Artikel Terkait

perban elastis untuk lutut
perban elastis untuk lutut

Perban Elastis untuk Lutut: Ini Tips Memakainya!

lutut bunyi krek tapi tidak sakit
lutut bunyi krek tapi tidak sakit

Lutut Bunyi Krek Tapi Tidak Sakit: Apa Penyebabnya?

cara mengatasi lutut sakit saat ditekuk dan diluruskan
cara mengatasi lutut sakit saat ditekuk dan diluruskan

Cara Mengatasi Lutut Sakit Saat Ditekuk dan Diluruskan: Cek Disini!

lutut tiba tiba sakit
lutut tiba tiba sakit

Lutut Tiba Tiba Sakit: Kenapa Bisa Terjadi?

ketoprofen
ketoprofen

Ketoprofen: Dosis dan Efek Samping yang Perlu Diketahui

obat anti nyeri
obat anti nyeri

Pilihan Obat Anti Nyeri Otot dan Sendi yang Perlu Diketahui

cedera dengkul
cedera dengkul

4 Olahraga yang Berisiko Cedera Dengkul: Apa Saja?

manfaat puasa
manfaat puasa

Manfaat Puasa untuk Kesehatan Tulang dan Sendi

pengapuran sendi
pengapuran sendi

Komplikasi Pengapuran Sendi: Bahaya yang Perlu Diwaspadai

naik tangga
naik tangga

Naik Tangga: Ini Tips untuk Penderita Nyeri Lutut

nyeri sendi berpindah pindah
nyeri sendi berpindah pindah

Nyeri Sendi Berpindah Pindah: Kenali Penyebabnya!

lutut bunyi saat diluruskan
lutut bunyi saat diluruskan

Lutut Bunyi Saat Diluruskan: Ini Penyebab dan Cara Mengobatinya

Cari Artikel Lainnya

Mengenali Gejala Osteoarthritis dan Cara Mengatasinya

Desember 4, 2025

gejala osteoarthritis

Osteoartritis adalah masalah persendian yang cukup sering dijumpai. Sayangnya, banyak orang tidak menyadari gejala osteoarthritis karena mengira hal tersebut wajar.

Padahal, mengenali gejala osteoarthritis sejak dini sangat penting agar bisa segera ditangani dengan baik.

Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang berbagai gejala osteoartritis, cara mengenalinya, dan langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasinya.

Jika ingin berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri lutut dengan dokter ahli Klinik Patella dapat menghubungi melalui WhatsApp di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda bersama Klinik Patella!

Banner Zaskia dekstop

Apa Itu Osteoarthritis?

Osteoartritis adalah penyakit yang menyerang persendian tubuh. Masalahnya terletak pada kerusakan tulang rawan sendi—yaitu lapisan halus yang berfungsi sebagai bantalan antar tulang.

Bayangkan tulang rawan (cartilage) ini seperti busa pelindung yang membuat sendi bisa bergerak dengan mulus tanpa gesekan.

Pada osteoartritis, busa pelindung ini perlahan-lahan rusak atau yang disebut dengan degenerasi tulang rawan.

Ketika tulang rawan rusak, terjadilah proses degeneratif pada sendi yang menimbulkan berbagai perubahan.

Misalnya, muncul tonjolan tulang kecil di tepi sendi yang disebut pembentukan osteofit, ada peradangan sendi ringan, dan terjadi penebalan sendi.

Perlu dipahami bahwa perbedaan gejala osteoarthritis dan rheumatoid arthritis cukup mendasar—osteoartritis disebabkan oleh kerusakan tulang rawan, sementara rheumatoid arthritis adalah penyakit yang terjadi karena sistem kekebalan tubuh menyerang sendi sendiri.

Gejala Osteoarthritis yang Perlu Dikenali

Gejala Awal yang Sering Diabaikan

Kebanyakan gejala awal osteoarthritis biasanya ringan dan mudah diabaikan.

Banyak orang menganggap hal-hal seperti kekakuan sendi di pagi hari atau setelah duduk lama adalah hal biasa.

