nyeri lutut

Nyeri Lutut Atasi Dengan Radiofrekuensi Hanya 30 Menit

Usia menjadi salah satu penyebab tersering nyeri lutut, selain cedera dan peradangan (akibat aktivitas berlebihan). Seiring proses penuaan, usia diatas 50 tahun sudah dapat timbul proses degeneratif sehingga timbullah pengapuran atau osteoartritis (OA).

Di Indonesia, angka kejadian penyakit sendi mencapai 7,3 persen. Osteoartritis (OA) merupakan penyakit sendi yang sering terjadi. Hal ini berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018.  Angka kejadian penyakit sendi pada usia 15-24 tahun sebesar 1,3%, sedangkan pada kisaran usia 24-35 tahun sekitar 3,1% dan rentang usia 35-44 tahun sekitar 6,3%. Angka ini menjadi 15,55% pada kisaran usia 55-64 tahun. Angka kejadian ini lebih tinggi pada perempuan (8,46%) dibandingkan laki-laki (6,13%).

Sedangkan menurut hasil penelitian Zeng QY dkk (2008), OA di Indonesia diperkirakan mencapai 23,6-31,3% dan diperkirakan 1-2 juta lansia menderita cacat akibat OA.

Klik Disini Untuk Konsultasi Masalah Lutut Hp/WA 081310365201

 

Faktor Risiko Osteoartritis

nyeri lutut

Ilustrasi : Nyeri lutut

Apa saja faktor risiko seseorang menjadi rentan mengalami nyeri lutut? Menurut H Miranda dkk (2002), faktor risiko tersebut antara lain usia, cedera pada lutut, kelebihan berat badan, dan aktivitas lutut yang berlebihan yang mungkin dikaitkan dengan pekerjaan (misalnya dilakukan dengan berlutut dalam waktu yang lama) atau saat berolahraga misalnya joging, main ski.

Nyeri lutut dapat menghambat aktivitas seseorang dan menjadi penyebab kedua yang tersering penderitanya berkonsultasi dengan dokter. Banyak pula yang merasa khawatir nyeri pada lutut, perlu ditangani oleh operasi atau tindakan bedah, namun tetap berkeinginan untuk sembuh. “Bila nyeri lututnya disebabkan oleh OA atau penuaan sendi, mungkin agak sulit disembuhkan, mengingat terjadi seiring penambahan usia, namun kini sudah banyak opsi teknologi atau tindakan untuk membantu mengatasinya,” papar Dr Ibrahim Agung, SpKFR dari Patella Klinik Lutut.

Klasifikasinya pun ada sampai derajat IV. Derajat I, pengapuran. Derajat II pengapuran banyak, derajat III bila pengapuran terjadi dengan penyempitan sendi. Sedangkan derajat IV sudah terjadi penyempitan sendi lutut yang berat.

Terapi Terkini Nyeri Lutut dan Bahu

Untuk terapi lutut sakit, kini juga sudah beragam, yaitu injeksi obat anti nyeri dan anti radang, injeksi viscosuplemen, PRP, dan radiofrekuensi ablasi RFA. Untuk injeksi obat anti nyeri atau anti radang, Dr Ibrahim menjelaskan, hanya boleh dilakukan 3 bulan (3-4x per bulan).

Sedangkan PRP merupakan terapi yang bersifat regenerasi atau ‘memudakan’ kembali sendi yang menua, bila dilakukan sedini mungkin maka hasilnya akan semakin baik. Prosedurnya dilakukan dengan mengambil darah sebanyak 8-10 cc kemudian diproses untuk mendapatkan platelet (5 menit) dan disuntikkan ke lutut. “Dapat dilakukan tiga kali terapi, atau satu kali setiap bulan dan dievaluasi dalam jangka waktu 6 bulan atau 12 bulan.”

Lutut memiliki saraf yang salah satunya berfungsi sebagai penghantar nyeri. Pada kasus-kasus yang tidak dapat dilakukan operasi, misalnya dikarenakan usia dan rasa takut, opsi penanganannya adalah dengan RFA. Teknologi ini bermanfaat ‘mematikan’ saraf nyeri dan dapat bertahan hingga 2 tahun.

Pilihan Penanganan Osteoartritis

Pada fase akut yang menimbulkan peradangan, maka timbullah nyeri. “Mengatasi hal ini, dapat dilakukan untuk mengatasi nyerinya yaitu dengan pemberian obat antiradang dan injeksi anti nyeri, atau bisa juga dengan RFA,” papar Dr Ibrahim lebih lanjut.

