Artikel Terkait

pekerja kantoran
pekerja kantoran

Pekerja Kantoran Rentan Radang Sendi? Ini Penjelasannya!

cedera otot
cedera otot

Mengatasi Cedera Otot Kaki: Bagaimana Caranya?

perbedaan osteoarthritis dan rheumatoid arthritis
perbedaan osteoarthritis dan rheumatoid arthritis

Perbedaan Osteoarthritis dan Rheumatoid Arthritis yang Perlu Anda Ketahui

khasiat jahe merah
khasiat jahe merah

Khasiat Jahe Merah untuk Kesehatan Sendi yang Perlu Anda ketahui

cara menyembuhkan lutut sakit di usia muda
cara menyembuhkan lutut sakit di usia muda

Cara Menyembuhkan Lutut Sakit di Usia Muda: Ketahui Di Sini!

peradangan sendi
peradangan sendi

Peradangan Sendi: Kenali Jenis dan Gejalanya!

peradangan lutut
peradangan lutut

Peradangan Lutut dan Nyeri Sendi: Apa Bedanya?

sakit pundak belakang
sakit pundak belakang

Sakit Pundak Belakang: Penyebab yang Perlu Anda Tahu!

pundak sebelah kanan sakit
pundak sebelah kanan sakit

Pundak Sebelah Kanan Sakit: Inilah Penyebabnya!

sindrom nyeri tempurung lutut
sindrom nyeri tempurung lutut

Pengobatan Sindrom Nyeri Tempurung Lutut Tanpa Operasi!

sakit pundak
sakit pundak

Sakit Pundak: Cara Pengobatan yang Tepat dan Efektif

penanganan bursitis
penanganan bursitis

Penanganan Bursitis Lutut Tanpa Operasi Besar: Bisa!

Cari Artikel Lainnya

Apa Itu Loose Body Removal Pada Lutut?

November 5, 2024

loose body removal

Prosedur minimal invasif, loose body removal, dilakukan oleh ahli bedah untuk menghilangkan potongan tulang, tulang rawan, atau potongan jaringan lainnya dari sendi lutut.

Loose body ini dapat menimbulkan rasa sakit dan ketidaknyamanan pada pasien, baik saat bergerak maupun saat beristirahat.

Umumnya, loose body ini muncul akibat cedera pada sendi lutut sebelumnya atau akibat osteoartritis lutut yang semakin parah.

Loose body juga bisa terbentuk akibat jaringan parut setelah operasi lutut sebelumnya. Ahli bedah dapat melakukan operasi loose body removal ini dengan arthroscopy lutut.

Arthroscopy lutut sendiri dapat menangani beberapa kondisi lutut selain loose body removal yaitu robekan meniskus, osteochondritis dissecans, atau dislokasi patela berulang.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai manfaat arthroscopy pada sendi, Anda dapat menghubungi tim Klinik Patella melalui WhatsApp di nomor 0811-8124-2022.

Gejala loose bodies pada lutut

Orang yang melakukan aktivitas rekreasi atau pekerjaan fisik berat, berisiko memunculkan loose body pada sendi lututnya.

Pasien yang menderita loose body mungkin akan mengalami kesulitan untuk meluruskan atau menekuk kaki secara sempurna tanpa rasa sakit.

Setiap pasien merespons rasa sakit dengan cara yang berbeda, jadi gejalanya bisa bervariasi. Banyak pasien yang menderita loose body di sendi lutut sering melaporkan gejala-gejala berikut:

  • Nyeri lutut
  • Pembengkakan lutut
  • Nyeri saat bergerak
  • Lutut terasa terjepit atau terkunci

Diagnosis loose body pada lutut

Pasien yang mengalami gejala-gejala terkait loose body di lutut sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter ahli ortopedi.

Jika tidak ditangani, tubuh longgar di lutut dapat menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada jaringan sekitarnya.

Jika seorang pasien mengalami nyeri lutut, sebaiknya mereka berkonsultasi dengan ahli bedah ortopedi lutut.

Saat berkonsultasi dengan spesialis ortopedi lutut, dokter akan memulai dengan pemeriksaan fisik. Dokter akan menanyakan riwayat medis pasien dan aktivitas sehari-hari mereka.

Untuk mendiagnosis loose body di lutut, ahli bedah akan melakukan uji pencitraan seperti pemeriksaan sinar-X sendi lutut, karena seringkali potongan tulang dan tulang rawan dapat terdeteksi dengan sinar-X.

Selain uji pencitraan sinar-X, uji pencitraan lain yang mungkin digunakan oleh dokter adalah Sinar-X, CT scan, MRI, dan artrografi.

Sinar-X (Rontgen)

Ini biasanya adalah tes pertama yang dilakukan untuk mencari tubuh longgar. Rontgen dilakukan dengan mengirimkan radiasi melalui sendi yang terkena.

