Cedera pada tulang dan otot adalah masalah kesehatan yang sering terjadi. Dan patah tulang menjadi salah satu yang paling umum dan membutuhkan penanganan cepat.
Siapa saja bisa mengalaminya, mulai dari anak-anak yang sedang bermain hingga orang tua yang sudah lanjut usia.
Jika ingin berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri lutut dengan dokter ahli Klinik Patella dapat menghubungi melalui WhatsApp di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda bersama Klinik Patella!
Daftar Isi
- Apa Itu Patah Tulang?
- Ciri Ciri Patah Tulang
- Jenis-Jenis Patah Tulang
- Apa Penyebab Patah Tulang?
- Diagnosis Patah Tulang
- Pemeriksaan fisik
- Uji pencitraan
- Cara Mengobati Patah Tulang
- Imobilisasi
- Operasi tulang
- Berapa Lama Waktu Penyembuhan Patah Tulang?
- Faktor usia
- Lokasi fraktura
- Kondisi kesehatan pasien
- Pentingnya Rehabilitasi dan Fisioterapi
- Komplikasi Patah Tulang
- Infeksi
- Tulang salah posisi
- Tulang tidak mau menyatu
- Sendi kaku atau osteoarthritis
- Cara Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi
- Konsumsi makanan yang kaya kalsium dan vitamin D
- Rajin berolahraga
- Hindari kebiasaan buruk
- Buat lingkungan rumah lebih aman
- Kesimpulan tentang Patah Tulang
- Pertanyaan Seputar Patah Tulang
Apa Itu Patah Tulang?
Patah tulang adalah kondisi ketika tulang di dalam tubuh kita mengalami kerusakan atau terputus.
Kerusakan ini bisa berupa retakan kecil yang hampir tidak terlihat, atau patahan besar sampai tulangnya bergeser dari posisi semula. Dalam dunia medis, kondisi ini disebut fraktura.
Banyak orang yang bertanya tentang perbedaan patah tulang dan retak tulang. Sebenarnya, keduanya sama-sama termasuk dalam kategori fraktur.
Bedanya hanya pada tingkat keparahannya saja:
- Tulang retak biasanya hanya mengalami garis patahan yang sangat tipis dan tulangnya belum terpisah sepenuhnya.
- Sementara patah tulang umumnya lebih parah, dengan kemungkinan tulang sudah bergeser dari tempatnya.
Ciri Ciri Patah Tulang
Mengenali gejala patah tulang sejak awal sangat penting supaya kita bisa segera mendapatkan pertolongan yang tepat.
Berikut adalah tanda patah tulang yang harus diwaspadai:
- Nyeri tulang yang sangat hebat dan muncul tiba-tiba di bagian yang cedera. Rasa sakitnya akan bertambah parah kalau bagian tersebut digerakkan atau ditekan.
- Pembengkakan yang muncul di sekitar area yang cedera dalam beberapa jam setelah kejadian. Biasanya kulit juga berubah warna menjadi biru atau ungu karena ada pendarahan di bawah kulit.
- Bentuk anggota tubuh yang terlihat tidak normal. Bagian yang patah bisa tampak bengkok, lebih pendek dari biasanya, atau bahkan dalam kasus yang parah, tulangnya bisa terlihat menonjol keluar dari kulit.
- Kesulitan atau bahkan tidak bisa sama sekali menggerakkan bagian tubuh yang cedera.
- Kadang muncul rasa kesemutan atau mati rasa kalau saraf di sekitar tulang yang patah ikut terganggu.
Khusus untuk patah tulang kaki atau patah tulang betis, gejala yang paling jelas adalah tidak bisa berdiri atau berjalan.
Rasa sakit yang sangat hebat akan terasa sepanjang tulang kering, bahkan hanya untuk menggerakkannya sedikit saja sudah terasa sangat menyakitkan.
Jenis-Jenis Patah Tulang
Jenis patah tulang bisa dibedakan berdasarkan beberapa hal. Yang paling dasar adalah melihat kondisi kulit di bagian yang patah.
