Rakitis adalah masalah kesehatan yang menyerang tulang anak-anak. Meskipun mungkin terdengar asing, gangguan pertumbuhan tulang pada anak ini bisa berdampak serius pada perkembangan fisik anak.
Sebagai orang tua, penting untuk mengetahui apa itu rakitis dan bagaimana cara mencegah serta mengatasinya demi kesehatan tulang anak.
Jika ingin berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri lutut dengan dokter ahli Klinik Patella dapat menghubungi melalui WhatsApp di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda bersama Klinik Patella!
Daftar Isi
- Apa Itu Rakitis?
- Apa Penyebab Rakitis?
- Kurang Makan Makanan yang Mengandung Vitamin D
- Jarang Terkena Sinar Matahari
- Ada Gangguan Penyerapan dalam Tubuh
- Kurang Makan Makanan yang Mengandung Kalsium dan Fosfor
- Siapa yang Berisiko Terkena Rakitis?
- Bagaimana Ciri-Ciri dan Gejala Rakitis?
- Anak Sering Mengeluh Sakit Tulang
- Pertumbuhan Anak Terhambat
- Bentuk Tulang Jadi Tidak Normal
- Kepala Bayi Terasa Lunak
- Tulang Mudah Patah
- Bagaimana Cara Mendiagnosis Rakitis?
- Bagaimana Cara Mengobati Rakitis?
- Pemberian Suplemen Vitamin D
- Pemberian Suplemen Kalsium dan Fosfor
- Pengobatan Khusus untuk Kasus Tertentu
- Operasi untuk Kasus Berat
- Bagaimana Cara Mencegah Rakitis?
- Jemur Anak di Bawah Sinar Matahari Pagi
- Berikan Makanan Bergizi
- Berikan Suplemen Vitamin D
- Apa Bedanya Rakitis dan Osteomalasia?
- Apakah Rakitis Berbahaya?
- Kesimpulan tentang Rakitis
- Pertanyaan Seputar Rakitis
Apa Itu Rakitis?
Apa itu rakitis? Secara sederhana, rakitis (Rickets) adalah penyakit di mana tulang anak menjadi lunak dan mudah bengkok.
Penyakit rakitis adalah kondisi yang terjadi karena tubuh kekurangan vitamin D, kalsium, atau fosfor—tiga zat penting untuk membuat tulang keras dan kuat.
Penyakit tulang metabolik ini paling sering terjadi pada bayi dan anak-anak yang tulangnya masih dalam masa pertumbuhan.
Bayangkan tulang seperti bangunan yang sedang dibangun. Untuk membuat bangunan kuat, kita butuh material yang cukup seperti semen dan besi.
Begitu juga dengan tulang—butuh vitamin D, kalsium, dan fosfor agar bisa tumbuh keras dan kuat.
Ketika zat-zat ini kurang, yang terjadi adalah tulang lunak yang tidak bisa menopang berat badan dengan baik.
Rakitis pada anak balita sangat mengkhawatirkan karena masa balita adalah waktu penting untuk pembentukan tulang yang sehat.
Kondisi ini termasuk penyakit akibat kekurangan gizi atau malnutrisi, terutama defisiensi vitamin dan mineral yang sangat dibutuhkan untuk kesehatan tulang anak.
Apa Penyebab Rakitis?
Penyebab rakitis pada anak sebenarnya cukup jelas: tubuh kekurangan vitamin D. Mengapa vitamin D begitu penting?
Karena vitamin D ini bertugas membantu tubuh menyerap kalsium dan fosfor dari makanan yang kita konsumsi.
Rakitis akibat kekurangan vitamin D terjadi ketika tubuh tidak bisa menyerap kedua mineral penting ini dengan baik, meskipun anak sudah makan makanan bergizi.
Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan rakitis:
Kurang Makan Makanan yang Mengandung Vitamin D
Bayi yang hanya diberi ASI tanpa tambahan vitamin D berisiko tinggi terkena rakitis. Ini karena ASI memang mengandung vitamin D, tapi jumlahnya tidak selalu cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi.
