Artikel Terkait

cara mengobati cedera lutut akibat benturan
cara mengobati cedera lutut akibat benturan

Cara Mengobati Cedera Lutut Akibat Benturan? Simak Disini!

berapa lama penyembuhan radang sendi
berapa lama penyembuhan radang sendi

Berapa Lama Penyembuhan Radang Sendi? Cek Infonya Di Sini!

dokter spesialis radang sendi
dokter spesialis radang sendi

Apa Itu Dokter Spesialis Radang Sendi? Pahami Perannya!

persiapan haji
persiapan haji

Persiapan Haji: Peran RFA untuk Hindari Nyeri Lutut

ibadah haji
ibadah haji

Cara Mencegah Nyeri Lutut Saat Ibadah Haji

dokter sakit lutut terbaik
dokter sakit lutut terbaik

Mencari Dokter Sakit Lutut Terbaik: Caranya?

klinik sakit lutut terbaik
klinik sakit lutut terbaik

Panduan Mendapatkan Klinik Sakit Lutut Terbaik

klinik cedera lutut terbaik
klinik cedera lutut terbaik

Tips Mencari Klinik Cedera Lutut Terbaik

klinik nyeri lutut
klinik nyeri lutut

Klinik Nyeri Lutut: Panduan Memilih Klinik yang Bagus

dokter spesialis anestesi
dokter spesialis anestesi

Peran Dokter Spesialis Anestesi Atasi Nyeri Lutut dan Sendi

klinik nyeri lutut terbaik
klinik nyeri lutut terbaik

Klinik Nyeri Lutut Terbaik: Ketahui Ciri-Cirinya!

dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi
dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi

Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi: Apa Itu?

Cari Artikel Lainnya

Penyebab Betis Sakit dan Cara Mengatasinya

Desember 7, 2025

penyebab betis sakit

Rasa nyeri, pegal, atau kaku di betis memang sangat tidak nyaman. Banyak orang bertanya-tanya, “Apa penyebab betis sakit?”, “Betis sakit kenapa?”, atau “Kenapa betis sering pegal?”.

Artikel ini akan menjelaskan berbagai penyebab betis sakit dan cara mengatasinya.

Jika ingin berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri lutut dengan dokter ahli Klinik Patella dapat menghubungi melalui WhatsApp di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda bersama Klinik Patella!

Banner Zaskia dekstop

Mengenal Otot Betis Anda

Sebelum membahas apa penyebab betis sakit, mari kita kenali dulu bagian tubuh ini.

Anatomi otot betis Anda terdiri dari dua otot besar: otot gastrocnemius (otot yang menonjol di belakang betis) dan otot soleus (otot yang ada di bagian dalam).

Kedua otot ini bekerja sama saat Anda berjalan, berlari, melompat, atau naik tangga.

Selain otot, betis kaki juga memiliki pembuluh darah vena tungkai yang penting. Peredaran darah di kaki sangat berperan dalam kesehatan betis Anda.

Pembuluh darah vena bertugas membawa darah kembali ke jantung, sementara pembuluh arteri membawa darah yang kaya oksigen ke otot-otot betis.

Jika sirkulasi darah kaki ini terganggu atau aliran darah tidak lancar, betis bisa terasa pegal atau nyeri.

Tendon Achilles yang menghubungkan otot betis dengan tumit juga merupakan bagian penting yang perlu dijaga kesehatannya.

Penyebab Betis Sakit yang Paling Umum

1. Terlalu Banyak Aktivitas Fisik

Penyebab betis pegal yang paling sering adalah aktivitas fisik berlebihan. Ini biasa terjadi pada orang yang:

  • Baru mulai berolahraga atau tiba-tiba melakukan olahraga intens
  • Berlari atau berjalan jauh tanpa pemanasan yang cukup
  • Melakukan olahraga yang menggunakan betis secara berlebihan

Ketika otot betis bekerja terlalu keras tanpa istirahat yang cukup, bisa terjadi overuse injury (cedera karena penggunaan berlebihan).

Otot gastrocnemius dan otot soleus bisa mengalami cedera otot tungkai bawah, kelelahan otot, atau bahkan robekan.

