Kondisi tulang sering bunyi sering membuat khawatir: apakah berbahaya bagi kesehatan? Artikel ini akan menjelaskan cara mengatasi tulang yang sering bunyi, dan kapan Anda perlu periksa ke dokter.
Pernahkah Anda mendengar suara “krek” atau “kretek-kretek” dari sendi saat bergerak? Keluhan ini sangat umum terjadi.
Banyak orang mengalami kaki bunyi kretek saat berjalan, tulang sering bunyi krek ketika memutar leher, atau pergelangan kaki bunyi krek tanpa alasan yang jelas.
Jika ingin berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri lutut dengan dokter ahli Klinik Patella dapat menghubungi melalui WhatsApp di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda bersama Klinik Patella!
Daftar Isi
- Bagaimana Sendi dan Tulang Bekerja?
- Kenapa Tulang Bisa Bunyi Kretek?
- 1. Gelembung Gas yang Pecah
- 2. Tendon atau Ligamen yang Bergeser
- 3. Sendi Kekurangan Pelumas
- Tulang Bunyi Tapi Tidak Sakit—Apakah Normal?
- Membedakan Bunyi Sendi yang Normal dan Tidak Normal
- Tulang Sering Bunyi Apakah Berbahaya?
- Cara Mengatasi Tulang yang Sering Bunyi
- 1. Jaga Berat Badan Ideal
- 2. Rajin Berolahraga dengan Cara yang Tepat
- 3. Lakukan Peregangan Secara Rutin
- 4. Jangan Sengaja Membunyikan Sendi
- 5. Gunakan Kompres Hangat
- 6. Penanganan untuk Kasus yang Lebih Serius
- Kapan Harus ke Dokter?
- Kesimpulan tentang Cara Mengatasi Tulang yang Sering Bunyi
- Pertanyaan Seputar Cara Mengatasi Tulang yang Sering Bunyi
Bagaimana Sendi dan Tulang Bekerja?
Untuk memahami kenapa tulang bunyi kretek, kita perlu tahu dulu bagaimana sendi bekerja. Mari kita ambil contoh sendi lutut karena ini adalah sendi engsel terbesar di tubuh kita.
Struktur lutut tersusun dari beberapa bagian penting. Ada tulang paha bagian bawah, tulang kering bagian atas, dan patella (tempurung lutut) yang melindungi sendi dari depan.
Di antara tulang-tulang ini, ada bantalan yang disebut tulang rawan (kartilago) dan meniskus.
Bayangkan seperti bantal empuk yang melindungi tulang agar tidak terjadi gesekan antar tulang secara langsung.
Semua bagian ini diikat oleh ligamen—seperti tali kuat yang menjaga agar tulang-tulang tidak bergeser kemana-mana. Yang paling penting, di dalam rongga sendi ada cairan kental bernama cairan sinovial.
Cairan ini bekerja seperti pelumas sendi pada mesin, membuat gerakan menjadi lancar dan tidak kasar. Selain sebagai pelumas, cairan ini juga memberi nutrisi pada tulang rawan.
Kenapa Tulang Bisa Bunyi Kretek?
Ada beberapa alasan penyebab tulang berbunyi saat kita menggerakkan sendi:
1. Gelembung Gas yang Pecah
Ini adalah penyebab paling umum dari tulang sering bunyi saat digerakkan. Di dalam cairan sinovial, ada gas-gas kecil yang terlarut seperti nitrogen.
Ketika kita menekuk atau memutar sendi, tekanan di dalam sendi berubah.
Perubahan ini membuat gelembung-gelembung gas terbentuk dan kemudian pecah—seperti saat kita membuka tutup botol soda.
Inilah yang menghasilkan bunyi “krek” atau tulang bunyi krek krek yang kita dengar. Bunyi seperti ini biasanya tidak berbahaya dan tidak menimbulkan rasa sakit.
2. Tendon atau Ligamen yang Bergeser
Kadang-kadang, tendon (yang menghubungkan otot ke tulang) atau ligamen (yang menghubungkan tulang ke tulang) bisa sedikit “melompat” atau bergeser saat melewati tonjolan tulang.
Bayangkan seperti karet gelang yang melewati sudut meja—bisa menimbulkan bunyi kretek-kretek atau suara gesekan.
3. Sendi Kekurangan Pelumas
Seiring bertambahnya usia atau karena kondisi kesehatan tertentu, produksi cairan sinovial bisa berkurang. Akibatnya, pelumasan di sendi tidak maksimal.
Ini menyebabkan kondisi sendi berbunyi karena kurang pelumas—tulang jadi lebih sering bergesekan dan menimbulkan bunyi.
Kondisi ini bisa terjadi di mana saja, termasuk bunyi pada lutut saat jalan atau sendi berbunyi saat ditekuk.
Tulang Bunyi Tapi Tidak Sakit—Apakah Normal?
