Artikel Terkait

perban elastis untuk lutut
perban elastis untuk lutut

Perban Elastis untuk Lutut: Ini Tips Memakainya!

lutut bunyi krek tapi tidak sakit
lutut bunyi krek tapi tidak sakit

Lutut Bunyi Krek Tapi Tidak Sakit: Apa Penyebabnya?

cara mengatasi lutut sakit saat ditekuk dan diluruskan
cara mengatasi lutut sakit saat ditekuk dan diluruskan

Cara Mengatasi Lutut Sakit Saat Ditekuk dan Diluruskan: Cek Disini!

lutut tiba tiba sakit
lutut tiba tiba sakit

Lutut Tiba Tiba Sakit: Kenapa Bisa Terjadi?

ketoprofen
ketoprofen

Ketoprofen: Dosis dan Efek Samping yang Perlu Diketahui

obat anti nyeri
obat anti nyeri

Pilihan Obat Anti Nyeri Otot dan Sendi yang Perlu Diketahui

cedera dengkul
cedera dengkul

4 Olahraga yang Berisiko Cedera Dengkul: Apa Saja?

manfaat puasa
manfaat puasa

Manfaat Puasa untuk Kesehatan Tulang dan Sendi

pengapuran sendi
pengapuran sendi

Komplikasi Pengapuran Sendi: Bahaya yang Perlu Diwaspadai

naik tangga
naik tangga

Naik Tangga: Ini Tips untuk Penderita Nyeri Lutut

nyeri sendi berpindah pindah
nyeri sendi berpindah pindah

Nyeri Sendi Berpindah Pindah: Kenali Penyebabnya!

lutut bunyi saat diluruskan
lutut bunyi saat diluruskan

Lutut Bunyi Saat Diluruskan: Ini Penyebab dan Cara Mengobatinya

Cari Artikel Lainnya

Ini Penyebab Dengkul Sakit dan Pertolongan Pertamanya!

Desember 9, 2025

dengkul sakit

Siapa sih yang belum pernah merasakan dengkul sakit? Keluhan ini memang sangat umum dialami oleh hampir semua orang, baik muda maupun tua.

Di Indonesia, kita lebih sering menggunakan kata “dengkul” daripada “lutut” dalam percakapan sehari-hari.

Dengkul adalah bagian tubuh yang sangat penting karena mendukung hampir semua gerakan kita, mulai dari berjalan, berlari, jongkok, sampai naik tangga.

Perlu diketahui bahwa sendi lutut merupakan sendi paling besar dan paling rumit di tubuh kita. Kenapa rumit? Karena struktur anatomi lutut tersusun dari banyak bagian seperti ligamen (tali pengikat tulang), tendon (penghubung otot ke tulang), tulang, dan meniskus (bantalan sendi).

Semua bagian ini harus bekerja sama dengan baik agar lutut bisa bergerak lancar dan stabil. Kalau salah satu bagiannya bermasalah, maka dengkul akan terasa sakit dan mengganggu aktivitas kita.

Jika ingin berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri lutut dengan dokter ahli Klinik Patella dapat menghubungi melalui WhatsApp di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda bersama Klinik Patella!

Banner Zaskia dekstop

Mengenal Bagian-Bagian Dengkul

Sebelum membahas lebih jauh, ada baiknya kita pahami dulu struktur anatomi lutut.

Tulang

Sendi lutut terbentuk dari tiga tulang utama:

  • Tulang paha (femur)
  • Tulang kering (tibia)
  • Patella (tempurung lutut). Tempurung lutut ini seperti perisai yang melindungi sendi sekaligus membantu otot paha bekerja lebih efektif.

Ligamen

Di sekitar lutut, ada empat ligamen utama yang bekerja seperti tali pengikat. Keempat ligamen ini adalah:

  • ACL (ligamen di bagian depan tengah)
  • PCL (ligamen di bagian belakang tengah)
  • MCL (ligamen di bagian dalam)
  • LCL (ligamen di bagian luar)

Fungsi ligamen-ligamen ini adalah mengikat tulang dan mencegah lutut bergerak terlalu jauh yang bisa menyebabkan cedera.

