Artikel Terkait

gejala rheumatoid arthritis
gejala rheumatoid arthritis

Gejala Rheumatoid Arthritis: Cara Mengelolanya Agar Bisa Beraktivitas

lutut bunyi saat ditekuk
lutut bunyi saat ditekuk

Lutut Bunyi Saat Ditekuk: Cara Mengobati dan Terapinya!

prof darto satoto
prof darto satoto

Prof Darto Satoto Mendapatkan Lifetime Achievement Award

ciri ciri osteoarthritis
ciri ciri osteoarthritis

Ciri Ciri Osteoarthritis Grade 1: Kenali Gejalanya Sejak Dini

pengobatan cedera acl
pengobatan cedera acl

Pengobatan Cedera ACL: Dari Awal hingga Pemulihan!

risiko radang sendi
risiko radang sendi

Inilah Pekerjaan dengan Risiko Radang Sendi Tertinggi!

penanganan rheumatoid arthritis
penanganan rheumatoid arthritis

Penanganan Rheumatoid Arthritis: Bagaimana Caranya?

nyeri dengkul
nyeri dengkul

Nyeri Dengkul karena Obesitas? Ini Penyebabnya!

pekerja kantoran
pekerja kantoran

Pekerja Kantoran Rentan Radang Sendi? Ini Penjelasannya!

cedera otot
cedera otot

Mengatasi Cedera Otot Kaki: Bagaimana Caranya?

perbedaan osteoarthritis dan rheumatoid arthritis
perbedaan osteoarthritis dan rheumatoid arthritis

Perbedaan Osteoarthritis dan Rheumatoid Arthritis yang Perlu Anda Ketahui

khasiat jahe merah
khasiat jahe merah

Khasiat Jahe Merah untuk Kesehatan Sendi yang Perlu Anda ketahui

Cari Artikel Lainnya

Penyebab Bahu Berbunyi: Apa Saja?

Mei 8, 2026

penyebab bahu berbunyi

Ringkasan: Memahami penyebab bahu berbunyi secara tepat sangat penting agar Anda tahu kapan bisa tenang dan kapan harus segera mencari pertolongan medis.

Pernahkah Anda merasakan bahu berbunyi saat digerakkan, seperti suara klik, kretek, atau gemeretak, saat mengangkat tangan, memutar lengan, atau bahkan sekadar menggeser posisi duduk?

Kondisi ini sangat umum terjadi dan sering kali membuat orang bertanya-tanya: apakah ini berbahaya, atau sekadar hal yang wajar? Jawabannya tidak selalu sama untuk setiap orang.

Jika ingin berkonsultasi tentang nyeri lutut dan sendi dengan dokter spesialis di Klinik Patella, Anda dapat reservasi melalui chat WhatsApp di 0811-8124-2022. Yuk atasi nyeri lutut dan sendi Anda bersama Klinik Patella!

Anatomi Sendi Bahu: Kenali Dulu Cara Kerjanya

Untuk memahami mengapa bahu bisa berbunyi, kita perlu mengenal terlebih dahulu anatomi sendi bahu dan bagaimana komponen-komponennya bekerja bersama.

Sendi bahu, dalam istilah medis disebut glenohumeral joint, adalah sendi yang paling fleksibel di seluruh tubuh manusia.

Sendi ini terbentuk dari pertemuan antara:

  • Humerus (tulang lengan atas) yang berbentuk seperti bola
  • Glenoid pada scapula (tulang belikat) yang berfungsi sebagai soket
  • Clavicula atau tulang selangka berperan menghubungkan dan menstabilkan seluruh struktur ini.

Agar mekanisme gerakan bahu bisa berjalan dengan lancar, ada beberapa komponen penting yang saling bekerja sama:

Rotator cuff

Rotator cuff adalah kelompok empat otot kecil yang bertugas menjaga kepala tulang lengan tetap pas di dalam soket sendi.

