Artikel Terkait

cara mengobati nyeri lutut
cara mengobati nyeri lutut

Cara Mengobati Nyeri Lutut dengan Fisioterapi

penyebab lutut terasa panas
penyebab lutut terasa panas

Penyebab Lutut Terasa Panas dan Cara Mencegahnya

cuka apel
cuka apel

Cuka Apel: Manfaatnya untuk Penyakit Asam Urat

manfaat daun salam
manfaat daun salam

Manfaat Daun Salam untuk Nyeri Sendi: Apa Saja?

obat sakit lutut untuk lansia
obat sakit lutut untuk lansia

Obat Sakit Lutut untuk Lansia: Pilih yang Aman!

penyebab radang sendi
penyebab radang sendi

Penyebab Radang Sendi pada Anak: Panduan untuk Orang Tua

obat nyeri sendi lutut
obat nyeri sendi lutut

Obat Nyeri Sendi Lutut yang Bisa Direkomendasikan Dokter

olahraga untuk lutut berbunyi
olahraga untuk lutut berbunyi

Olahraga untuk Lutut Berbunyi: Apa Saja Gerakannya?

nyeri sendi lutut
nyeri sendi lutut

Nyeri Sendi Lutut: Inilah Beberapa Cara Mengobatinya!

asam urat
asam urat

Asam Urat: Penyebab, dan Hubungannya dengan Nyeri Lutut

asam urat di lutut
asam urat di lutut

Asam Urat di Lutut: Ini Cara Mengobati dan Mencegahnya

dengkul bengkak
dengkul bengkak

Dengkul Bengkak pada Anak: Penyebab dan Cara Mengobatinya

Cari Artikel Lainnya

Penyebab Radang Sendi pada Anak: Panduan untuk Orang Tua

Januari 20, 2026

penyebab radang sendi

Banyak orang mengira radang sendi hanya dialami orang tua. Ternyata, anak-anak pun bisa mengalami kondisi ini. Penyebab radang sendi pada anak sangat beragam, mulai dari masalah pada sistem kekebalan tubuh hingga infeksi berbahaya.

Memahami penyebab radang sendi sangat penting bagi orang tua agar bisa menjaga kesehatan sendi anak dan memastikan mobilitas dan aktivitas anak tidak terganggu dalam jangka panjang.

Jika ingin berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri lutut dengan dokter ahli Klinik Patella dapat menghubungi melalui WhatsApp di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda bersama Klinik Patella!

Banner Zaskia dekstop
Banner Zaskia mobile

Apa Itu Radang Sendi pada Anak?

Radang sendi pada anak atau yang sering disebut arthritis anak adalah kondisi peradangan sendi (inflamasi) yang terjadi pada anak berusia di bawah 16 tahun.

Gangguan muskuloskeletal pediatrik ini memiliki tanda-tanda khas seperti nyeri dan pembengkakan sendi, sendi terasa kaku saat bangun tidur di pagi hari, serta sendi tampak kemerahan dan terasa hangat saat disentuh.

Salah satu jenis penyakit sendi pada anak yang paling sering ditemukan adalah juvenile arthritis, terutama yang bernama Juvenile Idiopathic Arthritis (JIA).

Dulu, kondisi ini dikenal dengan nama Juvenile Rheumatoid Arthritis.

Yang perlu diingat, radang sendi pada anak bukan masalah ringan yang akan hilang sendiri.

Jika tidak ditangani dengan benar, kondisi ini dapat mengganggu pertumbuhan tulang dan sendi anak, bahkan menyebabkan kerusakan yang tidak bisa diperbaiki lagi.

Dua Penyebab Utama Radang Sendi pada Anak

Untuk menjawab pertanyaan “radang sendi pada anak disebabkan apa?”, kita perlu tahu bahwa faktor penyebab arthritis pada anak dibagi menjadi dua kelompok besar.

Kedua kelompok ini memiliki penyebab yang sangat berbeda, sehingga cara mengobatinya pun tidak sama.

1. Radang Sendi pada Anak karena Autoimun

Penyebab pertama dan paling sering terjadi adalah radang sendi pada anak karena autoimun. Apa itu autoimun?

