restless leg syndrome penyebab kaki pegal di malam hari

Restless Leg Syndrome Penyebab Kaki Pegal di Malam Hari

Restless leg syndrome penyebab kaki pegal di malam hari kadangkala membuat Anda tak dapat tidur nyenyak atau bahkan insomnia.

Restless leg syndrome merupakan gangguan sistem saraf (neurologis) yang mendorong Anda untuk menggerakkan kaki karena ada rasa tidak nyaman pada area ini. Dorongan ini tidak terkendali dan tak tertahankan yang membuat Anda harus melakukannya.

Setelah tertidur, tanpa sadar kaki akan tersentak sendirinya sehingga Anda akan terbangun beberapa kali. Dengan kondisi ini kualitas tidur Anda yang menjadi taruhannya dan sudah pasti Anda merasa tidak bugar atau terasa lelah saat Anda bangun tidur keesokan harinya.

Gejala Rest Leg Syndrome Penyebab Kaki Pegal di Malam Hari

Restless leg syndrome penyebab kaki pegal di malam hari tidak hanya menyebabkan sentakan tak disadari namun juga ada beberapa faktor yang menyertainya, seperti:

  • Terasa seperti ada yang bergerak dan merangkak/merayap pada kaki
  • Kesemutan pada kaki
  • Kaki terasa seperti ada yang menusuk-nusuk dengan jarum
  • Kaki bergerak menyentak atau tertarik
  • Terasa gatal
  • Kadang terasa geli

Keluhan bisa memburuk sewaktu istirahat dan membaik jika Anda mulai menggerakkan kaki. Selama kaki bergerak, Anda akan merasa nyaman lebih lama. Keluhan bisa saja memburuk saat berbaring malam hari.

Restless leg syndrome penyebab kaki pegal di malam hari, biasanya mengenai tungkai bawah dan/atau sekitar bagian bawah lutut atau betis yang membuat Anda merasa kaki atau betis terasa pegal.

Cara Memastikan Restless Leg Syndrome

International Restless Legs Syndrome Study Group (IRLSSG) memiliki 5 kriteria tertentu untuk membantu dokter mendiagnosis restless leg syndrome ini.

Lima kriteria yang dapat memastikan Anda positif mengalami restless leg syndrome, yaitu:

1.Terasa ada dorongan untuk menggerakkan kaki, rasa tidak nyaman pada kaki akan menyertai hal ini namun tidak selalu.

2. Adanya dorongan untuk bergerak atau sensasi penyerta yang tidak nyaman, dimulai atau memburuk selama beristirahat, misalnya berbaring atau duduk.

3. Dorongan untuk bergerak dan sensasi penyerta yang tidak nyaman, agak berkurang saat berjalan, membungkuk, meregangkan tubuh, dan lainnya, minimal berlangsung selama beraktivitas.

4. Terasa timbul dorongan untuk bergerak dan sensasi penyertanya yang tidak menyenangkan, memburuk pada malam hari (sore) daripada siang hari. Atau hanya terjadi pada malam hari.

5. Semua gejala di atas tidak dapat dianggap sebagai gejala utama dari kondisi medis atau perilaku tertentu. Kondisi lain yang juga dapat menyertainya, seperti myalgia, sumbatan pada pembuluh darah vena, tungkai bengkak, kram, kebiasaan menggoyangkan/mengetuk kaki.

Penyebabnya Apa?

Restless leg syndrome (RLS) penyebab kaki pegal di malam hari ini belum diketahui penyebabnya secara pasti atau bersifat idiopatik. Namun dari hasil penelitian, lebih dari 40% penderitanya memiliki riwayat keluarga atau anggota keluarga pernah mengalami kondisi ini, jadi kemungkinan bersifat keturunan atau genetik.

Salah satu teori menyatakan penyebabnya adalah ketidakseimbangan dopamin, neurotransmiter yang salah satu perannya adalah pengaturan pergerakan otot.

Hasil penelitian menunjukkan, RLS mungkin berkaitan dengan terganggunya fungsi sirkuit saraf pada ganglia basalis (struktur pada pangkal otak dengan tautan ke area yang bekerja sebagai pengendali gerakan), yang menggunakan neurotransmitter, dopamin. Dopamin inilah yang membantu mengendalikan kerja otot agar terarah. Jadi bila dopamin ini terganggu, bisa jadi gerakan otot menjadi tak terkendali.

RLS juga dapat terjadi akibat efek samping dari kondisi medis tertentu.

Salah satu penyebab utama restless leg syndrome penyebab kaki pegal di malam hari adalah kekurangan zat besi. Jadi membuat perempuan lebih rentan mengalami RLS. Mengutip dr. John Winkleman dari Sleep Health Center of Brigham and Women’s Hospital,”Perempuan lebih rentan mengalami RLS karena cenderung memiliki kadar zat besi yang rendah akibat proses menstruasi setiap bulannya dan begitu pula dengan kehamilan dan proses menyusui.”