Meniskus

Meniskus adalah bantalan berbentuk seperti huruf C yang terletak di antara tulang paha dan tulang kering.

Bayangkan meniskus ini seperti bantal yang menyerap benturan saat kita berjalan atau melompat.

Tendon

Tendon patella berfungsi menghubungkan tempurung lutut ke tulang kering, sedangkan otot quadriceps (otot paha depan) dan hamstring (otot paha belakang) mengatur semua gerakan lutut.

Bursa

Ada juga bursa suprapatellar & infrapatellar, yaitu kantung kecil berisi cairan yang mengurangi gesekan saat lutut bergerak.

Kartilago lutut melapisi ujung tulang agar gerakan menjadi halus dan tidak kasar.

Biomekanik lutut saat berjalan / naik tangga sebenarnya sangat kompleks karena semua bagian ini harus bekerja bersama secara terkoordinasi. Kalau ada satu bagian saja yang bermasalah, akan timbul rasa sakit.

Apa Saja Penyebab Dengkul Sakit?

Penyebab dengkul sakit bermacam-macam, tapi secara garis besar bisa dibagi menjadi beberapa kelompok.

1. Cedera lutut

Cedera pada sendi seperti keseleo lutut atau sprain & strain lutut yang biasanya terjadi karena gerakan tiba-tiba atau terbentur.

Dengkul sakit tiba-tiba biasanya disebabkan oleh cedera mendadak seperti meniskus robek atau cedera ligamen lutut.

Dengkul sakit karena jatuh bisa menimbulkan berbagai masalah, mulai dari memar biasa sampai tulang retak atau patah.

2. Radang sendi

Radang sendi atau osteoarthritis yang sering menyerang orang-orang berusia lanjut karena bantalan kartilago di lutut sudah mulai menipis.

Peradangan lutut seperti bursitis lutut atau bursa lutut meradang (peradangan kantung cairan) dan tendinitis patella (peradangan tendon tempurung lutut) juga sering menjadi biang keladi.

3. Overuse injury

Overuse injury (cedera penggunaan berlebihan), yaitu cedera karena terlalu banyak melakukan gerakan yang sama secara terus-menerus.

Kalau dengkul sakit setelah olahraga, kemungkinan besar karena overuse injury atau ketidakseimbangan pada keseimbangan otot quadriceps & hamstring.

4. Penyakit khusus

Ada juga kondisi khusus seperti patellofemoral pain syndrome yang menimbulkan nyeri di sekitar tempurung lutut, chondromalacia patella yang membuat tulang rawan di bawah tempurung menjadi lunak, dan Osgood-Schlatter yang sering dialami remaja dalam masa pertumbuhan.

Gangguan pelacakan tempurung lutut dan ketidakstabilan sendi lutut juga bisa bikin lutut sakit terus-menerus kalau tidak segera ditangani. 

Gejala yang Sering Muncul

Nyeri pada lutut bisa muncul dalam berbagai kondisi:

  • Dengkul sakit saat ditekuk biasanya berkaitan dengan masalah pada meniskus atau patellofemoral pain syndrome.
  • Dengkul sakit saat berjalan, kemungkinan ada osteoarthritis lutut atau otot penopang lutut tidak seimbang.
  • Dengkul sakit saat naik turun tangga adalah ciri khas dari patellofemoral pain syndrome karena tempurung lutut mendapat tekanan ekstra saat naik atau turun tangga.
  • Dengkul sakit sebelah kiri atau dengkul sakit sebelah kanan saja. Ini bisa terjadi karena salah satu sisi tubuh lebih sering digunakan atau memang ada cedera di satu sisi.
  • Dengkul sakit tapi tidak bengkak biasanya menandakan masalah pada jaringan lunak seperti tendon atau ligamen yang cederanya masih ringan.
  • Dengkul sakit saat beribadah sholat (posisi duduk dalam sholat), sering dialami oleh orang yang punya masalah chondromalacia patella atau peradangan lutut karena saat duduk lama dalam posisi tertekuk, sendi lutut mendapat tekanan terus-menerus.
  • Dengkul bagian dalam sakit biasanya terkait dengan MCL atau meniskus medial, sedangkan dengkul bagian luar sakit biasanya ada hubungannya dengan LCL atau meniskus lateral.
  • utut ngilu dan lutut kaku, ini sering menjadi tanda osteoarthritis lutut atau peradangan lutut yang sudah berlangsung lama.

