Artikel Terkait

cara mengobati nyeri lutut
cara mengobati nyeri lutut

Cara Mengobati Nyeri Lutut dengan Fisioterapi

penyebab lutut terasa panas
penyebab lutut terasa panas

Penyebab Lutut Terasa Panas dan Cara Mencegahnya

cuka apel
cuka apel

Cuka Apel: Manfaatnya untuk Penyakit Asam Urat

manfaat daun salam
manfaat daun salam

Manfaat Daun Salam untuk Nyeri Sendi: Apa Saja?

obat sakit lutut untuk lansia
obat sakit lutut untuk lansia

Obat Sakit Lutut untuk Lansia: Pilih yang Aman!

penyebab radang sendi
penyebab radang sendi

Penyebab Radang Sendi pada Anak: Panduan untuk Orang Tua

obat nyeri sendi lutut
obat nyeri sendi lutut

Obat Nyeri Sendi Lutut yang Bisa Direkomendasikan Dokter

olahraga untuk lutut berbunyi
olahraga untuk lutut berbunyi

Olahraga untuk Lutut Berbunyi: Apa Saja Gerakannya?

nyeri sendi lutut
nyeri sendi lutut

Nyeri Sendi Lutut: Inilah Beberapa Cara Mengobatinya!

asam urat
asam urat

Asam Urat: Penyebab, dan Hubungannya dengan Nyeri Lutut

asam urat di lutut
asam urat di lutut

Asam Urat di Lutut: Ini Cara Mengobati dan Mencegahnya

dengkul bengkak
dengkul bengkak

Dengkul Bengkak pada Anak: Penyebab dan Cara Mengobatinya

Cari Artikel Lainnya

Benjolan di Belakang Lutut: Apa Penyebabnya?

April 19, 2025

benjolan di belakang lutut

Pernahkah Anda merasakan adanya benjolan di belakang lutut ketika sedang duduk atau berjalan? Benjolan di belakang lutut — meski sering kali diabaikan — sebenarnya bisa menjadi pertanda kondisi kesehatan yang perlu diperhatikan.

Fenomena benjolan di bagian belakang lutut ini tidak selalu mengkhawatirkan, tetapi juga tidak bijaksana untuk mengabaikannya begitu saja.

Jika ingin berkonsultasi dengan dokter spesialis Klinik Patella, Anda dapat mendaftarkan diri melalui WhatsApp di nomor 0811-8124-2022. Yuk atasi nyeri lutut Anda bersama Klinik Patella!

Banner Zaskia dekstop
Banner Zaskia mobile

Penyebab Benjolan di Belakang Lutut

Meski cedera seringkali dikaitkan dengan munculnya benjolan di area ini, sebenarnya penyebabnya jauh lebih beragam dan kompleks:

  1. Penumpukan Cairan Sinovial
    Produksi berlebih dari cairan pelumas sendi ini bisa terjadi sebagai respons terhadap peradangan kronis, seperti yang terjadi pada artritis.
  2. Pembengkakan Sendi
    Ketika struktur sendi mengalami iritasi, pembengkakan adalah respons alami tubuh untuk melindungi area tersebut.
  3. Kista Sinovial
    Berbeda dengan kista Baker, kista sinovial adalah kantong berisi cairan yang terbentuk dari lapisan sinovial sendi atau selubung tendon.
  4. Penyakit Sendi Degeneratif
    Kondisi seperti osteoartritis dapat menyebabkan perubahan struktural pada sendi lutut, termasuk pembentukan benjolan.
  5. Cedera Lutut Ringan Hingga Berat
    Trauma pada lutut, baik akibat gerakan mendadak maupun beban berlebih, bisa memicu pembentukan benjolan sebagai mekanisme perlindungan.
  6. Peradangan pada Sendi
    Beberapa kondisi autoimun seperti rheumatoid arthritis dapat menyebabkan peradangan kronis yang memicu pembentukan benjolan.

Ketika Benjolan Muncul di Area Poplitea

Dalam dunia medis, area belakang lutut dikenal sebagai fossa poplitea — sebuah rongga kecil yang kaya akan pembuluh darah, saraf, dan struktur penting lainnya.

Ketika benjolan muncul di area ini, tubuh sebenarnya sedang memberikan sinyal bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan mekanisme kompleks pada sendi lutut kita.

