Banyak ibu hamil yang bertanya-tanya, “Bolehkah pakai high heels saat hamil?” Memang wajar kalau ingin tampil cantik selama kehamilan. Tapi kenapa malah berbahaya?
Ternyata, pakai high heels saat hamil ternyata bisa membahayakan kesehatan Anda dan janin.
Yuk, kita bahas lebih lanjut apa saja bahaya high heels untuk ibu hamil dan bagaimana cara mengatasinya.
Jika ingin berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri lutut dengan dokter ahli Klinik Patella dapat menghubungi melalui WhatsApp di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda bersama Klinik Patella!
Daftar Isi
- Kenapa Pakai High Heels Saat Hamil Berbahaya?
- 1. Perubahan Tubuh dan Pusat Gravitasi Saat Hamil
- 2. Risiko Jatuh Ibu Hamil yang Mengkhawatirkan
- 3. Nyeri Punggung dan Panggul Makin Parah
- 4. Pembengkakan Kaki (Edema) dan Nyeri Kaki Saat Hamil Bertambah
- 5. Dampak High Heels untuk Janin
- Perubahan Risiko High Heels Saat Hamil di Setiap Trimester
- Trimester Pertama
- Trimester Kedua
- Trimester Ketiga
- Bagaimana Cara Mengatasinya?
- Tips Memakai Sepatu untuk Ibu Hamil
- Cara Mengurangi Nyeri Kaki Saat Hamil
- Kapan Harus ke Dokter Kandungan?
- Kesimpulan tentang High Heels Saat Hamil
- Pertanyaan Seputar High Heels Saat Hamil
Kenapa Pakai High Heels Saat Hamil Berbahaya?
1. Perubahan Tubuh dan Pusat Gravitasi Saat Hamil
Saat hamil, tubuh mengalami perubahan besar-besaran. Perut yang membesar membuat pusat keseimbangan tubuh bergeser ke depan.
Bayangkan seperti membawa tas ransel berat di depan perut—pasti lebih susah menjaga keseimbangan, kan? Perubahan ini mempengaruhi postur tubuh ibu hamil secara keseluruhan.
Belum lagi, tubuh memproduksi hormon relaksin yang membuat persendian menjadi lebih longgar. Hormon relaksin dan dampaknya pada sendi sangat luas—tidak hanya di panggul, tapi juga pergelangan kaki, lutut, dan pinggul.
Kondisi sendi longgar selama kehamilan ini membuat stabilitas dan keseimbangan ibu hamil berkurang drastis. Nah, kalau ditambah pakai high heels, risiko kehilangan keseimbangan jadi makin tinggi.
2. Risiko Jatuh Ibu Hamil yang Mengkhawatirkan
Ini efek memakai high heels saat hamil yang paling serius. Biomekanik saat menggunakan high heels mengubah cara berjalan normal karena hanya sebagian kecil telapak kaki yang menyentuh tanah.
Posisi kaki ibu hamil saat memakai high heels menjadi sangat tidak stabil. Kombinasi antara:
- Perut yang membesar
- Sendi yang longgar
- Sepatu hak tinggi yang tidak stabil
Membuat risiko jatuh ibu hamil meningkat drastis. Jatuh saat hamil bisa berakibat fatal, baik untuk ibu maupun janin. Cedera yang terjadi bisa menimbulkan komplikasi serius pada kehamilan.
3. Nyeri Punggung dan Panggul Makin Parah
Kebanyakan ibu hamil memang sudah mengalami nyeri punggung bawah pada kehamilan atau yang sering disebut low back pain.
Ini normal karena perut yang membesar membuat tulang belakang (lumbar) harus bekerja lebih keras. Tapi kalau ditambah pakai high heels saat hamil, tekanan pada tumit dan punggung jadi berlipat ganda.
High heels memaksa tubuh condong ke depan dengan posisi yang tidak alami. Akibatnya, tulang belakang dan otot punggung harus bekerja ekstra keras untuk menjaga keseimbangan tubuh.