Fungsi rotator cuff ini sangat penting untuk stabilitas sendi bahu. Tanpanya, bahu bisa mudah bergeser atau tidak stabil saat digerakkan.

Kartilago

Kartilago melapisi permukaan tulang agar tidak terjadi gesekan sendi secara langsung antara satu tulang dengan tulang lainnya.

Bursa

Bursa adalah kantong kecil berisi cairan yang berfungsi sebagai bantalan antar jaringan.

Tendon menghubungkan otot ke tulang, sementara ligamen memperkuat dan menjaga kestabilan kapsul sendi.

Cairan sinovial

Yang tidak kalah penting adalah cairan sinovial — cairan alami di dalam sendi yang berfungsi seperti pelumas mesin.

Selama semua komponen ini bekerja normal, gerakan bahu terasa mulus dan bebas hambatan.

Namun ketika salah satunya terganggu, muncullah bunyi klik pada bahu atau yang dikenal secara medis sebagai shoulder crepitus maupun clicking shoulder.

Penyebab Bahu Berbunyi yang Paling Umum

1. Gelembung Gas dalam Cairan Sendi

Ini adalah penyebab sendi bahu bunyi krek krek yang paling sering terjadi dan paling tidak perlu dikhawatirkan.

Saat sendi bergerak, tekanan di dalamnya bisa berubah secara tiba-tiba.

Perubahan tekanan ini menyebabkan gas yang terlarut dalam cairan sinovial membentuk gelembung kecil, lalu pecah dan menghasilkan bunyi krek pada bahu yang khas.

Inilah yang biasanya terjadi saat bahu bunyi tapi tidak sakit dan tidak ada keluhan lain yang menyertai.

Bunyi ini sesekali muncul, lalu hilang sendiri, dan tidak memerlukan penanganan khusus.

2. Tendon atau Ligamen yang Bergeser

Tendon bahu berbunyi dapat terjadi ketika tendon atau ligamen bergeser sedikit keluar dari posisi normalnya saat bahu digerakkan, kemudian kembali ke posisi semula.

Geseran kecil ini menghasilkan suara klik atau letupan ringan.

Kondisi inilah yang sering menjadi jawaban dari pertanyaan kenapa bahu bunyi saat diputar, terutama pada orang yang banyak melakukan gerakan berulang dalam pekerjaan atau aktivitas sehari-hari.

3. Gesekan antar Jaringan di Sekitar Sendi

Saat jaringan lunak seperti tendon atau bursa bergesekan dengan permukaan tulang di sekitarnya, bisa muncul suara gemeretak yang disebut crepitus pada bahu.

Kondisi sendi bahu bergeser bunyi seperti ini sering terjadi ketika sendi mulai mengalami aus atau terdapat peradangan ringan di dalamnya.

Inilah yang menjadi salah satu penyebab tulang bahu berbunyi yang kerap diabaikan karena tidak selalu disertai rasa sakit.

4. Otot yang Lemah dan Postur Tubuh yang Kurang Baik

Ketika otot-otot di sekitar bahu, terutama rotator cuff, melemah. Sendi tidak lagi terjaga posisinya dengan baik.

Akibatnya, permukaan sendi tidak sejajar secara optimal saat bergerak, dan bunyi pun mudah muncul.

Postur tubuh buruk, seperti kebiasaan membungkuk saat duduk atau mengangkat beban dengan cara yang salah, lama-kelamaan memperparah kondisi ini dan menjadi salah satu pemicu utama gangguan bahu yang sering tidak disadari.

Kondisi Medis Penyebab Bahu Berbunyi

Tidak semua bunyi pada bahu datang dari penyebab yang ringan.

Ada sejumlah kondisi medis yang perlu diwaspadai, terutama jika bunyi disertai rasa sakit atau keterbatasan gerak.

1. Osteoarthritis Bahu (Pengapuran Sendi)

Osteoarthritis bahu adalah kondisi di mana lapisan kartilago yang melindungi permukaan tulang berangsur-angsur menipis dan aus.

