Banyak orang beranggapan bahwa lutut sakit saat berjalan hanya terjadi pada orang tua. Padahal, kenyataannya tidak selalu demikian.
Saat ini, tidak sedikit remaja dan orang dewasa muda yang mengeluhkan nyeri lutut saat berjalan pada usia muda, bahkan tanpa riwayat cedera yang jelas sebelumnya.
Rasa lutut terasa nyeri ketika melangkah bisa muncul secara tiba-tiba atau perlahan-lahan. Bisa terasa di lutut kanan, lutut kiri, atau bahkan keduanya.
Kondisi ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari, mulai dari berjalan kaki, naik turun tangga, hingga berdiri dalam waktu lama.
Artikel ini akan menjelaskan secara sederhana apa saja penyebabnya, kapan harus ke dokter, dan apa saja pilihan penanganan yang tersedia — semuanya dalam bahasa yang mudah dipahami.
Jika ingin berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri lutut dengan dokter ahli Klinik Patella dapat menghubungi melalui WhatsApp di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda bersama Klinik Patella!
–
Artikel ditinjau oleh dr. Rifalisanto, Sp.KFR, FIPM (USG)
Daftar Isi
- Mengenal Sendi Lutut
- Nyeri Mendadak atau Nyeri Menahun? Kenali Perbedaannya
- Apa Saja Penyebab Lutut Sakit Saat Berjalan di Usia Muda?
- 1. Cedera Akibat Olahraga dan Terlalu Memaksakan Diri
- Cedera Meniskus
- Robekan ACL
- Sindrom Patellofemoral atau Runner’s Knee
- Tendinitis Patella dan Bursitis Lutut
- 2. Radang Sendi (Arthritis): Tidak Hanya untuk Orang Tua
- Osteoarthritis (Pengapuran Lutut)
- Rheumatoid Arthritis
- Asam Urat (Gout Arthritis)
- 3. Berat Badan Berlebih dan Postur Tubuh yang Kurang Baik
- Kenapa Lutut Sakit Hanya di Satu Sisi atau Saat Aktivitas Tertentu?
- 1. Penyebab lutut sakit sebelah kanan saat berjalan atau penyebab lutut sakit sebelah kiri saat berjalan
- 2. Kenapa lutut sakit saat berjalan jauh?
- 3. Lutut sakit saat berjalan tapi tidak bengkak
- 4. Kenapa dengkul sakit saat naik turun tangga
- Kapan Harus ke Dokter?
- Cara Mengobati Lutut Sakit Saat Berjalan
- Pilihan Penanganan Tanpa Operasi
- 1. Fisioterapi
- 2. Obat Anti-Nyeri dan Anti-Radang
- 3. Injeksi PRP (Platelet-Rich Plasma)
- 4. Injeksi Viskosuplemen
- 5. Radiofrekuensi Ablasi
- Pilihan Penanganan dengan Operasi
- 6. Endoskopi Richard Wolf
- 7. Total Knee Replacement (Penggantian Sendi Lutut)
- Kesimpulan tentang Lutut Sakit Saat Berjalan
- Pertanyaan Seputar Lutut Sakit Saat Berjalan
Mengenal Sendi Lutut
Sebelum membahas penyebabnya, ada baiknya kita memahami dulu bagaimana sendi lutut bekerja.
Anatomi sendi lutut terdiri dari tiga tulang yang bertemu di satu titik, yaitu:
- Tulang paha (femur)
- Tulang kering (tibia)
- Tempurung lutut (patella)
Ketiganya harus bekerja sama dengan baik agar lutut dapat bergerak dengan lancar.
Ada beberapa bagian penting dalam sendi lutut yang perlu diketahui:
- Tulang rawan (kartilago): Lapisan licin yang menutup ujung tulang agar tulang tidak saling bergesek langsung. Jika lapisan ini aus atau rusak, maka gesekan antar tulang pun terjadi dan menimbulkan nyeri.