Pertanyaan yang sering ditanyakan: kalau tulang bunyi tapi tidak sakit, apakah berbahaya? Jawabannya: biasanya tidak berbahaya.
Jika bunyi hanya muncul sesekali, tidak teratur, dan tidak disertai rasa sakit, bengkak, kemerahan, atau kesulitan bergerak, maka kondisi ini normal.
Istilah medisnya adalah krepitasi sendi—tapi Anda tidak perlu khawatir dengan istilah yang terdengar rumit ini.
Hubungan bunyi tulang dengan aktivitas fisik memang nyata. Banyak orang yang rajin berolahraga mengalami tulang berbunyi saat olahraga.
Gerakan-gerakan aktif bisa memicu pembentukan gelembung gas atau pergeseran tendon yang menghasilkan bunyi tersebut.
Membedakan Bunyi Sendi yang Normal dan Tidak Normal
Penting untuk tahu perbedaan bunyi sendi normal vs tidak normal agar bisa menentukan apakah perlu khawatir atau tidak:
Bunyi yang Normal:
- Muncul sesekali, tidak setiap kali bergerak
- Terjadi begitu saja tanpa harus melakukan gerakan khusus
- Tidak ada rasa sakit, bengkak, atau gejala lainnya
- Tidak mengganggu aktivitas sehari-hari
Bunyi yang Tidak Normal:
- Muncul terus-menerus setiap kali melakukan gerakan tertentu
- Bunyinya kasar, seperti pasir yang bergesekan
- Disertai nyeri lutut atau nyeri di sendi lain
- Ada bengkak atau kemerahan di sekitar sendi
- Sendi terasa kaku, terutama saat bangun tidur
- Sendi terasa “macet” atau tidak stabil
- Sulit menggerakkan sendi dengan leluasa (fleksibilitas sendi berkurang)
Jika sendi lutut berbunyi saat naik tangga atau saat melakukan aktivitas lain dan disertai gejala-gejala di atas, ini bisa jadi tanda ada cedera dan gangguan sendi yang perlu diperiksa lebih lanjut.
Tulang Sering Bunyi Apakah Berbahaya?
Apakah tulang sering bunyi apakah berbahaya? Jawabannya tergantung situasinya. Kalau tidak ada keluhan lain, biasanya tidak berbahaya. Tapi tulang sering bunyi tanda penyakit apa kalau disertai gejala tertentu?
Salah satu penyakit yang sering berhubungan dengan bunyi sendi yang tidak normal adalah osteoarthritis atau yang sering disebut pengapuran sendi.
Osteoarthritis ini adalah kondisi degenerasi sendi di mana tulang rawan yang melindungi ujung tulang perlahan-lahan aus dan menipis.
Ketika bantalan ini sudah tipis, terjadi gesekan antar tulang secara langsung. Akibatnya, muncul bunyi krek pada lutut yang kasar dan nyeri, terutama saat beraktivitas.
Pengaruh usia terhadap kesehatan sendi sangat besar. Seiring bertambahnya usia, produksi cairan sinovial berkurang, sendi jadi kurang fleksibel, dan risiko kerusakan sendi meningkat.
Hubungan bunyi tulang dan nyeri lutut sering kali menjadi tanda awal dari masalah ini.
Selain osteoarthritis, bunyi sendi abnormal juga bisa disebabkan oleh peradangan sendi (arthritis) jenis lain, atau kerusakan pada meniskus dan ligamen di area sendi lutut.
Cara Mengatasi Tulang yang Sering Bunyi
Cara mengobati lutut berbunyi krek atau cara menghilangkan bunyi pada sendi bergantung pada penyebabnya.
Jika bunyinya normal dan tidak mengganggu, sebenarnya tidak perlu penanganan khusus.
Tapi untuk menjaga kesehatan sendi, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:
1. Jaga Berat Badan Ideal
Berat badan yang berlebih akan membebani sendi, terutama lutut dan pinggul.
Menjaga berat badan ideal adalah langkah penting dalam gaya hidup dan kesehatan sendi. Pencegahan kerusakan sendi sejak dini dimulai dari pola hidup sehat.
2. Rajin Berolahraga dengan Cara yang Tepat
Olahraga teratur bisa memperkuat otot-otot di sekitar sendi. Otot yang kuat akan membantu menopang dan mengurangi beban pada sendi.
Pilih olahraga yang ringan untuk sendi seperti berenang, bersepeda, atau jalan santai. Hindari olahraga yang terlalu banyak melompat atau memberikan benturan keras pada sendi.
3. Lakukan Peregangan Secara Rutin
Peregangan membantu menjaga fleksibilitas sendi dan memastikan tendon serta ligamen bergerak dengan lancar. Ini mengurangi kemungkinan terjadi gesekan yang menimbulkan bunyi.
4. Jangan Sengaja Membunyikan Sendi
Beberapa orang suka sengaja membunyikan jari atau sendi lainnya karena terasa lega.