Siapa yang Berisiko Mengalami Dengkul Sakit?

Ada beberapa faktor risiko nyeri lutut yang perlu kita waspadai.

  • Usia lanjut. Semakin tua usia, semakin tinggi risiko terkena osteoarthritis lutut karena bantalan sendi sudah mulai aus.
  • Berat badan berlebih, dapat membuat lutut bekerja lebih keras menopang tubuh, sehingga lebih cepat rusak.
  • Jarang olahraga, bisa bikin otot-otot di sekitar lutut jadi lemah dan menyebabkan ketidakstabilan sendi lutut. Sebaliknya, olahraga terlalu berat tanpa istirahat yang cukup juga bisa menyebabkan overuse injury.
  • Tidak seimbangnya otot-otot. Keseimbangan otot quadriceps & hamstring sangat penting untuk menjaga lutut tetap sehat. Kalau salah satu otot lebih kuat dari yang lain, lutut jadi tidak stabil dan mudah cedera.
  • Hobi berolahraga. Olahraga seperti sepak bola, basket, dan lari punya risiko tinggi untuk cedera ligamen lutut, terutama ACL.
  • Aktivitas fisik pekerjaan. Pekerjaan yang mengharuskan berdiri lama atau sering angkat barang berat juga bisa membuat dengkul cepat sakit.
  • Faktor keturunan juga berperan—kalau orang tua punya masalah osteoarthritis lutut atau gangguan pelacakan tempurung lutut, kemungkinan anaknya juga bisa mengalami hal serupa.

Pertolongan Pertama Saat Dengkul Sakit

Kalau tiba-tiba dengkul sakit, hal pertama yang harus dilakukan adalah istirahat. Berhenti dulu dari aktivitas yang bikin sakit dan kasih waktu lutut untuk pulih.

1. Metode RICE

Ada metode sederhana yang namanya Metode RICE—singkatan dari Rest, Ice, Compression, dan Elevation. Metode ini sangat efektif untuk pertolongan pertama.

  • Rest (Istirahat): Hindari dulu kegiatan yang membebani lutut seperti lari, lompat, atau naik turun tangga. Kalau perlu, pakai tongkat untuk mengurangi beban di lutut yang sakit.
  • Ice (Kompres Es): Kompres dingin bisa mengurangi peradangan lutut dan nyeri. Bungkus es pakai handuk (jangan langsung tempel ke kulit), lalu tempelkan di area yang sakit selama 15-20 menit. Ulangi setiap 2-3 jam dalam 2 hari pertama setelah cedera.
  • Compression (Balut Tekan): Pakai perban elastis untuk membalut lutut agar bengkaknya berkurang. Tapi ingat, jangan terlalu kencang ya karena bisa menghambat aliran darah.
  • Elevation (Angkat Tinggi): Saat berbaring, angkat lutut lebih tinggi dari posisi jantung. Misalnya dengan mengganjal bantal di bawah kaki. Ini membantu mengurangi bengkak karena cairan tidak mengumpul di lutut.

Selain dengan Metode RICE, ada lagi beberapa cara pertolongan pertama untuk dengkul sakit yang bisa dilakukan di rumah.

2. Menggunakan bahan alami 

Dalam Pakistan Journal of Biological Sciences, menyebutkan ada beberapa bahan alami yang bermanfaat untuk meredakan nyeri secara alami.

