kenapa betis kaki suka kram malam hari

Kenapa Betis Kaki Suka Kram Malam Hari?

Kenapa betis kaki suka kram malam hari mungkin menjadi tanya dalam hati saat Anda tiba-tiba mengalami hal ini. Kadang tak hanya kram, rasa nyeri juga menyertainya dan membuat Anda terbangun tengah tidur malam.

Kaki kram datangnya mendadak yang tidak mengenal waktu, tempat dan aktvitas. Saat berenang pun, kram ini bisa terjadi.

Jika Anda pernah kram, pasti sudah tahu rasanya seperti apa. Otot betis terasa seperti ada yang menarik begitu kencangnya. Saat otot sudah kembali relaks, kadang menyisakan nyeri.

Kaki Kram

Otot pada tungkai atau kaki merupakan kumpulan serat yang dapat mengerut/mengetat dan memanjang secara bergantian agar dapat menghasilkan gerakan.

Kram adalah kontraksi (mengetatnya) otot secara mendadak dan tidak disengaja dari salah satu otot-otot kaki, dan biasanya sering terjadi pada otot betis. Kram atau spasme (kejang) otot ini bisa juga diakibatkan saraf yang menjadi ‘daya’ kontraksi pada otot area tersebut bekerja tanpa henti.

Kekakuan otot ini bisa berlangsung singkat hingga beberapa menit. Bisa ringan, atau cukup kuat sehingga Anda menjadi terbangun karenanya.

Otot yang sering mengalami kram adalah otot pada tungkai bawah bagian belakang atau betis (otot gastrocnemius), paha bagian belakang (otot hamstring), dan otot paha bagian depan (otot quadriceps).

Kadang kram ini tidak hanya pada betis, tetapi juga pada jari-jari kaki, tangan, lengan, dan otot perut.

Kenapa Betis Kaki Suka Kram Malam Hari?

Penyebab kram secara pasti hingga kini masih belum jelas.

Olahraga kemungkinan menjadi salah satu pemicu kenapa betis kaki suka kram malam hari, terutama setelah Anda berolahraga dalam waktu lama terutama pada saat cuaca panas. Otot yang lelah mudah teriritasi atau kekurangan cairan (dehidrasi) membuat kaki Anda rentan kram.

Olahraga-olahraga tertentu yang membutuhkan banyak berlari misalnya basket, sepak bola, olahraga dengan beban pada kaki juga bisa membangkitkan kram pada malam hari.

Risiko kram meningkat selama kehamilan, yang mungkin disebabkan oleh adanya perubahan sirkulasi dan peningkatan tekanan pada otot akibat perut yang membesar.

Usia adalah faktor lainnya, kram menjadi lebih sering terjadi dalam kisaran usia paruh baya. Otot pada individu lanjut sia lebih mudah lelah, dan menjadi semakin sensitif terhadap ketidakseimbangan cairan dalam tubuh.

Kram juga bisa menjadi efek samping obat-obatan tertentu.

Selain itu, orang-orang yang memiliki kelainan bentuk anatomi kaki (telapak kaki datar/flat foot), memiliki kelainan metabolik, kondisi neurologis tertentu (Parkinson, neuropati/kerusakan saraf), diabetes berpotensi alami kram pada kaki.

Kenapa betis kaki suka kram malam hari juga bisa menjadi keluhan individu yang sehat. Kemungkinan dehidrasi, ketidakseimbangan kadar elektrolit (kalsium, kalium, magnesium) dalam tubuh juga dapat meningkatkan risiko Anda mengalaminya.

Obesitas atau kelebihan berat badan juga dapat membuat Anda semakin rentan akan kram pada betis. Mungkin akibat berlebihnya beban terhadap otot-otot dan struktur sekitarnya.

Gaya hidup sedentari (tidak banyak bergerak), aktivitas (duduk atau berdiri terlalu lama), postur tubuh yang janggal saat melakukan pekerjaan harian, atau aktivitas/olahraga yang terlalu keras, duduk lama dengan menekuk kaki juga bisa menjadi jawaban kenapa betis kaki suka kram malam hari.

Kenapa betis kaki suka kram pada malam hari mungkin juga merupakan dampak akibat adanya penyempitan rongga tulang belakang bagian lumbar/pinggang (stenosis spinal lumbar) dan nyeri sciatica (saraf yang memanjang dari tulang belakang, pinggul, bokong hingga ke kaki).

Diagnosis Kram pada Kaki

Kaki kram biasanya bisa hilang dengan sendirinya. Namun konsultasikan segera dengan dokter jika kram kaki memburuk, menjadi lebih sering timbul, dengan gejala lainnya seperti kebas, kesemutan, dan kelemahan otot. Walau jarang, kram bisa menandakan kemungkinan adanya masalah pada tulang belakang.

Kenapa Betis Kaki Suka Kram Malam Hari Bisa Diatasi

Posisi tidur yang janggal dapat menyebabkan otot betis memendek sehingga rentan mengalami kram pada betis/kaki. Jadi Anda perlu menjaga posisi tidur terutama malam hari.

Atasi dengan cara:

  • Melakukan pijatan ringan pada kaki agar otot menjadi relaks
  • Kompres area kram dengan kompres hangat
  • Lakukan peregangan. Saat betis terasa tertarik, coba luruskan kaku dan tarik jari kaki perlahan ke arah tulang kering.
  • Berjalan dengan tumit untuk mengaktifkan otot-otot betis supaya relaks
  • Berdiri, dan letakkan kaki di lantai kemudian tekan kaki ke lantai.
  • Jalan, dan goyangkan kaki yang terasa nyeri/kram
  • Bisa juga dengan kompres dingin
  • Setelah kram hilang, saat berbaring tinggikan kaki sedikit dengan meletakkan bantal pada bawah lutut

Kurangi Risiko Timbulnya Kram

Kurangi dengan cara berikut:

  • Batasi asupan minuman berkafein
  • Minum air putih
  • Lakukan peregangan ringan pada kaki sebelum tidur
  • Kenakan alas kaki yang nyaman terutama bagian tumit saat beraktivitas
  • Kosongkan area tempat tidur area kaki, agar kaki dapat bergerak dengan bebas saat tidur
  • Bersepeda statis atau berenang
  • Hindari posisi tidur yang menyebabkan kaki tertekan atau tengkurap.
  • Melakukan gerakan pemanasan dan peregangan terutama pada kaki sebelum dan setelah berolahraga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jl. Warung Buncit Raya No. 34B, Kalibata, Jakarta 12760

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-2237-9999

Email

Email

marketingklinik@gmail.com

Book Online

Book Online

Appointment Now