Artikel Terkait

faq klinik patella
faq klinik patella

FAQ Klinik Patella

lutut nyeri saat naik tangga
lutut nyeri saat naik tangga

Lutut Nyeri Saat Naik Tangga. Apa Penyebabnya?

penyebab radang sendi pada usia muda
penyebab radang sendi pada usia muda

Penyebab Radang Sendi pada Usia Muda: Ini Faktanya!

penyembuhan cedera lutut tanpa operasi
penyembuhan cedera lutut tanpa operasi

Penyembuhan Cedera Lutut Tanpa Operasi: Bisakah?

vitamin otot
vitamin otot

Vitamin Otot: Jenis, Manfaatnya untuk Kekuatan Tubuh

posisi lutut yang benar saat melakukan lay up basket
posisi lutut yang benar saat melakukan lay up basket

Posisi Lutut yang Benar Saat Melakukan Lay Up Basket

cedera pemain basket
cedera pemain basket

Cedera Pemain Basket yang Paling Sering Terjadi

mengobati nyeri lutut
mengobati nyeri lutut

Cara Mengobati Nyeri Lutut: Cek Di Sini!

arthroscopy untuk cedera acl
arthroscopy untuk cedera acl

Arthroscopy untuk Cedera ACL: Prosedur dan Manfaatnya!

nyeri lutut berkepanjangan
nyeri lutut berkepanjangan

Nyeri Lutut Berkepanjangan: Apa Sih Penyebabnya?

sakit sendi
sakit sendi

Sakit Sendi Diobati dengan Koyo: Sembuhkah?

cara lari yang benar
cara lari yang benar

Cara Lari yang Benar untuk Cegah Cedera

Cari Artikel Lainnya

Pengapuran Lutut Pada Lansia, Bagaimana Mengatasinya?

Agustus 10, 2023

Pengapuran Lutut Lansia - Patella

Seiring bertambahnya usia, kita pasti lebih rentan mengalami berbagai masalah kesehatan. Salah satunya yaitu pengapuran lutut lansia atau yang juga dikenal sebagai osteoarthritis (OA) lutut. Kondisi ini biasanya sering menyerang usia tua atau lansia dan dapat menimbulkan sejumlah gejala. Gejalanya pun bervariasi, seperti rasa nyeri, gangguan mobilitas, dan berdampak pada kualitas hidup seseorang. Lantas, adakah cara mengatasi pengapuran lutut? Berikut penjelasannya. 

Penyebab Pengapuran Lutut pada Lansia

Pengapuran lutut terjadi ketika tulang rawan yang melapisi ujung tulang di sendi lutut mengalami kerusakan dan kehilangan elastisitasnya. Ada berbagai faktor yang bisa menyebabkan kondisi ini, antara lain:

  • Usia: Proses penuaan alami menyebabkan penurunan elastisitas dan kepadatan tulang serta tulang rawan, sehingga meningkatkan risiko osteoartritis.
  • Genetika: Riwayat keluarga dengan riwayat osteoartritis dapat meningkatkan risiko terjadinya kondisi ini pada lansia.
  • Berat Badan: Kelebihan berat badan atau obesitas dapat memberikan beban ekstra pada sendi lutut, yang akhirnya menyebabkan kerusakan pada tulang rawan.
  • Cedera atau Trauma: Cedera atau trauma pada lutut yang pernah dialami dalam kehidupan sebelumnya dapat meningkatkan risiko pengapuran lutut pada usia lanjut.
  • Aktivitas Fisik: Beban berlebihan pada lutut akibat aktivitas fisik yang berat atau tidak sesuai dengan kapasitas fisik individu dapat mempercepat kerusakan pada tulang rawan.

Apa Gejalanya? 

Gejala pengapuran lutut dapat bervariasi dari ringan hingga parah. Beberapa gejala yang umum muncul yaitu: 

  • Nyeri: Nyeri di daerah lutut saat bergerak atau beraktivitas merupakan gejala paling umum. Nyeri ini biasanya terasa semakin parah pada akhir hari atau setelah beraktivitas fisik.
  • Kekakuan: Sendi lutut terasa kaku dan sulit digerakkan, terutama setelah istirahat atau bangun tidur.
  • Pembengkakan: Sendi lutut bisa mengalami pembengkakan akibat peradangan, yang dapat membuat lutut terasa panas dan terlihat merah.
  • Suara Gemeretak: Saat bergerak, sering kali terdengar suara gemeretak atau nyeri gesekan pada sendi lutut atau krepitasi.