  • Penyebab betis sakit pada orang yang sering olahraga biasanya karena peningkatan intensitas latihan yang terlalu cepat. Kondisi shin splints juga sering terjadi pada pelari, menyebabkan nyeri di sepanjang tulang kering yang menjalar ke betis.
  • Kenapa betis sakit saat ditekan? Ini biasanya menandakan ada peradangan otot atau kelelahan otot setelah aktivitas fisik. Betis sakit saat naik turun tangga juga sangat umum karena otot betis harus bekerja ekstra keras melawan gravitasi dan menopang berat badan Anda.
  • Penyebab betis sakit saat berjalan bisa karena cedera otot yang belum pulih atau teknik berjalan yang salah, apalagi jika Anda berjalan jauh dengan sepatu tidak ergonomis.

2. Gangguan Peredaran Darah

Masalah pada pembuluh darah penyebab betis sakit juga perlu diwaspadai. Beberapa kondisi yang serius:

  • Varises Kaki: Pembuluh darah vena yang membesar dan bengkak. Darah yang menggenang membuat betis kaki pegal, terasa berat, dan nyeri. Ini salah satu kondisi pembuluh darah seperti varises yang sering menyebabkan betis terasa pegal gejala apa yang beragam.
  • Deep Vein Thrombosis (DVT): Ini kondisi darurat medis di mana ada gumpalan darah di pembuluh darah dalam. Penyebab betis sakit tiba-tiba dengan gejala bengkak pada satu kaki, kemerahan, dan terasa panas bisa jadi tanda Deep Vein Thrombosis. Jika mengalami gejala ini, segera ke dokter!
  • Sindrom Kompartemen: Peningkatan tekanan di dalam ruang otot yang menghambat aliran darah. Betis sakit dan kaku penyebabnya apa dalam kasus ini biasanya nyeri yang semakin memburuk dan tidak membaik dengan istirahat.

3. Masalah Saraf

Gangguan saraf di tungkai bisa menyebabkan betis terasa sakit dengan sensasi yang berbeda, seperti:

  • Kesemutan atau mati rasa
  • Rasa terbakar
  • Kelemahan otot
  • Nyeri tungkai bawah yang menjalar

Penderita diabetes perlu lebih waspada karena risiko penyakit metabolik tinggi.

Gula darah yang tidak terkontrol bisa merusak saraf dan menyebabkan betis sering sakit atau pegal.

4. Kebiasaan Sehari-hari yang Salah

Kebiasaan postur atau aktivitas fisik yang tidak tepat juga menjadi penyebab betis pegal:

  • Duduk Terlalu Lama: Penyebab betis sakit setelah duduk lama adalah karena aliran darah tidak lancar. Apalagi jika kaki Anda dalam posisi menggantung atau terlipat, darah sulit mengalir dengan baik.
  • Berdiri Lama: Sebaliknya, berdiri lama juga membuat tegang otot betis karena harus bekerja tanpa henti untuk menjaga keseimbangan tubuh.
  • Posisi Tidur yang Salah: Penyebab betis sakit saat bangun tidur seringkali karena posisi tidur yang membuat otot tegang terlalu lama, dehidrasi, atau kram otot saat tidur.
  • Sepatu yang Tidak Tepat: Memakai sepatu tidak ergonomis atau tidak mendukung kaki dengan baik bisa mengubah cara Anda berjalan dan memberikan tekanan berlebih pada kentol kaki atau otot betis.

5. Kondisi Kesehatan Tertentu

Beberapa masalah kesehatan juga bisa menjadi penyebab betis sakit:

  • Kekurangan mineral: Kurang kalium, kalsium, atau magnesium bisa menyebabkan kram betis, terutama malam hari. Ini sering menjadi penyebab betis sakit seperti keram yang terjadi tiba-tiba.
  • Diabetes: Gula darah tinggi bisa merusak saraf dan pembuluh darah
  • Gangguan tiroid: Bisa mempengaruhi fungsi otot
  • Efek samping obat: Beberapa obat seperti statin atau obat diuretik bisa menyebabkan nyeri betis

Cara Membedakan Jenis Nyeri Betis

Memahami karakteristik nyeri bisa membantu Anda mengenali penyebabnya:

