Artikel Terkait

pekerja kantoran
pekerja kantoran

Pekerja Kantoran Rentan Radang Sendi? Ini Penjelasannya!

cedera otot
cedera otot

Mengatasi Cedera Otot Kaki: Bagaimana Caranya?

perbedaan osteoarthritis dan rheumatoid arthritis
perbedaan osteoarthritis dan rheumatoid arthritis

Perbedaan Osteoarthritis dan Rheumatoid Arthritis yang Perlu Anda Ketahui

khasiat jahe merah
khasiat jahe merah

Khasiat Jahe Merah untuk Kesehatan Sendi yang Perlu Anda ketahui

cara menyembuhkan lutut sakit di usia muda
cara menyembuhkan lutut sakit di usia muda

Cara Menyembuhkan Lutut Sakit di Usia Muda: Ketahui Di Sini!

peradangan sendi
peradangan sendi

Peradangan Sendi: Kenali Jenis dan Gejalanya!

peradangan lutut
peradangan lutut

Peradangan Lutut dan Nyeri Sendi: Apa Bedanya?

sakit pundak belakang
sakit pundak belakang

Sakit Pundak Belakang: Penyebab yang Perlu Anda Tahu!

pundak sebelah kanan sakit
pundak sebelah kanan sakit

Pundak Sebelah Kanan Sakit: Inilah Penyebabnya!

sindrom nyeri tempurung lutut
sindrom nyeri tempurung lutut

Pengobatan Sindrom Nyeri Tempurung Lutut Tanpa Operasi!

sakit pundak
sakit pundak

Sakit Pundak: Cara Pengobatan yang Tepat dan Efektif

penanganan bursitis
penanganan bursitis

Penanganan Bursitis Lutut Tanpa Operasi Besar: Bisa!

Cari Artikel Lainnya

Tramadol: Obat Pereda Nyeri untuk Nyeri Lutut Kronis

Desember 17, 2024

Tramadol

Tramadol merupakan obat analgesik opioid yang hanya digunakan saat  bentuk pereda nyeri non-opioid lainnya tidak berhasil mengatasi rasa sakit yang ditimbulkan. 

Oleh karena itu obat ini hanya bisa dikonsumsi dalam jangka waktu pendek dan biasanya digunakan pada penyakit nyeri akut, termasuk nyeri lutut kronis.

Jika ingin berkonsultasi tentang kondisi nyeri lutut dan kaki hubungi dokter ahli kami melalui WhatsApp di 0811-8124-2022.

Banner Zaskia dekstop

Cara Kerja Tramadol Pada Nyeri Lutut

Tramadol merupakan obat opioid yang biasanya digunakan sebagai opsi terakhir saat obat pereda nyeri lutut lainnya sudah tidak lagi bekerja dengan baik pada tubuh.

Umumnya Tromodol digunakan sebagai salah satu pengobatan nyeri kronis yang masuk ke dalam  analgesik opioid, kategori obat yang sama untuk pembiusan sebelum operasi. Jadi tidak boleh digunakan untuk jangka waktu panjang.

Selayaknya obat-obatan pereda nyeri opioid, Tromodol bekerja pada sistem saraf pusat (SSP) untuk meredakan nyeri termasuk lutut.

Jadi, zat di dalam obat akan menghambat respon sinyal nyeri dari lutut yang akan dihantarkan ke sistem saraf pusat sehingga rasa sakit pada tubuh dapat berkurang.

Kapan Tramadol Digunakan untuk Nyeri Lutut?

Tramadol digunakan sebagai obat nyeri sedang hingga parah pada orang dewasa dan hanya dapat digunakan pada beberapa kondisi kesehatan tertentu yaitu:

  • Nyeri pasca operasi lutut.
  • Saat obat-obatan non-opioid lain tidak mempan dalam mengatasi nyeri lutut.
  • Penyakit nyeri lutut kronis seperti Osteoarthritis, Bursitis,hingga Arthritis rheumatoid.

Dosis Aman Tramadol untuk Nyeri Lutut

Konsumsi Tramodol sangat dianjurkan untuk seseorang dengan usia lebih dari 18 tahun dan hanya dijadikan opsi terakhir saat obat-obatan lain sudah tidak lagi bisa mentoleransi rasa nyeri pada tubuh, khususnya lutut.