- Patah tulang tertutup: meskipun tulangnya patah, kulitnya masih utuh dan tidak ada luka terbuka. Ini kondisinya lebih baik karena risiko infeksinya lebih kecil.
- Patah tulang terbuka: ujung tulang yang patah menembus kulit sehingga terlihat dari luar. Kondisi ini lebih berbahaya karena kuman dari luar bisa masuk dan menginfeksi tulang.
Berdasarkan tingkat keparahannya, ada patah tulang ringan dan berat:
- Patah tulang ringan: biasanya hanya berupa retakan dan tulangnya belum terpisah sepenuhnya.
- Patah tulang berat: adalah kondisi dimana tulang benar-benar terpisah, bahkan bisa pecah menjadi beberapa bagian.
Lokasi patahnya juga menentukan jenisnya:
- Patah tulang paha (femur) termasuk yang paling serius karena tulang paha adalah tulang terpanjang dan terkuat di tubuh kita.
- Patah tulang lengan (humerus) yang cukup sering terjadi, terutama karena jatuh atau kecelakaan.
- Cedera pada sendi lutut juga bisa menyebabkan fraktura di area tersebut.
Apa Penyebab Patah Tulang?
Penyebab patah tulang yang paling umum adalah trauma akibat benturan atau kecelakaan. Misalnya kecelakaan lalu lintas, jatuh dari ketinggian, benturan keras saat berolahraga, atau kecelakaan kerja.
Saat terjadi benturan yang sangat kuat, tulang tidak sanggup menahan tekanan sehingga akhirnya patah.
Namun, ada faktor lain yang membuat seseorang lebih mudah mengalami fraktura, yaitu:
- Pengaruh usia dan kepadatan tulang: fraktura pada lansia sangat sering terjadi karena seiring bertambahnya usia, tulang menjadi lebih rapuh.
- Osteoporosis atau pengeroposan tulang: membuat tulang menjadi sangat lemah sehingga bisa patah hanya karena trauma ringan. Misalnya, seorang lansia bisa mengalami kaki patah tulang hanya karena terpeleset di kamar mandi atau tersandung.
Berbeda dengan lansia, fraktura pada anak memiliki karakteristik sendiri.
Tulang anak-anak masih dalam masa pertumbuhan sehingga lebih lentur dan lebih cepat sembuh.
Yang perlu diperhatikan pada anak adalah cedera di lempeng pertumbuhan tulang, karena bisa mempengaruhi pertumbuhan tulang mereka di kemudian hari.
Diagnosis Patah Tulang
Ketika Anda mencurigai ada tulang yang patah, segera periksakan diri ke dokter. Peran dokter ortopedi sangat penting di sini.
Dokter ortopedi adalah dokter spesialis yang ahli menangani masalah tulang, sendi, dan otot, termasuk fraktura.
Pemeriksaan fisik
Dokter akan menanyakan bagaimana cedera terjadi, gejala apa yang dirasakan, dan riwayat kesehatan pasien.
Setelah itu, dokter akan memeriksa bagian yang cedera untuk melihat tanda-tanda fraktura.
Uji pencitraan
Untuk memastikan diagnosis, dokter memerlukan bantuan alat pencitraan. Rontgen / X-ray adalah pemeriksaan standar yang bisa menampilkan kondisi tulang dengan jelas.
- Rontgen tulang biasanya diambil dari dua sudut berbeda untuk mendapatkan gambaran yang lengkap tentang lokasi dan tingkat keparahan patahan.
- CT Scan. Kalau kasusnya lebih rumit atau rontgen biasa tidak cukup memberikan informasi, dokter bisa merekomendasikan CT Scan. Alat ini bisa memberikan gambar tiga dimensi yang sangat detail, sangat membantu untuk merencanakan pengobatan.
- MRI. Kalau perlu melihat kondisi jaringan lunak seperti otot, ligamen, dan tendon yang mungkin ikut rusak akibat cedera, maka dokter akan meminta pasien untuk menjalani MRI.
Cara Mengobati Patah Tulang
Prinsip dasar dalam cara mengobati fraktura adalah mengembalikan posisi tulang yang patah ke tempat yang benar, lalu menjaganya tetap di posisi itu sampai tulangnya sembuh dan menyatu kembali.