  • Sakit betis sebelah kiri atau betis sakit sebelah kanan penyebabnya: Nyeri di satu betis saja (nyeri betis kanan atau kiri) biasanya karena cedera, masalah saraf, atau gangguan pembuluh darah di satu sisi. Betis sakit sebelah kiri penyebabnya bisa berbeda dengan yang kanan.
  • Nyeri di kedua betis: Lebih sering disebabkan masalah umum seperti kelelahan otot atau masalah kesehatan menyeluruh
  • Nyeri tumpul dan menetap: Biasanya karena kelelahan atau otot tegang
  • Kram mendadak: Sering karena dehidrasi, kurang mineral, atau aktivitas fisik berlebihan
  • Kenapa betis terasa pegal atau sakit saat ditekan: Bisa menandakan ada peradangan, trigger point (titik nyeri), atau cedera
  • Penyebab betis tegang dan nyeri: Sering disertai kekakuan dan keterbatasan gerak

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun kebanyakan kasus kaki betis sakit bisa diatasi sendiri di rumah, Anda harus segera ke dokter jika mengalami:

  • Nyeri betis yang sangat hebat dan tiba-tiba
  • Betis bengkak hanya pada satu kaki
  • Kulit betis berubah warna (merah, biru, atau pucat)
  • Ada demam
  • Sakit betis tak kunjung sembuh meskipun sudah istirahat beberapa minggu
  • Nyeri betis disertai sesak napas atau nyeri dada

Gejala-gejala ini bisa menandakan kondisi serius yang memerlukan penanganan medis segera.

Cara Mengatasi Betis Sakit di Rumah

1. Istirahatkan Betis Anda

Hentikan dulu aktivitas yang membuat betis sakit. Beri waktu otot untuk pulih dan mengurangi peradangan otot.

2. Kompres Dingin atau Hangat

  • Kompres dingin: Gunakan dalam 2-3 hari pertama setelah cedera untuk mengurangi bengkak dan nyeri
  • Kompres hangat: Setelah fase awal, kompres hangat atau berendam air hangat bisa membantu otot rileks dan meningkatkan sirkulasi darah kaki

3. Angkat Kaki

Saat berbaring, letakkan kaki lebih tinggi dari jantung menggunakan bantal. Ini membantu mengurangi bengkak dan meningkatkan peredaran darah di kaki.

4. Peregangan Lembut

Lakukan peregangan otot betis secara perlahan untuk mengurangi tegang otot betis:

  • Berdiri menghadap dinding, letakkan satu kaki di belakang, tekan tumit ke lantai
  • Atau duduk dengan kaki lurus, tarik ujung kaki ke arah tubuh
  • Peregangan juga baik untuk tendon Achilles

5. Pijat Ringan

Pijat betis dengan lembut untuk membantu otot rileks dan meningkatkan aliran darah. Anda juga bisa menggunakan foam roller pada area kentol kaki.

Pencegahan Agar Betis Tidak Sakit Lagi

1. Pilih Sepatu yang Tepat

Gunakan sepatu yang nyaman, memberikan dukungan yang baik, dan memiliki bantalan yang cukup.

Hindari sepatu tidak ergonomis, terutama jika Anda banyak berjalan atau berdiri lama.

2. Jangan Duduk atau Berdiri Terlalu Lama

Jika pekerjaan Anda mengharuskan duduk atau berdiri lama, luangkan waktu untuk bergerak setiap 30-60 menit.

Lakukan peregangan ringan atau jalan-jalan sebentar untuk menjaga sirkulasi darah kaki.

3. Minum Air yang Cukup

Dehidrasi bisa menyebabkan kram otot. Pastikan Anda minum air putih yang cukup sepanjang hari untuk mencegah kram betis.

4. Konsumsi Makanan Bergizi

Pastikan asupan mineral cukup, terutama:

  • Kalium: Dari pisang, kentang, bayam
  • Magnesium: Dari kacang-kacangan, sayuran hijau
  • Kalsium: Dari susu, keju, yogurt

5. Olahraga Secara Bertahap

Jangan langsung olahraga intens jika Anda baru mulai. Tingkatkan intensitas secara perlahan agar otot punya waktu beradaptasi dan terhindar dari overuse injury.

Jangan lupa pemanasan sebelum olahraga dan pendinginan setelahnya.

6. Perhatikan Postur dan Gerakan

Teknik berjalan atau berlari yang salah bisa mempengaruhi betis kaki. Jika Anda sering mengalami nyeri lutut, ini juga bisa mempengaruhi betis karena kompensasi gerakan.