Jarang Terkena Sinar Matahari
Paparan sinar matahari adalah sumber vitamin D alami terbaik. Ketika kulit terkena sinar ultraviolet (UVB) dari matahari, tubuh akan membuat vitamin D sendiri.
Anak yang jarang main di luar rumah atau tinggal di daerah yang jarang ada matahari pagi akan lebih mudah kekurangan vitamin D.
Ada Gangguan Penyerapan dalam Tubuh
Beberapa penyakit seperti gangguan pencernaan, penyakit hati, atau ginjal bisa membuat tubuh sulit menyerap atau memproses vitamin D dengan baik.
Kurang Makan Makanan yang Mengandung Kalsium dan Fosfor
Selain vitamin D, tubuh juga butuh kalsium dan fosfor yang cukup. Kalau kedua mineral ini sangat kurang dalam makanan, bisa juga menyebabkan rakitis.
Metabolisme kalsium dan fosfat dalam tubuh sangat bergantung pada vitamin D.
Tanpa vitamin D, proses mineralisasi tulang atau pengerasan tulang tidak bisa berjalan dengan baik.
Siapa yang Berisiko Terkena Rakitis?
Faktor risiko rakitis mencakup beberapa kondisi yang membuat anak lebih mudah terkena penyakit ini:
- Bayi Lahir Prematur Bayi yang lahir lebih cepat dari waktunya biasanya punya simpanan vitamin D yang lebih sedikit.
- Ibu Kekurangan Vitamin D Saat Hamil Kalau ibu kurang vitamin D selama hamil, bayinya juga akan kekurangan vitamin D sejak lahir.
- Anak dengan Kulit Gelap Anak berkulit gelap membutuhkan waktu lebih lama di bawah sinar matahari untuk menghasilkan vitamin D yang sama banyaknya dengan anak berkulit terang.
- Pola Makan Tertentu Anak yang menjalani diet vegan ketat tanpa tambahan suplemen berisiko kekurangan vitamin D dan kalsium.
- Mengonsumsi Obat Tertentu Beberapa obat, seperti obat untuk kejang, bisa mengganggu cara tubuh mengolah vitamin D.
Bagaimana Ciri-Ciri dan Gejala Rakitis?
Gejala rakitis bisa dilihat dari perubahan fisik dan perilaku anak. Berikut adalah tanda-tanda yang perlu diwaspadai:
Anak Sering Mengeluh Sakit Tulang
Ciri-ciri rakitis pada bayi dan anak yang paling umum adalah nyeri tulang, terutama di kaki, punggung, atau panggul. Anak mungkin tidak mau berjalan atau main karena nyeri lutut dan tulangnya terasa sakit.
Pertumbuhan Anak Terhambat
Pertumbuhan dan perkembangan anak menjadi lebih lambat. Tinggi badan anak terlihat lebih pendek dibanding teman-teman seusianya.
Bentuk Tulang Jadi Tidak Normal
Ini adalah tanda paling khas dari rakitis. Rakitis menyebabkan kaki bengkok—bentuk kaki O atau X. Ini terjadi karena tulang lunak tidak kuat menahan berat badan.
Deformitas tulang atau kelainan bentuk tulang lainnya bisa berupa dada yang menonjol ke depan atau tulang rusuk yang tampak menonjol-menonjol.
Kepala Bayi Terasa Lunak
Pada bayi, tulang tengkorak bisa terasa sangat lunak saat disentuh.
Tulang Mudah Patah
Tulang rapuh yang tidak mengeras dengan sempurna lebih mudah patah atau retak.
Bagaimana Cara Mendiagnosis Rakitis?
Diagnosis rakitis dilakukan oleh Dokter anak melalui beberapa pemeriksaan:
- Pemeriksaan Fisik Dokter akan memeriksa apakah ada kelainan bentuk tulang, tulang tengkorak yang lunak, atau tonjolan yang tidak normal pada tulang.
- Tes Darah Ini adalah pemeriksaan utama untuk memastikan rakitis. Tes darah akan mengukur kadar vitamin D, kalsium, fosfor, dan enzim tertentu dalam darah. Kalau hasilnya menunjukkan vitamin D rendah, kalsium dan fosfor rendah, biasanya itu tanda kuat ada rakitis.
