Kini ada metode pengobatan inovatif osteoarthritis yang disebut terapi platelet rich plasma.
Pengobatan ini bekerja dengan cara memanfaatkan kemampuan alami tubuh kita sendiri untuk menyembuhkan diri.
Nyeri sendi yang tidak kunjung sembuh, terutama karena osteoarthritis, memang sangat mengganggu kehidupan sehari-hari.
Bayangkan saja, aktivitas sederhana seperti naik tangga atau berjalan kaki bisa terasa menyiksa.
Bagi Anda yang mengalami peradangan sendi atau kerusakan tulang rawan, mengetahui tentang platelet rich plasma bisa menjadi pintu masuk untuk menemukan solusi pengobatan yang lebih baik.
Jika ingin berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri lutut dengan dokter ahli Klinik Patella dapat menghubungi melalui WhatsApp di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda bersama Klinik Patella!
Daftar Isi
- Apa Sebenarnya Platelet Rich Plasma Itu?
- Cara Kerja Platelet Rich Plasma pada Osteoarthritis
- Seperti Apa Prosedurnya?
- 1. Pengambilan Darah
- 2. Proses Pemisahan dengan Mesin Sentrifus
- 3. Penyuntikan ke Sendi
- Manfaat Platelet Rich Plasma untuk Berbagai Kondisi
- Mana yang Lebih Baik: PRP atau Suntik Steroid?
- Apakah Terapi PRP Aman? Apa Efek Sampingnya?
- Berapa Kali Harus Menjalani Terapi PRP?
- Kesimpulan tentang Platelet Rich Plasma
- Pertanyaan Seputar Platelet Rich Plasma
Apa Sebenarnya Platelet Rich Plasma Itu?
Platelet rich plasma adalah cairan kental yang berasal dari darah Anda sendiri, dengan kandungan trombosit (platelet) yang sangat tinggi.
Mungkin Anda sudah tahu bahwa trombosit bertugas membekukan darah saat kita terluka. Tapi sebenarnya, trombosit punya peran yang jauh lebih penting dari itu.
Di dalam trombosit tersimpan banyak sekali faktor pertumbuhan (growth factor)—semacam zat kimia khusus yang memberikan sinyal kepada sel-sel tubuh untuk mulai memperbaiki dan membangun kembali jaringan yang rusak.
Lalu bagaimana cara membuatnya? Prosesnya cukup sederhana. Pertama, dokter akan mengambil sedikit plasma darah dari lengan Anda, persis seperti saat cek darah biasa di laboratorium.
Darah yang sudah diambil kemudian dimasukkan ke dalam mesin khusus yang disebut teknologi sentrifus medis.
Melalui proses sentrifugasi darah—yaitu pemutaran berkecepatan tinggi—berbagai komponen dalam darah akan terpisah-pisah berdasarkan beratnya.
Hasilnya adalah plasma dengan konsentrasi trombosit yang sangat padat, bisa mencapai lima sampai sepuluh kali lebih banyak dibanding darah normal.
Cairan inilah yang kemudian disuntikkan kembali ke bagian tubuh yang bermasalah, misalnya sendi lutut yang sakit karena osteoarthritis.
Cara Kerja Platelet Rich Plasma pada Osteoarthritis
Untuk memahami cara kerjanya, mari kita pahami dulu apa itu osteoarthritis.
Penyakit ini terjadi ketika tulang rawan (kartilago)—yaitu lapisan halus dan licin yang melapisi ujung-ujung tulang di persendian—mulai menipis dan rusak.
Bayangkan tulang rawan ini seperti bantalan empuk yang membuat sendi kita bisa bergerak dengan mulus tanpa bunyi gesekan.
Ketika bantalan ini aus, tulang akan bergesekan langsung satu sama lain. Akibatnya timbul inflamasi sendi, rasa nyeri yang tajam, dan sendi jadi kaku susah digerakkan.
Nah, platelet rich plasma untuk osteoarthritis bekerja dengan tujuan menghentikan atau setidaknya memperlambat kerusakan tersebut, sambil merangsang tubuh untuk memperbaiki sendiri jaringan yang rusak.
Begini cara kerjanya: saat injeksi PRP disuntikkan ke dalam sendi yang sakit, faktor-faktor pertumbuhan dari trombosit akan keluar dan mulai bekerja.
Zat-zat ajaib ini akan memberikan perintah kepada sel-sel di sekitar sendi untuk:
- Membuat kolagen baru, yang merupakan bahan dasar pembentuk tulang rawan
- Mengurangi peradangan yang bisa memperparah kerusakan
- Meningkatkan aliran darah ke area tersebut supaya nutrisi dan oksigen bisa sampai dengan baik untuk mendukung proses penyembuhan
Dengan kata lain, terapi PRP untuk sendi tidak cuma menghilangkan rasa sakit untuk sementara waktu.