Bahan tersebut bisa berupa:

  • Kayu manis
  • Jahe
  • Minyak wijen
  • Damar wangi

Bahan-bahan alami ini memiliki khasiat yang sama seperti salep ataupun krim pereda nyeri. 

Dalam penelitian New England Journal of Medicine juga mengungkapkan fakta jika kandungan bahan-bahan alami yang dikombinasikan dengan obat buatan dokter dapat mempercepat proses penyembuhan dengkul sakit. 

Anda juga bisa memanfaatkan minyak esensial seperti jahe ataupun jeruk yang sebagai minyak untuk memijat area pada area sakit.

Aktivitas ini bermanfaat untuk meningkatkan fungsi lutut ataupun dengkul akibat osteoarthritis. 

3. Mengatur berat badan 

Kelebihan berat badan bisa menimbulkan lutut terasa nyeri. Hal ini terjadi akibat terlalu berat menyangga tubuh sehingga risiko mengalami nyeri ataupun sakit  bisa lebih besar daripada mereka yang memiliki tubuh ideal. 

Jika kamu sudah merasakan nyeri pada lutut sejak lama maka keluhan tersebut bisa meningkat secara drastis dan bisa memperparah kondisi.

Hal inilah yang menjadi alasan pentingnya mengatur berat badan agar tetap ideal. 

Kamu bisa menurunkan berat badan dengan berolahraga secara rutin, mengatur pola makan, dan juga istirahat serta mengendalikan stres.

Penurunan berat badan, biarpun sedikit, bisa membantu meringankan rasa nyeri pada dengkul yang sering muncul. 

4. Melakukan pijatan ringan

Dalam jurnal Self-Massage for Knee Pain Retrieved (2020), mengungkapkan jika melakukan pijatan ringan bisa mengurangi rasa nyeri pada kondisi lutut  sakit.

American Massage Therapy Association (AMTA) merekomendasikan pijatan untuk mengobati dengkul sakit secara tepat: 

  • Duduk sambil meluruskan kedua lutut dan juga kaki, 
  • Kepalkan kedua tangan dan ketuk secara perlahan pada bagian paha atas, bawah dan juga tengah. Kamu bisa mengulanginya sebanyak 10 kali. 
  • Kemudian, gunakan empat jari kecuali ibu jari untuk menepuk lutut secara perlahan ke bagian atas dan juga bawah. Kamu bisa melakukannya sebanyak 5-8 kali ke seluruh bagian lutut. 
  • Kamu bisa meletakkan telapak tangan tepat pada bagian atas paha, lalu pijat bagian paha, lutut dan kembali ke paha secara perlahan sambil memberikan sedikit penekanan. 
  • Secara keseluruhan kamu juga bisa melakukan pemijatan pada bagian paha dengan tekanan sedang untuk memberikan efek positif pada area lutut.

Cara Mengatasi Dengkul Sakit untuk Jangka Panjang

Untuk cara mengatasi dengkul sakit dalam jangka panjang, olahraga ringan sangat membantu. Berenang atau bersepeda statis bagus untuk memperkuat otot di sekitar lutut tanpa membebani sendi.

Peregangan otot paha depan (quadriceps) dan paha belakang (hamstring) juga penting dilakukan rutin untuk menjaga keseimbangan otot quadriceps & hamstring.

Latihan penguatan otot paha depan sangat penting agar patella (tempurung lutut) tetap stabil.

Obat pereda nyeri seperti ibuprofen bisa membantu mengurangi sakit dan peradangan, tapi harus diminum sesuai aturan dokter. Jangan sembarangan minum obat dalam jangka panjang tanpa pengawasan dokter.

Pakai bantal atau penyangga lutut saat tidur juga bisa membantu mengurangi tekanan pada sendi dan membuat tidur lebih nyaman.

