Pernahkah Anda merasakan nyeri di lutut, lalu beberapa hari kemudian rasa sakit itu muncul di pergelangan tangan, kemudian berpindah lagi ke bahu? Kondisi seperti ini disebut nyeri sendi berpindah pindah.
Banyak orang merasa bingung dan khawatir ketika mengalaminya, karena rasa sakitnya tidak menetap di satu tempat. Artikel ini akan menjelaskan apa penyebabnya, apakah berbahaya, dan bagaimana cara mengatasinya.
Jika ingin berkonsultasi tentang nyeri lutut dan sendi dengan dokter ahli Klinik Patella dapat menghubungi melalui WhatsApp di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda bersama Klinik Patella!
Daftar Isi
- Kenapa Nyeri Sendi Bisa Berpindah Pindah?
- Apa Saja Penyebab Nyeri Sendi Berpindah Pindah?
- 1. Penyakit Autoimun yang Menyerang Sendi
- 2. Asam Urat dan Rematik
- 3. Fibromyalgia dan Infeksi Sendi
- Fibromyalgia
- Infeksi sendi
- Osteoarthritis
- Apa Bedanya Nyeri Sendi Biasa dengan Nyeri yang Berpindah?
- Gejala Apa Saja yang Perlu Diwaspadai?
- Apakah Kondisi Ini Berbahaya?
- Kapan Harus ke Dokter?
- Bagaimana Dokter Mendiagnosis Kondisi Ini?
- Cara Mengatasi Nyeri Sendi Berpindah Pindah
- Pengobatan dari Dokter
- Terapi Pendukung
- Peran Gaya Hidup dalam Menjaga Kesehatan Sendi
- Kesimpulan tentang Nyeri Sendi Berpindah Pindah
- Pertanyaan Seputar Nyeri Sendi Berpindah Pindah
Kenapa Nyeri Sendi Bisa Berpindah Pindah?
Pada nyeri sendi biasa, rasa sakit hanya terasa di satu tempat—misalnya lutut yang terbentur atau pergelangan yang keseleo.
Lain halnya dengan nyeri sendi berpindah pindah, di mana rasa sakit muncul di satu sendi, mereda, lalu tiba-tiba muncul lagi di sendi yang lain.
Kenapa nyeri sendi bisa berpindah pindah? Ini terjadi karena adanya peradangan di dalam tubuh yang bersifat menyeluruh, bukan hanya di satu titik.
Peradangan ini menyebar melalui aliran darah, sehingga sendi-sendi di berbagai bagian tubuh bisa terkena secara bergantian.
Hubungan sistem imun dengan nyeri sendi sangat erat dalam kondisi ini. Ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi secara berlebihan—entah karena penyakit autoimun atau infeksi—zat-zat peradangan yang dihasilkan bisa menyerang berbagai sendi sekaligus atau secara bergiliran.
Apa Saja Penyebab Nyeri Sendi Berpindah Pindah?
Ada beberapa kondisi medis yang diketahui menjadi penyebab nyeri sendi berpindah pindah. Berikut penjelasannya dalam bahasa yang mudah dipahami:
1. Penyakit Autoimun yang Menyerang Sendi
Penyakit autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh—yang seharusnya melindungi tubuh dari kuman dan virus—justru salah sasaran dan menyerang jaringan tubuh sendiri, termasuk sendi.
Akibatnya terjadi peradangan sendi yang bisa muncul di berbagai lokasi secara bergantian.
Dua penyakit autoimun yang paling sering dikaitkan dengan kondisi ini adalah Rheumatoid Arthritis dan Lupus (SLE).
Rheumatoid Arthritis kerap menyebabkan nyeri sendi berpindah pindah di lutut dan tangan, terutama pada sendi-sendi kecil di jari.
Rasa sakitnya sering disertai sendi terasa kaku di pagi hari. Lupus juga dapat menyebabkan keluhan serupa, dan keduanya lebih sering ditemukan pada nyeri sendi berpindah pindah pada usia muda, terutama perempuan usia produktif.