Penanganan dengan Injeksi PRP

Meskipun pengapuran lutut pada lansia tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi gejala dan memperlambat perkembangan kondisi ini. Misalnya, dengan mengonsumsi makanan bernutrisi, menjaga berat badan, dan rutin berolahraga atau aktif secara fisik. 

Pengobatan lainnya yang efektif untuk osteoarthritis lutut yaitu dengan melakukan terapi injeksi Platelet-Rich Plasma  (PRP). 

PRP adalah sebuah terapi yang menggunakan darah dari tubuh pasien, untuk kemudian dipisahkan plasmanya. Selanjutnya, dokter akan menyuntikkan bagian yang kaya dengan trombosit (platelet) ke area yang memerlukan perbaikan atau penyembuhan, seperti lutut yang mengalami pengapuran (osteoarthritis). Terapi PRP telah digunakan dalam beberapa kondisi medis untuk membantu mempercepat proses regenerasi dan penyembuhan jaringan.

Jika Anda memiliki keluhan nyeri lutut karena osteoarthritis, maka berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter ahli kami di Klinik Patella. Dokter akan menjelaskan dan memberikan informasi yang lebih terkini mengenai perkembangan terapi PRP, serta membantu membuat keputusan yang tepat berdasarkan kondisi kesehatan Anda.

 

 

Baca juga: Cara Mengatasi Nyeri Lutut Kronis dengan Radiofrekuensi Ablasi

FAQ Pertanyaan Seputar Pengapuran Lutut Pada Lansia

Apakah pengapuran lutut dapat sembuh total?

Pengapuran lutut, atau yang dikenal sebagai osteoarthritis, merupakan kondisi degeneratif yang tidak bisa sembuh sepenuhnya. Penyakit ini terjadi akibat kerusakan tulang rawan di sekitar sendi lutut, yang menyebabkan peradangan dan nyeri. Meskipun demikian, ada berbagai metode perawatan yang dapat membantu mengurangi gejala, memperlambat progres penyakit, serta meningkatkan kualitas hidup penderita.

Apa saja gejala yang menandakan adanya pengapuran lutut?

Gejala osteoarthritis lutut dapat bervariasi, mulai dari ringan hingga berat. Beberapa tanda yang umum dialami antara lain:
Kekakuan pada lutut, terutama saat bangun tidur atau setelah lama tidak bergerak.
Nyeri saat beraktivitas, terutama ketika berdiri, berjalan, atau naik-turun tangga.
Pembengkakan pada lutut akibat peradangan.
Bunyi ‘krek-krek’ pada lutut saat bergerak atau menekuk sendi.
Sensasi terkunci pada lutut, yang membuatnya sulit digerakkan.

Apakah pengapuran lutut bisa menyebabkan kelumpuhan?

Osteoarthritis merupakan salah satu penyebab utama gangguan pergerakan sendi dan dapat mengarah pada disabilitas jika tidak ditangani dengan baik. Dalam kasus yang lebih parah, nyeri dan kekakuan lutut bisa semakin membatasi aktivitas sehari-hari, bahkan membuat penderita kesulitan berjalan. Oleh karena itu, penting untuk melakukan perawatan dini guna mencegah kondisi semakin memburuk.

Makanan apa saja yang perlu dihindari oleh penderita pengapuran lutut?

Penderita osteoarthritis disarankan untuk menghindari makanan yang dapat memperparah peradangan dan mempercepat kerusakan sendi. Beberapa makanan yang sebaiknya dikurangi atau dihindari antara lain:
Makanan tinggi gula seperti kue, roti manis, dan minuman bersoda.
Makanan tinggi garam, karena dapat meningkatkan retensi cairan dan memperburuk pembengkakan sendi.
Daging merah dan kuning telur, yang mengandung asam lemak omega-6 dalam jumlah tinggi dan dapat memicu peradangan.
Makanan yang digoreng atau mengandung lemak trans, yang dapat memperparah peradangan pada sendi.

Apakah penderita osteoarthritis lutut boleh berjalan kaki?

Ya, berjalan kaki merupakan salah satu jenis olahraga yang dianjurkan bagi penderita osteoarthritis lutut. Aktivitas ini membantu menjaga fleksibilitas sendi, memperkuat otot di sekitar lutut, serta mengurangi risiko osteoporosis. Namun, penderita sebaiknya berjalan dengan intensitas ringan hingga sedang dan menghindari permukaan yang terlalu keras untuk mengurangi tekanan pada lutut. Jika nyeri muncul setelah berjalan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan saran latihan yang sesuai.

Artikel Lainnya