Hasilnya? Nyeri punggung dan panggul yang lebih parah, terutama di trimester ketiga. Bahkan bisa muncul nyeri lutut karena tekanan yang tidak merata pada persendian.
4. Pembengkakan Kaki (Edema) dan Nyeri Kaki Saat Hamil Bertambah
Pembengkakan kaki (edema) adalah keluhan umum ibu hamil. Pakai high heels saat hamil justru memperburuk edema kaki karena:
- Aliran darah ke kaki terhambat
- Posisi kaki yang tidak natural menekan pembuluh darah
- Berat badan tidak tersebar merata di telapak kaki
Hasilnya, kaki makin bengkak, pegal, dan nyeri kaki saat hamil bertambah parah. Bahkan bisa menyebabkan kesemutan atau nyeri yang menjalar dari punggung hingga kaki akibat tertekannya saraf sciatic dari rahim yang membesar.
Penyebab nyeri kaki saat hamil memang beragam, tapi high heels pasti memperburuk kondisinya dan merusak kesehatan kaki ibu hamil.
5. Dampak High Heels untuk Janin
Meskipun high heels tidak langsung berdampak pada janin, tapi dampak high heels untuk janin bisa terjadi secara tidak langsung.
Kondisi ibu yang tidak nyaman, stres karena nyeri, atau risiko jatuh bisa mempengaruhi kesehatan janin. Ini salah satu risiko high heels untuk kehamilan yang perlu dipertimbangkan serius.
Perubahan Risiko High Heels Saat Hamil di Setiap Trimester
Trimester Pertama
Di trimester pertama, meski perubahan fisik belum terlalu terlihat, hormon relaksin sudah mulai aktif. Sebaiknya mulai kurangi penggunaan high heels dari fase ini.
Trimester Kedua
Memasuki trimester kedua, pusat gravitasi sudah bergeser cukup signifikan. Stabilitas dan keseimbangan ibu hamil semakin menurun seiring pembesaran perut.
Trimester Ketiga
Di trimester ketiga, dokter kandungan dan fisioterapis sangat menyarankan untuk menghindari high heels sepenuhnya. Ini fase paling berisiko karena keseimbangan tubuh sangat terganggu dan risiko jatuh mencapai puncaknya.
Bagaimana Cara Mengatasinya?
Pilihlah sepatu yang aman untuk ibu hamil. Solusi terbaik adalah mengganti high heels dengan alas kaki terbaik untuk ibu hamil:
1. Sepatu datar (flat shoes) adalah rekomendasi alas kaki untuk ibu hamil dari podiatrist. Pilih yang:
- Punya bantalan empuk di sol
- Ada lengkungan untuk menopang telapak kaki
- Bahan yang fleksibel tapi tetap kuat
- Ada tali atau pengencang yang bisa disesuaikan (karena kaki bisa bengkak)
