Banyak orang mengira radang sendi hanya dialami orang tua. Padahal, penyebab radang sendi pada usia muda ini justru semakin banyak dibahas.
Pertanyaan mengapa anak muda bisa terkena radang sendi pun makin sering muncul, apalagi keluhan sendi di usia 20-an dan 30-an ternyata tidak sedikit.
Artikel ini akan menjelaskan mengenai faktor penyebab radang sendi pada remaja dan dewasa muda, jenis-jenisnya, tanda-tanda awal yang perlu diwaspadai, sampai cara mencegahnya sejak dini.
Jika ingin berkonsultasi tentang cedera kaki dan sendi dengan dokter ahli Klinik Patella dapat menghubungi melalui WhatsApp di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda bersama Klinik Patella!
Daftar Isi
- Radang Sendi Bukan Hanya Penyakit Orang Tua
- Dua Kelompok Besar Penyebab Radang Sendi pada Usia Muda
- 1. Radang Sendi karena Autoimun
- Rheumatoid Arthritis (RA)
- Juvenile Idiopathic Arthritis (JIA)
- Lupus (SLE), Psoriatic Arthritis, dan Ankylosing Spondylitis
- 2. Radang Sendi karena Penuaan Sendi, Cedera, Infeksi, dan Gangguan Metabolisme
- Osteoarthritis (OA)
- Gout Arthritis (Asam Urat)
- Radang Sendi karena Infeksi (Septic Arthritis)
- Faktor yang Memperbesar Peluang Radang Sendi di Usia Muda
- Tanda-Tanda Awal Radang Sendi pada Usia Muda
- Kapan Harus ke Dokter Karena Radang Sendi?
- Apakah Radang Sendi pada Usia Muda Bisa Sembuh?
- Cara Mencegah Radang Sendi Sejak Muda
- Kesimpulan tentang Penyebab Radang Sendi Pada Usia Muda
- Klinik Patella: Klinik Spesialis Nyeri Lutut dan Sendi Terbaik
- Pertanyaan Seputar Penyebab Radang Sendi Pada Usia Muda
Radang Sendi Bukan Hanya Penyakit Orang Tua
Radang sendi, atau dalam istilah medis disebut arthritis, adalah nama umum untuk lebih dari seratus jenis kondisi yang membuat sendi meradang.
Tandanya biasanya berupa nyeri, kaku, dan bengkak pada sendi. Kondisi ini tentu memengaruhi kesehatan sendi secara keseluruhan, sehingga tidak boleh dianggap sepele.
Menurut data dari lembaga kesehatan seperti CDC (Centers for Disease Control and Prevention) dan Arthritis Foundation di Amerika Serikat, hampir sepertiga orang yang punya radang sendi ternyata masih berada di usia produktif, bukan hanya lansia.
Jadi, apakah radang sendi bisa menyerang usia muda? Jawabannya jelas: bisa. Radang sendi pada usia 20 tahun maupun radang sendi pada usia 30 tahun bukan hal aneh.
Karena itu, penyebab nyeri sendi pada usia muda ini penting dikenali sejak awal supaya bisa segera ditangani.
Dua Kelompok Besar Penyebab Radang Sendi pada Usia Muda
Secara garis besar, apa penyebab radang sendi pada usia muda bisa dibagi menjadi dua kelompok, yaitu penyakit autoimun dan faktor lain seperti cedera, penuaan sendi, atau gangguan metabolisme tubuh.
1. Radang Sendi karena Autoimun
Radang sendi akibat autoimun terjadi saat sistem kekebalan tubuh, yang seharusnya menjaga tubuh dari kuman, malah keliru menyerang sendi sendiri. Berikut beberapa jenisnya.
Rheumatoid Arthritis (RA)
Penyebab rheumatoid arthritis pada usia muda sebenarnya sama dengan orang dewasa pada umumnya, yaitu sistem imun yang salah sasaran dan menyerang lapisan pembungkus sendi (disebut membran sinovial atau sinovium) serta cairan pelumas sendi (cairan sinovial).
Akibatnya, terjadi peradangan yang berlangsung lama (inflamasi kronis) dan bisa merusak tulang rawan (kartilago) serta tulang di sekitarnya.
Kalau dibiarkan tanpa penanganan, sendi bisa berubah bentuk atau disebut deformitas sendi. Faktor genetik dan lingkungan sama-sama berperan memicu kondisi ini.
Ciri khas RA, yang juga dikenal sebagai salah satu bentuk rematik autoimun, biasanya muncul di kedua sisi tubuh secara bersamaan, misalnya di kedua pergelangan tangan atau kedua lutut.
Sendi juga terasa kaku di pagi hari (kekakuan pagi hari) selama lebih dari satu jam.