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun banyak kasus dengkul sakit bisa ditangani sendiri di rumah, ada kondisi tertentu yang harus segera dibawa ke dokter. Jangan tunda ke dokter kalau mengalami hal-hal berikut:

  • Nyeri sangat hebat sampai tidak tertahankan
  • Dengkul sakit disertai bengkak yang besar dan cepat membesar
  • Tidak bisa berdiri atau menopang berat badan sama sekali
  • Lutut rasanya terkunci atau tidak bisa diluruskan
  • Dengkul sakit disertai demam yang bisa jadi tanda ada infeksi.

Diagnosis Dengkul Sakit

Dokter akan memeriksa lutut secara menyeluruh dan mungkin melakukan beberapa tes.

Tes McMurray

Jenis tes ini dilakukan untuk mendeteksi meniskus robek—dokter akan memutar dan menekuk lutut dalam posisi tertentu untuk melihat apakah ada bunyi “klik” atau nyeri.

Tes Lachman

Ini adalah jenis tes khusus untuk memeriksa ACL, apakah ligamen ini masih utuh atau sudah robek.

Tes pencitraan

Kalau diperlukan pemeriksaan lebih detail, dokter akan menyarankan tes pencitraan.

  • X-ray lutut bisa menunjukkan masalah pada tulang seperti patah tulang atau tanda-tanda osteoarthritis lutut.
  • MRI lutut memberikan gambaran lebih jelas tentang jaringan lunak seperti ligamen, tendon, dan meniskus.
  • Dalam kasus tertentu, Endoskopi Richard Wolf lutut mungkin diperlukan—ini adalah prosedur kecil di mana dokter memasukkan kamera kecil ke dalam lutut untuk melihat langsung kondisi di dalamnya.

Perawatan untuk Dengkul Sakit

Tergantung pada hasil pemeriksaan, perawatan yang diberikan dokter bisa berbeda-beda.

Fisioterapi lutut

Untuk kasus ringan sampai sedang, biasanya dokter akan merekomendasikan fisioterapi lutut.

Di fisioterapi, pasien akan dibimbing melakukan latihan khusus untuk memperkuat otot di sekitar lutut, meningkatkan kelenturan, dan mengembalikan fungsi lutut seperti semula.

Injeksi

Untuk kasus yang lebih berat, dokter mungkin memberikan suntikan. Suntikan kortikosteroid bisa cepat mengurangi peradangan lutut.

Ada juga suntikan asam hialuronat yang membantu melumasi sendi pada pasien dengan osteoarthritis lutut.

Tindakan minimal invasif

Endoskopi Richard Wolf adalah prosedur yang umum dilakukan untuk memperbaiki meniskus robek atau cedera ligamen lutut.

Prosedur ini menggunakan alat kecil yang dimasukkan lewat sayatan kecil di lutut. Untuk atlet yang mengalami cedera ACL parah, biasanya perlu rekonstruksi ACL.

Tindakan operasi

Kalau cedera ligamen lutut atau meniskus robek sudah parah dan tidak membaik dengan terapi biasa, mungkin perlu operasi. Setelah operasi, fisioterapi lutut intensif sangat penting agar lutut bisa berfungsi normal kembali.

Kesimpulan tentang Dengkul Sakit

Mencegah dengkul sakit jauh lebih baik daripada mengobatinya. Caranya cukup sederhana:

  • Jaga berat badan ideal agar lutut tidak bekerja terlalu keras
  • Olahraga teratur dengan teknik yang benar
  • Hindari aktivitas berlebihan tanpa istirahat yang cukup.

Kalau kita sudah paham tentang struktur anatomi lutut dan tahu apa saja faktor risikonya, kita bisa lebih berhati-hati dalam menjaga kesehatan sendi lutut.

Perlu diingat bahwa informasi dalam artikel ini hanya gambaran umum tentang penyebab dengkul sakit dan pertolongan pertamanya.

Untuk diagnosis yang tepat dan pengobatan yang sesuai, tetap harus konsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan profesional.

Kondisi setiap orang berbeda-beda, jadi penanganan yang cocok untuk satu orang belum tentu cocok untuk orang lain.

Mengobati sendiri tanpa tahu pasti masalahnya bisa membuat kondisi makin parah atau malah menunda perawatan yang seharusnya segera dilakukan.