Dosisnya pun juga akan berbeda-beda tergantung dari level nyeri lutut yang dirasakan oleh pasien. Namun, dosis tramadol yang aman untuk pasien nyeri lutut secara umum adalah sebagai berikut:

  • Nyeri lutut kronis: 100 milligram (mg)/ hari dan tidak lebih besar dari  300 mg per hari.
  • Nyeri lutut sedang hingga berat: 25 milligram (mg) per hari dan  tidak lebih dari 400 mg per hari.

Semua anjuran ini hanya bisa Anda dapatkan melalui konsultasi dengan dokter, karena setiap orang memiliki kondisi kesehatan yang berbeda-beda.

Efek Samping Tramadol yang Perlu Diperhatikan

Sebagai bagian dari manajemen nyeri pada osteoarthritis lutut atau penyakit nyeri kronis lainnya, tentu penggunaan Tramadol harus diperhatikan. 

Selain termasuk obat keras dan opioid yang bekerja pada sistem saraf, ada banyak efek samping tramadol untuk nyeri lutut yang harus diwaspadai apabila alergi obat, salah dosis atau terlewat saat meminumnya, yaitu:

  • Muncul lepuh di bawah kulit
  • Perut kembung
  • Tekanan darah meningkat
  • Penglihatan kabur
  • Urine berwarna gelap.
  • Sering terjadi nyeri dada dan sesak nafas.
  • Demam berulang.
  • Kejang.
  • Denyut nadi lemah atau tidak ada di kaki
  • Muncul keringat dingin.
  • Peningkatan rasa haus.
  • Muncul pembengkakan pada kelopak mata atau di sekitar mata, wajah, bibir, atau lidah.

Sedangkan jika overdosis dalam mengonsumsi Tramodol, maka ada beberapa kondisi yang sering terjadi yaitu:

  • Penurunan kesadaran atau respons
  • Detak jantung lambat atau tidak teratur
  • Mudah lelah.
  • Resistensi obat.

Oleh karena itu, pastikan agar melakukan konsultasi ke dokter terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk  konsumsi tramadol untuk nyeri kronis lutut.

Apakah Tramadol Aman untuk Penggunaan Jangka Panjang?

Tramadol masuk ke dalam kategori yang sama dengan obat bius dimana zat di dalamnya mempengaruhi sistem saraf sementara agar tidak merasakan sakit.

Oleh karena itu, pengobatan menggunakan Tramadol tidak bisa dilakukan dalam jangka waktu panjang.

Penggunaan dan penyalahgunaan Tramadol dalam jangka panjang dapat menyebabkan masalah gastrointestinal kronis, kerusakan hati dan ginjal, masalah kardiovaskular, dan melemahnya fungsi kekebalan tubuh, sehingga lebih mudah untuk sakit.

Selain itu, konsumsi berlebihan juga akan menyebabkan ketergantungan dan lebih parah adalah resistensi obat. Jadi sulit untuk mengatasi rasa nyeri pada tubuh Anda lagi.

Oleh karena itu, pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter saat terjadi efek yang tidak diinginkan selama masa pengobatan.

Alternatif Tramadol untuk Nyeri Lutut

Dosisnya yang tinggi, cara kerja hingga efek samping jika berlebihan, membuat Tramadol tidak dijadikan pilihan utama saat seseorang memiliki keluhan nyeri lutut.

Jika masih dalam tahap sakit lutut ringan hingga sedang, maka ada beberapa alternatif Tramadol untuk pereda nyeri yang bisa digunakan (dengan tetap berada di bawah pengawasan dokter), yaitu:

  • Non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) yang dapat digunakan untuk meredakan peradangan dan nyeri lutut seperti Acetaminophen,  Ibuprofen, Naproxen hingga Diclofenac.
  • Suntik Hyaluronic Acid untuk pasien diabetes dan ginjal yang menderita osteoartritis lutut. Tujuan untuk meningkatkan pelumasan sendi.
  • Fisioterapi sesuai anjuran dokter.

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Saat Mengonsumsinya

Seringkali, Tramadol digunakan sebagai solusi nyeri lutut kronis yang tidak merespons NSAID. Namun, obat ini termasuk dalam kelas opioid (narkotika) sehingga cukup banyak hal yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk meminumnya. 