- Meniskus: Bantalan berbentuk bulan sabit yang berfungsi meredam benturan, mirip seperti busa di dalam sepatu. Kalau bantalan ini robek, lutut bisa terasa nyeri atau bahkan seperti terkunci.
- Ligamen lutut: Jaringan kuat yang mengikat tulang-tulang lutut agar tidak bergerak ke arah yang salah. Ligamen yang paling dikenal adalah ACL, yang sering cedera pada atlet.
- Cairan sendi: Cairan pelumas alami di dalam sendi yang menjaga agar gerakan lutut tetap halus. Jika cairan ini berkurang, sendi terasa kering dan kaku.
Saat berjalan, mekanisme gerakan lutut saat berjalan melibatkan tekukan dan pelurusan sendi secara berulang sambil menopang seluruh berat badan.
Bayangkan betapa kerja keras sendi lutut setiap harinya — maka wajar jika salah satu bagiannya terganggu dan akhirnya menimbulkan lutut nyeri saat berjalan.
Nyeri Mendadak atau Nyeri Menahun? Kenali Perbedaannya
Memahami perbedaan nyeri akut vs kronis sangat penting karena keduanya menunjukkan masalah yang berbeda dan butuh penanganan yang berbeda pula.
Nyeri akut muncul tiba-tiba dan terasa tajam. Biasanya ada pemicunya yang jelas, misalnya setelah jatuh, terkilir, atau berolahraga terlalu keras. Nyeri jenis ini umumnya berlangsung beberapa hari hingga beberapa minggu.
Nyeri kronis datang perlahan dan bisa bertahan lebih dari tiga bulan. Sering kali tidak ada momen tunggal yang bisa disalahkan.
Rasa dengkul sakit saat berjalan yang sifatnya hilang-timbul dan makin lama makin sering — itulah ciri khas nyeri kronis.
Kondisi ini biasanya terkait dengan keausan sendi atau peradangan jangka panjang.
Apa Saja Penyebab Lutut Sakit Saat Berjalan di Usia Muda?
Ada banyak hal yang bisa menjadi penyebab kenapa lutut sakit saat berjalan.
Berikut adalah penjelasan tiap penyebabnya dalam bahasa yang mudah dipahami.
1. Cedera Akibat Olahraga dan Terlalu Memaksakan Diri
Ini adalah penyebab paling umum pada usia muda.
Saat tubuh dipaksa melakukan gerakan terlalu berat, terlalu cepat, atau terlalu sering tanpa istirahat yang cukup, bagian-bagian lutut pun bisa mengalami kerusakan.
Cedera olahraga dan overuse ini mencakup beberapa kondisi berikut:
Cedera Meniskus
Bantalan lutut yang robek akibat gerakan memutar mendadak, misalnya saat bermain sepak bola atau bulu tangkis.
Cedera meniskus menyebabkan lutut sakit saat jalan yang khas, yaitu lutut terasa nyeri saat menapak kaki, kadang disertai sensasi lutut seolah macet atau tidak bisa diluruskan sepenuhnya.
Robekan ACL
Ini adalah salah satu jenis cedera ligamen yang paling serius di lutut. Biasanya terasa seperti ada bunyi “klek” saat cedera terjadi, diikuti nyeri hebat dan pembengkakan lutut yang cepat.
Lutut terasa goyang dan tidak bisa diandalkan untuk menopang berat badan.
Sindrom Patellofemoral atau Runner’s Knee
Kondisi ini terjadi ketika tempurung lutut bergerak tidak pada jalurnya dan mengiritasi tulang rawan di bawahnya.
Ini adalah penyebab umum lutut sakit saat berdiri dan berjalan lama maupun penyebab lutut sakit saat naik turun tangga. Nyeri biasanya terasa di sekitar atau di belakang tempurung lutut.
Tendinitis Patella dan Bursitis Lutut
Radang pada tendon (urat yang menghubungkan otot ke tulang) atau pada kantong cairan pelindung sendi.
Biasanya muncul akibat gerakan melompat atau jongkok yang terus-menerus. Nyeri terasa seperti pegal mendalam yang bertambah parah saat digunakan.