Namun, tanda dan gejala osteoarthritis pada tahap awal yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Pertama, rasa nyeri saat bergerak yang biasanya muncul setelah beraktivitas.
  • Kedua, kekakuan sendi yang berlangsung kurang dari 30 menit—biasanya terasa kaku saat bangun tidur atau setelah lama tidak bergerak.
  • Ketiga, sendi terdengar krek/krepitasi atau berbunyi “krek-krek” saat digerakkan. Keempat, penurunan fungsi sendi yang masih ringan, misalnya sendi terasa kurang lentur.

Pada tahap ini, nyeri sendi akibat osteoarthritis biasanya akan berkurang kalau kita beristirahat. Namun jika dibiarkan terus-menerus, kondisinya akan semakin memburuk.

Gejala Berdasarkan Lokasi Sendi yang Terkena

Gejala osteoarthritis yang sering muncul bisa berbeda-beda tergantung sendi mana yang bermasalah.

Dua lokasi yang paling sering terkena adalah lutut dan pinggul.

1. Gejala pada Lutut

Gejala osteoarthritis lutut sangat khas dan sering menjadi keluhan utama.

Sendi lutut (knee joint) adalah sendi yang paling berat kerjanya karena harus menopang berat badan kita, makanya rentan terkena osteoartritis lutut. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai:

  • Nyeri sendi yang makin parah saat berjalan, naik tangga, atau berdiri lama.
  • Setelah beraktivitas berat, lutut juga bisa terlihat sendi bengkak.
  • Keterbatasan ruang gerak juga sering terjadi—misalnya sulit menekuk lutut sepenuhnya atau sulit meluruskannya.
  • Ada pembengkakan jaringan lunak di sekitar lutut
  • Sendi terdengar krek/krepitasi yang cukup jelas saat lutut digerakkan.

Yang membuat nyeri pada lutut ini adalah karena sudah tidak ada lagi bantalan tulang rawan yang melindungi, jadi tulang bergesekan langsung dengan tulang.

Inilah mekanisme rasa nyeri pada sendi yang terjadi.

2. Gejala pada Pinggul

Gejala osteoarthritis pinggul agak lebih sulit dikenali karena letaknya yang lebih dalam di dalam tubuh.

Sendi pinggul (hip joint) yang terkena osteoartritis akan menimbulkan keluhan seperti:

Nyeri di area selangkangan, paha bagian dalam, atau bokong. Sulit menggerakkan pinggul, terutama saat memutar.

Aktivitas sederhana seperti memakai sepatu atau kaos kaki jadi sulit karena keterbatasan ruang gerak. Kadang nyeri juga bisa menjalar sampai ke lutut.

Aktivitas fisik dan pengaruhnya terhadap sendi sangat terasa pada pengidap osteoartritis pinggul.

Kegiatan sehari-hari seperti berjalan atau naik tangga bisa terasa sangat menyakitkan.

3. Gejala pada Orang Tua

Gejala osteoarthritis pada usia lanjut biasanya lebih berat karena sering disertai dengan penyakit lain. Pada lansia, gejala osteoarthritis yang perlu diwaspadai meliputi:

Nyeri yang terus-menerus sepanjang hari, bahkan saat istirahat. Keterbatasan ruang gerak yang sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Kesulitan melakukan hal-hal dasar sendiri seperti mandi atau berpakaian. Bahkan bisa muncul depresi atau kecemasan karena merasa terbatas secara fisik.

Yang perlu diingat, osteoartritis bukan hal yang normal terjadi karena menua, walaupun memang lebih sering terjadi pada orang yang sudah tua.

Tingkat Keparahan Gejala Osteoarthritis

Gejala osteoarthritis berdasarkan tingkat keparahan bisa dibagi menjadi tiga tahap:

1. Tahap Ringan (Awal)

Pada tahap awal, gejalanya masih ringan. Nyeri ringan biasanya baru terasa setelah aktivitas berat. Kekakuan di pagi hari hanya sebentar.

Peradangan sendi ringan biasanya belum terlihat dari luar. Aktivitas sehari-hari masih bisa dilakukan dengan normal.

2. Tahap Sedang

Di tahap ini, gejala mulai mengganggu kehidupan sehari-hari. Nyeri menjadi lebih sering dan lebih kuat. Sendi bengkak sudah terlihat jelas.

