Pernahkah Anda merasakan telapak kaki terasa panas seperti terbakar, terutama di malam hari? Keluhan kaki terasa panas ini ternyata cukup sering dialami banyak orang.
Sensasi panasnya bisa ringan seperti hangat-hangat saja, atau bahkan sangat mengganggu sampai rasanya seperti kaki Anda berdiri di atas bara api.
Biasanya, sensasi terbakar pada kaki ini disertai dengan gejala lain seperti kesemutan pada kaki, nyeri, atau gatal-gatal.
Meski sering dianggap sepele, kondisi ini bisa jadi pertanda ada gejala penyakit sistemik yang perlu diperhatikan. Makanya, penting banget untuk tahu penyebab telapak kaki terasa panas dan bagaimana cara mengatasi telapak kaki terasa panas dengan tepat.
Jika ingin berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri lutut dengan dokter ahli Klinik Patella dapat menghubungi melalui WhatsApp di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda bersama Klinik Patella!
Daftar Isi
- Apa Saja Penyebab Telapak Kaki Terasa Panas?
- 1. Gangguan Sistem Saraf Tepi
- 2. Defisiensi Vitamin dan Nutrisi
- 3. Penyakit Diabetes dan Gangguan Hormonal
- 4. Masalah Peredaran Darah
- 5. Penyakit dan Kondisi Lainnya
- Kenapa Telapak Kaki Terasa Panas di Malam Hari?
- Cara Mengobati Telapak Kaki Terasa Panas
- 1. Perawatan Sendiri di Rumah
- 2. Pengobatan Medis
- 3. Pemeriksaan Medis
- Cara Mencegah Telapak Kaki Terasa Panas
- 1. Perhatikan Asupan Nutrisi
- 2. Jaga Kesehatan Kaki
- 3. Terapkan Gaya Hidup Sehat
- 4. Hindari Paparan Panas Berlebihan
- Telapak Kaki Terasa Panas pada Kelompok Tertentu
- Ibu Hamil
- Penderita Diabetes
- Kapan Harus ke Dokter?
- Kesimpulan Tentang Telapak Kaki Terasa Panas
- Pertanyaan Seputar Telapak Kaki Terasa Panas
Apa Saja Penyebab Telapak Kaki Terasa Panas?
Berikut ini adalah beberapa penyebab telapak kaki terasa panas, yaitu:
1. Gangguan Sistem Saraf Tepi
Penyebab paling umum telapak kaki terasa panas adalah neuropati perifer atau kerusakan pada saraf perifer di kaki.
Bayangkan saraf seperti kabel listrik yang menghantarkan sinyal dari otak ke seluruh tubuh. Kalau kabelnya rusak, sinyalnya jadi kacau dan bisa menimbulkan sensasi panas di telapak kaki yang tidak normal.
Neuropati diabetik adalah jenis gangguan saraf kaki yang paling sering terjadi pada penderita diabetes melitus.
Gula darah tinggi yang tidak terkontrol dalam waktu lama bisa merusak pembuluh darah kaki dan jaringan saraf sensorik, sehingga menimbulkan burning feet syndrome atau sindrom kaki terbakar yang sangat mengganggu.
Kondisi ini menyebabkan telapak kaki terasa panas pada penderita diabetes dengan intensitas yang bervariasi.
2. Defisiensi Vitamin dan Nutrisi
Tubuh kita butuh vitamin, terutama vitamin B kompleks, untuk menjaga kesehatan saraf.
Kekurangan vitamin B kompleks seperti defisiensi vitamin B12, vitamin B1 (tiamin), vitamin B6, dan asam folat bisa menyebabkan keluhan neurologis pada kaki termasuk telapak kaki terasa panas dan perih.
Kekurangan vitamin ini bisa terjadi karena:
- Pola makan yang kurang bergizi
- Gangguan penyerapan makanan di pencernaan
- Kondisi metabolik dan hormonal tertentu
- Kekurangan vitamin E yang juga penting untuk kesehatan saraf
3. Penyakit Diabetes dan Gangguan Hormonal
Penderita diabetes sangat rentan mengalami kaki terasa terbakar karena kadar gula darah tinggi merusak saraf dan mengganggu sirkulasi darah pada ekstremitas bawah.
Selain diabetes, hipotiroidisme (hypothyroidism) atau kondisi di mana kelenjar tiroid tidak memproduksi hormon yang cukup juga bisa menyebabkan keluhan serupa.
4. Masalah Peredaran Darah
Kalau sirkulasi darah kaki tidak lancar, jaringan dan saraf di kaki jadi kekurangan oksigen dan nutrisi. Ini bisa memicu kaki terasa panas setelah beraktivitas.
Kondisi seperti penyakit arteri perifer, vaskulitis, atau gangguan lain pada pembuluh darah kaki bisa jadi penyebabnya, menimbulkan kaki panas dan nyeri.