2. Radang Sendi (Arthritis): Tidak Hanya untuk Orang Tua
Banyak yang tidak tahu bahwa peradangan sendi (arthritis) juga bisa menyerang usia muda, terutama jika ada faktor risiko tertentu.
Osteoarthritis (Pengapuran Lutut)
Ini adalah jenis radang sendi yang paling umum, di mana tulang rawan di dalam sendi aus seiring waktu.
Meski lebih sering terjadi karena faktor usia dan degenerasi sendi, kondisi ini juga bisa dipercepat oleh cedera lutut yang pernah dialami sebelumnya atau berat badan berlebih.
Osteoarthritis lutut gejala awal saat berjalan antara lain lutut terasa kaku di pagi hari (biasanya mereda setelah 30 menit bergerak), nyeri yang makin terasa saat beraktivitas, dan bunyi gemeretak di sendi.
Kondisi ini juga dikenal sebagai pengapuran lutut.
Rheumatoid Arthritis
Pada kondisi ini, sistem kekebalan tubuh justru menyerang sendi sendiri, sehingga menyebabkan radang sendi yang kronis.
Biasanya menyerang kedua lutut sekaligus, disertai kaku pada lutut dan kelelahan umum. Penyakit ini dapat muncul bahkan di usia 20-an hingga 30-an.
Asam Urat (Gout Arthritis)
Pertanyaan “apakah asam urat menyebabkan lutut sakit saat berjalan?” jawabannya adalah ya.
Penumpukan kristal asam urat di dalam sendi lutut bisa memicu serangan nyeri sendi yang sangat hebat dan mendadak, disertai kemerahan, rasa panas, dan pembengkakan lutut.
Serangan gout arthritis di lutut sering kali membuat penderita tidak mampu berjalan sama sekali.
3. Berat Badan Berlebih dan Postur Tubuh yang Kurang Baik
Lutut adalah sendi yang harus menopang seluruh berat badan setiap kali kita melangkah. Itulah mengapa beban berat badan terhadap sendi sangat berpengaruh.
Secara sederhana, setiap penambahan 1 kilogram berat badan akan memberikan tekanan sekitar 3–4 kali lipat lebih besar pada lutut saat berjalan.
Artinya, kelebihan berat badan 10 kg saja sudah memberikan beban tambahan sebesar 30–40 kg pada setiap lutut.
Selain itu, postur tubuh dan biomekanik berjalan yang tidak ideal juga ikut berperan.
Misalnya, orang yang memiliki telapak kaki yang terlalu rata, kaki berbentuk huruf O, atau kaki X, secara tidak sadar mendistribusikan beban secara tidak merata ke sendi lutut.
Ketimpangan ini lama-kelamaan dapat menyebabkan salah satu sisi lutut lebih cepat aus dan nyeri.
Kenapa Lutut Sakit Hanya di Satu Sisi atau Saat Aktivitas Tertentu?
Lokasi dan situasi munculnya nyeri bisa memberikan petunjuk penting tentang penyebabnya.
1. Penyebab lutut sakit sebelah kanan saat berjalan atau penyebab lutut sakit sebelah kiri saat berjalan
Nyeri yang hanya muncul di satu sisi sering dikaitkan dengan penggunaan satu kaki yang lebih dominan dalam olahraga, atau postur tubuh yang tidak simetris.
Bisa juga akibat cedera yang hanya mengenai satu lutut.
2. Kenapa lutut sakit saat berjalan jauh?
Kalau lutut terasa baik-baik saja di awal tapi mulai nyeri setelah berjalan cukup jauh, ini bisa mengindikasikan bahwa otot-otot penyangga lutut belum cukup kuat, atau sendi mulai kelelahan menanggung beban terus-menerus.
Hal ini sering terjadi pada kondisi sindrom patellofemoral atau tahap awal osteoarthritis.
3. Lutut sakit saat berjalan tapi tidak bengkak
Tidak adanya pembengkakan bukan berarti kondisinya ringan.
