegolf bisa muncul perlahan atau tiba-tiba. Tanda-tanda yang umum dirasakan antara lain:
- Nyeri siku bagian dalam, kadang menjalar hingga ke lengan bawah
- Nyeri saat menggenggam benda, terutama yang berat
- Nyeri saat menekuk pergelangan tangan ke arah dalam
- Siku terasa kaku, terutama di pagi hari
- Genggaman tangan terasa lebih lemah dari biasanya
- Pada beberapa kasus, muncul rasa kesemutan atau mati rasa di jari manis dan kelingking akibat iritasi pada saraf di sekitar area yang meradang
Jangan tunggu sampai gejala makin parah. Inflamasi yang dibiarkan terlalu lama bisa berkembang menjadi kondisi kronis yang jauh lebih sulit ditangani.
Diagnosis Golfer’s Elbow atau Siku Pegolf?
Kabar baiknya, diagnosis golfer’s elbow atau siku pegolf tidak selalu membutuhkan pemeriksaan yang rumit.
Prosedur diagnosis umumnya dimulai dengan pemeriksaan fisik yang sudah cukup untuk menegakkan diagnosis pada sebagian besar kasus.
Dokter akan menekan area medial epicondyle untuk mencari titik nyeri, lalu meminta pasien melawan tekanan saat menekuk pergelangan tangan.
Jika gerakan itu memperburuk rasa sakit, kemungkinan besar diagnosa mengarah ke golfer’s elbow atau siku pegolf.
Untuk kasus yang lebih kompleks, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan tambahan.
- USG muskuloskeletal digunakan untuk melihat kondisi tendon secara langsung dan mendeteksi apakah ada robekan atau tanda kerusakan lainnya.
- MRI dipilih ketika dibutuhkan gambaran yang lebih mendetail, misalnya ketika gejala tidak kunjung membaik atau dicurigai ada masalah lain yang menyertai.
Cara Mengobati Golfer’s Elbow atau Siku Pegolf
Penyebab golfer’s elbow atau siku pegolf dan cara mengatasinya saling berkaitan.
Semakin awal ditangani, semakin besar peluang untuk pulih tanpa perlu tindakan medis yang invasif.
Berikut pilihan pengobatan dari yang paling ringan hingga yang lebih intensif:
1. Istirahat dan Ubah Kebiasaan
Langkah pertama dan paling penting adalah beri waktu tendon untuk pulih. Kurangi atau hentikan sementara aktivitas yang memicu nyeri.
Ini adalah kunci utama dalam menangani overuse injury — tanpa istirahat, tendon tidak punya kesempatan untuk sembuh.
Bila perlu, ubah teknik kerja atau olahraga agar beban pada siku berkurang.
2. Terapi Fisik
Fisioterapis akan merancang program latihan khusus untuk memperkuat otot lengan bawah dan meningkatkan kelenturan tendon.
Latihan ini membantu memperbaiki faktor biomekanik yang menjadi akar masalah, sehingga cedera tidak mudah kambuh.
3. Obat Pereda Nyeri dan Anti-Radang
Obat anti-inflamasi non-steroid (NSAID) seperti ibuprofen dapat membantu meredakan inflamasi dan nyeri siku bagian dalam pada fase akut.
Namun, penggunaannya harus sesuai anjuran dokter — jangan dikonsumsi sembarangan dalam jangka panjang.
4. Penyangga Siku (Brace)
Alat penyangga siku membantu mengurangi tekanan pada tendon fleksor saat beraktivitas.
Ini sangat praktis bagi pekerja kantoran dan siapa pun yang harus tetap menggunakan tangan meski sedang dalam proses pemulihan.
5. Suntikan Kortikosteroid
Bila nyeri tidak membaik dengan cara-cara di atas, dokter dapat memberikan suntikan kortikosteroid langsung ke area yang meradang.
Tindakan ini efektif untuk menekan peradangan tendon yang sudah cukup parah, namun tidak disarankan sebagai pilihan pertama.
6. Terapi Gelombang Kejut (ESWT)
Terapi gelombang kejut atau Extracorporeal Shock Wave Therapy (ESWT) bekerja dengan merangsang proses penyembuhan alami tendon dari dalam.
Pilihan ini cocok untuk kasus kronis yang sudah berlangsung berbulan-bulan dan tidak merespons pengobatan konservatif.
