Benarkah Olahraga Lari Berakibat Buruk Terhadap Sendi Lutut?

Olahraga joging dan lari meningkatkan risiko radang pada sendi lutut, benarkah? Jawabannya adalah bergantung pada frekuensi dan intensitas berlari, serta kondisi sendi lutut masing-masing.

Konsultasikan Masalah Nyeri Lutut Via Whatsapp

Tetap aktif menjadi salah satu bentuk perlawanan terhadap radang sendi. Namun, pada sebagian orang yang memiliki keturunan mengalami radang sendi (atau memiliki anggota keluarga yang mengalami radang sendi), dan tidak peduli seberapa baiknya mereka berlari, tentu mereka juga memiliki risiko tinggi untuk mengalami radang sendi. Hal ini dijelaskan oleh dr. Stephen G Rice, dari Jersey Shore University Medical Center.

 Nyeri pada sendi lutut akibat radang biasanya membuat penderita mengalami kesulitan dalam beraktivitas. Radang sendi, atau kondisi tulang dan sendi yang bergesekan, adalah akibat cairan sendi yang sudah berkurang. Jangankan untuk berlari, bahkan untuk berjalan pun terasa sulit. Bagi orang yang biasa melakukan joging dan lari biasanya menganggap hal baik itu malah dapat memperburuk kondisi tersebut.

Faktanya, olahraga lari ternyata justru dapat membantu pasien rematik menjadi lebih aktif. Gerakan tekanan pada lutut saat berlari akan membantu pembentukan cairan di lutut, sehingga tulang dan sendi dapat bergerak dengan leluasa.

Dampak Berat Badan

Orang dengan kelebihan berat badan kemungkinan berisiko tinggi mengalami radang sendi lutut. Kelebihan berat badan akan menjadi beban tambahan pada sendi lutut. Beragam kegiatan seperti berjalan, naik dan turun tangga, atau melompat, beban pada lutut akan meningkat sebesar 3-4 kali lipat. Misalnya kelebihan berat 10 kg, maka beban yang akan ditanggung lutut sebesar 30-40 kg.

Kerja sendi lutut paling berat karena harus menopang beban tubuh. Entah berapa banyak sendi lutut bergerak saat Anda beraktivitas, seperti berjalan, berlari, naik turun tangga, bangkit berdiri dari posisi duduk, maupun saat berolahraga. Semuanya disertai dengan beban tubuh yang harus ditopangnya. Itu sebabnya, sedikit saja kenaikan berat badan akan memberikan tambahan beban berkali lipat pada sendi lutut. Apalagi pada orang dengan kelebihan berat badan atau obesitas.

Untuk mengetahui apakah Anda termasuk mengalami obesitas atau tidak, bisa dilihat dari indeks massa tubuh (body mass index/BMI). Dikatakan overweight bila memiliki BMI ≥ 25, dan dikatakan obesitas bila memiliki BMI ≥ 30. Kedua kondisi ini memiliki risiko 4-5 kali lebih besar terkena osteoartritis (OA) lutut dibandingkan dengan berat badan normal atau kurus.

Beragam Penelitian

Para peneliti Swedia melakukan uji klinis pada dua kelompok. Kelompok satu adalah orang yang berisiko mengalami osteoartritis dan melakukan olahraga, termasuk joging. Sedangkan kelompok dua, tidak melakukan olahraga. Setelah dilakukan pencitraan, ditemukan perbaikan pada tulang rawan yang berolahraga tampak membaik dibandingkan yang tidak berolahraga.

Menurut Jonathan Chang (ahli bedah ortopedi di California), saat kaki menapak di tanah saat joging, diduga dapat memicu produksi protein-protein tertentu dalam tulang rawan, sehingga membuatnya lebih kuat dan dapat membantu meningkatkan massa tulang dan otot. Karena itulah, olahraga tampaknya dapat menstimulasi tulang rawan untuk dapat memperbaiki kerusakan kecil pada sendi.

Namun, Dr. Michelle Wolcott (University of Colorado School of Medicine) mengingatkan, jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan osteoartritis dan mengalami nyeri lutut, berlari mungkin bukan pilihan olahraga terbaik untuk Anda.

Sebaliknya, jika Anda tidak memiliki kecenderungan terkena osteoartritis (tidak ada riwayat keluarga), dan memiliki lutut yang sehat, serta memiliki berat badan ideal, berlari tidak akan memengaruhi risiko Anda terkena radang pada sendi lutut.

Sebuah metanalisis yang diterbitkan dalam British Journal of Sport Medicine juga menyimpulkan olahraga lari tidak memicu proses inflamasi atau kerusakan pada tulang rawan sendi lutut.

Selain itu, olahraga teratur dapat membantu meminimalkan peradangan dan membantu mencegah kerusakan tulang rawan yang diakibatkan osteoartritis. Hasil studi ini tertulis dalam jurnal Osteoarthritis and Cartilage.

Olahraga lari (karena bersifat high impact) sebaiknya tidak dianjurkan untuk orang yang menderita peradangan pada punggung, panggul, lutut, bagian kaki lainnya, atau bagi mereka yang setelah menjalani operasi pada lutut atau pinggulnya.

Tips Menghindari Risiko Buruk

  • Mengatur Jarak lari

Salah satu kunci penting yang harus Anda terapkan pada diri sendiri adalah mengatur jarak lari sesuai dengan kemampuan. Jika pun Anda seorang pelari profesional yang memiliki target tertentu, maka pastikan target tersebut sudah disesuaikan dengan kemampuan dasar Anda.

  • Mengimbangi dengan asupan gizi baik

Jaga kesehatan secara menyeluruh dengan mengonsumsi asupan nutrisi sehat yang seimbang.

  • Imbangi dengan istirahat cukup

Lutut juga perlu istirahat untuk mengembalikan kondisinya seperti sediakala. Setelah menempuh jarak lari yang cukup panjang, lutut harus istirahat dengan relaks agar risiko cedera lebih minimal. Saat berbaring, letakkan bantal di bawah lutut agar posisinya agak lebih tinggi. (*berbagai sumber)

Konsultasikan Masalah Nyeri Lutut Via Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jl. Warung Jati Barat No. 34B, Kalibata, Jakarta 12760

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-2237-9999

Email

Email

marketingklinik@gmail.com

Book Online

Book Online

Appointment Now

Layanan Call Center