bulutangkis

Awas, Pemain Bulu Tangkis Berisiko Alami Cedera Ini!

Bulu tangkis  atau badminton merupakan olahraga yang menggabungkan kelincahan, kecepatan, kekuatan,  dan daya tahan otot yang tinggi. Para pemain olahraga ini harus bisa bergeak ke segala arah dengan cepat untuk menjeput ‘kok’. Nah, karena itulah tak jarang para pemain berisiko alami cedera. Berikut adalah beberapa jenis cedera yang paling mungkin para pemain badminton alami.

Jenis Cedera yang Mungkin Terjadi Pada Pemain Bulu Tangkis

1. Cedera Bahu

Menurut para ahli, cedera ini terjadi akibat adanya  tekanan yang terus berulang pada bagian bahu, terutama ketika melakukan smash yang kuat dan kencang. Pada bahu terdapat bagian yang bernama rotator cuff muscles, otot kecil yang berada pada sendi bahu. Otot inilah yang kerap kali  mengalami cedera karena banyaknya tekanan saat  memukul ‘kok’. Biasanya, cedera pada bagian ini, berawal  dengan peradangan yang penyebabnya  iritasi kecil, tapi terjadi secara terus-menerus. Cedera ini bisa semakin serius bila tidak mendapatkan penanganan yang tepat.

2. Keseleo/Sprain

Keseleo paling sering terjadi saat olahraga. Nah, gejalanya bisa  berupa bengkak dan nyeri pada bagian pergelangan kaki. Selain itu, cedera ini juga bisa menimbulkan memar, menjadikan  gerak kaki  menjadi terbatas, dan adanya ketidakstabilan pada pergelangan kaki. Bila kondisi ini tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat bisa menimbulkan komplikasi. Misalnya, terjadi nyeri kronis pergelangan kaki, artritis sendi dan ketidakstabilan pada pergelangan kaki.

3. Cedera Lutut

Selain pergelangan kaki, bagian tubuh yang paling sering mengalami cedera saat bermain bulutangkis adalah lutut. Lutut yang  cedera bisa memunculkan rasa nyeri, memar, atau bengkak. Ketiga hal tersebut dapat timbul beberapa menit setelah seseorang mengalami cedera lutut. Adanya jaringan saraf yang terjepit, retak atau bergesernya tulang lutut hingga urat dalam lutut yang mengalami kerobekan adalah penyebab rasa sakit.

Baca Juga  Waspadai, Efek Samping Squat Jump Yang Berlebihan dan Tidak Tepat

Faktor Usia

Berdasarkan penelitian dari Department of Orthopaedic Surgery, University Hospitals of Aarhus, Denmark, cedera saat bermain badminton  pada sendi dan ligamen umumnya terjadi pada pemain pada usia kurang dari 30 tahun.  Sedangkan cedera pada otot,  kebanyakan pemain usia lebih dari 30 tahun yang mengalaminya.

lamina klinik

Jl. Hj. Tutty Alawiyah No.34B, RT.7/RW.5, Kalibata, Kec. Pancoran, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12740

lamina klinik

Informasi dan Pendaftaran

021-2237-9999

lamina klinik

Book Online

Appointment Now