Benjolan di belakang lutut kadang-kadang terasa seperti kelereng kecil yang tersembunyi di bawah kulit. Pada kasus lain, benjolan tersebut bisa membesar hingga ukuran bola golf — bahkan lebih besar lagi pada kondisi tertentu.

Yang menjadi perhatian bukanlah sekadar keberadaan benjolan itu sendiri, melainkan apa yang menyebabkannya dan bagaimana pengaruhnya terhadap kualitas hidup sehari-hari.

Mengapa Benjolan di Belakang Lutut Lebih Terasa Saat Ditekuk?

Salah satu keluhan yang kerap muncul adalah benjolan di belakang lutut saat ditekuk yang seakan-akan lebih menonjol dibandingkan ketika lutut diluruskan. Fenomena ini berkaitan erat dengan perubahan tekanan pada struktur sendi.

Ketika lutut ditekuk, area poplitea mengalami kompresi, sementara cairan dan jaringan yang ada di dalamnya terdorong ke permukaan. Itulah mengapa beberapa orang baru menyadari keberadaan benjolan tersebut ketika mereka duduk bersila atau menekuk kaki saat tidur.

Tekanan yang berubah ini juga bisa memperparah rasa tidak nyaman yang dialami. Banyak pasien melaporkan bahwa benjolan di belakang lutut terasa sakit justru ketika mereka melakukan gerakan fleksi (menekuk lutut) — terutama pada sudut tertentu yang meningkatkan tekanan pada area yang teriritasi.

Kista Baker: Tersangka Utama di Balik Benjolan di Belakang Lutut

Jika diibaratkan sebagai “tersangka” utama, Kista Baker sering kali menjadi penyebab paling umum dari benjolan di belakang lutut.

Kista ini sebenarnya adalah kantong berisi cairan sinovial — cairan pelumas alami yang diproduksi oleh sendi — yang terjebak dan membentuk tonjolan.

Kista Baker bukanlah kondisi yang berdiri sendiri. Ia sering muncul sebagai respons terhadap peradangan atau cedera pada sendi lutut.

Ketika produksi cairan sinovial meningkat akibat peradangan, cairan tersebut bisa terakumulasi dan membentuk benjolan keras di belakang lutut yang terasa seperti kista.

Menariknya, Kista Baker bisa hilang dan muncul kembali seiring waktu. Kadang-kadang, kista pecah sendiri dan cairannya menyebar ke betis, menciptakan sensasi seperti kram atau nyeri yang menjalar ke bawah.

Jenis Benjolan di Belakang Lutut

Tidak semua benjolan di belakang lutut memiliki karakteristik yang sama. Beberapa mungkin terasa kenyal seperti balon berisi air, sementara yang lain bisa teraba sebagai benjolan keras di belakang lutut yang hampir tidak bergerak ketika ditekan.

Ukuran dan konsistensinya pun bervariasi. Ada benjolan yang sebesar kacang polong dan nyaris tidak terlihat, tetapi ada pula yang sebesar telur puyuh yang jelas tampak ketika seseorang berdiri atau berjalan.

Beberapa benjolan juga memiliki karakteristik yang berubah-ubah. Misalnya, benjolan yang tadinya kecil bisa membesar setelah aktivitas fisik yang intens. Sebaliknya, benjolan yang tadinya besar bisa mengecil setelah periode istirahat yang cukup.

Apakah Benjolan di Belakang Lutut Berbahaya?

Pertanyaan ini kerap menggelisahkan mereka yang menemukan benjolan tak diundang di belakang lutut. Jawabannya: tergantung.

Mayoritas benjolan di area ini bersifat jinak dan tidak membahayakan jiwa. Namun, beberapa benjolan bisa mengindikasikan kondisi serius yang memerlukan intervensi medis segera.

Beberapa tanda bahaya yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Benjolan yang tumbuh dengan cepat dalam waktu singkat
  • Benjolan yang disertai demam atau kemerahan di area sekitarnya
  • Benjolan yang menyebabkan nyeri hebat bahkan saat tidak beraktivitas
  • Benjolan yang muncul bersamaan dengan penurunan berat badan tanpa sebab

Tidak semua benjolan di belakang lutut berbahaya, tetapi keberadaannya tetap perlu dievaluasi oleh profesional medis, terutama jika disertai gejala-gejala yang mengganggu kualitas hidup.