2. Wedges rendah bisa jadi alternatif kalau tetap ingin sedikit tinggi. Tapi pilih yang:
- Tingginya maksimal 3 cm
- Alasnya lebar dan stabil
- Tidak licin
3. Platform dengan alas lebar juga bisa dipertimbangkan untuk durasi singkat.
4. Kitten heels dengan tinggi maksimal 2-3 cm bisa dipilih untuk acara tertentu, dengan catatan memiliki alas lebar.
5. Sepatu olahraga juga sangat direkomendasikan karena dirancang untuk kenyamanan dan dukungan kaki yang optimal.
Tips Memakai Sepatu untuk Ibu Hamil
Berikut tips memakai sepatu untuk ibu hamil yang perlu diperhatikan:
- Belanja sepatu sore hari – Kaki biasanya lebih bengkak di sore hari, jadi ukurannya lebih akurat
- Pilih ukuran sedikit lebih besar – Kaki bisa membengkak seiring kehamilan berlanjut
- Pastikan ada dukungan lengkung kaki – Ini penting untuk mencegah nyeri dan menjaga kesehatan kaki ibu hamil
- Pilih yang anti-selip – Untuk mencegah terpeleset dan menjaga keseimbangan tubuh
Cara Mengurangi Nyeri Kaki Saat Hamil
Kalau kaki sudah terlanjur sakit atau bengkak, coba cara mengurangi nyeri kaki saat hamil berikut ini:
- Angkat kaki saat duduk atau berbaring dengan meletakkan bantal di bawah kaki
- Lakukan peregangan ringan pada kaki dan betis setiap hari
- Pijat lembut untuk melancarkan peredaran darah
- Kompres dingin kalau kaki bengkak atau nyeri
- Minum air yang cukup untuk mengurangi penumpukan cairan di kaki
- Hindari berdiri terlalu lama dan istirahat secara teratur
Kapan Harus ke Dokter Kandungan?
Segera konsultasi ke dokter kandungan atau fisioterapis kalau mengalami:
- Nyeri kaki yang sangat parah
- Pembengkakan mendadak yang tidak biasa
- Kaki terasa panas atau kemerahan
- Nyeri yang tidak hilang meski sudah istirahat
Gejala ini bisa menandakan masalah serius yang perlu penanganan medis segera.
Kesimpulan tentang High Heels Saat Hamil
Meski high heels saat hamil membuat penampilan terlihat lebih menarik, keselamatan Anda dan bayi jauh lebih penting.
Risiko jatuh, nyeri punggung yang parah, kaki bengkak, dan berbagai masalah lainnya jauh lebih merugikan dibanding manfaat estetikanya.
Kehamilan hanya berlangsung 9 bulan. Masa ini adalah waktu untuk lebih memperhatikan kesehatan dan keselamatan.
Dengan memilih sepatu yang tepat dan nyaman, Anda tetap bisa tampil cantik sekaligus menjaga kesehatan optimal untuk Anda dan si kecil.
Ingat, ibu yang sehat dan nyaman akan membawa kebahagiaan untuk bayi yang dikandungnya. Jadi, simpan dulu high heels favorit Anda dan pilih sepatu yang lebih ramah untuk kehamilan.
Setelah melahirkan nanti, Anda bisa pakai high heels lagi dengan lebih aman!
Jika ingin berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri lutut dengan dokter ahli Klinik Patella dapat menghubungi melalui WhatsApp di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda bersama Klinik Patella!
Pertanyaan Seputar High Heels Saat Hamil
Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang muncul seputar topik high heels saat hamil.
Apakah ibu hamil boleh pakai high heels?
Sebaiknya hindari high heels selama kehamilan, terutama di trimester kedua dan ketiga. Jika terpaksa untuk acara khusus, pilih kitten heels dengan tinggi maksimal 2-3 cm dan gunakan hanya untuk durasi singkat. Prioritaskan keselamatan Anda dan janin.
Apa bahaya paling serius dari pakai high heels saat hamil?
Bahaya paling serius adalah risiko jatuh yang meningkat drastis. Kombinasi perut yang membesar, sendi yang longgar akibat hormon relaksin, dan high heels yang tidak stabil membuat ibu hamil sangat rentan jatuh. Jatuh bisa menyebabkan cedera serius pada ibu dan janin.
Sepatu apa yang paling aman untuk ibu hamil?
Sepatu datar (flat shoes) dengan sol empuk dan dukungan lengkung kaki adalah pilihan terbaik. Pastikan sepatu memiliki alas anti-selip, bahan fleksibel namun suportif, dan bisa disesuaikan ukurannya karena kaki bisa bengkak. Sepatu olahraga juga sangat direkomendasikan.
Bagaimana cara mengatasi kaki bengkak dan nyeri akibat salah pakai sepatu?
Cara mengatasinya adalah:
- Angkat kaki saat duduk atau berbaring
- Lakukan peregangan ringan pada kaki dan betis secara rutin
- Pijat lembut untuk melancarkan sirkulasi darah
- Kompres dingin pada area yang bengkak
- Minum air yang cukup
Jika nyeri sangat parah atau bengkak mendadak, segera konsultasi ke dokter.