5. Penyakit dan Kondisi Lainnya
Beberapa kondisi medis lain yang bisa menyebabkan kaki terasa panas antara lain:
- Eritromelalgia: Pembuluh darah membengkak, kaki jadi merah, panas, dan nyeri
- Tarsal tunnel syndrome (Sindrom terowongan tarsal): Saraf di pergelangan kaki terjepit, menimbulkan sensasi terbakar
- Gagal ginjal kronis: Limbah dalam darah menumpuk dan mengganggu fungsi saraf, menyebabkan telapak kaki terasa panas disertai kesemutan
- Morton’s neuroma: Penebalan jaringan di sekitar saraf kaki
- Plantar fasciitis: Peradangan pada jaringan telapak kaki (plantar)
- Infeksi jamur kaki seperti athlete’s foot (tinea pedis)
- Efek samping pengobatan tertentu yang bisa mempengaruhi peripheral neuropathy
- Dalam beberapa kasus, keluhan ini juga bisa disertai nyeri lutut yang perlu evaluasi lebih lanjut
Kenapa Telapak Kaki Terasa Panas di Malam Hari?
Banyak orang mengeluh telapak kaki terasa panas saat tidur atau telapak kaki terasa panas saat malam hari. Mengapa kaki terasa panas di malam hari ini lebih intens? Ada beberapa alasan ilmiahnya:
- Suhu tubuh kita secara alami turun menjelang waktu tidur. Penurunan suhu ini justru membuat sensasi panas di kaki terasa lebih menonjol dan mengganggu.
- Setelah seharian beraktivitas, kaki kita sudah capek dan peredaran darahnya tidak selancar saat beraktivitas. Kelelahan ini bisa memperparah gejala gangguan saraf yang sudah ada, sehingga kaki panas malam hari terasa lebih kuat.
Akibatnya, kualitas tidur dan gangguan kenyamanan bisa terjadi, membuat istirahat malam jadi tidak nyenyak.
Cara Mengobati Telapak Kaki Terasa Panas
1. Perawatan Sendiri di Rumah
Untuk kasus yang masih ringan, Anda bisa mencoba beberapa cara sederhana ini sebagai bagian dari kesehatan kaki dan perawatan kaki:
Rendam kaki dengan air sejuk
- Rendam kaki selama 15-20 menit
- Gunakan air yang sejuk, bukan air es
- Air terlalu dingin justru bisa merusak pembuluh darah
Pijat kaki dengan lembut
- Pijatan ringan bisa melancarkan peredaran darah
- Gunakan minyak atau lotion agar lebih nyaman
- Pijat dari ujung jari ke arah tumit
Jaga kebersihan dan kelembapan kaki
- Cuci kaki secara teratur
- Gunakan pelembap untuk mencegah kulit kering
- Pastikan sela-sela jari kaki kering untuk mencegah jamur
Pilih alas kaki yang nyaman
- Gunakan sepatu yang tidak terlalu ketat
- Pilih bahan yang bisa menyerap keringat
- Hindari sepatu hak tinggi terlalu lama
2. Pengobatan Medis
Kalau cara di atas tidak membantu, dokter bisa meresepkan obat telapak kaki terasa panas sesuai penyebabnya:
Untuk gangguan saraf:
- Gabapentin, pregabalin, atau duloxetine untuk mengatasi nyeri neuropatik
- Analgesik topikal seperti krim capsaicin yang dioleskan langsung ke kaki
Kondisi kekurangan vitamin:
- Suplemen vitamin B kompleks
- Vitamin B12, vitamin B6, vitamin B1 (tiamin)
- Asam folat dan vitamin E untuk mendukung kesehatan saraf
- Dosis disesuaikan dengan hasil pemeriksaan vitamin
Untuk penyakit penyerta:
- Kontrol tes gula darah ketat untuk penderita diabetes
- Obat pengatur hormon untuk hipotiroid berdasarkan tes fungsi tiroid
- Pengobatan sesuai penyakit yang mendasari
3. Pemeriksaan Medis
Dokter mungkin akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk mengetahui penyebab pasti:
- Pemeriksaan neurologis untuk mengevaluasi fungsi saraf
- Elektromiografi (EMG) dan tes konduksi saraf untuk mengukur aktivitas listrik saraf
- Pemeriksaan doppler untuk memeriksa sirkulasi darah
- Tes fungsi tiroid untuk mendeteksi gangguan hormonal
- Pemeriksaan vitamin untuk mengetahui defisiensi nutrisi
- Tes gula darah untuk mendeteksi diabetes
Cara Mencegah Telapak Kaki Terasa Panas
Mencegah lebih baik daripada mengobati, bukan? Berikut langkah-langkah pencegahan yang bisa Anda lakukan:
1. Perhatikan Asupan Nutrisi
Konsumsi makanan kaya vitamin B seperti:
- Daging, ikan, dan telur
- Sayuran hijau
- Kacang-kacangan
- Susu dan produk olahannya
2. Jaga Kesehatan Kaki
- Periksa kaki secara rutin, terutama jika Anda diabetes
- Pilih alas kaki yang memberikan dukungan baik
- Jaga sirkulasi udara di sekitar kaki
- Hindari berdiri atau duduk terlalu lama dalam satu posisi
- Perhatikan kondisi tendon achilles dan area pergelangan kaki
3. Terapkan Gaya Hidup Sehat
- Batasi konsumsi alkohol untuk mencegah peripheral neuropathy
- Olahraga teratur untuk melancarkan peredaran darah
- Jaga berat badan ideal
- Kontrol gula darah jika Anda penderita diabetes
4. Hindari Paparan Panas Berlebihan
- Jangan terlalu lama di tempat panas
- Gunakan alas kaki saat berjalan di permukaan panas
- Beri istirahat pada kaki setelah aktivitas berat
Telapak Kaki Terasa Panas pada Kelompok Tertentu
Ibu Hamil
Telapak kaki terasa panas pada ibu hamil adalah hal yang wajar karena perubahan hormon dan peningkatan volume darah. Biasanya akan membaik setelah melahirkan. Yang bisa dilakukan:
- Istirahat cukup dengan kaki ditinggikan
- Hindari berdiri terlalu lama
- Lakukan olahraga ringan yang aman untuk ibu hamil
Penderita Diabetes
Penderita diabetes harus lebih waspada karena telapak kaki terasa panas dan gatal bisa jadi tanda awal neuropati diabetik. Lakukan:
- Pemeriksaan kaki setiap hari
- Kontrol gula darah secara ketat
- Gunakan alas kaki yang tepat
- Segera konsultasi jika ada luka yang tidak sembuh-sembuh
Kapan Harus ke Dokter?