Ketika lapisan ini sudah habis, tulang bergesekan langsung satu sama lain saat bahu digerakkan. Hasilnya adalah bunyi gemeretak yang khas disertai nyeri sendi bahu.

Kondisi ini termasuk dalam kategori degenerasi sendi yang umumnya berkaitan dengan faktor usia atau penggunaan berlebihan dalam jangka panjang, dan juga dikenal luas dengan istilah pengapuran sendi maupun osteoarthritis.

2. Cedera Rotator Cuff

Cedera rotator cuff atau yang lebih parah disebut rotator cuff tear adalah robekan pada salah satu atau lebih tendon rotator cuff.

Kondisi ini sering ditandai dengan bahu berbunyi disertai nyeri, khususnya saat bahu berbunyi saat angkat tangan ke atas kepala.

Selain bunyi, gejala lainnya adalah gerakan bahu terbatas dan kelemahan otot yang terasa semakin progresif jika tidak segera ditangani.

Cedera otot bahu jenis ini termasuk salah satu yang paling sering ditemui pada orang yang aktif secara fisik maupun pada kelompok usia di atas 40 tahun.

3. Frozen Shoulder salah satu penyebab bahu berbunyi

Frozen shoulder terjadi ketika kapsul sendi mengalami penebalan dan membentuk jaringan parut di dalamnya.

Akibatnya, sendi menjadi kaku, sulit digerakkan, dan terjadi peradangan sendi yang berlangsung lama.

Kaitan antara frozen shoulder dan bunyi sendi muncul karena kapsul yang menebal ini bergesekan dengan jaringan di sekitarnya saat bahu dipaksakan untuk bergerak.

Kondisi ini termasuk salah satu bentuk radang sendi yang perkembangannya bisa berlangsung perlahan selama berbulan-bulan tanpa disadari.

4. Bursitis dan Tendinitis Bahu

Bursitis adalah peradangan pada bursa, kantong kecil berisi cairan yang berfungsi sebagai bantalan antar jaringan sendi.

Sementara tendinitis bahu adalah inflamasi tendon akibat gerakan berulang atau tekanan berlebih yang terus-menerus.

Keduanya dapat menghasilkan bunyi klik sendi disertai rasa sakit yang khas, dan dalam istilah umum sering juga disebut tendonitis.

5. Shoulder Impingement dan Dislokasi Bahu

Shoulder impingement, atau yang juga dikenal sebagai impingement syndrome, terjadi ketika tendon rotator cuff terjepit di antara tulang saat lengan diangkat.

Kondisi ini menimbulkan nyeri dan bunyi yang terasa mengganjal pada sendi.

Pada kasus yang lebih ekstrem, dislokasi bahu di mana tulang lengan atas keluar dari soketnya, menghasilkan bunyi yang keras dan disertai nyeri akut yang tidak bisa diabaikan.

Penyebab Bahu Berbunyi Saat Olahraga

Bahu berbunyi saat olahraga dan bahu bunyi setelah gym adalah keluhan yang sangat lazim di kalangan orang aktif secara fisik.

Penyebab utamanya adalah overuse injury, cedera akibat penggunaan sendi yang terlalu sering tanpa istirahat yang memadai.

Selain itu, cedera olahraga yang tidak ditangani hingga tuntas bisa meninggalkan jaringan parut yang kemudian menimbulkan bunyi saat sendi digerakkan kembali.

Apa yang para ahli sebut sebagai shoulder popping causes dalam konteks olahraga juga mencakup:

  • Teknik gerakan yang kurang tepat
  • Pemanasan yang tidak memadai
  • Peningkatan beban latihan yang terlalu cepat sebelum sendi dan otot memiliki kesempatan untuk beradaptasi sepenuhnya.

Bunyi pada Sendi Bahu: Apakah Berbahaya?

Bunyi pada sendi bahu apakah berbahaya? Ini adalah pertanyaan yang jawabannya sangat bergantung pada konteks dan gejala yang menyertai bunyi tersebut.