Juvenile Idiopathic Arthritis (JIA)
JIA adalah radang sendi yang muncul pada anak di bawah usia 16 tahun. Kata “idiopatik” berarti penyebab pastinya belum diketahui, tapi diduga kuat berhubungan dengan faktor genetik dan sistem imun yang bermasalah.
JIA menunjukkan bahwa faktor penyebab radang sendi pada remaja bisa muncul sejak masa kanak-kanak dan terus berlanjut sampai dewasa.
Lupus (SLE), Psoriatic Arthritis, dan Ankylosing Spondylitis
Ada juga penyakit autoimun lain yang bisa memicu radang sendi. Lupus (SLE) misalnya, sering menimbulkan nyeri sendi sebagai salah satu gejalanya. Psoriatic arthritis biasanya menyerang orang dengan psoriasis (penyakit kulit bersisik).
Sementara itu, Ankylosing Spondylitis lebih sering menyerang tulang belakang dan sendi panggul, meski bisa juga memengaruhi sendi lain pada usia muda.
2. Radang Sendi karena Penuaan Sendi, Cedera, Infeksi, dan Gangguan Metabolisme
Osteoarthritis (OA)
OA dikenal sebagai penyakit “pengapuran” sendi atau degenerasi tulang rawan yang biasanya terjadi di usia lanjut. Tapi penyebab osteoarthritis di usia muda juga nyata terjadi.
Pada orang dewasa muda, OA biasanya muncul karena dipicu kondisi lain, bukan semata karena usia.
Salah satu pemicu utama adalah radang sendi karena cedera olahraga, misalnya robeknya ligamen (jaringan pengikat sendi) seperti ACL atau cedera meniskus di lutut.
Cedera ini bisa mengubah cara kerja sendi dan membuat tulang rawan lebih cepat aus, sehingga OA muncul lebih dini dari seharusnya.
Selain cedera, radang sendi karena obesitas juga jadi penyebab yang cukup umum. Berat badan berlebih memberi tekanan ekstra pada sendi penopang tubuh, seperti lutut dan pinggul.
Gout Arthritis (Asam Urat)
Radang sendi akibat asam urat di usia muda terjadi saat kadar asam urat dalam darah terlalu tinggi, sehingga membentuk kristal tajam di dalam sendi.
Kristal ini memicu peradangan hebat dan nyeri yang datang tiba-tiba. Kondisi ini sering dikaitkan dengan kebiasaan makan tinggi purin, seperti jeroan dan makanan laut, ditambah gaya hidup yang kurang sehat.
Radang Sendi karena Infeksi (Septic Arthritis)
Radang sendi karena infeksi, atau infeksi sendi akut, terjadi saat bakteri, virus, atau jamur masuk dan menginfeksi langsung jaringan sendi, menyebabkan peradangan yang muncul mendadak.
Kondisi ini memang lebih jarang dibanding jenis lain, tapi bisa dialami siapa saja termasuk anak muda, dan butuh penanganan medis secepatnya.
Faktor yang Memperbesar Peluang Radang Sendi di Usia Muda
Selain penyebab langsung di atas, ada beberapa faktor risiko yang membuat seseorang lebih rentan mengalami radang sendi di usia muda:
- Faktor genetik radang sendi dan faktor keturunan: Kalau ada anggota keluarga dengan riwayat keluarga radang sendi, risiko seseorang mengalaminya juga ikut naik.
- Jenis kelamin: Wanita cenderung lebih berisiko terkena rheumatoid arthritis dan osteoarthritis, sedangkan gout arthritis lebih sering dialami pria.
- Obesitas: Berat badan berlebih adalah salah satu penyebab radang sendi pada usia muda yang paling bisa diubah lewat perubahan gaya hidup.
- Olahraga berlebihan tanpa teknik yang benar: Aktivitas fisik yang terlalu berat tanpa pemanasan atau teknik yang tepat bisa menyebabkan cedera sendi berulang kali.
- Radang sendi karena kebiasaan hidup: Merokok, jarang bergerak, dan pola makan tidak sehat terbukti meningkatkan risiko peradangan kronis pada sendi, bahkan bisa memperparah gejala rheumatoid arthritis.
Tanda-Tanda Awal Radang Sendi pada Usia Muda
Mengenali gejala awal radang sendi pada usia muda sejak dini sangat penting agar bisa segera ditangani. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan:
- Nyeri sendi yang terus-menerus, terutama di tangan, pergelangan tangan, pergelangan kaki, lutut, bahu, atau area tendon di sekitar sendi, dan tidak kunjung membaik. Keluhan ini bisa muncul sebagai radang lutut, radang bahu, atau radang pergelangan tangan, tergantung bagian mana yang terkena.
- Sendi kaku di pagi hari, apalagi kalau berlangsung lebih dari 30 menit sampai satu jam.