Penanganan fraktura tanpa operasi adalah pilihan pertama untuk kasus yang tidak terlalu parah.
Imobilisasi
Caranya adalah dengan melakukan imobilisasi, yaitu membuat bagian yang patah tidak bisa bergerak.
Hal ini dilakukan dengan memasang gips atau bidai yang akan menjaga tulang tetap pada posisinya selama masa penyembuhan.
Kalau tulangnya sedikit bergeser, dokter bisa melakukan reposisi dengan cara menarik atau mendorong tulang kembali ke tempatnya tanpa perlu operasi.
Operasi tulang
Tidak semua fraktura bisa ditangani tanpa operasi. Operasi patah tulang diperlukan untuk kasus yang parah, tulang yang menembus kulit, atau patahan yang melibatkan persendian.
Dalam operasi ortopedi, dokter akan:
- Membuat sayatan untuk melihat tulang yang patah
- Menyusunnya kembali ke posisi yang benar
- Lalu memasang alat bantu berupa pelat logam, sekrup, pin, atau batang metal untuk menahan tulang tetap pada tempatnya selama proses penyembuhan.
Berapa Lama Waktu Penyembuhan Patah Tulang?
Waktu penyembuhan fraktura berbeda-beda untuk setiap orang.
Beberapa faktor yang mempengaruhinya antara lain usia, lokasi fraktura, dan tingkat keparahannya.
Faktor usia
Anak-anak biasanya sembuh lebih cepat, bisa dalam hitungan minggu saja. Ini karena metabolisme mereka lebih aktif dan aliran darah ke tulangnya lebih baik.
Sementara orang dewasa dan lansia bisa membutuhkan waktu beberapa bulan, bahkan sampai satu tahun untuk sembuh total.
Lokasi fraktura
Tulang yang aliran darahnya baik akan lebih cepat sembuh dibanding tulang yang aliran darahnya terbatas.
Kondisi kesehatan pasien
Kondisi kesehatan secara keseluruhan, nutrisi yang dikonsumsi, dan seberapa patuh pasien mengikuti anjuran dokter juga mempengaruhi kecepatan proses penyembuhan tulang.
Pentingnya Rehabilitasi dan Fisioterapi
Setelah tulang mulai menyatu dan gips atau bidai dibuka, bukan berarti proses pengobatan sudah selesai. Justru di sinilah peran rehabilitasi dan fisioterapi pasca cedera menjadi sangat penting.
Fisioterapis akan membuat program latihan khusus yang disesuaikan dengan kondisi setiap pasien. Tujuan dari rehabilitasi medis ini adalah:
- Mengembalikan kekuatan otot yang mengecil selama masa pakai gips
- Memulihkan gerakan sendi yang kaku
- Mengurangi nyeri dan pembengkakan yang masih tersisa
- Melatih keseimbangan agar tidak mudah jatuh lagi
Tujuan akhirnya adalah mengembalikan mobilitas dan kualitas hidup pasien supaya bisa beraktivitas normal seperti sebelum cedera.
Dengan rehabilitasi yang teratur dan konsisten, peluang untuk sembuh total akan semakin besar.
Komplikasi Patah Tulang
Meskipun sebagian besar fraktura bisa sembuh dengan baik, ada beberapa komplikasi fraktura yang perlu diwaspadai.
Infeksi
Infeksi adalah komplikasi yang paling ditakutkan, terutama pada fraktura terbuka. Kuman bisa masuk melalui luka dan menginfeksi tulang, menyebabkan kondisi yang disebut infeksi tulang.
Tulang salah posisi
Komplikasi lain yang bisa terjadi adalah tulang menyatu dalam posisi yang salah sehingga bentuknya tidak seperti semula.
Tulang tidak mau menyatu
Bisa juga terjadi kondisi dimana tulang tidak mau menyatu sama sekali meskipun sudah ditunggu lama, sehingga perlu operasi tambahan.
Sendi kaku atau osteoarthritis
Sendi yang terlibat dalam cedera bisa menjadi kaku atau bahkan berkembang menjadi osteoarthritis atau pengapuran sendi di kemudian hari.