Nyeri tanpa bengkak biasanya menandakan iritasi pada tulang rawan, gangguan tendon ringan, atau masalah biomekanik yang belum memicu peradangan aktif.
Penyebab lutut sakit pada lansia saat berjalan pun sering kali tidak disertai bengkak yang terlihat jelas, terutama di tahap awal.
4. Kenapa dengkul sakit saat naik turun tangga
Tangga memaksa lutut menekuk lebih dalam sambil menanggung berat badan penuh.
Kondisi ini sangat membebani tempurung lutut dan tulang rawan di sekitarnya, sehingga masalah seperti sindrom patellofemoral atau osteoarthritis akan terasa jauh lebih nyeri.
Kapan Harus ke Dokter?
Tidak semua nyeri lutut perlu langsung ditangani dokter. Namun, ada tanda-tanda yang tidak boleh diabaikan. Segera cari pertolongan medis jika:
- Nyeri lutut sangat parah hingga tidak bisa berjalan atau menopang berat badan sama sekali.
- Lutut tampak bengkok tidak normal atau terasa “lepas” saat digunakan.
- Kaku pada lutut yang tidak membaik meski sudah diistirahatkan.
- Lutut terasa panas, merah, dan bengkak disertai demam — ini bisa menjadi tanda infeksi pada sendi.
- Nyeri tidak membaik setelah beberapa hari istirahat dan perawatan sendiri di rumah.
Dokter ortopedi atau spesialis bedah tulang akan melakukan pemeriksaan fisik ortopedi terlebih dahulu untuk menilai seberapa jauh lutut dapat digerakkan, seberapa stabil sendinya, dan di mana tepatnya letak nyerinya.
Setelah itu, dokter mungkin menyarankan pemeriksaan lanjutan seperti:
- Rontgen lutut: Untuk melihat kondisi tulang dan tanda-tanda pengapuran.
- MRI lutut: Memberikan gambaran detail mengenai jaringan lunak seperti meniskus, ligamen, dan kartilago — bagian-bagian yang tidak terlihat pada foto rontgen biasa.
- USG muskuloskeletal: Digunakan untuk melihat kondisi tendon, ligamen, dan cairan di sekitar sendi secara langsung dan real-time.
Cara Mengobati Lutut Sakit Saat Berjalan
Kabar baiknya, sebagian besar kasus nyeri lutut — termasuk pada usia muda — bisa ditangani tanpa operasi. Pilihan cara mengatasi lutut sakit saat berjalan sangat bergantung pada diagnosis dari dokter.
Pilihan Penanganan Tanpa Operasi
Secara umum, pilihan terapi non-operasi dan operasi sama-sama tersedia tergantung tingkat keparahan kondisi.
Berikut adalah rincian terapi non-operasi yang menjadi dasar dari cara menyembuhkan lutut sakit di usia muda:
1. Fisioterapi
Terapi latihan yang dipandu oleh fisioterapis untuk memperkuat otot-otot di sekitar lutut, memperbaiki cara berjalan, dan meningkatkan kelenturan sendi. Ini adalah penanganan utama yang hampir selalu dianjurkan terlebih dahulu.
2. Obat Anti-Nyeri dan Anti-Radang
Obat golongan NSAID membantu meredakan nyeri dan mengurangi peradangan di sendi. Penggunaannya harus sesuai arahan dokter.
3. Injeksi PRP (Platelet-Rich Plasma)
Darah pasien diambil sedikit, kemudian diolah untuk mendapatkan plasma yang kaya zat penyembuh.
Plasma ini lalu disuntikkan langsung ke sendi lutut untuk mempercepat penyembuhan jaringan yang rusak.
4. Injeksi Viskosuplemen
Suntikan asam hialuronat — zat yang secara alami ada di dalam cairan sendi — ke dalam lutut. Ini membantu “melumasi” kembali sendi yang sudah kering akibat osteoarthritis, sehingga pergerakan lutut menjadi lebih nyaman.
5. Radiofrekuensi Ablasi
Prosedur menggunakan gelombang panas untuk “mematikan” saraf kecil yang mengirim sinyal nyeri dari lutut ke otak. Efeknya bisa memberikan pereda nyeri yang tahan lama.