Lebih dari itu, terapi ini berusaha memperbaiki akar masalahnya dengan mengaktifkan proses penyembuhan jaringan yang sudah ada dalam tubuh kita.
Fokus utamanya adalah pada perbaikan tulang rawan yang mengalami kerusakan akibat proses degeneratif.
Seperti Apa Prosedurnya?
Kabar baiknya, prosedur platelet rich plasma tergolong cepat dan tidak terlalu rumit.
Dari mulai pengambilan darah sampai selesai disuntikkan, biasanya hanya butuh waktu kurang dari satu jam.
Anda juga tidak perlu rawat inap di rumah sakit, cukup datang ke klinik dokter saja.
Berikut langkah-langkahnya:
1. Pengambilan Darah
Dokter atau perawat akan mengambil darah dari pembuluh vena di lengan Anda, sekitar 15 sampai 60 mililiter. Jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan terapi Anda.
2. Proses Pemisahan dengan Mesin Sentrifus
Darah yang sudah diambil dimasukkan ke dalam tabung steril khusus, lalu diputar dengan mesin sentrifus selama beberapa menit.
Putaran cepat ini akan memisahkan berbagai komponen darah, dan hasilnya adalah cairan yang kaya akan trombosit.
3. Penyuntikan ke Sendi
Dokter ortopedi akan membersihkan area sendi yang akan disuntik dengan cairan antiseptik.
Supaya tepat sasaran, biasanya dokter menggunakan bantuan alat USG untuk melihat posisi jarum.
Setelah itu, cairan PRP disuntikkan langsung ke dalam rongga sendi atau jaringan lunak di sekitarnya.
Setelah prosedur selesai, wajar kalau Anda merasakan sedikit nyeri atau bengkak di tempat suntikan. Tapi jangan khawatir, ini biasanya hilang dalam beberapa hari.
Kebanyakan pasien bahkan bisa langsung beraktivitas ringan setelah keluar dari klinik.
Namun, dokter ortopedi atau fisioterapis mungkin akan memberikan panduan khusus atau program latihan ringan supaya hasil terapinya lebih maksimal.
Manfaat Platelet Rich Plasma untuk Berbagai Kondisi
Ternyata manfaat platelet rich plasma tidak hanya untuk osteoarthritis saja.
Dalam dunia terapi ortopedi modern, metode ini sudah dipakai untuk menangani berbagai masalah penyembuhan cedera muskuloskeletal—yaitu cedera pada otot, tulang, dan sendi.
Beberapa kondisi yang sering ditangani dengan terapi regeneratif ini antara lain:
- Platelet rich plasma untuk cedera lutut, seperti robekan cedera ligamen (misalnya cedera ACL yang sering cedera pada atlet)
- Masalah pada cedera tendon di area lutut seperti tendinitis patela.
- Mengatasi cedera ligamen di berbagai sendi tubuh lainnya
- Masalah pada jaringan lunak seperti otot dan tendon di bahu, siku (contohnya tennis elbow yang sering dialami pemain tenis), atau pergelangan kaki.
Intinya, semua penggunaan terapi ini didasari oleh konsep platelet rich plasma untuk regenerasi jaringan.
Dengan mempercepat proses penyembuhan alami tubuh, terapi berbasis darah ini membantu pasien pulih lebih cepat dan kembali menjalani aktivitas normal seperti biasa.
Mana yang Lebih Baik: PRP atau Suntik Steroid?
Ini adalah pertanyaan yang sangat sering ditanyakan pasien. Memang, baik PRP vs injeksi steroid sama-sama diberikan melalui suntikan, tapi cara kerjanya sangat berbeda.
Suntik steroid (kortikosteroid) bekerja dengan cara menekan sistem kekebalan tubuh supaya peradangan dan nyeri cepat mereda.
Efeknya memang terasa cepat, tapi sayangnya hanya bertahan sementara. Kalau dipakai terus-menerus atau terlalu sering, steroid justru bisa merusak jaringan, termasuk tulang rawan yang sudah rapuh.
Sebaliknya, PRP untuk nyeri lutut bekerja dengan cara merangsang tubuh untuk memperbaiki dirinya sendiri.
Penelitian menunjukkan bahwa memang efeknya tidak secepat steroid, tapi manfaatnya jauh lebih tahan lama.
Bahkan terapi platelet rich plasma medis bisa memperbaiki struktur jaringan yang rusak secara bertahap.
Yang lebih penting lagi, PRP tidak melemahkan sistem imun tubuh, melainkan justru memperkuat kemampuan tubuh untuk sembuh sendiri.
Apakah Terapi PRP Aman? Apa Efek Sampingnya?
Banyak orang bertanya, terapi PRP aman atau tidak? Jawabannya: sangat aman. Mengapa? Karena bahan yang digunakan berasal dari darah Anda sendiri.