Benjolan di Belakang Lutut Pada Anak-Anak

Ketika seorang anak mengeluhkan adanya benjolan di belakang lutut, orang tua sebaiknya meningkatkan kewaspadaan. Benjolan di belakang lutut anak-anak terkadang memiliki penyebab yang berbeda dari orang dewasa.

Pada anak-anak, benjolan di area ini bisa terkait dengan:

  • Gangguan pertumbuhan pada tulang atau tulang rawan
  • Reaksi terhadap cedera yang terjadi selama bermain atau berolahraga
  • Infeksi pada tulang atau jaringan lunak
  • Kista kongenital yang baru terdeteksi seiring pertumbuhan anak

Yang menarik, tonjolan di belakang lutut pada anak-anak seringkali tidak menimbulkan keluhan nyeri yang signifikan. Hal ini membuat kondisi tersebut sering terabaikan hingga benjolan mencapai ukuran yang cukup besar atau mengganggu aktivitas.

Diagnosis Benjolan di Belakang Lutut

Mendiagnosis penyebab pasti dari tonjolan di belakang lutut kadang-kadang seperti memecahkan teka-teki yang rumit. Dokter umumnya akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk mencapai diagnosis yang akurat:

  1. Pemeriksaan Fisik
    Melalui palpasi (perabaan), dokter akan menilai karakteristik benjolan, seperti ukuran, konsistensi, dan mobilitas.
  2. Diagnostik Menggunakan USG atau MRI Lutut
    Teknik pencitraan ini memungkinkan dokter melihat struktur internal benjolan dan jaringan sekitarnya tanpa melakukan pembedahan.
  3. Aspirasi Cairan
    Dalam beberapa kasus, dokter mungkin mengambil sampel cairan dari benjolan untuk dianalisis di laboratorium.
  4. Endoskopi Richard Wolf
    Prosedur minimal invasif ini memungkinkan dokter melihat langsung ke dalam sendi lutut menggunakan kamera kecil.

Diagnosis yang tepat sangat penting karena pengobatan tonjolan di belakang lutut akan sangat tergantung pada penyebab yang mendasarinya.

Cara Mengobati Benjolan di Belakang Lutut

Pengobatan untuk tonjolan di belakang lutut biasanya mengikuti pendekatan bertingkat, dimulai dari metode konservatif hingga intervensi yang lebih agresif jika diperlukan:

Terapi Konservatif Lutut

  • Istirahat dan mengurangi aktivitas yang membebani lutut
  • Kompres dingin untuk mengurangi peradangan
  • Perban kompresi untuk mencegah pembengkakan bertambah
  • Elevasi kaki untuk melancarkan aliran darah balik

Pengobatan Farmakologis

  • Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) untuk mengurangi nyeri dan peradangan
  • Suntikan kortikosteroid pada kasus yang tidak responsif terhadap NSAID
  • Obat pelumas sendi untuk mendukung fungsi normal cairan sinovial

Pengobatan Alami Benjolan di Belakang Lutut

  • Terapi fisik untuk memperkuat otot-otot di sekitar lutut
  • Akupunktur untuk mengurangi nyeri dan meningkatkan aliran darah
  • Kompres herbal dengan bahan-bahan yang memiliki sifat antiinflamasi
  • Suplemen nutrisi untuk mendukung kesehatan sendi

Prosedur Minimal Invasif

  • Aspirasi cairan untuk mengurangi tekanan pada benjolan
  • Pembedahan kista lutut untuk mengangkat kista yang besar atau persisten
  • Rekonstruksi sendi pada kasus yang disebabkan oleh kerusakan struktural

Penting untuk diingat bahwa pengobatan terbaik adalah yang disesuaikan dengan kondisi spesifik setiap individu.

Tidak ada pendekatan “satu ukuran untuk semua” dalam menangani tonjolan di belakang lutut.

Anatomi Lutut: Memahami Kompleksitas Sendi Paling Berisiko

Untuk memahami mengapa tonjolan di belakang lutut bisa terjadi, kita perlu memahami anatomis lutut terlebih dahulu.

Lutut adalah sendi terbesar dan paling kompleks dalam tubuh manusia, yang menghubungkan tiga tulang: femur (tulang paha), tibia (tulang kering), dan patella (tempurung lutut).

Sendi lutut diperkuat oleh sejumlah ligamen, tendon, dan meniskus yang bekerja sama untuk memberikan stabilitas sekaligus memungkinkan gerakan.