Secara sederhana: bunyi yang muncul sesekali, tanpa rasa sakit, tanpa pembengkakan, dan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari kemungkinan besar tidak berbahaya.

Namun, bunyi yang terjadi terus-menerus, semakin sering dari waktu ke waktu, atau disertai gejala lain seperti nyeri, kaku, atau sendi terasa seperti “mengunci” perlu mendapat perhatian medis secepatnya.

Kapan Bahu Berbunyi Harus Diperiksa Dokter?

Mengetahui kapan bahu berbunyi harus diperiksa dokter adalah hal yang sama pentingnya dengan mengenali penyebabnya.

Segera periksakan kondisi bahu Anda apabila muncul tanda-tanda berikut:

  • Bahu berbunyi disertai nyeri yang tidak membaik meski sudah beristirahat beberapa hari
  • Muncul pembengkakan atau kemerahan di sekitar area sendi bahu
  • Gerakan bahu terbatas, tangan tidak bisa diangkat sepenuhnya atau terasa berat saat digerakkan
  • Bunyi muncul setelah kejadian tertentu seperti jatuh, benturan, atau gerakan paksa
  • Ada kecurigaan dislokasi bahu yang ditandai dengan perubahan bentuk sendi yang terlihat jelas
  • Kelemahan otot yang semakin terasa dari hari ke hari, yang bisa mengindikasikan adanya rotator cuff tear

Untuk kondisi-kondisi tersebut, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis ortopedi, dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi, atau dokter spesialis anestesi yang berpengalaman dalam menangani gangguan muskuloskeletal secara khusus.

Cara Mengatasi Bahu Berbunyi

Cara mengatasi bahu berbunyi sangat tergantung pada penyebab yang mendasarinya.

Untuk kasus ringan, beristirahat dari aktivitas yang memicu bunyi, mengompres area yang nyeri, dan memperbaiki postur tubuh sudah cukup membantu.

Namun untuk kondisi yang lebih serius, diperlukan penanganan medis yang lebih terstruktur.

Pemeriksaan ortopedi untuk mendiagnosis gangguan bahu biasanya melibatkan:

  • X-ray (rontgen): untuk melihat kondisi tulang dan struktur sendi secara umum
  • USG muskuloskeletal: untuk mengevaluasi kondisi tendon, bursa, dan jaringan lunak di sekitar sendi
  • MRI bahu: untuk gambaran yang lebih mendetail, terutama jika dicurigai ada cedera rotator cuff atau perubahan degeneratif yang signifikan

Setelah diagnosis ditegakkan, terapi bahu disesuaikan dengan tingkat keparahan kondisi masing-masing pasien.

Untuk kasus ringan hingga sedang, fisioterapi bahu dan terapi latihan (exercise therapy) menjadi pilihan utama.

Program latihan mobilitas bahu yang tepat dan terstruktur, dikombinasikan dengan rehabilitasi sendi yang konsisten, dapat memperkuat otot-otot penyangga sendi dan mengembalikan fungsi bahu secara bertahap.

Untuk kondisi yang lebih berat atau tidak merespons terapi konservatif, tersedia sejumlah pilihan penanganan lanjutan, antara lain:

  • Platelet-Rich Plasma (PRP): injeksi menggunakan konsentrat trombosit dari darah pasien sendiri untuk merangsang pemulihan jaringan secara alami
  • Terapi Secretome: memanfaatkan molekul bioaktif untuk mendukung proses regenerasi sel pada jaringan yang rusak
  • Injeksi Viskosuplemen: menambah kembali “pelumas” alami sendi yang sudah berkurang akibat degenerasi
  • Terapi Stem Cell: untuk regenerasi jaringan pada kasus kerusakan sendi yang sudah dalam tahap lanjut
  • Radiofrekuensi Ablasi: untuk pengelolaan nyeri kronis pada sendi yang tidak merespons terapi biasa
  • Endoskopi Richard Wolf: prosedur minimal invasif untuk memperbaiki kerusakan struktural di dalam sendi tanpa memerlukan operasi besar

Di Klinik Patella, seluruh pilihan penanganan di atas tersedia untuk membantu pasien mendapatkan terapi nyeri bahu yang komprehensif, tepat sasaran, dan disesuaikan dengan kebutuhan pasien.