Keterbatasan ruang gerak mulai terasa—misalnya tidak bisa menekuk atau meluruskan sendi sepenuhnya.

Sendi terdengar krek/krepitasi lebih jelas. Aktivitas sehari-hari mulai terganggu.

3. Tahap Berat

Pada tahap paling parah, gejalanya sangat mengganggu. Nyeri terjadi terus-menerus bahkan saat istirahat.

Penurunan fungsi sendi sangat jelas—sendi hampir tidak bisa digerakkan dengan baik.

Bentuk sendi terlihat berubah atau bengkok. Pembengkakan jaringan lunak tidak kunjung hilang. Sulit berjalan atau melakukan aktivitas dasar.

Bagaimana Dokter Mendiagnosis Osteoartritis?

Untuk memastikan diagnosis, dokter ortopedi akan melakukan beberapa pemeriksaan:

Pemeriksaan Fisik

Dokter akan memeriksa beberapa hal:

  • Seberapa jauh sendi bisa digerakkan (keterbatasan ruang gerak)
  • Apakah ada sendi bengkak atau kemerahan
  • Apakah sendi terdengar krek/krepitasi saat digerakkan
  • Seberapa kuat otot di sekitar sendi.

Pemeriksaan Penunjang

1. Radiografi / X-ray

Radiografi / X-ray sendi adalah pemeriksaan utama untuk melihat kondisi tulang dan sendi.

Dari foto rontgen ini, dokter bisa melihat apakah ada penyempitan celah sendi akibat kerusakan tulang rawan sendi, apakah ada pembentukan osteofit (tonjolan tulang), dan apakah ada perubahan pada struktur tulang.

2. MRI

Kadang-kadang, dokter juga memerlukan MRI sendi untuk melihat jaringan lunak di sekitar sendi dengan lebih detail.

Cara Mengatasi Osteoartritis

1. Pengobatan Tanpa Obat

Terapi Fisik

Bekerja sama dengan fisioterapis sangat membantu dalam mengatasi osteoartritis. Tujuan terapi fisik adalah untuk:

  • Menguatkan otot di sekitar sendi
  • Memperbaiki keterbatasan ruang gerak
  • Mengurangi mekanisme rasa nyeri pada sendi
  • Meningkatkan fungsi sendi secara keseluruhan.

Mengubah Pola Aktivitas

Aktivitas fisik dan pengaruhnya terhadap sendi perlu dikelola dengan baik. Beberapa hal yang bisa dilakukan:

  • Hindari olahraga yang terlalu berat seperti lari atau lompat yang bisa membebani sendi
  • Pilih olahraga yang ringan seperti berenang atau bersepeda yang tidak terlalu membebani sendi
  • Jaga berat badan tetap ideal karena berat badan berlebih akan menambah beban pada sendi
  • Gunakan alat bantu seperti tongkat jika diperlukan untuk mengurangi beban pada sendi.

2. Pengobatan dengan Obat

Obat Pereda Nyeri dan Peradangan

Jenis obat antiinflamasi (NSAID) seperti ibuprofen atau naproxen sering diresepkan dokter. Obat ini berfungsi untuk:

  • Mengurangi peradangan sendi ringan
  • Mengatasi nyeri sendi akibat osteoarthritis
  • Membantu sendi bergerak lebih baik.

Suntikan

Dalam beberapa kasus, dokter mungkin melakukan prosedur injeksi kortikosteroid—yaitu suntikan obat langsung ke sendi.

Tujuannya untuk mengurangi peradangan yang parah pada sendi dan memberikan pereda nyeri untuk sementara waktu.

Prosedur ini biasanya dilakukan pada osteoartritis lutut atau sendi besar lainnya.

3. Tindakan Operasi

Pada kasus yang sudah sangat parah dan tidak membaik dengan pengobatan biasa, dokter mungkin menyarankan operasi. Misalnya operasi penggantian sendi dengan sendi buatan.

Pentingnya Berkonsultasi dengan Dokter

Jika mengalami gejala osteoarthritis yang perlu diwaspadai seperti nyeri sendi yang tidak kunjung hilang, bengkak, atau kesulitan menggerakkan sendi, segera konsultasikan ke dokter.