Radang sendi yang tidak segera ditangani dapat memperburuk kondisi secara bertahap, hingga menyebabkan kerusakan permanen pada jaringan sendi.
2. Asam Urat dan Rematik
Dua pertanyaan yang paling sering muncul adalah: nyeri sendi berpindah pindah apakah asam urat, dan nyeri sendi berpindah pindah apakah rematik?
Untuk asam urat (Gout): kondisi ini terjadi ketika kadar asam urat dalam darah terlalu tinggi dan mengkristal di dalam sendi.
Serangan pertama biasanya terjadi di ibu jari kaki atau pergelangan kaki, tetapi serangan berikutnya bisa muncul di sendi lutut, sendi tangan, atau sendi lainnya. Jadi, ya—asam urat bisa menyebabkan nyeri yang berpindah-pindah.
Untuk rematik: radang sendi atau artritis inflamasi memang bisa menunjukkan pola nyeri yang berpindah tempat.
Salah satu jenisnya adalah Reaktif arthritis, yaitu peradangan sendi yang muncul beberapa minggu setelah seseorang mengalami infeksi—misalnya infeksi saluran kemih atau pencernaan.
3. Fibromyalgia dan Infeksi Sendi
Fibromyalgia
Ini adalah kondisi di mana nyeri otot dan sendi terasa menyebar di banyak titik tubuh. Penderitanya sering kesulitan menunjuk satu lokasi yang sakit secara spesifik, karena rasa sakitnya terasa di mana-mana.
Infeksi sendi
Kondisi infeksi yang disebabkan oleh bakteri atau virus juga bisa memicu peradangan yang berpindah-pindah sebagai bagian dari respons tubuh melawan infeksi tersebut.
Osteoarthritis
Kondisi osteoarthritis ini lebih dikenal sebagai pengapuran sendi, pada dasarnya bersifat lokal. Namun pada beberapa orang, pengapuran terjadi di beberapa sendi sekaligus sehingga rasa sakitnya bisa terasa seperti berpindah-pindah.
Apa Bedanya Nyeri Sendi Biasa dengan Nyeri yang Berpindah?
Memahami perbedaan nyeri sendi lokal vs nyeri berpindah bisa membantu Anda mengenali kondisi dengan lebih baik.
Nyeri sendi lokal biasanya terjadi karena cedera fisik—lutut terbentur, pergelangan keseleo, atau sendi yang terlalu diforsir. Rasa sakitnya terpusat di satu area dan tidak bergerak ke tempat lain.
Nyeri sendi berpindah pindah, sebaliknya, berkaitan dengan kondisi di dalam tubuh yang lebih kompleks. Mekanisme peradangan sendi yang sistemik inilah yang membuat pola nyeri sendi pada penyakit tertentu terasa berbeda-beda.
Dokter pun menggunakan pola nyeri ini sebagai salah satu petunjuk dalam menentukan diagnosis.
Gejala Apa Saja yang Perlu Diwaspadai?
Sakit sendi pindah pindah gejala penyakit apa yang bisa menjadi tanda serius? Selain rasa nyeri yang berpindah tempat, ada beberapa gejala lain yang perlu diperhatikan:
- Sendi terasa kaku, terutama setelah bangun tidur di pagi hari
- Pembengkakan sendi yang terlihat jelas
- Sendi terasa panas saat disentuh
- Sendi sulit digerakkan atau terasa terbatas geraknya
- Nyeri sendi kronis yang sudah berlangsung berminggu-minggu
- Demam ringan yang muncul berulang
- Tubuh terasa lelah terus-menerus meski tidak banyak beraktivitas
Keluhan seperti sendi lutut sakit saat menekuk atau sendi tangan nyeri saat menggenggam adalah contoh yang paling sering dirasakan penderita.
Jika gejala ini muncul bersamaan dengan nyeri di sendi lain secara bergantian, kondisi tersebut perlu segera dievaluasi oleh dokter.
Nyeri sendi berpindah pindah tanda penyakit apa yang serius?