Penanganan Medis

Jika betis sakit tidak membaik dengan perawatan rumah, dokter mungkin akan merekomendasikan:

  • Obat anti-inflamasi: Untuk mengurangi nyeri dan peradangan otot
  • Fisioterapi: Program latihan khusus untuk memperkuat otot betis dan memperbaiki cara gerak Anda
  • Stoking kompresi: Khusus untuk masalah varises kaki atau gangguan pembuluh darah vena tungkai
  • Prosedur medis: Untuk kasus yang lebih serius, seperti skleroterapi untuk varises atau obat pengencer darah untuk deep vein thrombosis (DVT)

Kesimpulan tentang Penyebab Betis Sakit

Kenapa betis sakit? Penyebab betis sakit sangat beragam, mulai dari hal sederhana seperti kelelahan otot hingga kondisi medis yang serius.

Yang penting adalah Anda mengenali gejala yang dialami dan mengetahui kapan harus beristirahat atau kapan harus ke dokter.

Kebanyakan kasus sakit betis bisa diatasi dengan istirahat yang cukup, peregangan, kompres, dan perubahan gaya hidup.

Namun, jangan abaikan sakit betis tak kunjung sembuh atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan.

Dengan memahami penyebab betis sakit dan cara mengatasinya, Anda bisa menjaga kesehatan kaki dan tetap aktif menjalani aktivitas sehari-hari. Ingat, pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan.

Jaga pola hidup sehat, gunakan alas kaki yang tepat, hindari berdiri lama atau duduk terlalu lama, dan dengarkan sinyal yang diberikan tubuh Anda.

Betis yang sehat adalah kunci mobilitas dan kualitas hidup yang baik. Jadi, rawat betis kaki Anda dengan baik!

Jika ingin berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri lutut dengan dokter ahli Klinik Patella dapat menghubungi melalui WhatsApp di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda bersama Klinik Patella!

Pertanyaan Seputar Penyebab Betis Sakit

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang muncul seputar topik penyebab betis sakit.

Bagaimana cara menghilangkan nyeri pada betis?

Cara Menghilangkan Pegal di Betis yang Efektif

  • Mengistirahatkan kaki.
  • Mengompres betis dengan es.
  • Berendam di air hangat.
  • Memijat betis yang pegal.
  • Melakukan peregangan.
  • Mengoleskan krim antinyeri.
  • Mengonsumsi obat antinyeri.
Apa yang menyebabkan sakit pada betis?

Kram otot adalah salah satu penyebab utama pegal di betis. Kondisi ini terjadi ketika otot berkontraksi secara tiba-tiba dan tidak dapat rileks.

Kram otot bisa disebabkan oleh dehidrasi, kekurangan elektrolit seperti kalium dan magnesium, atau gangguan peredaran darah.

Betis sakit apakah asam urat?

Nyeri betis tidak selalu disebabkan oleh asam urat. Nyeri betis bisa disebabkan oleh berbagai hal, seperti:

  • Kram otot akibat aktivitas berat, olahraga mendadak, atau cedera otot
  • Otot tegang akibat kelalahan atau setelah penggunaan betis secara berlebihan
  • Memar akibat luka atau cedera
Sakit betis kekurangan vitamin apa?

Agar betis kamu tidak pegal, kebutuhan vitamin D harus tercukupi. Berjemur pagi hari adalah salah satu cara mendukung produksi vitamin D di dalam tubuh.

Defisiensi atau kekurangan vitamin D adalah salah satu penyebab pegal dan keluhan terkait otot lainnya yang cukup umum terjadi.

Apakah betis sakit bisa sembuh sendiri?

Betis pegal umumnya dapat sembuh sendiri dan tidak memerlukan pengobatan khusus.

Namun, untuk mengurangi rasa tidak nyaman, ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan. Betis pegal dapat disebabkan oleh berdiri terlalu lama.

Artikel Lainnya

obat nyeri sendi untuk anak 6 tahun

Obat Nyeri Sendi untuk Anak 6 Tahun: Mana yang Aman?

klinik nyeri lutut terbaik

Klinik Nyeri Lutut Terbaik: Ketahui Ciri-Cirinya!

cara mengatasi lutut kopong

Cara Mengatasi Lutut Kopong dan Cara Mencegahnya

jenis makanan yang mengandung vitamin d

Cek Disini: Jenis Makanan yang Mengandung Vitamin D