Tidak ada bahan asing yang masuk ke tubuh. Jadi risiko alergi atau penolakan tubuh hampir tidak ada sama sekali.
Lalu bagaimana dengan efek samping platelet rich plasma? Keluhan yang paling sering muncul adalah nyeri ringan, bengkak, atau kemerahan di tempat suntikan.
Tapi tenang saja, ini biasanya hilang sendiri dalam beberapa hari tanpa perlu pengobatan khusus.
Risiko infeksi juga sangat kecil, asalkan prosedurnya dilakukan oleh dokter yang terlatih dengan peralatan yang steril dan bersih.
Berapa Kali Harus Menjalani Terapi PRP?
Pertanyaan berapa kali terapi PRP dilakukan tidak bisa dokter jawab dengan angka pasti untuk semua orang.
Setiap pasien berbeda-beda, tergantung dari seberapa parah kondisinya, bagaimana respon tubuhnya, dan apa rekomendasi dari dokter ortopedi yang menangani.
Untuk kasus osteoarthritis di sendi lutut, biasanya memang perlu lebih dari satu kali suntikan.
Umumnya dokter akan memberikan satu sampai tiga kali suntikan, dengan jarak beberapa minggu di antara setiap suntikan.
Ada juga pasien yang perlu suntikan ulang setelah beberapa bulan atau bahkan tahun kemudian untuk menjaga hasil terapinya tetap baik.
Makanya, kontrol rutin ke dokter sangat penting untuk memantau perkembangan dan menentukan apakah perlu terapi lanjutan atau tidak.
Kesimpulan tentang Platelet Rich Plasma
Terapi platelet rich plasma adalah terobosan besar dalam dunia pengobatan non-bedah untuk masalah sendi dan jaringan lunak.
Sebagai salah satu bentuk terapi regeneratif, metode ini menawarkan cara yang unik: memanfaatkan kekuatan penyembuhan alami tubuh sendiri tanpa perlu operasi atau obat-obatan kimia yang berat.
Bagi penderita osteoarthritis, terapi ini memberikan harapan nyata untuk mengurangi rasa nyeri, meningkatkan kemampuan gerak sendi, dan memperlambat kerusakan tulang rawan yang semakin parah.
Memang tidak semua orang cocok dengan terapi ini, tapi sudah banyak pasien yang merasakan manfaatnya dan bisa menghindari operasi atau ketergantungan pada obat-obatan dalam jangka panjang.
Jadi, kalau Anda mengalami nyeri sendi kronis yang tidak kunjung membaik, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter spesialis.
Tanyakan apakah terapi non-operatif ini cocok untuk kondisi Anda. Siapa tahu, ini adalah solusi yang selama ini Anda cari.
Jika ingin berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri lutut dengan dokter ahli Klinik Patella dapat menghubungi melalui WhatsApp di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda bersama Klinik Patella!
Pertanyaan Seputar Platelet Rich Plasma
Berikut beberapa pertanyaan yang muncul seputar topik platelet rich plasma.
Apa itu platelet rich plasma?
Platelet rich plasma adalah cairan yang berasal dari darah pasien sendiri dengan kandungan trombosit yang sangat tinggi.
Trombosit ini menyimpan banyak faktor pertumbuhan yang berfungsi memberikan sinyal kepada sel-sel tubuh untuk memperbaiki dan membangun kembali jaringan yang rusak, termasuk tulang rawan pada sendi.
Bagaimana cara kerja terapi PRP untuk osteoarthritis?
Terapi PRP bekerja dengan cara dokter suntikkan langsung ke sendi yang bermasalah. Faktor pertumbuhan dari trombosit akan merangsang sel-sel di sekitar sendi untuk:
- Membuat kolagen baru sebagai bahan dasar tulang rawan
- Mengurangi peradangan
- Meningkatkan aliran darah untuk mendukung proses penyembuhan alami tubuh
Apakah terapi PRP aman dan apa efek sampingnya?
Terapi PRP sangat aman karena menggunakan darah pasien sendiri, sehingga risiko alergi atau penolakan tubuh hampir tidak ada.
Efek samping yang paling umum hanya:
- Nyeri ringan
- Bengkak, atau kemerahan di tempat suntikan yang biasanya hilang dalam beberapa hari
Risiko infeksi juga sangat kecil jika dokter lakukan dengan prosedur steril yang tepat.
Berapa kali harus menjalani terapi PRP?
Jumlah sesi terapi PRP berbeda-beda untuk setiap pasien, tergantung tingkat keparahan kondisi dan respon tubuh.
Untuk osteoarthritis lutut, umumnya pasien perlukan satu sampai tiga kali suntikan dengan jarak beberapa minggu.
Beberapa pasien mungkin perlu suntikan ulang setelah beberapa bulan atau tahun untuk mempertahankan hasil terapi.