Pencegahan: Menjaga Sendi Bahu Tetap Sehat

Langkah-langkah berikut dapat membantu menjaga kesehatan sendi bahu dalam jangka panjang dan mencegah munculnya bunyi yang tidak diinginkan:

  • Selalu lakukan pemanasan yang memadai sebelum berolahraga untuk mempersiapkan sendi dan otot
  • Perbaiki kebiasaan postur tubuh buruk: biasakan duduk tegak dan hindari mengangkat beban dengan posisi yang salah
  • Kelola intensitas latihan secara bertahap untuk menghindari overuse injury
  • Lakukan latihan mobilitas bahu secara rutin agar sendi tetap fleksibel dan cairan sinovial terdistribusi dengan baik ke seluruh permukaan sendi
  • Jangan menunggu hingga nyeri terasa sangat parah: konsultasi lebih awal ke fisioterapi bahu dapat mencegah kondisi ringan berkembang menjadi masalah yang jauh lebih serius dan memerlukan penanganan panjang

Kesimpulan tentang Penyebab Bahu Berbunyi

Bahu berbunyi memang tidak selalu perlu dikhawatirkan, tetapi juga bukan sesuatu yang boleh diabaikan begitu saja.

Dengan mengenali penyebab bahu berbunyi, memahami kondisi medis yang mungkin mendasarinya, serta mengetahui kapan harus mencari bantuan dokter, Anda dapat mengambil langkah yang paling tepat, baik itu:

  • Cukup istirahat
  • Mulai program latihan penguatan
  • Segera berkonsultasi untuk mendapatkan penanganan yang sesuai sebelum kondisi berkembang lebih jauh.

Jika ingin berkonsultasi tentang nyeri lutut dan sendi dengan dokter ahli Klinik Patella dapat menghubungi melalui WhatsApp di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda bersama Klinik Patella!

Klinik Patella: Klinik Spesialis Nyeri Lutut dan Sendi Terbaik

Bagi yang sedang mencari rekomendasi dokter nyeri lutut terbaik di Jakarta, Klinik Patella hadir sebagai klinik nyeri lutut dan sendi terbaik dengan layanan yang lengkap dalam satu atap.

Sebagai klinik spesialis nyeri lutut dan sendi, Klinik Patella menyediakan berbagai pilihan pengobatan mulai dari:

  • Fisioterapi
  • Hidroterapi
  • Injeksi Viskosuplemen
  • Injeksi PRP (Platelet Rich Plasma)
  • Terapi Secretome
  • Terapi Stem Cell
  • Radiofrekuensi Ablasi
  • Endoskopi Richard Wolf
  • Total Knee Replacement

Tim dokter spesialis berpengalaman Klinik Patella adalah:

  • dr. Nelfidayani, Sp.KFR, M.S.(K), FIPM (USG)
  • dr. Windi Martika, Sp.OT
  • dr. Rifalisanto, Sp.KFR, FIPM (USG)
  • Prof. Dr. dr. Darto Satoto, SpAn,TI.Subs.An.Reg.
  • dr. Yulia Hafni, Sp.An-TI, FIP, CIPS

Yang membuat Klinik Patella berbeda adalah pendekatan tim yang melibatkan Dokter Spesialis Ortopedi, Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi, dan Dokter Spesialis Anestesiologi yang bekerja bersama-sama.

Jadi, pasien mendapatkan penanganan yang menyeluruh, bukan hanya dari satu sudut pandang.

Ini sangat penting, terutama bagi pasien lansia atau mereka yang memiliki kondisi kesehatan lain yang perlu dipertimbangkan sebelum menentukan jenis pengobatan.

