Radio frekuensi ablasi pada lutut

Radio Frekuensi Ablasi Lutut, Solusi Terkini Masalah Lutut Kronis

Tindakan radio frekuensi ablasi pada saraf genikular yang merupakan saraf utama pada sendi lutut merupakan salah satu pilihan terapi bukan operasi pada kasus nyeri lutut yang disebabkan oleh beberapa kondisi, seperti:

  1. Osteoarthritis (OA)
  2. Nyeri lutut kronik
  3. Kerusakan sendi lutut karena penuaan
  4. Atau pasien yang enggan melakukan tindakan pengantian lutut total (TKR) atau sebagian (PKR)

Osteoarthritis pada sendi lutut merupakan masalah kesehatan lutut yang umum ditemui pada usia dewasa dan usia lanjut. OA terjadi saat terjadi penipisan bantalan sendi lutut hingga tulang rawan yang membungkus sendi lutut.

Kondisi ini selanjutnya menyebabkan nyeri saat berjalan atau beraktivitas hingga keterbatasan gerak sendi lutut.
Pada kondisi dimana terapi obat, suntikan steroid atau viscosupplements tidak bisa lagi mengatasi nyeri sendi lutut, tindakan radio frekuensi ablasi tepat dilakukan pada Anda yang tidak mau melakukan tindakan operasi.

Tindakan Radio frekuensi Ablasi Lutut

Radio frekuensi ablasi pada lutut

Radiofrekuensi ablasi pada lutut

Radiofrekuensi ablasi merupakan terapi terkini tanpa operasi yang dilakukan dengan cara menghantarkan gelombang radio dengan frekuensi tertentu pada saraf genikular yang terdapat di sekitar lutut. Dalam beberapa literatur terapi ini mampu mengatasi nyeri lutut secara efektif hingga mencapai 90%.

Dalam tindakan radio frekuensi ablasi dokter tidak menggunakan obat steroid atau obat lainnya yang di suntikan ke dalam lutut. Tindakan radio frekuensi ablasi juga sangat direkomendasikan pada pasien nyeri lutut paska tindakan partial atau total knee replacement atau operasi lutut lainnya. Tindakan radiofrekuensi ablasi lutut hanya membutuhkan waktu sekitar 15 hingga 30 menit.

Persiapan Sebelum Tindakan

Tindakan radio frekuensi ablasi tidak memerlukan rawat inap, jadi pasca tindakan Anda bisa melakukan aktivitas seperti biasa. Namun pada kondisi atau pasien tertentu, beberapa obat yang biasanya dikonsumsi harian harus dihentikan. Namun penghentian obat ini harus Anda konsultasikan dengan dokter, beberapa obat dimaskud diantaranya golongan aspirin, NSAIDS atau turunannya.

Wanita hamil, tidak disarankan melakukan tindakan radio frekuensi ablasi. Karena paparan radiologi c-arm yang digunakan dapat menyebabkan risiko kecacatan dan keguguran pada janin.

Proses Tindakan Radio Frekuensi Ablasi

  1. Datang minimal 30 menit sebelum jadwal tindakan, sangat disarankan Anda membawa keluarga atau pendaming
  2. Bawa pemeriksaaan radiologi MRI/CT scan terakhir Anda
  3. Ingatkan dokter jika Anda memiliki alaregi obat atau bahan tertentu seperti zat kontras, iodine atau latex
  4. Disarankan untuk mandi menggunakan sabun saat berangkat dari rumah. Jangan mengaplikasikan lotion atau krim obat pada area yang akan dilakukan terapi radiofrekuensi ablasi atau pada lutut Anda sebelum dan sesudah tindakan selama 24 jam
  5. Puasa minimal 1 jam sebelum tindakan
  6. Sebelum tindakan, perawat atau asisten dokter melakukan beberapa persiapan seperti test alergi dan skrining awal sebelum tindakan secara lisan. Dilanjutkan prosedur standart medis sebelum tindakan radio frekuensi lutut seperti contoh pemasangan jalur intravena
  7. Pada beberapa kasus, sedasi mungkin diperlukan untuk mengurangi kecemasan pasien saat tindakan radio frekuensi lutut dilakukan
  8. Dengan panduan radiologi seperti USG atau C-arm, jarum radio frekuensi ablasi akan ditujukan pada target saraf genikular yang dituju. Saat tindakan ini dilakukan Anda mungkin akan mengalami sedikit rasa tidak nyaman selama 5-15 menit dengan sedikit rasa sensasi seperti tersengat aliran litrik. Ablasi saraf genikular mungkin dilakukan di beberapa lokasi lutut yang lain
  9. Setelah proses radiofrekuensi lutut selesai dilakukan, jarum radiofrekuensi ablasi akan dicabut, dan kulit sekitar lutut akan dibersihkan oleh perawat dan ditutup dengan kasa khusus
  10. Paska tindakan Anda akan menempati ruang recovery dan dilakukan observasi setidaknya 15-30 menit dan dapat didampingi keluarga

Keuntungan Radiofrekuensi Ablasi Lutut

  • Tidak membutuhkan rawat inap
  • Biaya lebih terjangkau dibandingkan dengan tindakan partial atau total knee replacement
  • Pasien tidak harus mengkonsumsi obat pengencer darah paska tindakan radiofrekuensi ablasi tidak seperti pasca tindakan total knee replacement
  • Dapat dilakukan pada semua usia atau kelompok pasien risiko tinggi yang tidak memungkinkan dilakukan tindakan partial atau total knee replacement
  • Risiko komplikasi seperti infeksi atau perdarahan pasca tindakan radiofrekuensi ablasi minimal, berbeda pada pasien pasca tindakan operasi terbuka

Referensi:

  1. https://kliniknyeritulangbelakang.com/di-klinik-lamina-cuma-perlu-20-menit-untuk-hilangkan-nyeri-lutut-membandel-sekalipun/
  2. https://www.tuftsmedicalcenter.org/patient-care-services/departments-and-services/physical-medicine/patient-resources/genicular-nerve-ablation
One Comment
  1. Pingback: Penyakit Bursitis Lutut Adalah Penyebab Lutut Sakit » Klinik Patella

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jl. Warung Buncit Raya No. 34B, Kalibata, Jakarta 12760

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-2237-9999

Email

Email

marketingklinik@gmail.com

Book Online

Book Online

Appointment Now