Semakin cepat terdeteksi dan ditangani, semakin baik hasilnya dan bisa mencegah kondisi makin memburuk.

Dokter ortopedi dan fisioterapis akan bekerja sama memberikan penanganan yang menyeluruh.

Mereka akan menyesuaikan rencana pengobatan berdasarkan seberapa parah kondisinya, sendi mana yang bermasalah, dan kondisi kesehatan secara keseluruhan.

Kesimpulan tentang Gejala Osteoarthritis

Mengenali gejala osteoarthritis sejak dini adalah langkah penting dalam menangani penyakit ini.

Berbagai gejala osteoartritis seperti nyeri sendi akibat osteoarthritis, kekakuan sendi, sendi bengkak, dan sendi terdengar krek/krepitasi tidak boleh diabaikan begitu saja.

Setiap sendi memiliki ciri khas gejalanya sendiri, baik itu osteoartritis lutut, osteoartritis pinggul, maupun sendi lainnya.

Memahami mekanisme rasa nyeri pada sendi dan proses degeneratif pada sendi membantu kita menyadari pentingnya penanganan sejak dini.

Dengan kombinasi terapi fisik, obat antiinflamasi (NSAID), dan dalam beberapa kasus prosedur injeksi kortikosteroid, gejala bisa dikelola dengan baik.

Yang penting diingat, osteoartritis adalah kondisi jangka panjang yang perlu dikelola terus-menerus.

Dukungan dari dokter ortopedi dan fisioterapis sangat berharga dalam merencanakan pengobatan yang tepat.

Dengan penanganan yang benar, penderita osteoartritis tetap bisa menjalani hidup yang aktif dan berkualitas meskipun dengan kondisi sendi yang terbatas.

Jika ingin berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri lutut dengan dokter ahli Klinik Patella dapat menghubungi melalui WhatsApp di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda bersama Klinik Patella!

Pertanyaan Seputar Gejala Osteoarthritis

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang muncul seputar topik gejala osteoarthritis.

Apa perbedaan osteoarthritis dengan rheumatoid arthritis?

Osteoarthritis disebabkan oleh kerusakan tulang rawan sendi akibat proses degeneratif, biasanya terjadi karena penuaan atau penggunaan sendi berlebihan.

Sementara rheumatoid arthritis adalah penyakit autoimun di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sendi sendiri. Keduanya memerlukan penanganan yang berbeda.

Apa saja gejala awal osteoarthritis yang sering diabaikan?

Gejala awal osteoarthritis meliputi:

  • Nyeri saat bergerak setelah beraktivitas
  • Kekakuan sendi di pagi hari yang berlangsung kurang dari 30 menit
  • Sendi yang berbunyi “krek-krek” saat digerakkan
  • Penurunan kelenturan sendi yang masih ringan

Gejala-gejala ini sering dianggap wajar padahal perlu diperhatikan.

Bagaimana cara mengatasi osteoarthritis tanpa obat?

Osteoarthritis dapat diatasi tanpa obat melalui:

  • Terapi fisik dengan fisioterapis untuk menguatkan otot di sekitar sendi
  • Mengubah pola aktivitas dengan menghindari olahraga berdampak tinggi
  • Memilih olahraga ringan seperti berenang atau bersepeda
  • Menjaga berat badan ideal
  • Menggunakan alat bantu seperti tongkat jika diperlukan.

Kapan harus segera berkonsultasi ke dokter untuk osteoarthritis?

Segera konsultasikan ke dokter jika mengalami nyeri sendi yang tidak kunjung hilang, sendi bengkak, kesulitan menggerakkan sendi, atau gejala yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Semakin cepat terdeteksi dan ditangani, semakin baik hasilnya dan dapat mencegah kondisi semakin memburuk.

Artikel Lainnya

loose body removal

Apa Itu Loose Body Removal Pada Lutut?

glucosamine untuk sakit lutut

Glucosamine untuk Sakit Lutut: Bisa Bantu Mengatasi Nyeri?

suntik prp lutut

Suntik PRP Lutut: Terapi Regeneratif untuk Nyeri Lutut

Solusi Tepat Rambut Rontok dengan Terapi PRP - Patella

Solusi Tepat Rambut Rontok dengan Terapi PRP