- Sendi bengkak dan kemerahan (pembengkakan) di area yang terkena, kadang disertai rasa hangat saat disentuh.
- Mudah lelah meski sudah cukup istirahat, biasanya terjadi pada jenis autoimun.
- Sendi jadi lebih sulit digerakkan secara penuh, atau muncul bunyi “krek” (krepitus) saat sendi digerakkan.
Kapan Harus ke Dokter Karena Radang Sendi?
Kalau gejala di atas sudah berlangsung lama atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya segera periksa ke dokter. Semakin cepat diperiksa, semakin besar peluang penanganannya berhasil dengan baik.
Biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik terlebih dahulu, lalu bisa merekomendasikan pemeriksaan tambahan seperti Rontgen, USG Muskuloskeletal, CT Scan, atau MRI.
Selain itu, ada juga tes darah untuk mengecek tanda peradangan seperti CRP dan ESR, serta antibodi khusus seperti Rheumatoid Factor (RF) dan Anti-CCP.
Apakah Radang Sendi pada Usia Muda Bisa Sembuh?
Ini pertanyaan yang sering muncul: apakah radang sendi pada usia muda bisa sembuh?
Untuk jenis autoimun seperti RA atau jenis degeneratif seperti OA, memang belum ada cara untuk menyembuhkannya secara total.
Tapi kabar baiknya, kondisi ini bisa dikelola dengan baik. Tujuannya adalah meredakan peradangan, mengurangi nyeri, mencegah kerusakan sendi bertambah parah, dan menjaga sendi tetap berfungsi optimal.
Beberapa cara penanganan yang umum dilakukan:
- Obat-obatan: seperti obat antiinflamasi (OAINS), DMARD, biologics, atau kortikosteroid, sesuai anjuran dokter.
- Fisioterapi dan terapi latihan: termasuk penguatan otot quadriceps (otot paha depan) untuk menopang lutut lebih baik.
- Prosedur medis lanjutan: seperti injeksi sendi, terapi PRP, radiofrekuensi ablasi, arthroscopy lutut, sampai operasi sendi untuk kasus tertentu yang butuh tindakan lebih serius.
- Rehabilitasi medis: membantu memulihkan gerakan dan kekuatan sendi setelah cedera atau peradangan.
Cara Mencegah Radang Sendi Sejak Muda
Meski faktor genetik tidak bisa diubah, ada banyak langkah pencegahan yang bisa dilakukan sebagai cara mencegah radang sendi sejak muda:
- Jaga berat badan ideal supaya beban di sendi penopang tubuh, seperti lutut dan pinggul, tidak berlebihan.
- Olahraga secara rutin dan tepat, pilih aktivitas yang ramah untuk sendi seperti berenang, bersepeda, atau yoga. Jangan lupa pemanasan sebelum olahraga untuk mencegah cedera olahraga.
- Makan makanan bergizi seimbang, perbanyak konsumsi omega-3, sayuran hijau, dan kacang-kacangan, serta kurangi makanan tinggi gula, lemak jenuh, dan makanan olahan yang bisa memicu inflamasi.
- Hindari cedera sendi dengan memakai alat pelindung saat berolahraga, dan segera tangani cedera dengan tepat supaya tidak berkembang jadi masalah jangka panjang.
- Berhenti merokok, karena kebiasaan ini terbukti meningkatkan risiko rheumatoid arthritis dan memperparah peradangan sendi.
Kesimpulan tentang Penyebab Radang Sendi Pada Usia Muda
Penyebab radang sendi pada usia muda ternyata sangat beragam, mulai dari penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis, lupus, dan juvenile idiopathic arthritis, sampai faktor lain seperti osteoarthritis, cedera olahraga, obesitas, infeksi, dan asam urat.
Dengan mengenali gejala awal, memeriksakan diri sejak dini, dan menjalani gaya hidup sehat, risiko dan dampak radang sendi bisa dikendalikan dengan lebih baik sejak usia muda.
Kalau Anda mengalami nyeri lutut atau keluhan sendi lain yang mengganggu aktivitas, jangan ragu untuk konsultasi ke tenaga medis profesional.
Klinik Patella, sebagai klinik nyeri lutut dan sendi, siap membantu Anda lewat pemeriksaan menyeluruh dan penanganan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
Jika ingin berkonsultasi tentang cedera kaki dan sendi dengan dokter ahli Klinik Patella dapat menghubungi melalui WhatsApp di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda bersama Klinik Patella!
Klinik Patella: Klinik Spesialis Nyeri Lutut dan Sendi Terbaik
“Deteksi dini nyeri lutut adalah langkah terpenting untuk mencegah kerusakan permanen lutut, dan memastikan penyebab nyeri hilang,” ujar salah satu dokter spesialis Klinik Patella, dr. Windi Martika, Sp.OT.