Segera konsultasi ke dokter jika Anda mengalami:
- Perubahan warna kulit di kaki (kemerahan, kebiruan, atau kehitaman)
- Bengkak yang tidak kunjung hilang
- Luka yang tidak sembuh dalam 2 minggu
- Nyeri hebat yang mengganggu aktivitas sehari-hari
- Demam yang menyertai keluhan
- Penurunan berat badan tanpa sebab jelas
- Sensasi panas yang semakin parah
- Keluhan yang disertai nyeri lutut atau gejala sistemik lainnya
Jangan menunda-nunda untuk berkonsultasi, terutama jika Anda memiliki riwayat diabetes, penyakit ginjal, atau gangguan kesehatan lainnya.
Kesimpulan Tentang Telapak Kaki Terasa Panas
Kaki terasa panas memang bisa sangat mengganggu kenyamanan, terutama saat tidur. Penyebabnya bermacam-macam, mulai dari neuropati perifer, defisiensi vitamin dan nutrisi, diabetes melitus, hingga masalah sirkulasi darah pada ekstremitas bawah.
Yang penting diingat, jangan anggap remeh keluhan ini. Dengan memahami cara mengobati telapak kaki terasa panas yang tepat, melakukan perawatan yang sesuai, dan menerapkan langkah pencegahan, Anda bisa mengatasi masalah ini dan menjaga kesehatan kaki dengan baik.
Jika keluhan berlanjut atau disertai gejala mengkhawatirkan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.
Penanganan dini akan mencegah komplikasi yang lebih serius di kemudian hari. Jaga kesehatan kaki Anda, karena kaki yang sehat akan mendukung aktivitas sehari-hari Anda dengan lebih nyaman!
Jika ingin berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri lutut dengan dokter ahli Klinik Patella dapat menghubungi melalui WhatsApp di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda bersama Klinik Patella!
Pertanyaan Seputar Telapak Kaki Terasa Panas
Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang muncul seputar topik kaki terasa panas.
Apa penyebab paling umum telapak kaki terasa panas?
Penyebab paling umum adalah neuropati perifer atau kerusakan saraf di kaki, terutama neuropati diabetik pada penderita diabetes.
Selain itu, kekurangan vitamin B kompleks (terutama B12, B6, dan B1), masalah peredaran darah, dan gangguan hormonal seperti hipotiroid juga bisa menjadi penyebabnya.
Kenapa telapak kaki terasa panas lebih parah di malam hari?
Sensasi panas terasa lebih intens di malam hari karena dua alasan: pertama, suhu tubuh secara alami menurun menjelang tidur sehingga membuat sensasi panas lebih terasa.
Kedua, setelah seharian beraktivitas, kaki mengalami kelelahan dan peredaran darahnya tidak seoptimal saat istirahat, sehingga gejala gangguan saraf yang sudah ada menjadi lebih terasa.
Bagaimana cara cepat meredakan telapak kaki yang terasa panas?
Cara sederhana yang bisa dilakukan di rumah adalah:
- Merendam kaki dengan air sejuk (bukan air es) selama 15-20 menit
- Melakukan pijatan lembut untuk melancarkan sirkulasi darah
- Mengangkat kaki lebih tinggi saat berbaring
- Memastikan kaki tidak terlalu tertekan oleh selimut atau alas kaki yang ketat.
Kapan harus ke dokter untuk keluhan telapak kaki panas?
Segera konsultasi ke dokter jika:
- Telapak kaki panas disertai dengan perubahan warna kulit
- Bengkak yang tidak hilang
- Luka yang tidak sembuh dalam 2 minggu
- Nyeri hebat yang mengganggu aktivitas
- Demam
- Penurunan berat badan tanpa sebab
- Jika Anda memiliki riwayat diabetes dan gejala semakin memburuk.