Jika nyeri disertai penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, ruam pada kulit, atau demam yang tidak kunjung reda, kondisi ini bisa menjadi tanda gangguan sistem muskuloskeletal yang lebih serius dan membutuhkan pemeriksaan segera.
Apakah Kondisi Ini Berbahaya?
Nyeri sendi berpindah pindah apakah berbahaya? Jawabannya tergantung pada penyebabnya.
Jika penyebabnya ringan—seperti kelelahan otot atau reaksi sementara setelah infeksi—kondisi ini biasanya akan membaik dengan sendirinya.
Namun jika penyebabnya adalah penyakit autoimun yang menyerang sendi atau infeksi sendi yang tidak ditangani, risikonya cukup serius.
Sendi bisa mengalami kerusakan permanen, kelainan sendi yang tidak bisa dipulihkan, bahkan kehilangan kemampuan bergerak pada sendi lutut, sendi tangan, sendi pergelangan, sendi bahu, maupun sendi pergelangan kaki.
Itulah mengapa nyeri sendi kronis tidak boleh dibiarkan berlarut-larut tanpa penanganan medis.
Kapan Harus ke Dokter?
Kapan nyeri sendi perlu diperiksa dokter? Segera periksakan diri jika Anda mengalami salah satu dari kondisi berikut:
- Nyeri tidak membaik setelah dua minggu
- Muncul pembengkakan sendi yang jelas
- Sendi terasa panas atau kemerahan
- Ada demam atau gejala lain di luar sendi
- Sendi sulit digerakkan hingga mengganggu aktivitas sehari-hari
- Nyeri sendi mendadak yang sangat hebat tanpa riwayat cedera
Pentingnya diagnosis medis pada nyeri sendi terletak pada kemampuan dokter untuk menemukan akar penyebabnya—bukan sekadar mengobati rasa sakitnya. Dengan diagnosis yang tepat, kerusakan sendi yang lebih parah bisa dicegah sejak dini.
Bagaimana Dokter Mendiagnosis Kondisi Ini?
Untuk mengetahui penyebab pastinya, dokter biasanya akan melakukan beberapa pemeriksaan:
- Tes darah: Termasuk pemeriksaan CRP (penanda peradangan) dan ESR (laju endap darah) untuk mendeteksi adanya peradangan aktif di tubuh, serta tes faktor reumatoid dan kadar asam urat.
- Rontgen sendi: Untuk melihat kondisi tulang dan sendi secara umum.
- MRI sendi: Memberikan gambaran lebih lengkap terhadap jaringan di dalam sendi yang tidak terlihat pada rontgen biasa.
Hasil pemeriksaan ini akan membantu dokter membedakan apakah kondisi Anda termasuk Rheumatoid Arthritis, Osteoarthritis, Asam Urat (Gout), Lupus (SLE), Fibromyalgia, atau kondisi lainnya.
Cara Mengatasi Nyeri Sendi Berpindah Pindah
Cara mengatasi nyeri sendi berpindah pindah harus disesuaikan dengan penyebab yang sudah diketahui dari hasil pemeriksaan. Secara umum, ada dua pendekatan utama:
Pengobatan dari Dokter
Pengobatan nyeri sendi berpindah pindah biasanya mencakup beberapa jenis obat nyeri sendi berpindah pindah, antara lain:
- Obat anti-inflamasi (NSAID) untuk meredakan peradangan dan rasa nyeri
- Kortikosteroid untuk kasus radang sendi yang lebih berat
- Obat imunosupresif untuk penyakit autoimun yang menyerang sendi
- Obat penurun asam urat khusus untuk penderita Asam Urat (Gout)
Terapi Pendukung
Terapi untuk nyeri sendi berpindah bisa meliputi fisioterapi untuk membantu sendi bergerak lebih leluasa, terapi okupasi untuk mendukung aktivitas sehari-hari, serta akupunktur sebagai pilihan terapi pelengkap.