- Rontgen Tulang Foto rontgen, terutama di bagian pergelangan tangan dan lutut, bisa memperlihatkan perubahan pada tulang yang khas pada rakitis. Tulang akan terlihat lebih pucat dan kurang padat.
Kalau kasusnya cukup parah, Dokter ortopedi (dokter spesialis tulang) mungkin akan dilibatkan untuk memeriksa seberapa parah kelainan bentuk tulang yang terjadi.
Bagaimana Cara Mengobati Rakitis?
Cara mengobati rakitis sebenarnya tidak rumit, tapi harus dilakukan dengan tepat dan konsisten. Pengobatan rakitis secara medis fokus pada mengganti kekurangan vitamin D, kalsium, dan fosfor yang menjadi penyebab utama.
Pemberian Suplemen Vitamin D
Ini adalah pengobatan utama. Dokter akan memberikan suplemen vitamin D dengan dosis yang lebih tinggi dari kebutuhan harian biasa.
Tujuannya untuk menaikkan kadar vitamin D dalam tubuh dengan cepat. Setelah kadarnya normal, dosis akan diturunkan untuk menjaga kadar vitamin D tetap cukup.
Pemberian Suplemen Kalsium dan Fosfor
Kalau kadar kalsium atau fosfor dalam darah sangat rendah, dokter juga akan memberikan suplemen mineral ini untuk membantu proses pengerasan tulang.
Pengobatan Khusus untuk Kasus Tertentu
Untuk kasus rakitis yang disebabkan oleh kelainan bawaan lahir, pengobatannya akan lebih rumit dan memerlukan kombinasi obat-obatan khusus dengan dosis yang disesuaikan.
Operasi untuk Kasus Berat
Kalau rakitis menyebabkan kaki bengkok yang sangat parah dan tidak membaik dengan pemberian vitamin saja, mungkin perlu dilakukan operasi oleh dokter ortopedi untuk memperbaiki bentuk tulang.
Kabar baiknya, kalau rakitis diobati sejak dini, tulang anak bisa pulih dengan baik karena tulang anak yang masih tumbuh punya kemampuan untuk memperbaiki diri.
Bagaimana Cara Mencegah Rakitis?
Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Pencegahan rakitis pada anak bisa dilakukan dengan cara-cara sederhana berikut:
Jemur Anak di Bawah Sinar Matahari Pagi
Paparan sinar matahari adalah cara alami dan gratis untuk mendapatkan vitamin D. Jemur anak di bawah sinar matahari pagi sekitar jam 7 sampai 9 pagi selama 10-15 menit beberapa kali seminggu sudah cukup membantu tubuh membuat vitamin D sendiri.
Berikan Makanan Bergizi
Nutrisi anak harus mencakup makanan yang kaya vitamin D, kalsium, dan fosfor. Makanan yang bagus untuk tulang antara lain ikan seperti salmon dan tuna, telur, susu, keju, yoghurt, dan sayuran hijau.
Berikan Suplemen Vitamin D
Kementerian Kesehatan RI dan WHO merekomendasikan pemberian suplemen vitamin D untuk bayi sejak lahir, terutama bayi yang hanya minum ASI.
Dosisnya biasanya 400 IU per hari untuk bayi sampai usia 1 tahun, dan 600 IU per hari untuk anak di atas 1 tahun.
Apa Bedanya Rakitis dan Osteomalasia?
Banyak orang bingung membedakan kedua penyakit ini. Perbedaan rickets dan osteomalacia sebenarnya sederhana: bedanya ada di usia penderitanya.
Rakitis adalah penyakit tulang lunak yang terjadi pada anak-anak yang tulangnya masih dalam masa pertumbuhan.
Sementara Osteomalacia adalah kondisi yang sama persis, tapi terjadi pada orang dewasa yang tulangnya sudah selesai tumbuh. Jadi bisa dibilang, rakitis pada dewasa disebut osteomalasia.
Kedua penyakit ini sama-sama disebabkan oleh kekurangan vitamin D dan membuat tulang menjadi lunak, tapi terjadi di fase hidup yang berbeda.
Apakah Rakitis Berbahaya?
