penyebab nyeri lutut

Ketahui Penyebab dan Gejala Nyeri Lutut yang Harus Diwaspadai

Nyeri atau sakit pada lutut umumnya terjadi pada bagian depan lutut yang berada di bawah tempurung atau di dalam sendi lutut. Salah satu penyebabnya yaitu karena cedera yang terjadi pada lutut. Menurut dr. Mahdian Nur Nasution, Sp.BS, pakar nyeri di Klinik Lamina Pain and Spine Center, ada beberapa gejala yang menyertai nyeri lutut, seperti lutut yang terasa kaku, pembengkakan, maupun kesulitan meluruskan kaki.

Ketika Anda mencoba menggerakkan lutut dan terasa sangat sakit, kemungkinan Anda mengalami nyeri lutut. Sebab, kondisi ini membuat lutut menjadi tidak stabil dan tidak kuat menyangga berat badan. Sehingga dapat menyulitkan Anda untuk menekuk ataupun meluruskan kaki. Nyeri ini umumnya berasal dari struktur tulang lutut, seperti sendi, tempurung, ligamen, ataupun tulang rawan pada lutut.

Terkadang, beberapa orang hanya mengalami gejala ringan, namun yang lainnya bisa saja mengalami rasa nyeri yang hebat pada lututnya. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk mengetahui apa saja penyebab dan gejala nyeri lutut yang Anda alami. Sebelum itu, kita akan bahas terlebih dahulu penjelasan singkat mengenai anatomi lutut.  

Anatomi Lutut

anatomi lutut

Anatomi lutut pada manusia

 Melansir John Hopkins Medicine, lutut merupakan sendi yang rentan terkena tekanan dari berbagai aktivitas harian, seperti mengangkat beban, berlutut, berlari, maupun aerobik.

Lutut itu sendiri terdiri dari beberapa bagian, di antaranya:

  • Tibia adalah tulang kering atau tulang besar pada kaki bagian bawah
  • Femur merupakan tulang paha atau tulang kaki bagian atas
  • Patella merupakan tempurung lutut.

Setiap tulang tertutup beberapa lapisan tulang rawan yang dapat menahan guncangan serta melindungi sendi lutut. Pada umumnya, lutut terdiri dari dua tulang paha yang ditopang oleh otot, ligamen dan tendon.

Ada dua kelompok otot pada lutut, yaitu otot quadriceps femoris (berada di bagian depan paha) dan otot hamstring (berada di bagian belakang paha).

Sebagian ligamen pada lutut memberikan stabilitas dan perlindungan pada persendian, sementara ligamen lainnya membatasi pergerakan lutut ke depan dan ke belakang dari tibia (tulang kering).

Penyebab Nyeri Lutut

Menurut Prof. dr. Darto Satoto, SpAn,KAR, penyebab nyeri lutut umumnya berhubungan dengan usia dan kegiatan sehari-hari seperti olahraga.

Ada beberapa faktor lain yang menyebabkan lutut terasa nyeri, di antaranya:

  • Pernah mengalami cedera lutut
  • Rheumatoid arthritis
  • Osteoarthritis
  • Infeksi pada lutut
  • Berat badan berlebih
  • Memiliki kebiasaan merokok
  • Sering melakukan aktivitas fisik yang berat

Prof.dr. Darto juga menjelaskan bahwa nyeri lutut bisa terjadi akibat adanya pertumbuhan lutut yang tidak normal. Selain itu, bentuk lutut yang tidak normal seperti O atau X yang biasanya terjadi pada usia lanjut sekitar 45-50 tahun juga bisa menjadi penyebabnya.

Gejalanya

Gejala yang umumnya Anda rasakan bisa muncul bertahap dan bertambah parah seiring berjalannya waktu. Bahkan, tingkat keparahannya pun berbeda. Berikut gejala yang menyertai nyeri lutut, yaitu:

  • Lutut yang terasa kaku
  • Pembengkakan dan tampak kemerahan di area lutut
  • Sulit saat akan meluruskan lutut
  • Terdengar suara gemeretak (kretek) saat digerakkan

Jika Anda merasakan gejala tidak kunjung membaik dan semakin parah, maka sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Bagi Anda yang mengalami obesitas, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi tentang pola makan yang tepat untuk menjaga berat badan ideal dan mencegah risiko terkena nyeri sendi.

Pengobatan Nyeri Lutut

Untuk mendiagnosa nyeri lutut, dokter biasanya akan menanyakan gejala yang Anda rasakan secara menyeluruh. Dokter juga akan menanyakan riwayat cedera atau trauma lutut dan seberapa parah nyeri yang Anda rasakan. Selanjutnya dokter akan memeriksa lutut yang sakit dan menyarankan untuk melakukan Rontgen maupun MRI (Magnetic Resonance Imaging) untuk melihat kondisi lutut pasien.

Setelah mengetahui penyebab dan gejalanya, dokter akan memberikan pengobatan yang sesuai, yaitu antara lain:

  • Obat-obatan untuk meredakan nyeri lutut seperti paracetamol ataupun obat antiinflamasi non-steroid.
  • Fisioterapi yang berfungsi untuk melatih serta menguatkan otot di area lutut. Untuk penderita osteoarthritis, biasanya menggunakan alat penyangga lutut (knee support) untuk meredakan nyeri lutut.
  • Injeksi lutut berupa kortikosteroid atau asam hialuronat.

Di Klinik Patella, dokter melakukan terapi intervensi dan minimally invasive surgery tanpa rawat inap, luka sayatan minimal dan proses pemulihan relatif cepat. Dengan dokter ahli dan berpengalaman, Patella menggunakan peralatan berteknologi mutakhir, seperti athroskopi, radiofrekuensi, USG, C-arm serta alat rehabilitasi medik.

Jadi, jangan tunggu nyeri lututmu bertambah parah. Segera berkonsultasi dengan dokter ahli kami di Klinik Patella dan dapatkan penanganan cepat dan tepat!

 

lamina klinik

Jl. Hj. Tutty Alawiyah No.34B, RT.7/RW.5, Kalibata, Kec. Pancoran, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12740

lamina klinik

Informasi dan Pendaftaran

021-2237-9999

lamina klinik

Book Online

Appointment Now

Jadwal Praktik


Prof. Dr. dr. Darto Satoto, SpAn, KAR

Selasa   : 10:00 - 16:00
Kamis   : 10:00 - 16:00


dr. Nelfidayani, SpKFR

Selasa   : 16:00 - 20:00
Kamis   : 16:00 - 20:00
Sabtu    : 16:00 - 20:00


dr. Rifalisanto, SpKFR

Senin    : 10:00 - 12:00
Rabu     : 10:00 - 12:00


dr. Zuhri Efendi, Sp.OT (K)

Senin    : 16:00 - Selesai
Rabu     : 16:00 - Selesai
Jumat   : 16:00 - Selesai


dr. Haekal Alaztha, Sp.N, FINA

Lamina Kartika Pulomas Hospital

Senin       : 13:00 - 15:00
Rabu        : 13:00 - 15:00

Lamina Klinik SMC

Selasa     : 13:00 - 15:00
Kamis      : 13:00 - 15:00