Beberapa penyebab lainnya antara lain kondisi gagal ginjal stadium akhir, efek samping obat tertentu, diabetes, hipotiroid, Parkinson, multiple sclerosis, dan lupus.

Kafein, alkohol, dan nikotin juga dapat memicu gejala restless leg syndrome penyebab kaki pegal di malam hari yang Anda alami. Begitu pula dengan obat-obatan tertentu yang kemungkinan memicu RLS antara lain antihistamin, antidepresan, antimual.

Jenisnya: Primer dan Sekunder

Jadi RLS ini ada dua jenis yakni primer dan sekunder. Tanpa penyebab (idiopatik) termasuk ke dalam RLS primer dengan karakteristik antara lain  muncul sebelum 40 tahun, bisa juga muncul sejak masa kanak-kanak, kemungkinan penyebabnya genetik, dan bisa berlangsung lama.

Sedangkan RLS sekunder terjadi akibat adanya penyakit atau kondisi tertentu yang telah disebutkan sebelumnya (diabetes, defisiensi zat besi, gangguan saraf tertentu, Parkinson). Karakteristiknya antara lain muncul setelah usia 45 dan cenderung bersifat genetik atau keturunan. Awal mulanya biasanya mendadak dan gejalanya bisa lebih berat.

Cara Mengatasi Rest Leg Syndrome Penyebab Kaki Pegal di Malam Hari

Beberapa langkah berikut ini dapat Anda lakukan untuk membantu mengurangi atau mengatasi restless leg syndrome penyebab kaki pegal di malam hari:

  • Mandi air hangat dan pijat, bermanfaat untuk mengendurkan otot dan mengurangi intensitas gejala.
  • Kompres hangat atau dingin sesuai kenyamanan atau kadangkala kompres bergaian padan dan dingin juga dapat membantu.
  • Merendam kaki dengan air hangat
  • Teknik relaksasi dengan melakukan yoga , meditasi, dan tai chi yang dapat mengurangi stres
  • Olahraga teratur dengan berjalan kaki
  • Berhenti merokok
  • Kurangi minuman berkafein sebelum tidur
  • Saat timbul dorongan menggerakkan kaki, coba lakukan pijat pada kaki atau berjalan-jalan
  • Hindari berolahraga berat sebelum tidur
  • Suplementasi zat besi, magnesium sesuai dengan rekomendasi dokter
  • Menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan minum air putih sesuai kebutuhan
  • Mencukupi kebutuhan tubuh akan vitamin C yang dapat membantu proses penyerapan zat besi

Lakukan Peregangan Ini

peregangan mengatasi restless leg syndrome

peregangan mengatasi rest leg syndrome

Gerakan peregangan ini bisa membantu meredakan rasa pegal pada kaki:

  • Berdiri dekat dengan tembok
  • Letakkan salah satu kaki ke depan dengan menekuk lutut, dan kaki yang belakang dalam posisi tetap lurus
  • Letakkan kedua lengan pada dinding untuk menopang tubuh
  • Dorong panggul ke depan (seperti hendak mendorong tembok) sesuai dengan kenyamanan sambil menjaga tumit tetap berada pada lantai
  • Tahan 10-20 detik
  • Gerakan ini bisa Anda lakukan lima kali secara bergantian kaki kiri dan kanan

 

 

lamina klinik

Jl. Hj. Tutty Alawiyah No.34B, RT.7/RW.5, Kalibata, Kec. Pancoran, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12740

lamina klinik

Informasi dan Pendaftaran

021-2237-9999

lamina klinik

Book Online

Appointment Now

Jadwal Praktik


Prof. Dr. dr. Darto Satoto, SpAn, KAR

Selasa   : 10:00 - 16:00
Kamis   : 10:00 - 16:00


dr. Nelfidayani, SpKFR

Selasa   : 16:00 - 20:00
Kamis   : 16:00 - 20:00
Sabtu    : 16:00 - 20:00


dr. Rifalisanto, SpKFR

Senin    : 10:00 - 12:00
Rabu     : 10:00 - 12:00


dr. Zuhri Efendi, Sp.OT (K)

Senin    : 16:00 - Selesai
Rabu     : 16:00 - Selesai
Jumat   : 16:00 - Selesai


dr. Haekal Alaztha, Sp.N, FINA

Lamina Kartika Pulomas Hospital

Senin       : 13:00 - 15:00
Rabu        : 13:00 - 15:00

Lamina Klinik SMC

Selasa     : 13:00 - 15:00
Kamis      : 13:00 - 15:00