Apakah rakitis berbahaya? Jawabannya: bisa berbahaya kalau tidak diobati. Penyakit rakitis (rickets) adalah kondisi yang serius kalau dibiarkan begitu saja.
Kalau tidak ditangani, rickets bisa menyebabkan masalah jangka panjang seperti gangguan tulang permanen, bentuk tulang yang tidak normal seumur hidup, dan masalah kesehatan tulang yang terus berlanjut sampai dewasa.
Komplikasi lain yang mungkin terjadi termasuk kejang karena kadar kalsium darah terlalu rendah, gangguan pertumbuhan tulang pada anak yang sangat parah, masalah pada gigi, dan tulang yang mudah patah.
Tapi jangan khawatir—ada kabar baiknya. Rickets yang disebabkan oleh kekurangan gizi (paling banyak kasusnya) bisa disembuhkan total kalau diketahui dan diobati sejak awal.
Tulang anak punya kemampuan luar biasa untuk pulih dan tumbuh normal kembali begitu asupan gizinya diperbaiki.
Kesimpulan tentang Rakitis
Rakitis adalah penyakit tulang metabolik yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Meskipun terdengar serius, penyakit ini bisa dicegah dan diobati dengan baik.
Kuncinya adalah memastikan anak mendapat cukup vitamin D, kalsium, dan fosfor—baik dari makanan, paparan sinar matahari, maupun suplemen.
Dengan memahami penyebab rakitis, gejala rakitis, dan cara mengobati rakitis, orang tua bisa mengambil langkah-langkah untuk melindungi kesehatan tulang anak.
Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter anak kalau melihat tanda-tanda yang mencurigakan pada anak. Deteksi dini dan penanganan yang tepat akan memastikan anak tumbuh dengan tulang yang sehat dan kuat.
Jika ingin berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri lutut dengan dokter ahli Klinik Patella dapat menghubungi melalui WhatsApp di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda bersama Klinik Patella!
Pertanyaan Seputar Rakitis
Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang muncul seputar topik rickets.
Apa itu rakitis dan siapa yang paling berisiko terkena penyakit ini?
Rakitis adalah penyakit tulang di mana tulang anak menjadi lunak dan mudah bengkok akibat kekurangan vitamin D, kalsium, atau fosfor.
Penyakit ini paling sering menyerang bayi dan anak balita yang tulangnya masih dalam masa pertumbuhan aktif.
Anak yang jarang terkena sinar matahari, hanya mendapat ASI tanpa suplemen vitamin D, atau memiliki kulit gelap memiliki risiko lebih tinggi terkena rickets.
Apa saja gejala rakitis yang mudah terlihat pada anak?
Gejala rakitis yang paling mudah dilihat adalah kaki bengkok berbentuk O atau X, anak sering mengeluh nyeri tulang atau nyeri lutut, pertumbuhan tinggi badan yang terhambat, dan kelainan bentuk tulang seperti dada menonjol.
Pada bayi, tulang tengkorak bisa terasa sangat lunak saat disentuh. Anak juga mungkin terlihat enggan berjalan atau bermain aktif karena tulangnya terasa sakit.
Bagaimana cara mengobati rakitis?
Pengobatan utama rickets adalah pemberian suplemen vitamin D dengan dosis tinggi untuk menaikkan kadar vitamin D dalam tubuh dengan cepat.
Dokter juga akan memberikan suplemen kalsium dan fosfor jika kadarnya sangat rendah.
Untuk kasus kaki bengkok yang parah dan tidak membaik dengan suplemen saja, mungkin diperlukan operasi oleh dokter ortopedi untuk memperbaiki bentuk tulang.
Bagaimana cara mencegah rakitis pada anak?
Pencegahan rickets bisa dilakukan dengan tiga cara sederhana:
- Jemur anak di bawah sinar matahari pagi (jam 7-9 pagi) selama 10-15 menit beberapa kali seminggu.
- Berikan makanan bergizi yang kaya vitamin D seperti ikan salmon, tuna, telur, susu, keju, dan yoghurt.
- Berikan suplemen vitamin D sesuai anjuran dokter, terutama untuk bayi yang hanya minum ASI—dosisnya 400 IU per hari untuk bayi sampai usia 1 tahun.