pertolongan pertama patah tulang

Pertolongan Pertama Pada Korban Patah Tulang

Patah tulang merupakan cedera trauma yang enggak jarang dijumpai. Yang perlu diketahui, bila enggak ditangani dengan tepat, patah tulang ini amat berisiko. Bahkan, jika tidak ditangani dengan tepat bisa menimbulkan dampak yang fatal.

Nah, karena kondisi ini enggak main-main, ada baiknya untuk mengetahui apa yang harus dilakukan saat melakukan pertolongan pertama patah tulang. Sebelumnya, patah tulang yang umumnya dalam dunia medis disebut dengan fraktur. Digolongkan menjadi dua macam, yaitu fraktur tertutup dan fraktur terbuka. Perbedaannya, fraktur tertutup tulang yang patah enggak sampai melewati kulit. Sementara fraktur terbuka, sebagian atau seluruh tulang yang patah terlihat menembus kulit.

Nah, berikut pertolongan pertama pada korban patah tulang menurut ahli:

  1. Jangan Panik, Hubungi Petugas Medis

Merasa panik ketika berhadapan dengan korban patah tulang memang wajar. Apalagi bagi awam yang enggak memiliki informasi atau pengetahuan mengenai kondisi tersebut. Namun, kata ahli hal yang pertama mesti dilakukan adalah jangan panik. Simpel alasannya, rasa panik ini akan membuat keadaan makin kacau sehingga kamu tidak bisa berpikir dengan jernih.

Setelah itu, barulah hubungi tim medis untuk meminta bantuan. Sambil menunggu tim medis datang, coba perhatikan apakah korban benar mengalami patah tulang. Kamu bisa mengetahuinya lewat tanda-tanda yang umum ditemukan pada korban patah tulang. Misalnya, bengkak atau lebam di atas tulang, rasa nyeri pada area tertentu yang semakin hebat bila area itu digerakkan, atau tulang patah yang menonjol keluar kulit.

  1. Jangan Pindahkan Korban

Hal inilah yang harus benar-benar diperhatikan. Jangan sekali-kali memindahkan korban patah tulang, apalagi bila bagian yang terluka adalah kepala, leher, atau tulang belakang. Tunggulah sampai tenaga medis yang berpengalaman tiba untuk memindahkan korban. Bila korban memang harus dipindahkan demi keselamatannya, pastikan bagian yang terluka enggak bergeser atau bergerak ketika proses pemindahan berjalan. Misalnya, kamu bisa mengikat bagian kaki yang terluka dengan kaki yang enggak terluka, baru kemudian dipindahkan.

  1. Stabilkan Korban

Jika kamu memiliki pengetahuan, pengalaman, atau pernah mendapatkan pelatihan  pertolongan pertama pada korban patah tulang. Cobalah untuk menstabilkan korban. Misalnya, dengan memasang spalk atau bidai kayu dengan membungkusnya dengan kain kasa atau kain lainnya pada bagian yang cedera. Hal ini bertujuan agar tulang yang patah enggak bergerak. Kata ahli, kamu boleh memasang spalk yang melewati dua sendi agar tulang yang patah tidak bergerak dan untuk menghindari patah tulang jadi lebih parah. Yang perlu diingat, jangan sekali-kali mencoba untuk membetulkan tulang yang patah dan menonjol keluar.

  1. Bawa Korban ke Rumah Sakit

Nah, setelah langkah-langkah di atas telah kamu lakukan, bawalah korban tersebut ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan dari ahli. Pasalnya, beberapa kasus patah tulang memerlukan tindakan penanganan khusus. Misalnya, pada cedera leher atau tulang punggung.

Amati Gejalanya

Ketika memberikan pertolongan pertama pada korban patah tulang. Kamu setidaknya perlu mengetahui gejala-gejala patah tulang. Berikut gejalanya menurut ahli dalam buku First Aid, Cara Benar Pertolongan Pertama dan Penanganan Darurat.

  • Korban mendengar bunyi patah tulang.
  • Gerakan bagian tubuh yang terluka tidak normal.
  • Bagian yang terluka terasa amat sakit, terutama ketika disentuh atau digerakkan.
  • Bagian yang teruka sulit digerakan.
  • Terlihat adanya perubahan bentuk.
  • Bagian tubuh yang terluka terlihat membiru.
  • Timbul rasa sensasi yang enggak enak pada ujung tulang tubuh terluka.
lamina klinik

Jl. Hj. Tutty Alawiyah No.34B, RT.7/RW.5, Kalibata, Kec. Pancoran, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12740

lamina klinik

Informasi dan Pendaftaran

021-2237-9999

lamina klinik

Book Online

Appointment Now

Jadwal Praktik


Prof. Dr. dr. Darto Satoto, SpAn, KAR

Selasa   : 10:00 - 16:00
Kamis   : 10:00 - 16:00


dr. Nelfidayani, SpKFR

Selasa   : 16:00 - 20:00
Kamis   : 16:00 - 20:00
Sabtu    : 16:00 - 20:00


dr. Rifalisanto, SpKFR

Senin    : 10:00 - 12:00
Rabu     : 10:00 - 12:00


dr. Zuhri Efendi, Sp.OT (K)

Senin    : 16:00 - Selesai
Rabu     : 16:00 - Selesai
Jumat   : 16:00 - Selesai


dr. Haekal Alaztha, Sp.N, FINA

Lamina Kartika Pulomas Hospital

Senin       : 13:00 - 15:00
Rabu        : 13:00 - 15:00

Lamina Klinik SMC

Selasa     : 13:00 - 15:00
Kamis      : 13:00 - 15:00