Pilihan Penanganan dengan Operasi
Jika berbagai terapi di atas tidak berhasil, dokter mungkin akan mempertimbangkan tindakan medis seperti:
6. Endoskopi Richard Wolf
Tindakan Endoskopi Richard Wolf hanya memerlukan sayatan kecil, di mana dokter memasukkan kamera mungil ke dalam sendi untuk melihat langsung kondisi di dalamnya, lalu memperbaiki kerusakan seperti meniskus yang robek atau membersihkan jaringan yang rusak.
7. Total Knee Replacement (Penggantian Sendi Lutut)
Sendi lutut yang sudah sangat rusak diganti seluruhnya dengan implan berbahan logam dan plastik.
Ini adalah langkah terakhir yang umumnya diambil saat kondisi osteoarthritis sudah sangat parah dan tidak ada pilihan lain yang membantu.
Kesimpulan tentang Lutut Sakit Saat Berjalan
Lutut sakit saat berjalan di usia muda bisa disebabkan oleh banyak hal — mulai dari cedera saat olahraga, radang sendi, kadar asam urat yang tinggi, hingga kebiasaan postur tubuh yang kurang baik.
Meski tidak selalu terlihat bengkak, bukan berarti kondisinya ringan dan bisa diabaikan begitu saja.
Kunci utama adalah mengenali gejala sejak dini dan tidak menunda untuk berkonsultasi dengan dokter ortopedi atau spesialis bedah tulang jika nyeri tidak kunjung membaik.
Dengan diagnosis yang tepat dan penanganan yang sesuai — baik melalui fisioterapi, suntikan, maupun tindakan operasi bila diperlukan — kualitas hidup dan mobilitas lutut dapat dipulihkan kembali secara optimal.
Jika ingin berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri lutut dengan dokter ahli Klinik Patella dapat menghubungi melalui WhatsApp di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda bersama Klinik Patella!
Pertanyaan Seputar Lutut Sakit Saat Berjalan
Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang muncul seputar topik lutut sakit saat berjalan.
Jika mengalami nyeri lutut, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter spesialis apa?
Nyeri lutut dapat ditangani oleh dokter spesialis ortopedi atau dokter spesialis rehabilitasi medik (Sp.KFR). Dokter ortopedi memiliki keahlian dalam menangani gangguan tulang, sendi, otot, dan ligamen, termasuk cedera lutut.
Sementara itu, dokter spesialis rehabilitasi medik fokus pada terapi fisik dan metode non-bedah untuk mengatasi nyeri lutut serta memulihkan fungsinya.
Anda disarankan untuk segera berkonsultasi jika mengalami:
- Nyeri lutut yang persisten dan semakin parah.
- Kekakuan atau pembengkakan pada lutut.
- Cedera akibat benturan keras atau kecelakaan.
- Lutut terasa lemah atau tidak stabil saat berdiri atau berjalan.
Dokter spesialis apa yang menangani masalah sendi?
Dokter yang menangani masalah sendi adalah dokter spesialis ortopedi, yang memiliki keahlian dalam menangani berbagai gangguan pada sistem muskuloskeletal, termasuk tulang, sendi, otot, saraf, ligamen, dan tendon.
Selain itu, dokter spesialis rehabilitasi medik (Sp.KFR) juga menangani nyeri sendi dengan pendekatan terapi fisik dan rehabilitasi yang berfokus pada pemulihan fungsi sendi.
Apakah nyeri lutut bisa diperiksakan ke dokter spesialis saraf?
Dalam beberapa kasus, nyeri lutut bisa disebabkan oleh gangguan saraf, terutama jika disertai sensasi kesemutan, mati rasa, atau kelemahan otot.
Jika penyebab nyeri lutut diduga terkait dengan saraf terjepit atau gangguan saraf perifer, maka konsultasi dengan dokter spesialis saraf (neurologi) dapat menjadi pilihan untuk mendapatkan diagnosis yang lebih akurat.