Pengobatan Radang Sendi Lutut Sesuai Tahapannya

Peradangan pada sendi lutut atau osteoartritis lutut adalah proses degeneratif yang menimbulkan penipisan tulang rawan pada lutut dan menipisnya cairan sinovial, yang merupakan bantalan alami antara sendi dan tulang rawan.

Konsultasi Nyeri Lutut Via Whatspp

Proses ini membutuhkan waktu beberapa tahun untuk berkembang atau bertahap seiring waktu, hingga menyebabkan nyeri dan bergerak bebas pun menjadi sulit.

Usia bukan satu-satunya faktor penting dalam menyebabkan OA pada lutut. Ada beberapa faktor lainnya yang juga dapat memicu timbulnya OA pada lutut ini, yaitu kelebihan berat badan/obesitas, cedera pada lutut, penggunaan sendi secara terus menerus, densitas (kepadatan) tulang, kelemahan otot, kelemahan sendi, dan sering berlutut/jongkok.

OA lutut tahap 1

Gejala biasanya masih ringan, namun biasanya sudah terjadi tumbuhnya taji tulang (atau tulang yang runcing. Untuk tahapan ini, dokter akan menganjurkan latihan fisik guna membantu meredakan gejala dan memperlambat perkembangannya serta membangun memperkuat otot dan mobilitasnya.

Beberapa sumber merekomendasikan untuk mengonsumsi suplemen, seperti glukosamin dan kondroitin. Namun, American Academy of Orthopaedic Surgeon (AAOS ) telah menyimpulkan bahwa tidak ada cukup bukti untuk menunjukkan bahwa suplemen dapat membantu.

OA lutut tahap 2

Taji tulang bertumbuh namun tulang rawan masih normal. cairan synovial juga masih diproduksi cukup. Gerakan pun masih nomal dan belum terjadi gesekan antar tulang dan sendi. Gambaran hasil rontgen sudah menunjukkan tumbuhnya taji tulang namun ruang antara tulang masih tampak normal. Nyeri kadang sudah  mulai timbul di tahap ini dan biasanya area sekitar lutut terasa kaku dan tidak nyaman terutama saat duduk dalam waktu yang lama, saat bangun di pagi hari atau setelah berolahraga.

Penanganan tahap ini dokter akan memberikan obat pereda nyeri, melakukan terapi fisik untuk memperbaiki atau mempertahankan kekuatan dan fleksibilitas sendi lutut dan otot, menggunakan brace guna membantu meredakan tekanan pada permukaan sendi, dan menggunakan sepatu khusus.

OA lutut tahap 3

Tahap 3 masuk ke dalam kategori moderat atau sedang. Tahap ini sudah terjadi erosi yang jelas pada permukaan tulang rawan antara tulang dan celah di antara tulang-tulang sudah menyempit. Taji pada persendian juga sudah menjadi lebih kasar. Terasa nyeri saat berlari, menekuk lutut atau berlutut, kekakuan sendi setelah duduk lama yang disertai pembengkakan bila terlalu banyak bergerak. KAdang timbul krepitus atau bunyi saat berjalan.

Penanganannya hampir mirip dengan tahap 2 yaitu minum obat pereda nyeri, atau injeksi steroid dan asam hialuronat (viscosuplementasi). Dampak injeksi asam hialuronat ini tidak muncul dengan cepat, dan mungkin bisa dirasakan dalam waktu beberapa minggu.

OA lutut tahap 4

Tahapan ini dikatakan sudah memasuki tahap berat atau parah. Ruang antara sendi semakin menyempit, hilangnya tulang rawan, cairan sinovial hanya sedikit yang diproduksi sehingga tidak mampu lagi mengurangi gesekan antara sendi dan tulang. Nyerinya dapat mengganggu aktivitas misalnya berjalan atau naik turun tangga.

Untuk membantu menangani nyeri pada tahap ini, adalah dengan radiofrekuensi (RF) ablasi. Saraf akan diblok agar tidak bisa lagi mengirimkan sinyal nyeri ke otak.

Pada prinsipnya, penanganan pada OA lutut ini bertujuan untuk membantu:

  1. Mengurangi atau mengendalikan rasa nyeri,
  2. Mengoptimalkan fungsi gerak sendi
  3. Mengurangi keterbatasan aktivitas fisik sehari-hari
  4. Menghambat progresivitas penyakit
  5. Mencegah terjadinya komplikasi lebih lanjut
  6. Meningkatkan kualitas hidup

Diagnosis OA Lutut

Diagnosis OA lutut dapat ditegakkan berdasarkan hasil temuan klinis dan dikombinasi dengan temuan hasil radiografi.

The European League Against Rheumatism (EULAR) merekomendasikan tiga gejala yaitu nyeri lutut menetap, kekakuan di pagi hari, dan fungsi sendi menurun dan tiga tanda lainnya yaitu krepitus, rentang gerak sendi terbatas, dan pembengkakan tulang untuk membuat diagnosis OA lutut.

Salah satu kriteria klasifikasi klinis yang paling sering digunakan adalah yang dibuat oleh American College of Rheumatology. Kriteria ini dimulai dengan adanya nyeri lutut plus karakteristik khusus yaitu nyeri lutut disertai dengan  krepitus, kekakuan sendi di pagi hari sekitar 30 menit, usia lebih dari 50 tahun, terdapat pembesaran tulang lutut, dan tidak terasa hangat saat diraba.

Menurut W Zhang dkk (2016), gejala OA lutut terbagi menjadi dua yaitu primer dan sekunder. Primer meliputi nyeri, kekakuan sendi (terutama di pagi hari), nyeri saat berlutut atau menekuk lutut, berkurangnya kemampuan melakukan aktivitas harian. Sekunder meliputi hilangnya mobilitas sendi yang terkena, kekuatan otot menurun, sendi tidak stabil, krepitasi, dan jenis ini disebabkan oleh obesitas, cedera, peradangan dan keturunan.

Selain itu, gaya hidup Anda juga perlu diperbaiki agar sendi lutut tetap terlindungi atau membantu memperlambat perkembangan radang sendi, dan mengurangi beban pada lutut.

  • Mengurangi aktivitas yang diduga dapat memperburuk kondisi, seperti naik turun tangga.
  • Beralih dari olahraga high impact (seperti tenis) menjadi low impact misalnya berenang atau bersepeda statis.
  • Menurunkan berat badan agar beban pada sendi lutut berkurang, sehingga nyeri berkurang dan fungsinya menjadi lebih baik.

Konsultasi Nyeri Lutut Via Whatspp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jl. Warung Jati Barat No. 34B, Kalibata, Jakarta 12760

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-2237-9999

Email

Email

marketingklinik@gmail.com

Book Online

Book Online

Appointment Now

Layanan Call Center