Namun, kebiasaan ini tidak baik jika dilakukan terus-menerus karena bisa memberikan tekanan berlebihan pada sendi dalam jangka panjang.
5. Gunakan Kompres Hangat
Kalau sendi terasa kaku, kompres hangat bisa membantu melonggarkan jaringan dan meningkatkan aliran cairan sinovial di dalam sendi.
6. Penanganan untuk Kasus yang Lebih Serius
Jika bunyi sendi disebabkan oleh kondisi medis seperti osteoarthritis, diperlukan penanganan khusus:
- Fisioterapi: Terapis akan merancang program latihan khusus untuk memperkuat sendi, meningkatkan kemampuan bergerak, dan mengurangi nyeri serta bunyi abnormal.
- Obat-obatan: Dokter ortopedi mungkin meresepkan obat pereda nyeri atau obat anti-radang. Bisa dalam bentuk tablet yang diminum atau suntikan langsung ke sendi.
- Alat Bantu: Penggunaan tongkat atau penyangga lutut bisa membantu mengurangi beban pada sendi yang bermasalah.
Kapan Harus ke Dokter?
Anda perlu segera berkonsultasi dengan dokter ortopedi jika mengalami kondisi berikut:
- Nyeri yang tidak hilang-hilang atau malah semakin parah
- Ada bengkak, kemerahan, atau terasa panas di sekitar sendi
- Sendi terasa “macet” atau tiba-tiba lemas saat menopang berat badan
- Bunyi sendi disertai rasa sakit yang cukup mengganggu saat beraktivitas
- Bunyi muncul tiba-tiba setelah mengalami cedera, apalagi jika waktu kejadian terdengar bunyi keras dan langsung terasa sangat sakit
Dokter akan memeriksa kondisi Anda secara menyeluruh. Jika perlu, dokter akan menyarankan pemeriksaan tambahan seperti X-ray atau MRI untuk melihat lebih jelas kondisi tulang rawan, ligamen, dan bagian dalam sendi lainnya.
Kesimpulan tentang Cara Mengatasi Tulang yang Sering Bunyi
Cara mengatasi tulang yang sering bunyi dimulai dari memahami penyebabnya terlebih dahulu. Jika bunyi tersebut normal dan tidak disertai gejala lain, tidak perlu terlalu khawatir.
Namun, jika disertai nyeri, bengkak, atau kesulitan bergerak, sebaiknya segera periksa ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Dengan memahami mekanisme kerja sendi dan tulang serta menerapkan langkah-langkah pencegahan yang tepat, Anda bisa menjaga kesehatan sendi untuk jangka panjang.
Jika ingin berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri lutut dengan dokter ahli Klinik Patella dapat menghubungi melalui WhatsApp di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda bersama Klinik Patella!
Pertanyaan Seputar Cara Mengatasi Tulang yang Sering Bunyi
Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang muncul seputar topik cara mengatasi tulang yang sering bunyi.
Apakah normal jika tulang sering bunyi krek tapi tidak sakit?
Ya, sangat normal. Jika bunyi hanya muncul sesekali, tidak disertai nyeri, bengkak, atau kesulitan bergerak, maka kondisi ini tidak berbahaya.
Bunyi tersebut biasanya disebabkan oleh gelembung gas yang pecah di dalam cairan sinovial saat sendi bergerak. Selama tidak ada gejala lain, Anda tidak perlu khawatir.
Apa penyebab paling umum dari tulang bunyi kretek?
Penyebab paling umum adalah kavitasi—yaitu pembentukan dan pecahnya gelembung gas di dalam cairan sinovial saat sendi digerakkan.
Penyebab lainnya termasuk pergeseran tendon atau ligamen saat melewati tonjolan tulang, dan berkurangnya pelumas sendi seiring bertambahnya usia yang menyebabkan gesekan antar tulang meningkat.
Kapan bunyi sendi harus diperiksa ke dokter?
Anda perlu segera ke dokter jika bunyi sendi disertai gejala seperti:
- Nyeri yang tidak hilang atau semakin parah
- Bengkak dan kemerahan di sekitar sendi
- Sendi terasa kaku terutama saat bangun tidur
- Sendi terasa tidak stabil atau “macet”
- Bunyi muncul tiba-tiba setelah cedera
Gejala-gejala ini bisa menandakan kondisi yang lebih serius seperti osteoarthritis atau cedera sendi.
Bagaimana cara mengatasi tulang yang sering bunyi?
Jika bunyi tidak disertai nyeri, cara terbaik adalah dengan menjaga kesehatan sendi secara umum:
- Jaga berat badan ideal untuk mengurangi beban pada sendi
- Rajin berolahraga ringan seperti berenang atau bersepeda untuk memperkuat otot di sekitar sendi
- Lakukan peregangan rutin untuk menjaga fleksibilitas
- Hindari kebiasaan sengaja membunyikan sendi
Jika disertai gejala lain, konsultasikan dengan dokter untuk penanganan yang tepat.