FAQ: Penyebab Bahu Berbunyi

Apa saja penyebab bahu berbunyi yang paling umum?

Bahu berbunyi dapat disebabkan oleh beberapa hal:

  • Pelepasan gelembung gas dalam cairan sinovial saat sendi bergerak, ini adalah penyebab paling umum dan tidak berbahaya
  • Pergeseran tendon atau ligamen yang keluar lalu kembali ke posisi semula saat bahu digerakkan
  • Gesekan antara jaringan lunak seperti tendon atau bursa dengan permukaan tulang di sekitarnya, yang dikenal sebagai crepitus pada bahu
  • Kelemahan otot rotator cuff akibat postur tubuh buruk atau overuse injury yang membuat sendi tidak terstabilkan dengan baik.

Apakah bahu berbunyi selalu berbahaya?

Tidak selalu. Bahu berbunyi yang muncul sesekali tanpa rasa sakit, pembengkakan, atau keterbatasan gerak umumnya tidak berbahaya dan tidak memerlukan penanganan medis.

Namun, bahu berbunyi perlu diwaspadai jika disertai:

  • Nyeri yang tidak membaik setelah istirahat
  • Gerakan bahu yang semakin terbatas
  • Pembengkakan di sekitar sendi
  • Bunyi yang muncul setelah cedera

Kondisi tersebut bisa mengindikasikan masalah serius seperti cedera rotator cuff, osteoarthritis bahu, bursitis, tendinitis bahu, frozen shoulder, atau dislokasi bahu.

Kapan bahu berbunyi harus diperiksa ke dokter?

Bahu berbunyi harus segera diperiksa ke dokter apabila disertai salah satu dari tanda berikut:

Nyeri yang tidak membaik setelah beristirahat beberapa hari

  • Pembengkakan atau kemerahan di area sendi bahu
  • Gerakan bahu yang terbatas secara signifikan
  • Bunyi yang muncul setelah jatuh atau benturan langsung
  • Perubahan bentuk sendi yang terlihat jelas sebagai tanda dislokasi bahu
  • Kelemahan otot yang semakin progresif yang mengindikasikan rotator cuff tear

Kondisi-kondisi ini memerlukan pemeriksaan ortopedi untuk mendapatkan diagnosis yang tepat yang mencakup:

  • X-ray
  • USG muskuloskeletal
  • MRI bahu

Apa saja pilihan pengobatan untuk bahu berbunyi yang disertai nyeri?

Pilihan pengobatan untuk bahu berbunyi yang disertai nyeri disesuaikan dengan tingkat keparahan kondisinya.

Untuk kasus ringan hingga sedang, fisioterapi bahu dan terapi latihan (exercise therapy) menjadi pilihan utama, dikombinasikan dengan program latihan mobilitas bahu dan rehabilitasi sendi secara bertahap.

Untuk kondisi yang lebih berat, tersedia penanganan lanjutan guna memperbaiki kerusakan struktural di dalam sendi, seperti:

  • Injeksi Platelet-Rich Plasma (PRP)
  • Terapi Secretome
  • Injeksi Viskosuplemen
  • Terapi Stem Cell
  • Radiofrekuensi Ablasi
  • Endoskopi Richard Wolf

Konsultasikan kondisi Anda dengan dokter spesialis ortopedi, dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi, atau dokter spesialis anestesi untuk menentukan penanganan yang paling sesuai.

Artikel Lainnya

obat nyeri lutut sebelah kanan

Obat Nyeri Lutut Sebelah Kanan? Cek Di Sini!

sakit tumit

Mengenal Sakit Tumit dan Berbagai Penyebabnya!

olahraga untuk penderita osteoarthritis

Olahraga untuk Penderita Osteoarthritis: Boleh Apa Saja?

penyebab kaki bengkak pada ibu hamil

Penyebab Kaki Bengkak pada Ibu Hamil dan Cara Mengatasinya