Karena sebagian besar partikel yang lepas mengandung tulang atau tulang rawan, partikel tersebut dapat terlihat dengan jelas menggunakan teknik pencitraan ini.

CT-scan

CT-scan menggabungkan teknologi rontgen dan komputer untuk menghasilkan gambar tulang di sendi yang terkena dengan lebih detail. Tes ini memberikan gambar definisi yang lebih tinggi, memungkinkan dokter untuk melihat detail yang lebih jelas.

MRI (Magnetic resonance imaging)

MRI, berbeda dengan CT-scan atau rontgen, tidak menggunakan radiasi. Sebaliknya, pasien akan ditempatkan dalam alat pemindai yang menggunakan gelombang radio elektromagnetik.

Gelombang ini menyebabkan getaran yang menciptakan resonansi, yang kemudian diubah menjadi gambar definisi tinggi.

Tes ini memungkinkan dokter untuk melihat partikel yang tidak mengandung tulang, yang tidak akan terlihat pada tes pencitraan lainnya.

Artrografi

Kadang-kadang, artrografi digunakan untuk melihat sendi dengan lebih detail. Tes ini dilakukan dengan menyuntikkan pewarna ke area yang terkena, kemudian mengambil gambar rontgen.

Pewarna ini akan terlihat sebagai kontras pada jaringan lunak dan tulang rawan di area tersebut, menciptakan gambar yang lebih terperinci.

Meskipun CT-scan dan MRI lebih sering digunakan untuk pencitraan di beberapa area tubuh, tes ini masih digunakan pada sendi-sendi kecil, seperti pergelangan tangan.

Prosedur loose body removal

Ada dua jenis prosedur utama untuk loose body removal, perawatan non-bedah dam tindakan pembedahan.

  • Perawatan non-bedah

Dalam kebanyakan kasus, loose body removal harus dilakukan secara bedah. Namun, untuk kasus yang lebih ringan, fisioterapi dan obat penghilang rasa sakit anti-inflamasi dapat membantu mengurangi gejala serta menjaga agar sendi tetap fleksibel dan bergerak.

Setelah loose body ditangani tanpa pembedahan, Anda harus terus memantau gejala dan mengikuti pemeriksaan lanjutan dengan dokter secara teratur untuk mencegah kondisi menjadi lebih buruk.

  • Tindakan pembedahan

Tujuan dari operasi loose body removal adalah untuk mengangkat tulang rawan atau tulang yang terlepas akibat cedera dan menyebabkan sendi menjadi kurang bergerak.

Sebagian besar prosedur loose body removal dilakukan dengan salah satu teknik berikut:

1. Arthroscopy

Ini menjadi pilihan pembedahan utama bagi banyak dokter. Arthroscopy hanya memerlukan sayatan yang sangat kecil, sehingga merupakan prosedur minimal invasif yang mengurangi komplikasi.

Kamera dimasukkan melalui sayatan untuk memungkinkan dokter melihat area yang akan ditangani. Tubuh longgar kemudian diangkat menggunakan alat penyedot yang dimasukkan melalui sayatan kecil lainnya.

2. Artrotomi

Untuk tubuh longgar yang besar dan tidak bisa dikeluarkan melalui artroskopi, pembedahan yang lebih luas mungkin diperlukan. Kasus ini sangat jarang terjadi.

Prosedur ini memerlukan sayatan yang lebih besar untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas di dalam sendi dan memungkinkan dokter untuk mengangkat tubuh longgar dengan lebih mudah.

Proses pemulihan dari operasi loose body removal

Setelah menjalani salah satu prosedur tersebut, dokter mungkin akan menyarankan pasien untuk mengikuti program fisioterapi.

Fisioterapi dapat membantu pasien mengembalikan sebagian dari rentang gerak yang sebelumnya hilang dan memastikan bahwa jaringan parut tidak terbentuk di dalam sendi setelah operasi.

Penanganan medis di Klinik Patella

Klinik Patella Jakarta menawarkan layanan arthroscopy yang canggih untuk menangani berbagai masalah pada sendi lutut. Prosedur arthroscopy di klinik ini dilakukan oleh tim ahli bedah ortopedi berpengalaman yang menggunakan teknologi terbaru untuk memastikan hasil yang optimal.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai manfaat arthroscopy pada sendi, Anda dapat menghubungi tim Klinik Patella melalui WhatsApp di nomor 0811-8124-2022.

Anda juga bisa langsung mengunjungi Klinik Patella di alamat Jalan Hj. Tutty Alawiyah No. 34B, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan.

Artikel Lainnya

berat badan ideal

Berat Badan Ideal untuk Cegah Nyeri Lutut: Ini Cara Menjaganya!

gejala arthritis

Gejala Arthritis dan Cara Mengobatinya: Anda Sudah Tahu?

autologous stem cells

Yuk, Kenali Autologous Stem Cells untuk Lutut dan Sendi!

plantar fasciitis

Plantar Fasciitis: Ini Penyebab dan Cara Mengobatinya!