Bagi yang sedang mencari rekomendasi dokter nyeri lutut terbaik di Jakarta, Klinik Patella hadir sebagai klinik nyeri lutut dan sendi terbaik dengan layanan yang lengkap dalam satu atap.
Klinik Patella memiliki tindakan modern untuk nyeri lutut yaitu Arthroscopy Richard Wolf sebagai solusi minimal invasif.
Prosedur ini menggunakan kamera serat optik kecil (arthroscope) yang dimasukkan melalui sayatan kecil, sehingga dokter dapat melihat langsung kondisi di dalam sendi lutut sekaligus menanganinya tanpa perlu sayatan besar.
Tindakan Arthroscopy Richard Wolf ini umumnya berlangsung sekitar satu jam dan dilakukan secara rawat jalan, artinya pasien bisa pulang di hari yang sama dan menjalani pemulihan dengan metode RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation) di rumah.
Sebagai Arthroscopy Richard Wolf, Klinik Patella juga menyediakan berbagai pilihan pengobatan lainnya seperti:
- Fisioterapi
- Hidroterapi
- Injeksi Viskosuplemen
- Injeksi PRP (Platelet Rich Plasma)
- Terapi Secretome
- Terapi Stem Cell
- Radiofrekuensi Ablasi
- Total Knee Replacement
Tim dokter Klinik Patella adalah:
- dr. Nelfidayani, Sp.KFR, M.S.(K), FIPM (USG)
- dr. Windi Martika, Sp.OT
- dr. Sri Wahyuni, Sp.KFR
- dr. Rifalisanto, Sp.KFR, FIPM (USG)
- Prof. Dr. dr. Darto Satoto, SpAn,TI.Subs.An.Reg.
- dr. Yulia Hafni, Sp.An-TI, FIP, CIPS
Yang membuat Klinik Patella berbeda adalah pendekatan tim yang melibatkan Dokter Spesialis Ortopedi, Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi, dan Dokter Spesialis Anestesiologi yang bekerja bersama-sama.
Jadi, pasien mendapatkan penanganan yang menyeluruh, bukan hanya dari satu sudut pandang.
Ini sangat penting, terutama bagi pasien lansia atau mereka yang memiliki kondisi kesehatan lain yang perlu dipertimbangkan sebelum menentukan jenis pengobatan.
Pertanyaan Seputar Penyebab Radang Sendi Pada Usia Muda
Apa penyebab radang sendi pada usia muda?
Penyebab radang sendi pada usia muda umumnya terbagi dua, yaitu penyakit autoimun (seperti rheumatoid arthritis, lupus, dan juvenile idiopathic arthritis) dan faktor lain seperti cedera olahraga, obesitas, infeksi, atau asam urat.
Mengapa anak muda bisa terkena radang sendi?
Anak muda bisa terkena radang sendi karena berbagai sebab, mulai dari:
- Sistem imun yang keliru menyerang sendi sendiri
- Cedera akibat olahraga berlebihan
- Berat badan berlebih
- Gaya hidup tidak sehat seperti merokok dan pola makan tinggi purin.
Apakah radang sendi bisa menyerang usia muda, termasuk usia 20 dan 30 tahun?
Ya, bisa. Radang sendi pada usia 20 tahun maupun radang sendi pada usia 30 tahun bukan hal yang jarang terjadi, apalagi kalau dipicu oleh faktor genetik, cedera, atau gaya hidup yang kurang sehat.
Apa saja gejala awal radang sendi pada usia muda?
Beberapa tanda yang perlu diwaspadai adalah nyeri sendi yang terus-menerus, sendi kaku di pagi hari, sendi bengkak dan kemerahan, mudah lelah, serta sendi yang jadi lebih sulit digerakkan.
Apakah radang sendi pada usia muda bisa sembuh?
Untuk jenis autoimun maupun degeneratif, radang sendi umumnya belum bisa disembuhkan secara total.
Tapi kondisi ini bisa dikelola dengan baik lewat kombinasi obat-obatan, fisioterapi, dan perubahan gaya hidup, sehingga gejala terkendali dan sendi tetap berfungsi baik.
Kapan harus ke dokter karena radang sendi?
Segera periksa ke dokter kalau nyeri sendi sudah berlangsung lama, disertai bengkak, kaku pagi hari lebih dari 30 menit, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.
Bagaimana cara mencegah radang sendi sejak muda?
Cara mencegah radang sendi sejak muda antara lain menjaga berat badan ideal, olahraga rutin dengan teknik yang benar, makan makanan bergizi seimbang, menghindari cedera sendi, dan berhenti merokok.
