Autoimun pada anak adalah kondisi ketika sistem imun anak (sistem kekebalan tubuh) yang seharusnya melindungi tubuh dari penyakit, justru menyerang bagian tubuhnya sendiri.

Pada kasus penyebab juvenile idiopathic arthritis, sistem imun anak keliru menganggap lapisan pelindung sendi (disebut lapisan sinovial) sebagai musuh yang harus diserang.

Akibatnya, terjadi peradangan kronis atau peradangan yang berlangsung lama pada sendi.

Kondisi ini menyebabkan nyeri sendi kronis, pembengkakan sendi yang terus-menerus, dan jika dibiarkan, bisa merusak tulang rawan dan tulang di sekitar sendi.

Mengapa sistem imun anak bisa salah menyerang tubuhnya sendiri? Penelitian menunjukkan bahwa penyebab sendi anak meradang dan nyeri karena autoimun ini dipicu oleh dua faktor:

  • Keturunan (genetik)
  • Pemicu dari lingkungan

Pemicu lingkungan yang dimaksud bisa berupa infeksi virus tertentu yang memicu reaksi berlebihan dari sistem kekebalan tubuh pada anak yang memang sudah memiliki bakat genetik untuk penyakit ini.

Sayangnya, kondisi autoimun ini tidak bisa dicegah sepenuhnya. Namun, mengenali ciri radang sendi pada anak dan penyebabnya sejak dini sangat penting agar penyakit tidak semakin parah dan tidak merusak sendi secara permanen.

2. Radang Sendi pada Anak karena Infeksi

Penyebab kedua yang tidak kalah berbahaya adalah radang sendi pada anak karena infeksi. Dalam dunia medis, kondisi ini disebut septic arthritis.

Septic arthritis adalah keadaan darurat medis yang terjadi ketika kuman seperti bakteri, virus, atau jamur masuk ke dalam sendi dan menginfeksinya.

Bagaimana kuman bisa masuk ke sendi? Biasanya infeksi sendi ini terjadi karena kuman dari bagian tubuh lain menyebar melalui aliran darah dan sampai ke sendi.

Infeksi bakteri / virus yang masuk ke sendi ini membuat tubuh bereaksi keras, sehingga muncul gejala yang berat seperti nyeri lutut atau nyeri sendi lain yang sangat parah, demam tinggi secara mendadak, dan anak sama sekali tidak bisa menggerakkan sendi yang sakit karena terlalu nyeri.

Septic arthritis lebih sering menyerang anak-anak yang masih sangat kecil, terutama di bawah usia 3 tahun. Sendi lutut dan sendi pergelangan adalah bagian yang paling sering terkena.

Kondisi ini harus segera ditangani dengan antibiotik melalui infus dan kadang perlu operasi untuk mengeluarkan nanah dari dalam sendi agar tidak merusak sendi secara permanen.

Penyebab Lain dari Nyeri Sendi pada Anak

Selain dua penyebab utama di atas, ada beberapa kondisi lain yang bisa menjadi penyebab nyeri sendi pada anak:

1. Nyeri Pertumbuhan (Growing Pains)

Ini adalah nyeri yang wajar dialami anak saat sedang tumbuh pesat. Biasanya muncul di malam hari dan hilang di pagi hari.

Bedanya dengan arthritis anak, nyeri pertumbuhan tidak membuat sendi bengkak dan anak tetap bisa beraktivitas normal.

2. Reactive Arthritis

Ini adalah peradangan (inflamasi) pada sendi yang terjadi sebagai reaksi dari infeksi di bagian tubuh lain, seperti di perut atau saluran kencing.

Meskipun infeksinya sudah sembuh, sistem imun anak masih terus bereaksi dan membuat sendi meradang.

3. Penyakit Lain yang Menyerang Banyak Organ

Beberapa penyakit seperti lupus atau penyakit Lyme juga bisa menyerang sendi sebagai salah satu gejalanya.

Pada kasus ini, gangguan sendi hanyalah salah satu dari banyak gejala yang muncul di berbagai bagian tubuh.