Bila pada fase yang tidak meradang, opsinya adalah injeksi viscosuplemen atau istilah lainnya injeksi ‘oli’ yang dapat dilakukan pada semua derajat keparahan OA. Pada derajat I dan II, dilakukan sebanyak lima kali (sekali seminggu) dan bertahan hingga 1 tahun. Sedangkan untuk derajat III dan IV, dilakukan sekali dan bertahan satu tahun. PRP juga bisa dijadikan pilihan untuk yang tidak meradang, baik derajat I, II dan III.

Jadi dapat disimpulkan, derajat I dan II dapat ditangani dengan viscosuplemen atau PRP ditambah dengan fisioterapi. Sedangkan derajat III dan IV, pilihannya adalah dengan RF, kemudian PRP dan ditambahkan dengan viscosuplemen dikombinasi dengan fisioterapi. “Bila timbul nyeri pasca-TKR (Total Knee Replacement), RFA dapat dijadikan salah satu solusinya.”

Nyeri Lutut

Penyebab nyeri lutut, antara lain cedera pada ligament, meniskus (bantalan sendi), atau robekan (over stretch, partial tear, dan complete rupture). Penanganan cedera lutut ini, lanjut Dr. Ibrahim, juga berdasarkan derajat. Pilihan PRP dan fisioterapi untuk atasi over stretch dan partial tear, sedangkan RF dengan/tanpa PRP dikombinasi dengan fisioterapi merupakan pilihan untuk complete rupture.

Untuk kasus peradangan bursa atau bursitis, dapat ditangani dengan injeksi obat anti nyeri atau anti radang dikombinasi dengan fisioterapi. Bursae adalah bantalan tipis berisi cairan pelumas yang terletak diantara sendi.

Nyeri Bahu

Nyeri bahu dapat disebabkan oleh banyak hal, yang berupa frozen shoulder, peradangan sendi bahu (shoulder impingement), pengapuran pada tendon, penuaan sendi (OA sendi bahu), dan robekan pada tendon.

Klik Disini Untuk Konsultasi Masalah Lutut Hp/WA 081310365201

 

“Untuk pilihan terapi kasus frozen shoulder dan shoulder impingement, ada 3 yaitu suntikan nerve block, injeksi obat anti nyeri dan anti radang, dan injeksi viscosuplemen yang digabung dengan fisioterapi. Sedangkan untuk OA pada bahu, terapinya dapat berupa tendon lavage (untuk menghancurkan pengapuran) dan suntik nerve block,” lanjut Dr Ibrahim yang praktik di Patella Klinik bagian dari Lamina Klinik Nyeri dan Tulang Belakang ini.

Sedangkan untuk OA bahu, pilihan terapinya adalah PRP, suntikan nerve block, injeksi anti nyeri dan anti radang, injeksi viscosuplemen, yang dikombinasi dengan fisioterapi. Untuk kasus robekan, PRP, suntikan nerve block dan fisioterapi merupakan pilihan.

Hampir semua nyeri bahu dan nyeri lutut dapat ditangani tanpa perlu melakukan tindakan operasi. “Jika tidak dapat memperbaiki kerusakan struktur, perlu mencari sumber penyebab nyeri dan lakukan terapi target dengan nerve block atau RF.” Semua tindakan penanganan ini dilakukan dengan panduan USG untuk memastikan akurasi tindakan dan guna mencegah kerusakan struktur jaringan lain. (**)

6 Comments
  1. Balas
    Andriyaningsih

    Halo dokter,
    Lutut kanan saya bagian luar, dlm 2 hari ini sakit apalagi jika tersentuh, waktu saya tekan sedikit, nyeri dan berderak2 spt ada otot yg longgar didalam. Gejala apa ini ya? Terimakasih dokter.

    • Balas
      Tati Maryati

      Kedua lutut dan bahu sy sakit, sudah sktr 2 minggu apa obatnya ya

  2. Balas
    Astuti Zain

    Kemana dan kepada siapa yang dapat mengobati lutut yang sakit..???

  3. Balas
    Nelva riza

    Mohon rincian biaya untuk PRP

  4. Balas
    Siti saripah daliyus idawati

    Saya mau tanya lokasi praktek dan brapa hrg berobat nya..terima kasih

  5. Balas
    suwarno

    Selamat pagi dok,
    saya punya keluhan nyeri lutut, rasanya seperti panas untuk kedua lutut, usia saya 51thn, apakah hal tersebut bisa disembuhkan?
    bagaimana penangan dan berapa estimasi biayanya?

    Terimakasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jl. Warung Jati Barat No. 34B, Kalibata, Jakarta 12760

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-2237-9999

Email

Email

marketingklinik@gmail.com

Book Online

Book Online

Appointment Now

Layanan Call Center