Terlebih, penggunaan jangka panjang bisa memicu munculnya efek samping, bahkan bisa membahayakan nyawa. Beberapa hal yang harus diperhatikan ini adalah:

  • Tidak mengonsumsi Tramadol jika dalam 14 hari terakhir masih konsumsi obat jenis MAO inhibitor (MAOI) seperti isocarboxazid, linezolid, phenelzine, selegiline, hingga tranylcypromine.
  • Tidak boleh mengonsumsi obat lain yang juga mengandung tramadol.
  • Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan obat ini dengan alkohol atau obat lain yang mempengaruhi sistem saraf pusat (SSP).
  • Obat ini dapat menyebabkan masalah pernapasan saat tidur.
  • Tidak menggunakan obat ini saat hamil, menyusui ataupun yang sedang menjalankan program kehamilan.
  • Tidak dikonsumsi untuk anak berusia di bawah 12 tahun.

Konsultasi Nyeri Lutut Terpercaya di Klinik Patella

Jika mengalami gejala berupa nyeri lutut yang mengganggu kegiatan sehari-hari Anda, maka segeralah untuk berkonsultasi ke dokter spesialis bedah ortopedi yang berpengalaman, seperti di Klinik Patella.

Klinik Patella hadir untuk memberikan layanan konsultasi dan pengobatan yang fokus untuk mengatasi nyeri lutut,  hingga cedera tulang dan sendi. 

Dengan dukungan teknologi terkini dan tim dokter ortopedi terbaik, Anda bisa mendapatkan konsultasi dan rangkaian pengobatan yang disesuaikan dengan kebutuhan, termasuk jika diperlukan menggunakan Tramadol.

Jika ingin berkonsultasi dengan dokter ahli Klinik Patella dapat menghubungi melalui WhatsApp di 0811-8124-2022.

Kami juga menerima kunjungan langsung di Klinik Patella yang berlokasi di Jalan Hj. Tutty Alawiyah No. 34B, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan. Yuk atasi nyeri lutut Anda bersama Klinik Patella!

Frequently Asked Questions (FAQ)

Untuk apa Tramadol digunakan?

Tramadol adalah obat analgesik opioid yang digunakan untuk meredakan nyeri sedang hingga berat. Obat ini bekerja dengan menghambat sinyal nyeri di sistem saraf pusat, sehingga mengurangi rasa sakit yang dirasakan oleh tubuh.

Tramadol umumnya hanya digunakan jika obat pereda nyeri non-opioid lainnya tidak efektif.

Apa jenis golongan obat Tramadol?

Tramadol termasuk dalam golongan obat keras yang hanya bisa diperoleh dengan resep dokter. Obat ini dikategorikan sebagai analgesik opioid dan memiliki potensi efek samping yang harus diawasi.

Oleh karena itu, penggunaannya harus diawasi oleh tenaga medis dan tidak boleh digunakan sembarangan.

Apakah ada obat lain yang memiliki fungsi serupa dengan Tramadol?

Beberapa obat yang memiliki fungsi serupa dengan Tramadol sebagai pereda nyeri opioid antara lain:

  • Kodein – Digunakan untuk nyeri ringan hingga sedang.
  • Oksikodon – Biasanya digunakan untuk nyeri sedang hingga berat dengan pengawasan medis ketat.
  • Morfin – Digunakan dalam kasus nyeri berat, misalnya pada pasien kanker atau setelah operasi besar.
  • Fentanil – Obat opioid yang lebih kuat dan umumnya digunakan dalam pengobatan nyeri berat di rumah sakit.

Artikel Lainnya

berapa lama penyembuhan tulang lutut bergeser

Berapa Lama Penyembuhan Tulang Lutut Bergeser? Ini Info Lengkapnya!

cara mengatasi kaki sakit saat lari

Cara Mengatasi Kaki Sakit Saat Lari: Bagaimana Caranya?

cara menghilangkan nanah di lutut

Bagaimana Cara Menghilangkan Nanah di Lutut?

lutut bunyi saat naik tangga

Lutut Bunyi Saat Naik Tangga: Kenapa Bisa Begitu?