Tanda-Tanda yang Harus Diwaspadai

Mengenali penyebab radang sendi pada anak usia dini sangat penting agar bisa segera ditangani. Berikut adalah tanda-tanda yang harus orang tua perhatikan:

  • Nyeri sendi yang tidak kunjung hilang, terutama nyeri lutut yang tetap ada meskipun anak sudah istirahat
  • Kaku sendi pagi hari yang berlangsung lebih dari 30 menit setelah anak bangun tidur
  • Pembengkakan sendi yang terlihat jelas, khususnya pada sendi lutut atau sendi pergelangan
  • Cara berjalan anak berubah, misalnya jadi pincang atau tidak mau menggunakan tangan atau kakinya
  • Anak tiba-tiba tidak mau melakukan kegiatan yang biasanya dia sukai, seperti bermain atau berolahraga
  • Demam yang tidak jelas sebabnya, apalagi jika disertai bintik-bintik merah di kulit atau mata merah

Jika gejala-gejala ini berlangsung lebih dari enam minggu, kemungkinan besar anak mengalami Juvenile Idiopathic Arthritis (JIA).

Sebaliknya, jika gejala muncul tiba-tiba dengan demam tinggi dan nyeri sendi yang sangat hebat, ini lebih mengarah ke septic arthritis yang harus segera ditangani.

Mengapa Lutut Anak Sering Sakit dan Bengkak?

Keluhan penyebab lutut anak sering sakit dan bengkak adalah salah satu alasan paling umum orang tua membawa anaknya ke dokter. Kenapa lutut?

Karena sendi lutut adalah sendi terbesar yang menopang berat badan, sehingga lebih rentan mengalami masalah.

Radang sendi lutut anak bisa disebabkan oleh septic arthritis yang butuh penanganan cepat, atau bisa juga merupakan tanda awal dari JIA yang perlu pengobatan jangka panjang.

Selain itu, cedera atau terlalu sering digunakan untuk aktivitas berat juga bisa membuat lutut anak bengkak, meskipun biasanya kondisi ini akan membaik dengan istirahat.

Karena penyebabnya bisa macam-macam, pemeriksaan medis yang lengkap sangat diperlukan. Dokter mungkin akan melakukan:

  • Tes darah untuk melihat tanda-tanda infeksi atau autoimun
  • Rontgen atau USG untuk melihat kondisi sendi
  • Mengambil sedikit cairan dari dalam sendi untuk diperiksa di laboratorium

Pemeriksaan dan Pengobatan

Karena gangguan sendi pada anak bisa berdampak jangka panjang, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Anak atau Dokter Reumatologi anak jika orang tua curiga ada masalah pada sendi anak.

Diagnosis yang tepat memerlukan pemeriksaan menyeluruh, mulai dari pemeriksaan fisik, tes laboratorium, hingga pemeriksaan pencitraan seperti rontgen.

Pengobatan yang diberikan tergantung pada penyebabnya. Untuk kasus yang disebabkan autoimun seperti JIA, dokter biasanya akan memberikan obat antiinflamasi (NSAID) untuk mengurangi nyeri dan peradangan (inflamasi).

Selain itu, mungkin juga diperlukan obat-obatan untuk mengendalikan sistem imun yang terlalu aktif. Terapi fisik juga penting untuk menjaga agar sendi tetap bisa bergerak dengan baik.

Untuk kasus septic arthritis, pengobatan utamanya adalah antibiotik yang diberikan melalui infus.

Kadang juga perlu tindakan untuk mengeluarkan nanah dari dalam sendi agar tidak merusak tulang rawan dan tulang.

Cara Mencegah Penyakit Sendi pada Anak

Meskipun tidak semua jenis penyakit sendi pada anak bisa dicegah, terutama yang disebabkan oleh faktor keturunan, ada beberapa langkah pencegahan penyakit sendi sejak dini yang bisa dilakukan:

  • Pastikan anak mendapat makanan bergizi yang cukup, terutama kalsium, vitamin D, dan protein untuk mendukung pertumbuhan tulang dan sendi yang kuat
  • Ajak anak beraktivitas fisik yang sesuai dengan usianya untuk memperkuat otot dan tulang, tapi jangan berlebihan
  • Segera obati setiap infeksi yang dialami anak sampai tuntas agar tidak menyebar ke sendi
  • Perhatikan kesehatan sendi anak secara rutin, terutama jika ada anggota keluarga yang memiliki riwayat penyakit autoimun atau Rheumatoid Arthritis
  • Segera bawa anak ke dokter jika muncul tanda-tanda seperti nyeri sendi yang tidak hilang-hilang atau pembengkakan sendi yang tidak wajar

Kesimpulan tentang Penyebab Radang Sendi pada Anak

Penyebab radang sendi pada anak sangat beragam, mulai dari masalah pada sistem imun anak hingga infeksi serius yang bisa merusak sendi.

