Frozen shoulder adalah kondisi medis yang bisa menyebabkan pundak dan leher kaku serta nyeri.
Kekakuan ini bisa mengakibatkan keterbatasan gerak dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Lantas, apa penyebab dan bagaimana mengatasi frozen shoulder? Simak penjelasan berikut.
Daftar Isi
Apa Itu Frozen Shoulder?
Frozen shoulder adalah kondisi medis di mana sendi bahu mengalami peradangan dan kekakuan yang bisa berlangsung dalam jangka waktu lama.
Hal ini mengakibatkan penyusutan kapsul sendi dan pengurangan cairan sinovial yang memungkinkan bahu untuk bergerak dengan leluasa.
Akibatnya, penderitanya mengalami rasa sakit, kekakuan, dan keterbatasan gerakan di daerah bahu.
Seperti Apa Gejala Frozen Shoulder?
- Rasa nyeri: Muncul rasa sakit yang intens, terutama saat mencoba untuk menggerakkan bahu.
- Kekakuan: Kondisi ini menyebabkan keterbatasan gerakan bahu. Anda mungkin tidak dapat mengangkat tangan dengan bebas atau bahkan menggerakkan bahu dengan leluasa.
- Pundak kaku: Keterbatasan gerakan bahu seringkali mengakibatkan pundak yang terasa kaku.
- Leher kaku: Seiring berjalannya waktu, keterbatasan gerakan bahu dapat mengakibatkan leher menjadi kaku karena penderita cenderung mengkompensasi gerakan mereka.
- Pembengkakan: Beberapa penderita juga mengalami pembengkakan di daerah bahu.
Penyebab Frozen Shoulder
Penyebab pasti dari frozen shoulder belum diketahui dengan pasti, tetapi beberapa faktor yang dapat memicu kondisi ini antara lain:
- Usia: Kondisi ini lebih sering terjadi pada orang berusia 40-60 tahun.
- Jenis kelamin: Wanita memiliki risiko lebih tinggi daripada pria.
- Diabetes: Orang dengan diabetes lebih rentan terkena frozen shoulder.
- Cedera atau pembedahan: Pernah mengalami cedera atau pembedahan di daerah bahu juga dapat meningkatkan risiko.
Cara Mengatasi Pundak dan Leher Kaku akibat Frozen Shoulder
Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, dokter akan melihat tingkat keparahan dan peradangan pada sendi bahu Anda.
Selanjutnya dokter akan memberikan pilihan terapi pengobatan untuk meredakan nyeri dan meningkatkan rentang gerak sendi bahu, seperti fisioterapi, obat antiinflamasi non steroid (NSAID), maupun latihan fisik.
Anda bisa berkonsultasi dengan dokter ahli di Klinik Patella untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Silakan membuat janji konsultasi dengan menghubungi Assistance Center Patella lewat chat Whatsapp di 0811 8124 2022.
Baca juga: Kenali Gejala Frozen Shoulder dan Penanganannya
FAQ Seputar Pundak dan Leher Kaku
Leher dan pundak yang terasa kaku umumnya disebabkan oleh ketegangan otot dan ligamen, terutama jika sering berada dalam posisi yang sama dalam waktu lama.
Beberapa faktor yang dapat memicu kekakuan leher dan pundak antara lain:
- Postur tubuh yang buruk, misalnya sering duduk membungkuk atau bekerja di depan komputer tanpa jeda.
- Ketegangan otot, yang terjadi akibat stres, kurangnya aktivitas fisik, atau posisi tidur yang tidak tepat.
- Cedera atau peradangan, termasuk kondisi medis seperti frozen shoulder, yang menyebabkan keterbatasan gerak dan nyeri pada area bahu dan leher.
Beberapa jenis obat yang dapat membantu meredakan nyeri dan kekakuan pada leher dan pundak meliputi:
- Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti ibuprofen atau naproxen sodium, yang berfungsi untuk mengurangi peradangan dan nyeri.
- Acetaminophen, yang dapat membantu meredakan nyeri ringan hingga sedang.
- Relaksan otot, yang mungkin diresepkan dokter untuk membantu mengendurkan otot yang tegang.
Selain konsumsi obat, terapi fisik dan latihan peregangan juga disarankan untuk meningkatkan fleksibilitas dan mengurangi ketegangan pada bahu dan leher.
Leher dan pundak yang terasa kaku tidak selalu menjadi tanda langsung dari kadar kolesterol tinggi.
Namun, dalam beberapa kasus, kolesterol tinggi dapat berkontribusi pada kondisi yang menyebabkan kekakuan leher, seperti:
- Hipertensi, yang dapat mempengaruhi aliran darah ke otot dan menyebabkan ketegangan di leher.
- Penyempitan pembuluh darah (aterosklerosis), yang dapat mengurangi aliran darah ke otot dan menyebabkan rasa tidak nyaman.
Jika Anda mengalami leher kaku yang disertai dengan faktor risiko kolesterol tinggi, seperti pola makan tidak sehat atau tekanan darah tinggi, sebaiknya lakukan pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kondisinya.