Cara Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi
Mencegah fraktura di masa depan sangat penting, terutama dengan menjaga kesehatan tulang dan sendi sejak dini. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan:
Konsumsi makanan yang kaya kalsium dan vitamin D
Kalsium bisa didapat dari susu, keju, ikan, dan sayuran hijau. Vitamin D bisa didapat dari sinar matahari pagi dan beberapa jenis makanan.
Rajin berolahraga
Olahraga tidak hanya menguatkan tulang, tapi juga menguatkan otot dan melatih keseimbangan sehingga risiko jatuh berkurang.
Hindari kebiasaan buruk
Merokok dan minum alkohol berlebihan karena bisa melemahkan tulang.
Buat lingkungan rumah lebih aman
Bagi lansia, penting untuk membuat lingkungan rumah lebih aman dengan mengurangi risiko jatuh, misalnya memasang pegangan di kamar mandi atau memastikan lantai tidak licin.
Kesimpulan tentang Patah Tulang
Patah tulang atau fraktura memang kondisi yang cukup serius, tapi dengan penanganan yang cepat dan tepat, sebagian besar kasus bisa sembuh dengan baik.
Yang paling penting adalah mengenali gejalanya sejak dini, segera memeriksakan diri ke dokter ortopedi, dan mengikuti semua anjuran pengobatan dengan disiplin.
Proses penyembuhan mungkin memakan waktu yang tidak sebentar dan memerlukan kesabaran.
Tapi dengan dukungan tim medis yang baik, termasuk dokter ortopedi dan fisioterapis, serta komitmen pasien untuk menjalani rehabilitasi, peluang untuk kembali beraktivitas normal sangat besar.
Jangan lupa juga untuk selalu menjaga kesehatan tulang sebagai upaya pencegahan agar tidak mengalami fraktura di kemudian hari.
Jika ingin berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri lutut dengan dokter ahli Klinik Patella dapat menghubungi melalui WhatsApp di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda bersama Klinik Patella!
Pertanyaan Seputar Patah Tulang
Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang muncul seputar topik fraktura.
Apa perbedaan antara fraktura tertutup dan fraktura terbuka?
Fraktura tertutup adalah kondisi tulang patah namun kulit di atasnya masih utuh dan tidak ada luka terbuka.
Sementara fraktura terbuka terjadi ketika ujung tulang yang patah menembus kulit sehingga terlihat dari luar.
Fraktura terbuka lebih berbahaya karena berisiko tinggi terkena infeksi dari kuman yang masuk melalui luka.
Berapa lama waktu penyembuhan fraktura?
Waktu penyembuhan fraktura berbeda-beda tergantung usia dan tingkat keparahan.
Anak-anak biasanya sembuh lebih cepat dalam hitungan minggu, sedangkan orang dewasa dan lansia bisa membutuhkan waktu beberapa bulan hingga satu tahun untuk sembuh total.
Faktor lain yang mempengaruhi adalah lokasi fraktura, kondisi kesehatan, nutrisi, dan kepatuhan pasien mengikuti anjuran dokter.
Apakah semua fraktura harus dioperasi?
Tidak, tidak semua fraktura memerlukan operasi. Fraktura yang tidak terlalu parah bisa dokter tangani tanpa operasi dengan cara imobilisasi menggunakan gips atau bidai.
Operasi baru pasien perlukan untuk kasus yang parah, fraktura terbuka, tulang yang bergeser signifikan, atau patahan yang melibatkan persendian.
Apa saja tanda-tanda fraktura yang harus segera diperiksakan ke dokter?
Tanda-tanda fraktura yang harus Anda waspadai meliputi:
- Nyeri tulang yang sangat hebat dan tiba-tiba
- Pembengkakan dan perubahan warna kulit menjadi biru atau ungu
- Bentuk anggota tubuh yang tampak tidak normal atau bengkok
- Ketidakmampuan untuk menggerakkan atau menggunakan bagian tubuh yang cedera
Jika mengalami gejala-gejala ini, segera periksakan diri ke dokter ortopedi untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

