Dengan memahami faktor penyebab arthritis pada anak, orang tua bisa lebih waspada dan cepat bertindak saat melihat tanda-tanda awal gangguan muskuloskeletal pediatrik pada buah hatinya.

Kunci utamanya adalah deteksi dini dan pengobatan yang tepat.

Dengan penanganan yang benar dan tepat waktu, sebagian besar anak dengan gangguan sendi bisa tumbuh dengan baik, tetap aktif, dan menjalani kehidupan yang berkualitas tanpa hambatan berarti.

Jika ingin berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri lutut dengan dokter ahli Klinik Patella dapat menghubungi melalui WhatsApp di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda bersama Klinik Patella!

Pertanyaan Seputar Penyebab Radang Sendi pada Anak

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang muncul seputar topik penyebab radang sendi pada anak.

Apa penyebab utama radang sendi pada anak?

Penyebab utama radang sendi pada anak ada dua: pertama adalah autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh anak menyerang sendinya sendiri (seperti pada Juvenile Idiopathic Arthritis).

Kedua adalah infeksi, di mana kuman seperti bakteri atau virus masuk ke dalam sendi dan menyebabkan septic arthritis.

Selain itu, ada juga penyebab lain seperti nyeri pertumbuhan atau reaksi dari infeksi di bagian tubuh lain.

Bagaimana cara membedakan nyeri sendi biasa dengan radang sendi yang serius?

Radang sendi yang serius biasanya ditandai dengan gejala yang berlangsung lebih dari 6 minggu, disertai pembengkakan sendi yang terlihat jelas, kaku sendi di pagi hari lebih dari 30 menit, dan anak enggan menggunakan anggota tubuh yang sakit.

Jika disertai demam tinggi mendadak dan nyeri yang sangat hebat, bisa jadi itu septic arthritis yang memerlukan penanganan darurat.

Nyeri biasa akibat pertumbuhan atau kelelahan biasanya hilang dengan istirahat dan tidak disertai bengkak.

Apakah radang sendi pada anak bisa disembuhkan?

Tergantung pada penyebabnya. Septic arthritis yang disebabkan infeksi bisa sembuh total jika ditangani dengan cepat dan tepat.

Namun, untuk Juvenile Idiopathic Arthritis yang bersifat autoimun, belum ada obat yang bisa menyembuhkan sepenuhnya.

Tapi dengan pengobatan yang tepat dan rutin, gejala bisa dikontrol dengan baik sehingga anak tetap bisa beraktivitas normal dan mencegah kerusakan sendi permanen.

Kapan harus membawa anak ke dokter untuk masalah sendi?

Segera bawa anak ke dokter jika mengalami:

  • Nyeri sendi yang tidak hilang setelah beberapa hari istirahat
  • Pembengkakan sendi yang terlihat jelas
  • Demam tinggi disertai nyeri sendi hebat
  • Kaku sendi di pagi hari yang berlangsung lama
  • Perubahan cara berjalan seperti pincang

Penanganan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi jangka panjang pada kesehatan sendi anak.

Artikel Lainnya

chondromalacia patella

Chondromalacia Patella – Penyebab, Gejala, & Penanganannya

daun ciplukan

Manfaat Daun Ciplukan untuk Lutut dan Sendi: Obat Alami yang Ampuh?

manfaat pijat telapak kaki

Manfaat Pijat Telapak Kaki dan Cara Merawat Kesehatan Kaki

Kondisi yang Memerlukan Penggunaan Deker Lutut - Patella

Kondisi yang Memerlukan Penggunaan Deker Lutut