Osteoarthritis (OA) adalah kondisi yang paling umum dari arthritis. Ada 4 stadium osteoarthritis lutut yang sebaiknya kamu waspadai.
OA adalah penyakit degeneratif yang menyerang persendian akibat keausan (wear and tear) dan penggunaan sendi yang berlebihan. Biasanya, penyakit ini sering terjadi pada sendi tangan, pinggul dan lutut.
Menurut Center for Disease Control and Prevention (CDC), sekitar 1 dari 2 orang cenderung menderita osteoarthritis dengan gejala yang berkembang seiring waktu.
Di Amerika, OA telah menyerang lebih dari 32,5 juta orang dewasa. Kondisi ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan, produktivitas di tempat kerja dan biaya ekonomi.
Untuk mencegah perburukan kondisi, sebaiknya ketahui apa saja stadium osteoarthritis lutut seperti berikut.
–
Artikel ditinjau oleh dr. Yuti Purnamasari
Daftar Isi
Stadium Osteoarthritis

Stadium 1
Pada pasien Stadium 1 terjadi kerusakan minor pada sendi, dimana mengalami keausan pada tulang rawan lutut dan osteofit pada ujung sendi lutut.
Pada tahap ini, pada umumnya tidak menimbulkan gejala atau ketidanyamanan pada sendi.
Stadium 2
Pada stadium 2, dapat diketahui dari gambaran diagnostik atau hasil Rontgen, yaitu terdapat gambaran pertumbuhan taji tulang (bone spur).
Meskipun ruang di antara tulang terlihat normal, namun pasien akan mulai mengalami gejala nyeri pada sendi lutut. Biasanya, area di sekitar lutut terasa kaku dan pergerakan pun mulai terbatas.
Stadium 3
Mulai ada pengikisan (erosi) pada permukaan tulang rawan (cartilage) dan pada fase ini terjadi pelepasan fragmen proteoglycan dan kolagen ke dalam cairan sinoval. Sehingga timbul taji tulang pada sendi yang semakin keras.
Dengan perkembangan gejala OA lutut ini, terjadi peradangan yang menimbulkan rasa nyeri saat berjalan, berlari,naik turun tangga, menekuk ataupun meluruskan lutut.
Lutut terasa lebih kaku, bengkak dan sering muncul bunyi atau suara “krek” (krepitasi) saat berjalan.
Stadium 4
Kondisi OA lutut pada stadium 4 sudah tergolong cukup berat. Ruang sendi di antara tulang sudah semakin mengecil, yang menyebabkan tulang rawan semakin menipis dan menimbulkan kekakuan pada sendi lutut.
Kerusakan tulang rawan ini mengakibatkan respon inflamasi kronis, dengan penurunan volume cairan sinovial yang menyebabkan nyeri hebat dan ketidaknyamanan saat berjalan atau menggerakkan lutut.
Penanganan OA Bedasarkan Stadium
Stadium 1:
Pada stadium 1, dokter tidak akan menyarankan pengobatan khusus apapun. Namun, pasien dapat mengonsumsi suplemen seperti glucosamin dan chondroitin.
Dokter juga akan menyarankan perubahan gaya hidup lebih sehat seperti olahraga rutin untuk menguatkan sendi lutut.
Stadium 2:
Dokter akan menyarankan latihan fisik untuk menguatkan otot dan sendi lutut. Selain itu, penggunaan knee brace atau alat bantu untuk menopang lutut juga penting untuk melindungi lutut dari tekanan berlebih saat beraktivitas.
Stadium 3:
Pada tahap ini, gejala nyeri sudah mulai terasa dan dokter akan meresepkan obat antiinflamasi non steroid (NSAID) atau obat lain seperti codeine dan oxycodone.
Namun, pada pasien yang tidak merespon pada obat-obatan atau terapi fisik, mungkin memerlukan terapi injeksi viskosuplementasi.
Injeksi hyaluronic acid ini dapat dilakukan sebanyak tiga sampai empat kali tergantung kondisi OA pasien. Terapi lain yang juga dapat mengatasi OA adalah injeksi PRP atau Platelet-rich Plasma.
Stadium 4:
Pada kasus OA lutut stadium 4, injeksi PRP atau Platelet-rich plasma merupakan pilihan pengobatan terbaik untuk mengatasi OA.
PRP mengandung plasma yang kaya akan trombosit dan memiliki growth factor (faktor pertumbuhan) untuk merangsang sel-sel baru pada sendi lutut. Dengan PRP, rasa nyeri hilang dan pasien dapat beraktivitas dengan lebih nyaman.
Proses penyembuhan OA secara total memang membutuhkan waktu sekitar beberapa minggu. Namun, Anda harus tetap disiplin dalam menjalani pola hidup sehat dan latihan fisik yang sesuai untuk melakukan mobilitas secara menyeluruh.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa menghubungi Assistance Center Klinik Patella di nomor 021-2237-9999 atau chat melalui whatsapp ke 0811 8124 2022.
Yuk, konsultasi sekarang dengan dokter spesialis kami! Untuk melihat jadwal dokter, silakan klik di sini.
Baca juga: Mengapa Orang Tua Perlu Waspada dengan Gejala Osteoarthritis?
Referensi:
Centers for Disease Control and Prevention. Osteoarthritis (OA). Accessed on March 7, 2023.
https://www.cdc.gov/arthritis/basics/osteoarthritis.htm
Pain Scale. Progression and Possible Complications of Osteoarthritis (OA). Accessed on March 7, 2023.
https://www.painscale.com/article/progression-and-possible-complications-of-osteoarthritis-oa
Illinois Bone and Joint Institute. Arthritis in Knee: 4 Stages of Osteoarthritis. Accessed on March 7, 2023.
Pertanyaan Seputar Stadium Osteoarthritis
Osteoarthritis (OA) atau pengapuran sendi adalah kondisi di mana terjadi kerusakan pada tulang rawan sendi akibat keausan atau penggunaan berlebihan.
Kondisi ini sering menyerang sendi-sendi penopang berat badan seperti lutut, pinggul, dan tangan.
Pada stadium sedang (stadium 2), osteoarthritis ditandai dengan munculnya taji tulang (bone spur) yang terlihat melalui pemeriksaan radiologis.
Gejalanya meliputi nyeri yang lebih sering, kekakuan sendi, dan keterbatasan gerak. Tulang rawan mulai menipis, meskipun ruang antar tulang masih terlihat normal.
Osteoarthritis dibagi menjadi beberapa grade berdasarkan tingkat keparahannya:
- Grade 0: Normal, tidak ada tanda osteoarthritis.
- Grade 1: Tanda awal osteofit (taji tulang) dan penyempitan sendi ringan.
- Grade 2: Osteofit jelas terlihat dengan penyempitan ruang sendi yang ringan.
- Grade 3: Osteofit sedang dengan penyempitan ruang sendi yang signifikan.
Osteoarthritis adalah kerusakan pada tulang rawan sendi, terutama di area yang menopang berat badan seperti lutut dan pinggul.
Sementara osteoporosis adalah kondisi pengeroposan tulang, terutama di tulang belakang dan panggul, yang menyebabkan tulang menjadi rapuh dan mudah patah.
Osteoarthritis tidak dapat disembuhkan sepenuhnya karena merupakan kondisi degeneratif.
Namun, gejalanya dapat dikelola melalui pengobatan, terapi fisik, perubahan gaya hidup, atau prosedur medis seperti injeksi PRP (Platelet-Rich Plasma) untuk mengurangi nyeri dan meningkatkan fungsi sendi.