Untuk cara meredakan nyeri sendi berpindah di rumah, beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan adalah:
- Kompres hangat saat sendi terasa kaku di pagi hari
- Kompres dingin saat sendi membengkak atau terasa panas
- Peregangan ringan secara rutin agar sendi tidak semakin kaku
- Istirahat yang cukup saat nyeri sendi mendadak muncul
Peran Gaya Hidup dalam Menjaga Kesehatan Sendi
Pengaruh gaya hidup terhadap kesehatan sendi tidak boleh diremehkan. Beberapa kebiasaan sehari-hari yang bisa membantu:
- Olahraga ringan secara teratur, seperti berjalan kaki atau berenang, untuk menjaga sendi tetap aktif tanpa terlalu membebaninya
- Makan bergizi seimbang dengan cukup kalsium dan vitamin D; bagi penderita asam urat, kurangi makanan tinggi purin seperti jeroan dan seafood tertentu
- Jaga berat badan ideal agar sendi lutut dan sendi pergelangan kaki tidak menanggung beban berlebih
- Tidur cukup setiap malam agar tubuh punya waktu memulihkan peradangan secara alami
Kesimpulan tentang Nyeri Sendi Berpindah Pindah
Nyeri sendi berpindah pindah bukan sekadar rasa pegal biasa yang bisa diabaikan.
Kondisi ini bisa menjadi tanda awal dari penyakit serius seperti Rheumatoid Arthritis, Asam Urat (Gout), atau Lupus (SLE), terutama jika disertai gejala lain seperti pembengkakan, demam, atau kelelahan.
Semakin cepat penyebabnya diketahui melalui pemeriksaan medis yang tepat, semakin besar kemungkinan kondisi ini bisa ditangani sebelum menimbulkan kerusakan sendi yang permanen.
Jangan tunda pemeriksaan jika keluhan sudah berlangsung lebih dari dua minggu atau terasa semakin mengganggu aktivitas sehari-hari.
Jika ingin berkonsultasi tentang nyeri lutut dan sendi dengan dokter ahli Klinik Patella dapat menghubungi melalui WhatsApp di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda bersama Klinik Patella!
Pertanyaan Seputar Nyeri Sendi Berpindah Pindah
Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang muncul seputar topik nyeri sendi yang berpindah:
Kenapa nyeri sendi bisa berpindah pindah?
Nyeri sendi berpindah pindah terjadi karena adanya peradangan yang bersifat menyeluruh di dalam tubuh.
Peradangan ini menyebar melalui aliran darah sehingga sendi-sendi di berbagai bagian tubuh bisa terkena secara bergantian.
Kondisi ini berbeda dengan nyeri sendi biasa yang umumnya hanya terjadi di satu lokasi akibat cedera.
Nyeri sendi berpindah pindah apakah berbahaya?
Tingkat bahayanya tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Jika dipicu oleh kelelahan otot atau kondisi sementara, biasanya tidak berbahaya.
Namun jika disebabkan oleh penyakit autoimun seperti Rheumatoid Arthritis atau Lupus yang tidak ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan sendi permanen dan menurunkan kualitas hidup secara signifikan.
Nyeri sendi berpindah pindah apakah tanda asam urat atau rematik?
Bisa keduanya. Asam urat (Gout) dapat menyebabkan serangan nyeri yang berpindah dari satu sendi ke sendi lain, terutama dari pergelangan kaki ke sendi lutut atau sendi tangan.
Rematik atau artritis inflamasi, termasuk Reaktif arthritis, juga dapat menunjukkan pola nyeri yang berpindah tempat. Pemeriksaan tes darah diperlukan untuk membedakan keduanya secara akurat.
Kapan nyeri sendi berpindah pindah harus diperiksa ke dokter?
Segera periksakan diri ke dokter jika:
- Nyeri tidak membaik setelah dua minggu
- Muncul pembengkakan atau sendi terasa panas
- Nyeri sendi disertai demam
- Sendi sulit digerakkan hingga mengganggu aktivitas sehari-hari
- Terjadi nyeri sendi mendadak yang sangat hebat tanpa riwayat cedera sebelumnya.


