Di dalam dan sekitar sendi terdapat kantong-kantong berisi cairan sinovial yang disebut bursa, yang berfungsi mengurangi gesekan antar komponen sendi.

Area belakang lutut, atau fossa poplitea, merupakan titik pertemuan berbagai struktur penting, termasuk pembuluh darah, saraf, dan otot. Kompleksitas ini menjadikan area tersebut rentan terhadap berbagai gangguan, termasuk pembentukan benjolan.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Ortopedi?

Tidak semua tonjolan di belakang lutut memerlukan evaluasi medis segera. Namun, ada beberapa situasi yang sebaiknya mendorong Anda untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis ortopedi:

  • Benjolan yang tetap ada meski sudah beristirahat selama beberapa minggu
  • Benjolan yang disertai rasa tidak nyaman saat menekuk lutut yang mengganggu aktivitas sehari-hari
  • Benjolan yang muncul setelah cedera signifikan pada lutut
  • Sendi lutut bengkak yang tidak kunjung membaik
  • Nyeri belakang lutut yang menjalar ke betis atau pergelangan kaki
  • Benjolan yang terus bertambah besar dari waktu ke waktu

Dokter spesialis ortopedi memiliki pengetahuan mendalam tentang sistem muskuloskeletal dan dapat memberikan diagnosis serta rencana pengobatan yang tepat untuk kondisi Anda.

Hidup dengan Benjolan di Belakang Lutut

Bagi sebagian orang, tonjolan di belakang lutut mungkin akan menjadi kondisi kronis yang perlu dikelola jangka panjang. Beberapa strategi untuk hidup berdampingan dengan kondisi ini meliputi:

  • Modifikasi aktivitas untuk mengurangi tekanan pada lutut
  • Program latihan yang disesuaikan untuk menjaga kekuatan dan fleksibilitas lutut
  • Penggunaan alat bantu seperti knee brace untuk memberikan dukungan tambahan
  • Manajemen berat badan untuk mengurangi beban pada sendi lutut
  • Monitoring secara berkala untuk memastikan kondisi tidak memburuk

Dengan pengelolaan yang tepat, banyak orang dengan tonjolan di belakang lutut tetap dapat menjalani kehidupan aktif dan produktif tanpa gangguan berarti.

Kesimpulan

Tonjolan di belakang lutut merupakan kondisi yang kompleks dengan berbagai kemungkinan penyebab dan manifestasi.

Pemahaman yang komprehensif tentang anatomi lutut, mekanisme pembentukan benjolan, dan pilihan pengobatan yang tersedia akan membantu Anda mengambil keputusan tepat ketika menghadapi kondisi ini.

Yang terpenting, jangan menunda mencari bantuan medis jika tonjolan di belakang lutut mulai mengganggu kualitas hidup Anda. Diagnosis dini dan penanganan tepat adalah kunci untuk hasil pengobatan yang optimal dan pencegahan komplikasi jangka panjang.

Atasi Nyeri Lutut di Klinik Patella: Pusat Pengobatan Nyeri Lutut

Jika mengalami gejala berupa nyeri lutut yang mengganggu kegiatan sehari-hari Anda, maka segeralah untuk berkonsultasi ke dokter spesialis bedah ortopedi yang berpengalaman, seperti di Klinik Patella.

Klinik Patella hadir untuk memberikan layanan konsultasi dan pengobatan yang fokus untuk mengatasi nyeri lutut,  hingga cedera tulang dan sendi. 

Dengan dukungan teknologi modern dan tim dokter ortopedi terbaik, Anda bisa mendapatkan konsultasi dan rangkaian pengobatan yang disesuaikan dengan kebutuhan.

Jika ingin berkonsultasi dengan dokter spesialis Klinik Patella, Anda dapat mendaftarkan diri melalui WhatsApp di nomor 0811-8124-2022. Yuk atasi nyeri lutut Anda bersama Klinik Patella!

Artikel Lainnya

subchondral sclerosis

Apa Itu Subchondral Sclerosis? Pahami Penyebab dan Kaitannya dengan Osteoarthritis

cara mengobati nyeri lutut

Cara Mengobati Nyeri Lutut dengan Fisioterapi

lutut sakit

Ketahui Cara Menyembuhkan Lutut Sakit di Usia Muda

antibiotik untuk radang sendi

Antibiotik untuk Radang Sendi: Ini Manfaat, dan Efek Sampingnya!