Jika ingin berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri lutut dengan dokter ahli Klinik Patella dapat menghubungi melalui WhatsApp di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda bersama Klinik Patella!

Pertanyaan Seputar Dengkul Sakit

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang muncul seputar topik dengkul sakit.

Apa yang bisa dilakukan jika dengkul terasa sakit?

Beberapa cara sederhana yang bisa membantu meredakan nyeri dengkul antara lain:

  • Mengistirahatkan kaki dari aktivitas berat.
  • Mengompres lutut dengan es untuk mengurangi pembengkakan.
  • Menggunakan perban elastis untuk menjaga stabilitas lutut.
  • Meninggikan kaki dengan bantal saat tidur untuk mengurangi tekanan pada lutut.
  • Mengonsumsi obat pereda nyeri seperti ibuprofen atau paracetamol sesuai anjuran dokter.
  • Melakukan fisioterapi jika diperlukan.
  • Menghindari aktivitas berat seperti lari atau melompat yang bisa memperburuk kondisi lutut.

Nyeri lutut bisa menjadi gejala penyakit apa saja?

Selain akibat cedera, nyeri lutut juga bisa menjadi tanda adanya kondisi medis tertentu, seperti:

  • Osteoarthritis, yaitu pengapuran sendi akibat penuaan atau penggunaan berlebihan.
  • Rheumatoid arthritis, peradangan sendi akibat gangguan autoimun.
  • Asam urat (gout), yang terjadi karena penumpukan kristal asam urat di persendian.

Jika nyeri lutut berlangsung lama atau semakin parah, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

Apakah nyeri di dengkul bisa disebabkan oleh asam urat?

Ya, nyeri di lutut bisa menjadi salah satu gejala asam urat. Biasanya, penderita asam urat akan merasakan:

  • Nyeri tiba-tiba dan intens di area lutut, terutama saat bangun tidur.
  • Sensasi panas atau terbakar di lutut akibat peradangan.
  • Pembengkakan dan kemerahan di sekitar sendi lutut.

Jika Anda mengalami gejala tersebut, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui apakah nyeri lutut yang Anda rasakan disebabkan oleh asam urat atau kondisi lainnya.

Apa obat yang bisa membantu mengatasi nyeri lutut?

Beberapa jenis obat yang bisa membantu mengurangi nyeri lutut meliputi:

  • Obat pereda nyeri yang dijual bebas, seperti ibuprofen dan naproxen sodium.
  • Krim atau gel pereda nyeri, yang bisa dioleskan langsung pada area lutut.
  • Obat herbal, seperti kunyit atau jahe, yang dikenal memiliki sifat antiinflamasi alami.

Makanan apa yang sebaiknya dihindari jika mengalami nyeri lutut?

Beberapa jenis makanan bisa memperburuk peradangan dan nyeri pada sendi, antara lain:

  • Makanan tinggi gula, seperti permen dan minuman bersoda.
  • Makanan olahan dan cepat saji, yang mengandung lemak trans dan natrium tinggi.
  • Daging merah, yang bisa meningkatkan risiko peradangan.
  • Produk susu tinggi lemak, yang bisa memicu peradangan pada beberapa orang.
  • Gorengan dan makanan tinggi lemak jenuh.
  • Makanan tinggi gluten dan karbohidrat olahan, seperti roti putih dan pasta.
  • Minuman beralkohol dan berkafein yang bisa meningkatkan dehidrasi dan memperburuk peradangan.

Artikel Lainnya

tempurung lutut

Tempurung Lutut: Fungsinya dan Apa Saja Penyakitnya?

bentuk kaki

Bentuk Kaki: Kenali Berbagai Kelainannya dan Cara Mengobatinya

Fraktur Patella

Mengenal Cedera Lutut Fraktur Patella: Gejala dan Pengobatannya

lutut bunyi saat diluruskan

Lutut Bunyi Saat Diluruskan: Ini Penyebab dan Cara Mengobatinya