Nyeri di Belakang Lutut, Apa Saja Penyebabnya?

Nyeri di belakang lutut dapat berdampak pada kemampuan untuk berjalan dan melakukan aktivitas, bahkan nyeri juga dapat mengganggu kualitas tidur sekalipun.

Konsultasikan Masalah Nyeri Lutut Via Whatsapp

Nyeri lutut di bagian belakang ini dapat terjadi secara bertahap dari waktu ke waktu, atau tiba-tiba akibat cedera. Kadangkala gerakan lutut menjadi terbatas akibat adanya pembengkakan atau ada rasa nyeri yang menusuk di bagian belakang lutut. Nyeri ini juga bisa disebabkan oleh sesuatu yang sederhana, misalnya otot menegang atau hingga sesuatu yang lebih serius, misalnya radang sendi.

Dokter Miho Tanaka (Direktur Program Kedokteran Olahraga Wanita, RS Massachusetts) mengatakan, ada beberapa hal yang perlu diwaspadai saat nyeri ini timbul, antara lain kemungkinan adanya gumpalan darah, mati rasa dan kelemahan di kaki, dan demam serta kemerahan yang terkait dengan pembengkakan.

Bila terjadi gumpalan darah harus segera dievaluasi dan segera konsultasi ke dokter bila terasa kesemutan atau mati rasa sehingga tidak dapat berjalan. Meskipun pembengkakan di lutut memiliki banyak penyebab, kadang bisa menjadi tanda infeksi-walau jarang.

Nyeri lutut yang dialami setelah trauma besar, seperti jatuh atau kecelakaan mobil, juga perlu segera konsultasi ke dokter, begitu pula jika nyeri lutut menetap lebih dari satu atau dua minggu tanpa cedera sebelumnya.

Ini Dia Penyebab Nyeri di Belakang Lutut

1. Robekan pada meniskus

Menurut Akademi Bedah Ortopedi Amerika, kondisi ini adalah salah satu cedera lutut yang paling sering. Meniskus bertindak sebagai “peredam tekanan” antara paha dan tulang kering. Gejala yang dirasakan antara lain seperti ada “letupan” bersamaan dengan nyeri, lutut kaku, dan lutut tidak dapat bergerak.

2. Radang sendi lutut

Hal ini diakibatkan oleh erosi tulang lutut dan tulang rawan, adanya taji tulang, penyempitan ruang sendi yang disebabkan oleh proses penuaan, obesitas, cedera atau operasi lutut sebelumnya, genetik, jenis kelamin. Gejalanya lutut kaku, nyeri, bunyi krepitasi, gerakan kaki berkurang. Nyeri akan memburuk dengan istirahat, aktivitas, dan cuaca dingin.

3. Kista Baker

Diberi nama sesuai dengan ahli bedah yang pertama kali menemukannya yaitu William Morrant Baker. Kista Baker adalah kumpulan cairan yang timbul akibat adanya cedera atau radang pada lutut. Nyerinya terasa di belakang lutut saat kaki menekuk, berjalan dan berlutut.

4. Kram/nyeri pada betis atau cedera pada otot hamstring

Aktivitas mendadak dan terlalu sering digunakan maka dapat berisiko timbulkan cedera pada otot hamstring atau terasa kram. Keduanya dapat dikelola dengan kompres es, istirahat, peregangan, dan obat pereda nyeri. Namun, jika ada bengkak dan nyeri terus  menerus perlu konsultasi dengan dokter.

5. Cedera ligamen

Berbagai cedera ligamen dapat menyebabkan rasa sakit di belakang lutut. Ini termasuk ligamen anterior cruciate (ACL) atau medial collateral ligament (MCL). Cedera ACL sering dialami oleh atlet, yang terobek  atau meregang berlebihan saat berubah posisi secara mendadak. Sedangkan robekan pada MCL terjadi saat sesuatu menyerang bagian luar lutut, sehingga memaksa berubah posisi menjadi menekuk.

6. Jumper’s knee

Menurut Nemours Foundation, cedera ini terjadi saat melompat, melakukan pendaratan di lantai keras, atau mengubah arah terlalu cepat. Semua gerakan ini dapat menyebabkan ketegangan, robekan, dan kerusakan pada tendon lutut.

7. Deep vein thrombosis

Trombosis adalah saat terjadinya gumpalan darah yang menyumbat satu atau lebih pembuluh darah vena. Nyerinya dirasakan di belakang lutut dan nyeri saat bangun dari posisi duduk.

Nyeri di belakang lutut setelah duduk dalam waktu lama sering disebabkan oleh artritis. Ketika duduk dalam waktu lama, cairan yang melumasi sendi lutut akan sedikit mengering sehingga saat berdiri, akan terasa nyeri dan kadang berbunyi. Saat bergerak, sendi akan lagi menghasilkan cairan yang lebih banyak, sehingga setelah beberapa saat bergerak, nyeri pun berkurang.

Redakan Nyeri pada Lutut

  • Kurangi beban pada lutut, misalnya hindari berdiri dalam waktu yang lama
  • Kompres dingin atau es pada lutut (15-20 menit)
  • Minum obat pereda nyeri yang diresepkan oleh dokter

Gunakan Sepatu yang Nyaman 

Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk membantu mengurangi beban terhadap lutut, yaitu dengan menggunakan sepatu dengan insole (lapisan dalam) yang mampu mereposisi telapak kaki (atau menopang lengkungan kaki).

Dari hasil studi yang telah dipublikasikan di Annals of Internal Medicine (2016), penggunaan sepatu dengan bentuk insole khusus secara efektif dapat mengurangi nyeri (sekitar 25%) dan memperbaiki fungsi fisik (sekitar 22%). Penelitian ini dilakukan pada 64 orang dengan radang sendi lutut dan berusia sekitar 50 tahun keatas.

Konsultasikan Masalah Nyeri Lutut Via Whatsapp

3 Comments
  1. Balas
    Pungki

    Saya sering merasakan nyeri saat bersepefa jauh ataupun saat menanjak
    Apa ini juga di sebabkan dr salah satu 7 penyebab nyeri sendi lutut

    Bagaimana saya memgobatinya sedangkan saya tidak bisa berhenti bersepeda

    Riwayat tidak pernah jatuh
    Umur saya 34th

    Mohon infonya obat yg cocok untuk pengobatan awal apa?

    Terima kasih

  2. Balas
    Mujiyanto Paulus

    Lutut kiri saya terasa kaku. Di kaki terasa seoerti otot kaku dan nyeri sekali. Sudah saya periksakan ke dokter juga dudah saya urutkan tapi belum sembuh. Terasa nyeri. Saya harys berobat ke mana. Saya tinggal di Semarang.

  3. Pingback: » Klinik Patella

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jl. Warung Jati Barat No. 34B, Kalibata, Jakarta 12760

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-2237-9999

Email

Email

marketingklinik@gmail.com

Book Online

Book Online

Appointment Now

Layanan Call Center