7. Operasi
Operasi adalah pilihan terakhir yang baru dipertimbangkan jika semua metode di atas sudah dicoba namun tidak memberikan hasil yang memadai.
Tujuannya adalah mengangkat jaringan tendon yang rusak dan memperbaiki kerusakan yang tidak bisa sembuh sendiri.
Mencegah Golfer’s Elbow atau Siku Pegolf
Mencegah jauh lebih mudah daripada mengobati. Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:
- Selalu lakukan pemanasan sebelum berolahraga atau bekerja fisik
- Gunakan teknik yang benar dalam setiap aktivitas, mulai dari golf, tenis, badminton, baseball, hingga pekerjaan rumah tangga
- Ambil jeda istirahat secara rutin, terutama jika pekerjaan Anda melibatkan gerakan tangan yang berulang
- Latih kekuatan otot lengan bawah secara teratur sebagai bentuk pencegahan
- Perhatikan posisi kerja — pastikan pergelangan tangan berada pada posisi netral saat mengetik atau bekerja
Kesimpulan tentang Penyebab Golfer’s Elbow atau Siku Pegolf
Golfer’s elbow atau siku pegolf bukan hanya masalah para pegolf. Siapa pun yang sering menggerakkan pergelangan tangan secara berulang — baik atlet, pekerja kantoran, tukang, montir, maupun pekerja konstruksi — memiliki risiko mengalaminya.
Kondisi ini terjadi karena tendon fleksor di sisi dalam siku mengalami mikrotrauma akibat overuse, yang kemudian memicu peradangan tendon di area medial epicondyle humerus.
Memahami apa penyebab golfer’s elbow atau siku pegolf dari berbagai sisi — mulai dari penyebab cedera siku pada pegolf, penyebab cedera siku pada atlet, penyebab golfer’s elbow atau siku pegolf pada pekerja kantoran, hingga cedera akibat pekerjaan — adalah langkah awal yang penting.
Mengenali perbedaan golfer’s elbow dan tennis elbow pun membantu agar penanganannya tidak keliru.
Dengan diagnosis yang tepat melalui pemeriksaan fisik, dan bila diperlukan USG muskuloskeletal atau MRI, sebagian besar penderita dapat pulih sepenuhnya.
Yang terpenting, jangan tunda penanganan. Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang untuk kembali beraktivitas tanpa rasa sakit.
Jika ingin berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri lutut dengan dokter ahli Klinik Patella dapat menghubungi melalui WhatsApp di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda bersama Klinik Patella!
Pertanyaan Seputar Penyebab Golfer’s Elbow atau Siku Pegolf
Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang muncul seputar topik penyebab Golfer’s Elbow:
Apa itu golfer’s elbow atau siku pegolf? Apa penyebabnya?
Golfer’s elbow adalah peradangan pada tendon di sisi dalam siku akibat penggunaan otot lengan bawah yang berlebihan secara berulang.
Kondisi ini bukan hanya dialami pegolf, tetapi siapa pun yang sering melakukan gerakan menggenggam, menekuk, atau memutar pergelangan tangan dalam jangka panjang.
Apakah golfer’s elbow atau siku pegolf hanya menyerang atlet atau pemain golf saja?
Tidak. Selain atlet cabang olahraga seperti golf, tenis, badminton, dan baseball, golfer’s elbow atau siku pegolf juga kerap dialami:
- Pekerja kantoran yang banyak mengetik
- Pekerja fisik seperti tukang, montir, dan pekerja konstruksi yang rutin menggunakan tangan untuk pekerjaan berulang.
Apa perbedaan golfer’s elbow dengan tennis elbow?
Perbedaan utamanya ada pada lokasi nyeri. Golfer’s elbow atau siku pegolf menyebabkan nyeri di sisi dalam siku (medial epicondyle), sedangkan tennis elbow menyebabkan nyeri di sisi luar siku (lateral epicondyle).
Keduanya sama-sama dipicu oleh gerakan berulang, namun melibatkan kelompok otot yang berbeda.
Bagaimana cara mengobati golfer’s elbow?
Sebagian besar kasus dapat ditangani secara konservatif, dimulai dari istirahat dan modifikasi aktivitas, terapi fisik, penggunaan brace, hingga obat anti-inflamasi.
Untuk kasus yang lebih berat, dokter dapat merekomendasikan suntikan kortikosteroid atau terapi gelombang kejut (ESWT). Operasi hanya dilakukan jika semua metode tersebut tidak berhasil.